Sistem ujian, isi pengajaran, pemerolehan bahasa, tata bahasa, metode pengajaran
Periksa pemahaman Anda tentang sistem kualifikasi nasional “Guru Bahasa Jepang Terdaftar” (tōroku nihongo kyōin) yang dimulai pada 2024, serta dasar-dasar pendidikan bahasa Jepang (konsep pemerolehan bahasa, tata bahasa Jepang, dan sejarah metode pengajaran) melalui soal dan penjelasan. Ketentuan ujian berubah setiap tahun, jadi sebelum mengikuti ujian, periksalah informasi terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang (MEXT).
40 soal · 5 bidang | Terakhir diperbarui 2026-09-28
Mana yang benar tentang kualifikasi "Guru Bahasa Jepang Terdaftar" (Toroku Nihongo Kyoin)?
Kualifikasi nasional yang dibentuk pada April 2024 berdasarkan Undang-Undang Akreditasi Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang
Kualifikasi nasional yang dibentuk pada April 2020 berdasarkan Undang-Undang Akreditasi Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang
Kualifikasi nasional yang dibentuk pada April 2024 berdasarkan Undang-Undang Imigrasi
Kualifikasi nasional yang dibentuk pada April 2024 berdasarkan Undang-Undang Promosi Pendidikan Bahasa Jepang
Jawaban: A. Kualifikasi nasional yang dibentuk pada April 2024 berdasarkan Undang-Undang Akreditasi Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang
Guru Bahasa Jepang Terdaftar adalah kualifikasi nasional yang dibentuk pada April 2024 berdasarkan Undang-Undang Akreditasi Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang.
Soal 2 | Struktur Ujian Dasar
Mana yang benar tentang struktur "Ujian Dasar" (Kiso Shiken) dalam ujian Guru Bahasa Jepang Terdaftar?
Pilihan ganda, durasi 120 menit, 100 soal
Pilihan ganda, durasi 90 menit, 100 soal
Esai/uraian, durasi 120 menit, 100 soal
Pilihan ganda, durasi 120 menit, 110 soal
Jawaban: A. Pilihan ganda, durasi 120 menit, 100 soal
Ujian Dasar dilaksanakan dalam bentuk pilihan ganda, durasi 120 menit, 100 soal (1 soal 1 poin, total 100 poin).
Soal 3 | 3 Jalur Perolehan Kualifikasi
Manakah yang BUKAN termasuk jalur perolehan kualifikasi Guru Bahasa Jepang Terdaftar?
Jalur lembaga pelatihan
Jalur ujian
Jalur ketentuan transisi
Jalur pengalaman kerja
Jawaban: D. Jalur pengalaman kerja
Ada 3 jalur perolehan kualifikasi: "jalur lembaga pelatihan", "jalur ujian", dan "jalur ketentuan transisi". Tidak ada jalur bernama "jalur pengalaman kerja".
Soal 4 | Struktur Ujian Terapan
Mana yang benar tentang struktur Ujian Terapan (Oyo Shiken)?
Listening (50 menit, 50 soal) dan reading (100 menit, 60 soal), total 110 soal
Listening (60 menit, 50 soal) dan reading (90 menit, 60 soal), total 110 soal
Listening (50 menit, 60 soal) dan reading (100 menit, 50 soal), total 110 soal
Hanya listening dan reading, dengan durasi dan jumlah soal sama seperti Ujian Dasar
Jawaban: A. Listening (50 menit, 50 soal) dan reading (100 menit, 60 soal), total 110 soal
Ujian Terapan terdiri dari 2 bagian: listening (50 menit, 50 soal) dan reading (100 menit, 60 soal), total 110 soal dengan nilai maksimal 110 poin.
Soal 5 | Kriteria Kelulusan Ujian Dasar
Mana yang benar tentang kriteria kelulusan Ujian Dasar?
Minimal 60% pada masing-masing dari 5 kategori Konten Pendidikan Wajib 50 item, DAN minimal 80% skor total
Minimal 60% skor total (tanpa kriteria per kategori)
Minimal 80% pada masing-masing dari 5 kategori Konten Pendidikan Wajib 50 item
Minimal 80% skor total (tanpa kriteria per kategori)
Jawaban: A. Minimal 60% pada masing-masing dari 5 kategori Konten Pendidikan Wajib 50 item, DAN minimal 80% skor total
Ujian Dasar memiliki kriteria ganda: minimal 60% per kategori DAN minimal 80% skor total. Jika satu kategori saja di bawah standar, peserta dinyatakan tidak lulus meskipun skor totalnya tinggi.
Soal 6 | Kriteria Kelulusan Ujian Terapan
Mana yang benar tentang kriteria kelulusan Ujian Terapan?
Minimal 60% skor total (tanpa kriteria per kategori)
Minimal 80% skor total, DAN minimal 60% per kategori
Minimal 60% masing-masing untuk listening dan reading
Minimal 60% skor total, DAN minimal 80% untuk listening
Jawaban: A. Minimal 60% skor total (tanpa kriteria per kategori)
Kriteria kelulusan Ujian Terapan hanya minimal 60% skor total; berbeda dari Ujian Dasar, tidak ada kriteria per kategori.
Soal 7 | Isi Pelatihan Praktik
Mana yang benar tentang Pelatihan Praktik (Jissen Kenshu)?
Minimal 45 unit waktu (1 unit waktu minimal 45 menit), dilaksanakan dengan alur: orientasi → observasi kelas → persiapan mengajar → simulasi mengajar → praktik mengajar di kelas → evaluasi keseluruhan
Minimal 30 unit waktu, dengan alur: orientasi → praktik mengajar di kelas → simulasi mengajar → observasi kelas → persiapan mengajar → evaluasi keseluruhan
Minimal 45 unit waktu, tetapi 1 unit waktu ditetapkan minimal 60 menit
Tidak ada ketentuan unit waktu; lembaga penyelenggara bebas menentukan
Jawaban: A. Minimal 45 unit waktu (1 unit waktu minimal 45 menit), dilaksanakan dengan alur: orientasi → observasi kelas → persiapan mengajar → simulasi mengajar → praktik mengajar di kelas → evaluasi keseluruhan
Pelatihan Praktik dilaksanakan minimal 45 unit waktu (1 unit waktu minimal 45 menit), mengikuti alur yang ditetapkan oleh lembaga pelatihan praktik terdaftar.
Soal 8 | Jalur Ketentuan Transisi C
Mana yang benar tentang Jalur Ketentuan Transisi C (Route C)?
Sasarannya adalah lulusan program pelatihan yang sesuai dengan 50 item wajib, tanpa memandang status kerja saat ini; tidak perlu mengikuti pelatihan tambahan, dan Ujian Dasar serta Pelatihan Praktik dibebaskan
Sasarannya hanya guru bahasa Jepang yang sedang aktif mengajar; dengan mengikuti pelatihan tambahan, Ujian Dasar dan Pelatihan Praktik dibebaskan
Sasarannya hanya lulusan Ujian Kemampuan Pendidikan Bahasa Jepang; semuanya dibebaskan termasuk Ujian Terapan
Sasaran tidak dibatasi, tetapi hanya Pelatihan Praktik yang dibebaskan
Jawaban: A. Sasarannya adalah lulusan program pelatihan yang sesuai dengan 50 item wajib, tanpa memandang status kerja saat ini; tidak perlu mengikuti pelatihan tambahan, dan Ujian Dasar serta Pelatihan Praktik dibebaskan
Jalur C ditujukan untuk lulusan program pelatihan yang sesuai dengan 50 item wajib (tanpa syarat sedang aktif mengajar), dan tanpa perlu pelatihan tambahan, Ujian Dasar serta Pelatihan Praktik langsung dibebaskan.
Soal 9 | Hasil Ujian ke-1 dan ke-2
Mana yang benar tentang tingkat kelulusan ujian Guru Bahasa Jepang Terdaftar ke-1 (tahun Reiwa 6) dan ke-2 (tahun Reiwa 7)?
Ke-1 62,6% → Ke-2 67,5%, naik sekitar 4,9 poin persentase
Ke-1 67,5% → Ke-2 62,6%, turun sekitar 4,9 poin persentase
Kedua ujian tersebut memiliki tingkat kelulusan sekitar 65% dan relatif stabil
Ke-1 62,6% → Ke-2 naik lebih dari 70%
Jawaban: A. Ke-1 62,6% → Ke-2 67,5%, naik sekitar 4,9 poin persentase
Ujian ke-1 (dilaksanakan 17 November 2024) memiliki tingkat kelulusan 62,6%, ujian ke-2 (dilaksanakan 2 November 2025) 67,5%, naik 4,9 poin persentase dari tahun sebelumnya.
Soal 10 | Ujian Tahun Reiwa 8 dan Batas Waktu
Mana yang benar tentang situasi per Agustus 2026?
Ujian tahun Reiwa 8 (tahun 2026) dijadwalkan pada 8 November 2026; batas waktu Jalur Ketentuan Transisi C (akhir Maret Reiwa 15) lebih panjang 5 tahun dibanding batas waktu Jalur D, E, F (akhir Maret Reiwa 11)
Ujian tahun Reiwa 8 sudah dilaksanakan pada Oktober 2026; semua batas waktu jalur ketentuan transisi disatukan menjadi akhir Maret Reiwa 11
Jadwal ujian tahun Reiwa 8 belum diumumkan
Per Agustus 2026, semua jalur ketentuan transisi sudah berakhir
Jawaban: A. Ujian tahun Reiwa 8 (tahun 2026) dijadwalkan pada 8 November 2026; batas waktu Jalur Ketentuan Transisi C (akhir Maret Reiwa 15) lebih panjang 5 tahun dibanding batas waktu Jalur D, E, F (akhir Maret Reiwa 11)
Ujian tahun 2026 dijadwalkan pada 8 November 2026. Batas waktu Jalur Ketentuan Transisi C (akhir Maret Reiwa 15) lebih panjang 5 tahun dibanding batas waktu Jalur D, E, F (akhir Maret Reiwa 11).
Konten Pendidikan Wajib
Soal 11 | 5 Kategori dalam 50 Item
Manakah yang BUKAN termasuk 5 kategori Konten Pendidikan Wajib 50 item?
Masyarakat, Budaya, dan Wilayah
Bahasa dan Masyarakat
Bahasa dan Pendidikan
Bahasa dan Evaluasi
Jawaban: D. Bahasa dan Evaluasi
5 kategorinya adalah "Masyarakat, Budaya, dan Wilayah", "Bahasa dan Masyarakat", "Bahasa dan Psikologi", "Bahasa dan Pendidikan", dan "Bahasa"; tidak ada kategori bernama "Bahasa dan Evaluasi".
Soal 12 | Kategori Bahasa dan Pendidikan
Dari 5 kategori tersebut, kategori mana yang mencakup kualitas/kemampuan guru bahasa Jepang, metode pengajaran, metode evaluasi, dan memiliki jumlah item terbanyak?
Bahasa dan Pendidikan
Bahasa dan Psikologi
Bahasa dan Masyarakat
Masyarakat, Budaya, dan Wilayah
Jawaban: A. Bahasa dan Pendidikan
Kategori "Bahasa dan Pendidikan" memiliki jumlah item terbanyak di antara 5 kategori, mencakup metode pengajaran, metode evaluasi, desain kurikulum, dan lainnya.
Soal 13 | Kategori Bahasa dan Psikologi
Mana yang termasuk item dalam kategori "Bahasa dan Psikologi"?
Pemahaman wacana, pembelajaran bahasa, proses pemerolehan (bahasa pertama dan kedua), strategi belajar
Masyarakat dan budaya dunia serta Jepang, koeksistensi multikultural, sejarah pendidikan bahasa Jepang
Sosiolinguistik, ungkapan hormat/kesantunan, perilaku verbal dan nonverbal
Sistem fonologi/fonetik, huruf dan ejaan, sistem tata bahasa
Jawaban: A. Pemahaman wacana, pembelajaran bahasa, proses pemerolehan (bahasa pertama dan kedua), strategi belajar
Kategori "Bahasa dan Psikologi" mencakup pemahaman wacana, pembelajaran bahasa, proses pemerolehan, strategi belajar, adaptasi penerimaan lintas budaya, dan lainnya.
Soal 14 | Isi Kategori Bahasa
Mana yang termasuk kategori "Bahasa" yang murni menganalisis bahasa itu sendiri?
Linguistik umum, linguistik kontrastif, sistem fonologi/fonetik, sistem tata bahasa, sistem makna
Sosiolinguistik, strategi komunikasi, multikulturalisme dan multibahasa
Pemahaman dan praktik program pendidikan bahasa Jepang, analisis/pembuatan/pengembangan materi ajar
Adaptasi penerimaan lintas budaya, strategi belajar
Jawaban: A. Linguistik umum, linguistik kontrastif, sistem fonologi/fonetik, sistem tata bahasa, sistem makna
Kategori "Bahasa" mencakup linguistik umum, linguistik kontrastif, sistem fonologi/fonetik, sistem tata bahasa, sistem makna, dan analisis bahasa itu sendiri lainnya.
Soal 15 | Ujian Dasar dan 5 Kategori
Mana yang benar tentang hubungan antara penilaian kelulusan Ujian Dasar dan 5 kategori tersebut?
Jika salah satu dari 5 kategori saja di bawah 60%, peserta tetap tidak lulus meskipun skor total 80% ke atas
Cukup memenuhi standar di kategori yang paling dikuasai saja, metode "buang mata pelajaran" bisa dilakukan
Standar 5 kategori hanya berlaku untuk Ujian Terapan, tidak berkaitan dengan Ujian Dasar
Jika semua 5 kategori mencapai 80% ke atas, kelulusan dijamin terlepas dari skor total
Jawaban: A. Jika salah satu dari 5 kategori saja di bawah 60%, peserta tetap tidak lulus meskipun skor total 80% ke atas
Ujian Dasar memiliki kriteria ganda: minimal 60% per kategori DAN minimal 80% skor total, sehingga desainnya tidak memungkinkan strategi "buang mata pelajaran" lintas kategori.
Soal 16 | Item Kategori Bahasa dan Masyarakat
Kategori mana yang mencakup "ungkapan hormat/kesantunan" dan "strategi komunikasi"?
Bahasa dan Masyarakat
Bahasa dan Psikologi
Bahasa dan Pendidikan
Masyarakat, Budaya, dan Wilayah
Jawaban: A. Bahasa dan Masyarakat
Kategori "Bahasa dan Masyarakat" mencakup sosiolinguistik, strategi komunikasi, ungkapan hormat/kesantunan, dan lainnya.
Teori Pemerolehan Bahasa
Soal 17 | 5 Hipotesis Model Monitor
Manakah yang BUKAN termasuk 5 hipotesis yang membentuk "Model Monitor" (Monitor Model) Krashen?
Jawaban: C. Hipotesis periode kritis (critical period)
Model Monitor terdiri dari 5 hipotesis: "pemerolehan-pembelajaran", "urutan alami", "monitor", "input", dan "filter afektif". Hipotesis periode kritis adalah hipotesis dari peneliti lain.
Soal 18 | Hipotesis Input
Mana penjelasan yang benar tentang "Hipotesis Input" (Input Hypothesis) Krashen?
Pemerolehan berkembang melalui paparan input yang dapat dipahami (comprehensible input) pada level sedikit lebih tinggi (i+1) dari level saat ini (i)
Pemerolehan baru berkembang setelah melakukan output (produksi bahasa)
Memberikan input pada level yang sama dengan penutur asli (i) dalam jumlah besar adalah yang paling efektif
Semakin tinggi tingkat kesulitan input (i+2), semakin tinggi efek pemerolehannya
Jawaban: A. Pemerolehan berkembang melalui paparan input yang dapat dipahami (comprehensible input) pada level sedikit lebih tinggi (i+1) dari level saat ini (i)
Hipotesis Input menyatakan bahwa pemerolehan berkembang melalui input yang dapat dipahami pada level i+1, sedikit lebih tinggi dari level i saat ini.
Soal 19 | Fungsi Hipotesis Monitor
Dari hipotesis-hipotesis Krashen, mana yang menjelaskan fungsi memeriksa dan mengoreksi ujaran sendiri secara sadar menggunakan pengetahuan yang diperoleh melalui "pembelajaran"?
Hipotesis monitor
Hipotesis pemerolehan-pembelajaran
Hipotesis urutan alami
Hipotesis filter afektif
Jawaban: A. Hipotesis monitor
Hipotesis monitor menjelaskan fungsi di mana pembelajar memeriksa dan mengoreksi ujarannya secara sadar menggunakan pengetahuan yang diperoleh melalui "pembelajaran".
Soal 20 | Hipotesis Output
Manakah yang BUKAN termasuk 3 fungsi yang diajukan dalam "Hipotesis Output" (Output Hypothesis) Swain?
Fungsi menyadari (noticing)
Fungsi menguji hipotesis (hypothesis testing)
Fungsi filter afektif
Fungsi metalinguistik
Jawaban: C. Fungsi filter afektif
Hipotesis Output mengajukan 3 fungsi: "fungsi menyadari", "fungsi menguji hipotesis", dan "fungsi metalinguistik". Filter afektif adalah istilah dari Krashen.
Soal 21 | Fosilisasi
Apa istilah untuk fenomena di mana bentuk/aturan bahasa yang salah pada pembelajar menetap begitu saja dan menjadi sulit dikoreksi?
Fosilisasi (fossilization)
Bahasa antara (interlanguage)
Filter afektif
Periode kritis
Jawaban: A. Fosilisasi (fossilization)
Fosilisasi (fossilization) adalah fenomena di mana bentuk/aturan bahasa yang salah menetap dan menjadi semakin sulit dikoreksi.
Soal 22 | Perkembangan Penelitian Kesalahan Berbahasa
Mana urutan perkembangan teoretis penelitian kesalahan berbahasa yang benar?
Analisis kontrastif (Lado) → analisis kesalahan (Corder) → bahasa antara (Selinker)
Bahasa antara (Selinker) → analisis kontrastif (Lado) → analisis kesalahan (Corder)
Analisis kesalahan (Corder) → bahasa antara (Selinker) → analisis kontrastif (Lado)
Analisis kontrastif (Lado) → bahasa antara (Selinker) → analisis kesalahan (Corder)
Jawaban: A. Analisis kontrastif (Lado) → analisis kesalahan (Corder) → bahasa antara (Selinker)
Penelitian kesalahan berbahasa berkembang dengan urutan: "analisis kontrastif (Lado) → analisis kesalahan (Corder) → bahasa antara (Selinker)".
Soal 23 | Pencetus Bahasa Antara
Siapa yang mencetuskan konsep "bahasa antara" (interlanguage) pada tahun 1972, yang menyatakan bahwa "bahasa pembelajar memiliki sistem tersendiri yang bukan bahasa ibu maupun bahasa target"?
Selinker
Krashen
Swain
Lado
Jawaban: A. Selinker
Bahasa antara adalah konsep yang dicetuskan Selinker pada tahun 1972, dianggap sebagai sistem bahasa tersendiri yang berubah seiring kemajuan pembelajaran.
Soal 24 | Pencetus Hipotesis Periode Kritis
Siapa yang mencetuskan hipotesis bahwa "jika bahasa tidak diperoleh sejak masa bayi hingga sekitar masa pubertas, kemampuan berbahasa setara penutur asli akan sulit dicapai"?
Lenneberg
Krashen
Selinker
Swain
Jawaban: A. Lenneberg
Hipotesis periode kritis dicetuskan oleh Lenneberg, yang menyatakan bahwa jika pemerolehan bahasa tidak terjadi antara masa bayi hingga pubertas, kemampuan setara penutur asli akan sulit dicapai.
Tata Bahasa Jepang
Soal 25 | Makna Voice
Mana penjelasan yang benar tentang istilah tata bahasa Jepang "voice (ヴォイス, 態)"?
Kategori tata bahasa yang menunjukkan hubungan antara subjek dan pelaku tindakan, seperti kalimat aktif, kalimat pasif (ukemi), dan kalimat kausatif
Kategori tata bahasa yang menunjukkan fase tindakan seperti "〜ている" dan "〜てしまう"
Kategori tata bahasa yang menunjukkan penilaian subjektif penutur seperti dugaan, kehendak, dan keharusan
Kategori tata bahasa yang menunjukkan posisi waktu dalam kalimat (lampau, kini, akan datang)
Jawaban: A. Kategori tata bahasa yang menunjukkan hubungan antara subjek dan pelaku tindakan, seperti kalimat aktif, kalimat pasif (ukemi), dan kalimat kausatif
Voice (態) adalah kategori tata bahasa yang menunjukkan hubungan antara subjek dan pelaku tindakan, seperti pada kalimat aktif, kalimat pasif, dan kalimat kausatif.
Soal 26 | Makna Aspect
Mana penjelasan yang benar tentang istilah tata bahasa Jepang "aspect (アスペクト, 相)"?
Menunjukkan fase tindakan seperti progresif, penyelesaian, dan keadaan hasil, misalnya "〜ている" dan "〜てしまう"
Menunjukkan hubungan antara subjek dan pelaku tindakan, seperti aktif, pasif, dan kausatif
Menunjukkan sikap subjektif penutur seperti dugaan dan kehendak
Kategori tata bahasa yang mengklasifikasikan jenis partikel kasus
Jawaban: A. Menunjukkan fase tindakan seperti progresif, penyelesaian, dan keadaan hasil, misalnya "〜ている" dan "〜てしまう"
Aspect (相) adalah kategori tata bahasa yang menunjukkan fase tindakan (progresif, penyelesaian, keadaan hasil, dsb.) seperti "〜ている" dan "〜てしまう".
Soal 27 | Makna Modality
Mana penjelasan yang benar tentang "modality (モダリティ, 様相)"?
Menunjukkan penilaian dan sikap subjektif penutur (dugaan, kehendak, keharusan, dsb.), dan letaknya mendekati akhir kalimat
Menunjukkan fase tindakan (progresif, penyelesaian), dan letaknya tepat setelah verba
Menunjukkan hubungan subjek dan pelaku tindakan, dan letaknya tepat sebelum verba
Sejenis partikel kasus yang terletak di awal kalimat
Jawaban: A. Menunjukkan penilaian dan sikap subjektif penutur (dugaan, kehendak, keharusan, dsb.), dan letaknya mendekati akhir kalimat
Modality (様相) adalah kategori tata bahasa yang menunjukkan penilaian subjektif penutur seperti dugaan, kehendak, dan keharusan, dan biasanya terletak mendekati akhir kalimat.
Soal 28 | Urutan Kategori Tata Bahasa
Mana urutan umum kategori tata bahasa yang melekat pada verba yang benar?
Voice → Aspect → Tense → Modality
Modality → Tense → Aspect → Voice
Aspect → Voice → Modality → Tense
Tense → Aspect → Voice → Modality
Jawaban: A. Voice → Aspect → Tense → Modality
Kategori tata bahasa dikatakan melekat pada verba dengan urutan dari yang paling dekat dengan verba: "Voice → Aspect → Tense → Modality".
Soal 29 | Penggunaan Partikel Kasus "ni"
Partikel kasus mana yang memiliki penggunaan terbanyak, mencakup titik tujuan, mitra, tempat, penyebab, subjek, objek, sarana, dan waktu?
に (ni)
で (de)
が (ga)
を (wo)
Jawaban: A. に (ni)
Partikel kasus "に (ni)" memiliki penggunaan terbanyak di antara partikel kasus, mencakup titik tujuan, mitra, tempat, penyebab, subjek, objek, sarana, waktu, dan lainnya.
Soal 30 | Penggunaan Partikel Kasus "de"
Kombinasi mana yang benar untuk penggunaan yang ditunjukkan oleh partikel kasus "で (de)"?
Tempat, sarana, sebab-alasan, subjek, batas, cakupan, tujuan, cara
Hanya subjek dan objek
Hanya titik tujuan dan mitra
Hanya titik awal dan wilayah lintasan
Jawaban: A. Tempat, sarana, sebab-alasan, subjek, batas, cakupan, tujuan, cara
Partikel kasus "で (de)" memiliki beberapa penggunaan seperti tempat, sarana, sebab-alasan, subjek, batas, cakupan, tujuan, dan cara.
Soal 31 | Titik Awal pada "kara" dan "yori"
Mana yang benar tentang penggunaan titik awal pada partikel kasus "から (kara)" dan "より (yori)"?
Keduanya dapat menunjukkan titik awal, tetapi dalam bahasa Jepang modern penggunaan titik awal pada "より" agak bergaya sastra/terbatas, sedangkan "から" lebih umum digunakan
"より" tidak dapat menunjukkan titik awal; hanya "から" yang menunjukkan titik awal
"から" tidak dapat menunjukkan titik awal; hanya "より" yang menunjukkan titik awal
Keduanya sama-sama umum digunakan sebagai penanda titik awal dalam bahasa Jepang modern
Jawaban: A. Keduanya dapat menunjukkan titik awal, tetapi dalam bahasa Jepang modern penggunaan titik awal pada "より" agak bergaya sastra/terbatas, sedangkan "から" lebih umum digunakan
"から" dan "より" keduanya dapat menunjukkan titik awal, tetapi dalam bahasa Jepang modern "より" agak bergaya sastra/terbatas, sementara "から" lebih umum digunakan.
Soal 32 | Multi-makna Partikel Kasus "wo"
Mana penggunaan yang benar dari partikel kasus "を (wo)"?
Selain objek, juga menunjukkan titik awal (seperti pada "学校を出た" - keluar dari sekolah) dan wilayah lintasan (seperti pada "道の真ん中を通った" - lewat di tengah jalan)
Hanya menunjukkan objek, tidak menunjukkan titik awal atau wilayah lintasan
Hanya menunjukkan titik awal
Hanya menunjukkan wilayah lintasan
Jawaban: A. Selain objek, juga menunjukkan titik awal (seperti pada "学校を出た" - keluar dari sekolah) dan wilayah lintasan (seperti pada "道の真ん中を通った" - lewat di tengah jalan)
"を" adalah partikel multi-makna yang selain menunjukkan objek tindakan, juga menunjukkan titik awal (学校を出た - keluar dari sekolah) dan wilayah lintasan (道の真ん中を通った - lewat di tengah jalan).
Sejarah Metode Pengajaran
Soal 33 | Ciri Metode Terjemahan Tata Bahasa
Mana ciri yang benar dari "Metode Terjemahan Tata Bahasa" (Grammar-Translation Method)?
Menjadi metode utama dari pertengahan abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, berpusat pada penjelasan aturan tata bahasa dan penerjemahan ke bahasa ibu; kemampuan berbicara dan lisan sulit berkembang
Muncul pada awal abad ke-20, tidak menggunakan bahasa ibu pembelajar, dan menekankan bahasa lisan
Guru tidak berbicara, dan menekankan kesadaran (noticing) pembelajar
Berpusat pada latihan di mana pembelajar merespons instruksi guru dengan gerakan tubuh
Jawaban: A. Menjadi metode utama dari pertengahan abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, berpusat pada penjelasan aturan tata bahasa dan penerjemahan ke bahasa ibu; kemampuan berbicara dan lisan sulit berkembang
Metode Terjemahan Tata Bahasa adalah metode pengajaran yang dominan dari pertengahan abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20; karena berpusat pada penjelasan tata bahasa dan penerjemahan ke bahasa ibu, kemampuan berbicara dan lisan sulit berkembang.
Soal 34 | Ciri Metode Langsung
Mana ciri yang benar dari "Metode Langsung" (Direct Method)?
Muncul pada awal abad ke-20 sebagai reaksi terhadap Metode Terjemahan Tata Bahasa, tidak menggunakan bahasa ibu pembelajar, dan hanya menggunakan bahasa target dengan penekanan pada bahasa lisan
Metode pengajaran yang berpusat pada penerjemahan ke bahasa ibu dan penjelasan aturan tata bahasa
Metode pengajaran di mana guru dan pembelajar berdialog berdasarkan teori konseling
Metode pengajaran yang menekankan pembentukan kebiasaan melalui pattern practice
Jawaban: A. Muncul pada awal abad ke-20 sebagai reaksi terhadap Metode Terjemahan Tata Bahasa, tidak menggunakan bahasa ibu pembelajar, dan hanya menggunakan bahasa target dengan penekanan pada bahasa lisan
Metode Langsung muncul pada awal abad ke-20 sebagai reaksi terhadap Metode Terjemahan Tata Bahasa, tidak menggunakan bahasa ibu, dan hanya menggunakan bahasa target dengan penekanan pada bahasa lisan.
Soal 35 | Asal Mula Metode Audio-Lingual
Mana yang benar tentang asal mula dan pencetus "Metode Audio-Lingual" (Audio-Lingual Method)?
Berakar dari "Army Method" untuk militer AS pada Perang Dunia II, dicetuskan oleh Fries dan koleganya di University of Michigan
Dicetuskan oleh Gattegno setelah Perang Dunia II
Dicetuskan oleh ahli bahasa Eropa pada abad ke-19
Dicetuskan oleh Asher pada tahun 1970-an
Jawaban: A. Berakar dari "Army Method" untuk militer AS pada Perang Dunia II, dicetuskan oleh Fries dan koleganya di University of Michigan
Metode Audio-Lingual berakar dari "Army Method" untuk militer AS, dicetuskan oleh Fries dan koleganya di University of Michigan (juga disebut "Fries Method").
Soal 36 | Landasan Metode Audio-Lingual
Kombinasi mana yang benar untuk landasan teoretis Metode Audio-Lingual?
Linguistik struktural dan psikologi behaviorisme
Tata bahasa generatif dan psikologi kognitif
Sosiolinguistik dan psikologi humanistik
Pragmatik dan psikologi perkembangan
Jawaban: A. Linguistik struktural dan psikologi behaviorisme
Metode Audio-Lingual berlandaskan linguistik struktural dan psikologi behaviorisme (stimulus-respons-penguatan), bertujuan membentuk kebiasaan melalui pattern practice.
Soal 37 | Urutan Sejarah Metode Pengajaran
Mana urutan kemunculan metode pengajaran yang benar?
Metode Terjemahan Tata Bahasa → Metode Langsung → Metode Audio-Lingual → Pendekatan Komunikatif
Metode Langsung → Metode Terjemahan Tata Bahasa → Pendekatan Komunikatif → Metode Audio-Lingual
Metode Audio-Lingual → Metode Terjemahan Tata Bahasa → Metode Langsung → Pendekatan Komunikatif
Pendekatan Komunikatif → Metode Audio-Lingual → Metode Langsung → Metode Terjemahan Tata Bahasa
Jawaban: A. Metode Terjemahan Tata Bahasa → Metode Langsung → Metode Audio-Lingual → Pendekatan Komunikatif
Metode pengajaran berkembang dengan urutan: "Metode Terjemahan Tata Bahasa (pertengahan abad ke-19) → Metode Langsung (awal abad ke-20) → Metode Audio-Lingual (masa perang dan sesudahnya) → Pendekatan Komunikatif (1970-an)".
Soal 38 | Ciri Silent Way
Metode pengajaran apa yang menggunakan alat bantu seperti bagan warna (color chart) dan batang berwarna untuk mendorong "kesadaran" (noticing) pembelajar, dengan guru berbicara sesedikit mungkin?
Silent Way
TPR (Total Physical Response)
CLL (Community Language Learning)
Metode Audio-Lingual
Jawaban: A. Silent Way
Silent Way dicetuskan oleh Gattegno; guru bersikap pendiam dan menggunakan bagan warna serta batang untuk mendorong kesadaran pembelajar.
Soal 39 | Pencetus CLL
Kombinasi mana yang benar antara metode pengajaran yang mengaplikasikan teori konseling, di mana guru berperan sebagai "konselor" untuk mengurangi kecemasan pembelajar, dan pencetusnya?
CLL (Community Language Learning) — Curran
TPR (Total Physical Response) — Asher
Silent Way — Gattegno
CLL (Community Language Learning) — Asher
Jawaban: A. CLL (Community Language Learning) — Curran
CLL dicetuskan oleh Curran, mengaplikasikan teori konseling di mana guru berperan sebagai konselor untuk mengurangi kecemasan pembelajar.
Soal 40 | Metode Pengajaran Humanistik
Mana ciri yang sama-sama dimiliki Silent Way, CLL, dan TPR?
Ketiganya diklasifikasikan sebagai "metode pengajaran humanistik" yang muncul sejak tahun 1960-an, menekankan pertumbuhan personal dan aspek psikologis pembelajar
Ketiganya muncul sebelum tahun 1950-an, mendahului Metode Audio-Lingual
Ketiganya sama-sama berpusat pada penerjemahan ke bahasa ibu pembelajar
Ketiganya sama-sama berpusat pada guru yang menjelaskan aturan tata bahasa secara satu arah
Jawaban: A. Ketiganya diklasifikasikan sebagai "metode pengajaran humanistik" yang muncul sejak tahun 1960-an, menekankan pertumbuhan personal dan aspek psikologis pembelajar
Silent Way, CLL, dan TPR diklasifikasikan sebagai metode pengajaran humanistik sejak tahun 1960-an, dengan kesamaan menekankan aspek psikologis dan pertumbuhan personal pembelajar.
Latihan: kerjakan soal di halaman ini
Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.
* Penjelasan ini merupakan informasi umum, bukan konsultasi hukum perorangan maupun saran medis atau keselamatan. Peraturan dan sistem dapat berubah, jadi harap periksa informasi resmi terbaru.
Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang