Ruang Belajar Karinoya

Hukum & Etika Sehari-hari

Kalender Acara Tahunan Jepang

Asal-usul dan etika acara tahunan di Jepang

Hari Tahun Baru, Setsubun, Hinamatsuri (Festival Boneka), Hari Anak, Obon, Jūgoya (menikmati bulan purnama), Shichi-Go-San, serta akhir dan awal tahun. Kami merangkum per musim asal-usul acara sepanjang tahun di Jepang dan cara bersikap pada saat itu. Disertai pengetahuan ringan agar juga dapat digunakan saat menjelaskan kepada orang dari luar negeri. Ini adalah pengenalan budaya, bukan ajakan beragama.

41 soal · 5 bidang | Terakhir diperbarui 2026-09-28

Daftar isi
  1. Tahun Baru・Musim Dingin~Awal Tahun (8)
  2. Acara Musim Semi (9)
  3. Acara Musim Panas (9)
  4. Acara Musim Gugur (9)
  5. Acara Musim Dingin (6)
  6. Alat latihan

Tahun Baru・Musim Dingin~Awal Tahun

Soal 1 | Asal-usul Hari Tahun Baru

Menyambut "Toshigami-sama" (Dewa Tahun) saat Tahun Baru dilakukan dengan harapan apa?

  1. Untuk berdoa agar setahun ke depan sehat dan panen berlimpah
  2. Hanya untuk berdoa agar bisnis makmur
  3. Hanya untuk menolak bala
  4. Untuk berdoa agar segera menikah
Jawaban: A. Untuk berdoa agar setahun ke depan sehat dan panen berlimpah

Tahun Baru adalah acara berakar Shinto yang menyambut Toshigami-sama untuk berdoa agar setahun ke depan sehat dan panen berlimpah. Kadomatsu dan kagami mochi dianggap sebagai hiasan untuk menyambut Toshigami-sama.

Soal 2 | Makna Osechi Ryori

Apa makna menyusun masakan Osechi ke dalam kotak bertingkat (jubako)?

  1. Untuk mengungkapkan harapan "menumpuk kebahagiaan"
  2. Tidak ada makna lain selain untuk pengawetan
  3. Karena dianggap sial jika tidak memakai kotak bertingkat
  4. Agar terlihat lebih indah untuk tamu
Jawaban: A. Untuk mengungkapkan harapan "menumpuk kebahagiaan"

Menyusun makanan ke dalam kotak bertingkat mengandung makna "menumpuk kebahagiaan". Awalnya juga memiliki makna mempersembahkan masakan yang tahan lama kepada Toshigami-sama.

Soal 3 | Bubur Tujuh Rempah (Nanakusa-gayu)

Apa tujuan makan bubur tujuh rempah (nanakusa-gayu) pada tanggal 7 Januari?

  1. Mengistirahatkan lambung yang lelah setelah makanan Tahun Baru
  2. Untuk membuang kesialan setahun
  3. Untuk merayakan panen musim gugur
  4. Untuk berdoa agar bisnis makmur
Jawaban: A. Mengistirahatkan lambung yang lelah setelah makanan Tahun Baru

Bubur berisi tujuh rempah musim semi (seri, nazuna, gogyo, hakobera, hotokenoza, suzuna, suzushiro) ini adalah kebiasaan untuk mengistirahatkan lambung yang lelah setelah rangkaian hidangan mewah Tahun Baru.

Soal 4 | Tata Cara Kagami Biraki

Saat menangani kagami mochi dalam upacara kagami biraki, apa yang harus dihindari?

  1. Memotongnya dengan pisau (karena mengingatkan pada seppuku)
  2. Memecahnya dengan tangan atau palu kayu
  3. Melakukannya pada tanggal 11 Januari
  4. Menyebutnya dengan istilah "membuka" (hiraku)
Jawaban: A. Memotongnya dengan pisau (karena mengingatkan pada seppuku)

Kagami biraki konon berasal dari tradisi "gusoku iwai" (perayaan baju zirah) para samurai zaman Sengoku, dan memotong dengan pisau adalah pantangan karena mengingatkan pada seppuku. Mochi dipecah dengan tangan atau palu kayu, dan karena kata "waru" (memecah) juga dianggap sial, digunakan istilah "hiraku" (membuka).

Soal 5 | Tanggal Kagami Biraki

Mengapa kagami biraki sering dilakukan pada tanggal 11 Januari?

  1. Ada teori bahwa tanggal ini dipilih untuk menghindari tanggal 20, hari kematian bulanan Tokugawa Iemitsu
  2. Karena 11 Januari adalah hari taian (hari baik)
  3. Karena empat hari setelah perayaan nanakusa
  4. Tidak ada alasan khusus
Jawaban: A. Ada teori bahwa tanggal ini dipilih untuk menghindari tanggal 20, hari kematian bulanan Tokugawa Iemitsu

Awalnya dilakukan pada tanggal 20 Januari, namun ada teori yang menyatakan bahwa tanggal itu dihindari karena bertepatan dengan hari kematian bulanan Tokugawa Iemitsu. Di sebagian daerah seperti Kansai, masih ada yang melakukannya pada tanggal 15 atau 20.

Soal 6 | Hari Kedewasaan dan Usia Dewasa

Setelah usia dewasa diturunkan menjadi 18 tahun pada tahun 2022, apa yang terjadi pada upacara Hari Kedewasaan (seperti "Hatachi no Tsudoi") di banyak pemerintah daerah?

  1. Sebagian besar pemerintah daerah tetap menyelenggarakan upacara untuk mereka yang genap 20 tahun seperti sebelumnya
  2. Secara nasional target usia diseragamkan menjadi 18 tahun
  3. Upacara Hari Kedewasaan itu sendiri dihapuskan
  4. Baik yang berusia 20 maupun 18 tahun diundang setiap tahun
Jawaban: A. Sebagian besar pemerintah daerah tetap menyelenggarakan upacara untuk mereka yang genap 20 tahun seperti sebelumnya

Meskipun usia dewasa menurut hukum perdata diturunkan menjadi 18 tahun, sebagian besar pemerintah daerah tetap melanjutkan penyelenggaraan upacara (banyak yang berganti nama menjadi "Hatachi no Tsudoi" dan sejenisnya) untuk mereka yang genap berusia 20 tahun seperti sebelumnya.

Soal 7 | Tata Krama Otoshidama

Apa yang umumnya dianggap sebagai tata krama saat memberikan otoshidama (uang saku Tahun Baru)?

  1. Menyiapkan uang kertas baru dan memasukkannya ke dalam amplop pochi-bukuro
  2. Memberikannya dengan uang kertas yang sudah dipakai
  3. Memberikannya langsung tanpa amplop
  4. Tidak boleh memberikan selain uang tunai
Jawaban: A. Menyiapkan uang kertas baru dan memasukkannya ke dalam amplop pochi-bukuro

Otoshidama umumnya diberikan dengan menyiapkan uang kertas baru dan memasukkannya ke dalam amplop kecil (pochi-bukuro) sebagai tata krama umum. Jumlahnya cenderung bertahap semakin tinggi seiring bertambahnya usia.

Soal 8 | Makna Asli Otoshidama

Aslinya, otoshidama dianggap sebagai pemberian dari siapa kepada siapa?

  1. Dari orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada yang lebih rendah
  2. Dari orang yang lebih rendah kedudukannya kepada yang lebih tinggi
  3. Hanya antar sesama seusia
  4. Tidak ada aturan tertentu
Jawaban: A. Dari orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada yang lebih rendah

Otoshidama aslinya diberikan dari yang lebih tinggi kedudukannya kepada yang lebih rendah. Karena itu, ada kebiasaan menggunakan sebutan lain seperti "uang jajan" saat pemberian terjadi antar sesama pihak yang lebih tinggi kedudukannya, misalnya dari majikan kepada anak karyawan.

Acara Musim Semi

Soal 9 | Asal-usul Setsubun

Setsubun (acara mengusir roh jahat sehari sebelum risshun) berasal dari mana?

  1. Berasal dari Tiongkok
  2. Asli dari Jepang sendiri
  3. Berasal dari India
  4. Berasal dari Eropa
Jawaban: A. Berasal dari Tiongkok

Setsubun berasal dari Tiongkok dan mengakar di Jepang sebagai acara mengusir roh jahat sehari sebelum risshun (awal musim semi). Tanggalnya berubah setiap tahun, dan pada tahun 2021 jatuh pada 2 Februari untuk pertama kalinya dalam 124 tahun.

Soal 10 | Apakah Tanggal Setsubun Tetap?

Pemahaman yang benar tentang tanggal Setsubun adalah?

  1. Berubah setiap tahun karena adanya selisih antara periode revolusi Bumi dan kalender
  2. Selalu tetap pada tanggal 3 Februari setiap tahun
  3. Hanya berubah pada tahun kabisat
  4. Tetap pada hari terakhir bulan Februari
Jawaban: A. Berubah setiap tahun karena adanya selisih antara periode revolusi Bumi dan kalender

Setsubun ditentukan sebagai "sehari sebelum risshun", sehingga tanggalnya bergeser setiap tahun karena selisih antara periode revolusi Bumi dan kalender (Gregorian). Pada tahun 2021, jatuh pada 2 Februari untuk pertama kalinya dalam 124 tahun.

Soal 11 | Asal-usul Ehomaki

Ehomaki (sushi gulung keberuntungan) aslinya berasal dari kebiasaan di daerah mana?

  1. Berasal dari Kansai (Osaka)
  2. Berasal dari Edo
  3. Berasal dari Kyushu
  4. Berasal secara serentak di seluruh negeri
Jawaban: A. Berasal dari Kansai (Osaka)

Ehomaki dianggap berasal dari kebiasaan di Kansai, di mana orang menggigit sushi gulung utuh sambil menghadap arah "ehō" (arah keberuntungan) tahun itu tanpa bicara. Belakangan ini telah menjadi acara nasional.

Soal 12 | Penolak Bala Hiiragi Iwashi

Apa makna yang terkandung dalam "hiiragi iwashi" (kepala ikan sarden yang ditusuk daun holly) pada Setsubun?

  1. Penolak bala: aroma ikan sarden mengusir setan dan duri daun holly menusuk mata setan
  2. Sesajen untuk berdoa agar panen berlimpah
  3. Makanan pengganti ehomaki
  4. Sekadar daur ulang hiasan Tahun Baru
Jawaban: A. Penolak bala: aroma ikan sarden mengusir setan dan duri daun holly menusuk mata setan

Hiiragi iwashi adalah kebiasaan Setsubun yang mengandung makna penolak bala: aroma ikan sarden yang dibakar mengusir setan, dan duri daun holly menusuk mata setan.

Soal 13 | Asal-usul Hinamatsuri

Hinamatsuri terbentuk dari perpaduan apa dengan apa?

  1. "Perayaan Joshi" Tiongkok (ritual penyucian di tepi air) dengan "Nagashibina" tradisi asli Jepang
  2. Acara Ohigan Buddha dengan acara Tahun Baru
  3. Terbentuk sendiri sebagai versi perempuan dari Perayaan Tango
  4. Impor budaya boneka dari Barat
Jawaban: A. "Perayaan Joshi" Tiongkok (ritual penyucian di tepi air) dengan "Nagashibina" tradisi asli Jepang

Hinamatsuri terbentuk dari perpaduan "Perayaan Joshi" Tiongkok (ritual penyucian diri dari kesialan di tepi air) dengan kebiasaan asli Jepang "nagashibina", yaitu memindahkan kesialan ke boneka lalu menghanyutkannya ke sungai.

Soal 14 | Legenda Merapikan Boneka Hina dan Usia Menikah

Pemahaman yang benar tentang legenda "jika terlambat merapikan boneka hina, pernikahan akan tertunda" adalah?

  1. Bukan fakta sejarah, melainkan mitos yang lahir dari pendidikan pentingnya menghargai musim
  2. Fakta yang juga dibuktikan secara ilmiah
  3. Fakta berdasarkan ajaran Buddha
  4. Ada dasar hukumnya
Jawaban: A. Bukan fakta sejarah, melainkan mitos yang lahir dari pendidikan pentingnya menghargai musim

Legenda ini bukan fakta sejarah, melainkan diyakini sebagai mitos yang lahir dari makna pendidikan "agar menjadi anak yang bisa merapikan dengan baik", yang menghargai ketegasan dalam pergantian musim.

Soal 15 | 4 Warna Hinaarare

Apa makna dari 4 warna hinaarare (kue beras Hinamatsuri) — merah muda, hijau, kuning, dan putih?

  1. Melambangkan empat musim, dengan harapan kesehatan sepanjang tahun
  2. Warna yang melambangkan status boneka hina
  3. Hanya untuk keindahan tampilan
  4. Berasal dari lima warna dalam ajaran Buddha
Jawaban: A. Melambangkan empat musim, dengan harapan kesehatan sepanjang tahun

4 warna hinaarare dianggap melambangkan empat musim (semi, panas, gugur, dingin), dengan mengandung harapan akan kesehatan sepanjang tahun.

Soal 16 | Asal-usul Hanami

Hanami (menikmati bunga sakura) aslinya dimulai di kalangan siapa?

  1. Dimulai di kalangan bangsawan Heian, dan menyebar ke rakyat jelata pada zaman Edo
  2. Rakyat jelata Edo yang pertama kali memulainya
  3. Pengaruh budaya Barat sejak zaman Meiji
  4. Bagian dari latihan spiritual para biksu Buddha
Jawaban: A. Dimulai di kalangan bangsawan Heian, dan menyebar ke rakyat jelata pada zaman Edo

Hanami diyakini berasal dari kebiasaan bangsawan Heian menikmati bunga sakura, dan mengakar luas sebagai kegiatan rekreasi rakyat jelata pada zaman Edo.

Soal 17 | Makna Hukum Hari Ekuinoks Musim Semi

Apa makna "Hari Ekuinoks Musim Semi" menurut undang-undang?

  1. Hari untuk memuji alam dan menyayangi makhluk hidup
  2. Hari untuk mendoakan leluhur (tercantum dalam undang-undang)
  3. Hari untuk merayakan dimulainya pekerjaan pertanian
  4. Hari untuk memperingati pergantian musim
Jawaban: A. Hari untuk memuji alam dan menyayangi makhluk hidup

Menurut undang-undang, maknanya adalah "hari untuk memuji alam dan menyayangi makhluk hidup", namun dalam praktiknya, hari ini lebih kuat dirasakan sebagai hari tengah masa Ohigan musim semi untuk mendoakan arwah leluhur (Buddha) — sebuah sisi ganda dari hari ini.

Acara Musim Panas

Soal 18 | Makna Hukum Hari Anak

Manakah makna "Hari Anak" yang benar menurut undang-undang?

  1. Hari untuk menghormati kepribadian anak-anak, mengupayakan kebahagiaan mereka, sekaligus berterima kasih kepada ibu (tidak ada perbedaan jenis kelamin)
  2. Tercantum dalam undang-undang sebagai hari merayakan pertumbuhan anak laki-laki
  3. Tercantum dalam undang-undang sebagai hari merayakan pertumbuhan anak perempuan
  4. Tidak ada makna khusus yang ditetapkan dalam undang-undang
Jawaban: A. Hari untuk menghormati kepribadian anak-anak, mengupayakan kebahagiaan mereka, sekaligus berterima kasih kepada ibu (tidak ada perbedaan jenis kelamin)

Menurut undang-undang, hari ini adalah "hari untuk menghormati kepribadian anak-anak, mengupayakan kebahagiaan mereka, sekaligus berterima kasih kepada ibu", dan tidak ada perbedaan jenis kelamin. Poin yang jarang diketahui adalah bahwa hari ini tidak identik dengan Perayaan Tango (acara untuk anak laki-laki).

Soal 19 | Kashiwa Mochi dan Chimaki pada Hari Anak

Apa asal-usul kashiwa mochi dan chimaki pada Hari Anak?

  1. Kashiwa mochi melambangkan kelangsungan keturunan karena pohon kashiwa yang daun lamanya tidak gugur sampai tunas baru muncul, sedangkan chimaki berasal dari Tiongkok dengan makna penolak bala
  2. Keduanya berasal dari Tiongkok dan bermakna sama
  3. Kashiwa mochi bermakna penolak bala, chimaki bermakna kelangsungan keturunan
  4. Keduanya adalah kebiasaan yang sama-sama lahir di zaman Edo
Jawaban: A. Kashiwa mochi melambangkan kelangsungan keturunan karena pohon kashiwa yang daun lamanya tidak gugur sampai tunas baru muncul, sedangkan chimaki berasal dari Tiongkok dengan makna penolak bala

Pohon kashiwa dianggap melambangkan kelangsungan keturunan karena daun lamanya tidak gugur sampai tunas baru muncul, sehingga digunakan pada kashiwa mochi. Chimaki berasal dari Tiongkok dan mengandung makna penolak bala.

Soal 20 | Asal-usul Hari Ibu

Hari Ibu aslinya dimulai di mana?

  1. Berasal dari acara yang dimulai oleh Anna Jarvis di Amerika Serikat
  2. Acara yang dimulai secara mandiri di Jepang sejak sebelum perang
  3. Berasal dari acara tradisional Tiongkok
  4. Tidak ada asal-usul tertentu, muncul secara alami
Jawaban: A. Berasal dari acara yang dimulai oleh Anna Jarvis di Amerika Serikat

Hari Ibu berasal dari acara yang dimulai oleh Anna Jarvis di Amerika Serikat, bukan sesuatu yang asli dari Jepang. Di Jepang, kebiasaan ini mengakar terutama sejak pascaperang hingga era Showa, dengan memberikan bunga anyelir merah sebagai kebiasaan umum.

Soal 21 | Pita Kuning pada Hari Ayah

Mengapa warna "kuning" dijadikan warna simbol Hari Ayah di Jepang?

  1. Budaya asli Jepang yang ditetapkan sebagai "Operasi Pita Kuning" oleh Komite Hari Ayah Jepang pada tahun 1981
  2. Karena warna kuning juga merupakan warna tradisional di negara asalnya, Amerika Serikat
  3. Karena bunga anyelir kuning lebih murah
  4. Karena warna tersebut ditetapkan oleh undang-undang
Jawaban: A. Budaya asli Jepang yang ditetapkan sebagai "Operasi Pita Kuning" oleh Komite Hari Ayah Jepang pada tahun 1981

Warna tradisional di Amerika Serikat, negara asalnya, adalah mawar putih (untuk yang telah tiada) dan mawar merah (untuk yang masih hidup), tetapi di Jepang, asalnya adalah "Operasi Pita Kuning" yang ditetapkan oleh Komite Hari Ayah Jepang pada tahun 1981 — sebuah budaya khas Jepang.

Soal 22 | Asal-usul Tanabata

Apa asal-usul legenda Orihime dan Hikoboshi dalam Tanabata?

  1. "Kikkoden" dari Tiongkok masuk ke Jepang pada zaman Nara, dan menjadi acara istana pada zaman Heian
  2. Legenda yang lahir secara asli di Jepang
  3. Legenda yang lahir dari ajaran Buddha
  4. Lahir dari budaya rakyat jelata zaman Edo
Jawaban: A. "Kikkoden" dari Tiongkok masuk ke Jepang pada zaman Nara, dan menjadi acara istana pada zaman Heian

Legenda Orihime dan Hikoboshi diyakini berasal dari "Kikkoden" Tiongkok yang masuk ke Jepang pada zaman Nara, kemudian berkembang menjadi acara istana pada zaman Heian.

Soal 23 | Asal-usul dan Waktu Ochugen

Apa perbedaan waktu Ochugen antara wilayah Kanto dan Kansai?

  1. Kanto sekitar 1-15 Juli, Kansai sekitar 15 Juli-15 Agustus, waktunya bergeser tergantung daerah
  2. Seragam secara nasional 1-31 Juli
  3. Kanto tetap Agustus, Kansai tetap Juli
  4. Tidak ada perbedaan waktu khusus
Jawaban: A. Kanto sekitar 1-15 Juli, Kansai sekitar 15 Juli-15 Agustus, waktunya bergeser tergantung daerah

Ochugen berasal dari "Chugen" (15 Juli, hari lahir dewa) dalam Taoisme Tiongkok, dan mengakar setelah terhubung dengan budaya pedagang pada zaman Edo. Kanto sekitar 1-15 Juli, Kansai sekitar 15 Juli-15 Agustus, terdapat perbedaan antar daerah.

Soal 24 | Selisih Harga Ochugen dan Oseibo

Bagaimana kecenderungan harga barang Oseibo dibandingkan Ochugen?

  1. Cenderung memilih barang dengan harga 2-3 puluh persen lebih tinggi daripada Ochugen
  2. Cenderung memilih barang dengan harga 2-3 puluh persen lebih rendah daripada Ochugen
  3. Kebiasaannya adalah menyamakan harga
  4. Oseibo memiliki lebih sedikit penerima
Jawaban: A. Cenderung memilih barang dengan harga 2-3 puluh persen lebih tinggi daripada Ochugen

Oseibo, sebagai penutup satu tahun, cenderung memilih barang dengan harga 2-3 puluh persen lebih tinggi daripada Ochugen. Perbedaan waktu dan tingkat kehormatan ini juga tercermin dalam harga.

Soal 25 | Makna Shoryouma dan Shoryoushi

Apa makna dari "shoryouma" (kuda mentimun) dan "shoryoushi" (sapi terong) pada Obon?

  1. Kuda mentimun bermakna "agar bisa segera datang menjemput", sapi terong bermakna "agar bisa pulang perlahan membawa oleh-oleh" — peran keduanya berkebalikan
  2. Keduanya bermakna sama, yaitu "berharap segera kembali"
  3. Mentimun untuk mengantar, terong untuk menjemput
  4. Maknanya tidak berubah tergantung daerah dan tidak ada interpretasi umum secara nasional
Jawaban: A. Kuda mentimun bermakna "agar bisa segera datang menjemput", sapi terong bermakna "agar bisa pulang perlahan membawa oleh-oleh" — peran keduanya berkebalikan

Shoryouma (mentimun = kuda) bermakna "agar leluhur bisa segera kembali dengan kuda yang berlari cepat", sedangkan shoryoushi (terong = sapi) bermakna "agar bisa pulang perlahan membawa oleh-oleh dengan sapi yang berjalan lambat" — dua makna yang berlawanan untuk menjemput dan mengantar.

Soal 26 | Waktu Obon

Umumnya Obon dilaksanakan di banyak daerah pada waktu kapan?

  1. Sekitar tanggal 13-16 Agustus (sebagian daerah bulan Juli)
  2. 1-3 Juni
  3. 13-16 Desember
  4. Bersamaan dengan Ohigan bulan September
Jawaban: A. Sekitar tanggal 13-16 Agustus (sebagian daerah bulan Juli)

Di banyak daerah, Obon dilaksanakan sekitar tanggal 13-16 Agustus, tetapi ada juga daerah seperti sebagian Tokyo yang melaksanakannya pada bulan Juli (perbedaan daerah karena penggunaan kalender baru atau lama).

Acara Musim Gugur

Soal 27 | Asal-usul Jugoya

Dari mana kebiasaan Jugoya (menikmati bulan purnama pertengahan musim gugur) diadopsi?

  1. Bangsawan Heian mengadopsi budaya menikmati bulan dari Tiongkok
  2. Rakyat jelata Edo yang memulainya secara mandiri
  3. Turunan dari acara Ohigan Buddha
  4. Diperkenalkan dari Barat pada zaman Meiji
Jawaban: A. Bangsawan Heian mengadopsi budaya menikmati bulan dari Tiongkok

Jugoya diyakini berasal dari bangsawan Heian yang mengadopsi budaya menikmati bulan dari Tiongkok, dan juga mengandung makna perayaan panen umbi-umbian.

Soal 28 | Jugoya Tidak Selalu Bulan Purnama

Apakah pemahaman "Jugoya = bulan purnama" itu benar?

  1. Salah. Karena jumlah hari dari bulan baru ke bulan purnama bervariasi antara 13,9 hingga 15,6 hari, Jugoya belum tentu bulan purnama
  2. Benar. Menurut definisinya, Jugoya pasti selalu bulan purnama
  3. Jugoya tidak mengandung makna bulan purnama sama sekali
  4. Karena definisi Jugoya berbeda tiap daerah, tidak bisa dipastikan secara umum
Jawaban: A. Salah. Karena jumlah hari dari bulan baru ke bulan purnama bervariasi antara 13,9 hingga 15,6 hari, Jugoya belum tentu bulan purnama

Karena jumlah hari dari bulan baru hingga bulan purnama bervariasi antara 13,9 sampai 15,6 hari, Jugoya (tanggal 15 bulan 8 kalender lama) tidak selalu bertepatan dengan bulan purnama yang sebenarnya. Pada tahun tertentu, bulan purnama baru muncul beberapa hari setelah Jugoya.

Soal 29 | Jumlah Tsukimi Dango

Berapa jumlah tsukimi dango (kue beras persembahan Jugoya) yang biasanya dipersembahkan?

  1. 15 buah (kadang disederhanakan menjadi 5 buah)
  2. 30 buah
  3. Hanya 1 buah
  4. Tidak ada jumlah tetap
Jawaban: A. 15 buah (kadang disederhanakan menjadi 5 buah)

Tsukimi dango umumnya ditumpuk berbentuk piramida sebanyak 15 buah sesuai jugoya, namun ada juga keluarga yang menyederhanakannya menjadi 5 buah.

Soal 30 | Asal-usul Hari Penghormatan Lansia

Hari Penghormatan Lansia berasal dari acara yang dimulai di mana?

  1. "Keirokai" (perayaan penghormatan lansia) yang diadakan di Desa Nomadani, Prefektur Hyogo (kini Kota Taka)
  2. Acara nasional yang dimulai di Tokyo
  3. Acara peringatan yang dimulai oleh kuil Buddha
  4. Acara yang diusulkan bersamaan dengan penetapan undang-undang hari libur nasional
Jawaban: A. "Keirokai" (perayaan penghormatan lansia) yang diadakan di Desa Nomadani, Prefektur Hyogo (kini Kota Taka)

Hari Penghormatan Lansia berasal dari "Keirokai" yang diadakan di Desa Nomadani, Prefektur Hyogo (kini Kota Taka) pada tahun 1947. Awalnya disebut "Toshiyori no Hi" (Hari Orang Tua), dan pada tahun 1966 menjadi hari libur nasional "Keiro no Hi".

Soal 31 | Kebiasaan Hari Ekuinoks Musim Gugur

Apa makanan khas yang dipersembahkan pada Hari Ekuinoks Musim Gugur (hari tengah Ohigan musim gugur)?

  1. Ohagi
  2. Kashiwa mochi
  3. Tsukimi dango
  4. Chimaki
Jawaban: A. Ohagi

Hari Ekuinoks Musim Gugur adalah hari tengah Ohigan musim gugur, dianggap sebagai "hari untuk menghormati leluhur dan mengenang orang yang telah tiada", dan ada kebiasaan mempersembahkan ohagi (di sebagian daerah, versi musim semi disebut "botamochi" untuk membedakannya).

Soal 32 | Evolusi Unik Halloween di Jepang

Apa perbedaan besar Halloween di Jepang dibandingkan luar negeri (terutama Amerika Serikat)?

  1. Budaya "trick or treat" anak-anak hampir tidak mengakar, dan berkembang secara unik sebagai acara kostum untuk orang dewasa
  2. Di Jepang, acara ini mengakar sebagai acara keagamaan
  3. Di Jepang, acara ini dilaksanakan bukan akhir Oktober tetapi waktu lain
  4. Di Jepang sama sekali tidak menggunakan labu
Jawaban: A. Budaya "trick or treat" anak-anak hampir tidak mengakar, dan berkembang secara unik sebagai acara kostum untuk orang dewasa

Di luar negeri, Halloween adalah acara lingkungan di mana anak-anak berkeliling dari rumah ke rumah untuk "trick or treat", tetapi di Jepang, acara di toko Kiddy Land Harajuku pada tahun 1983 menjadi pelopornya, dan pada tahun 2010-an berkembang secara unik sebagai "acara kostum untuk orang dewasa" seiring menyebarnya media sosial.

Soal 33 | Bahan Jack-o'-Lantern

Jack-o'-lantern Halloween aslinya dibuat dari bahan apa di Irlandia?

  1. Lobak (rutabaga)
  2. Labu
  3. Apel
  4. Kentang
Jawaban: A. Lobak (rutabaga)

Aslinya di Irlandia dibuat dari lobak (rutabaga), tetapi karena labu melimpah di Amerika Serikat, negara tujuan imigran, lentera tersebut diganti dengan labu.

Soal 34 | Usia dan Nama Upacara Shichi-Go-San

Kombinasi nama upacara Shichi-Go-San untuk usia 3, 5, dan 7 tahun yang benar adalah?

  1. 3 tahun = Kamioki, 5 tahun = Hakamagi, 7 tahun = Obitoki
  2. 3 tahun = Hakamagi, 5 tahun = Obitoki, 7 tahun = Kamioki
  3. 3 tahun = Obitoki, 5 tahun = Kamioki, 7 tahun = Hakamagi
  4. Tidak ada perbedaan nama upacara berdasarkan usia
Jawaban: A. 3 tahun = Kamioki, 5 tahun = Hakamagi, 7 tahun = Obitoki

Shichi-Go-San berasal dari upacara peralihan bangsawan Heian, dan berasal dari upacara yang berbeda untuk masing-masing usia: 3 tahun = Kamioki (mulai berambut), 5 tahun = Hakamagi (pertama kali memakai hakama), 7 tahun = Obitoki (pertama kali memakai obi).

Soal 35 | Asal-usul Perbedaan Usia Berdasarkan Jenis Kelamin pada Shichi-Go-San

Saat ini umumnya "anak laki-laki dirayakan usia 3 dan 5 tahun, anak perempuan usia 3 dan 7 tahun", tetapi bagaimana asal-usul perbedaan jenis kelamin ini?

  1. Kebiasaan yang lahir belakangan; dahulu ada daerah yang merayakan usia 3, 5, dan 7 tahun untuk laki-laki maupun perempuan
  2. Aturan yang konsisten sama sejak dahulu kala
  3. Aturan yang ditetapkan oleh undang-undang
  4. Sama sekali tidak ada perbedaan antar daerah
Jawaban: A. Kebiasaan yang lahir belakangan; dahulu ada daerah yang merayakan usia 3, 5, dan 7 tahun untuk laki-laki maupun perempuan

Cara perayaan berdasarkan jenis kelamin yang berlaku saat ini adalah kebiasaan yang mengakar belakangan, dan diyakini ada daerah yang aslinya merayakan usia 3, 5, dan 7 tahun untuk laki-laki maupun perempuan.

Acara Musim Dingin

Soal 36 | Asal-usul Hari Terima Kasih atas Kerja Keras

"Hari Terima Kasih atas Kerja Keras" (23 November) aslinya berasal dari acara apa?

  1. "Niinamesai", upacara istana untuk merayakan panen lima jenis biji-bijian yang berlimpah
  2. Upacara Buddha untuk mensyukuri panen
  3. Hari peringatan yang ditetapkan oleh serikat buruh
  4. Impor perayaan panen dari Barat
Jawaban: A. "Niinamesai", upacara istana untuk merayakan panen lima jenis biji-bijian yang berlimpah

Hari Terima Kasih atas Kerja Keras adalah hari libur yang berasal dari "Niinamesai", upacara istana untuk merayakan panen lima jenis biji-bijian yang berlimpah.

Soal 37 | Asal-usul Hari Budaya

Apa kombinasi antara makna hukum "Hari Budaya" (3 November) dan hal yang disebut sebagai asal-usulnya?

  1. Menurut undang-undang adalah "hari untuk mencintai kebebasan dan perdamaian, serta memajukan budaya", namun diyakini berasal dari hari lahir Kaisar Meiji (Meiji Setsu)
  2. Menurut undang-undang juga ditetapkan secara jelas sebagai "hari lahir Kaisar Meiji"
  3. Hari libur untuk memperingati hari berdirinya Badan Kebudayaan
  4. Ditetapkan baru tanpa asal-usul apa pun
Jawaban: A. Menurut undang-undang adalah "hari untuk mencintai kebebasan dan perdamaian, serta memajukan budaya", namun diyakini berasal dari hari lahir Kaisar Meiji (Meiji Setsu)

Menurut undang-undang, maknanya adalah "hari untuk mencintai kebebasan dan perdamaian, serta memajukan budaya", namun diketahui bahwa hari ini aslinya adalah hari lahir Kaisar Meiji (Meiji Setsu).

Soal 38 | Kebiasaan Toji (Titik Balik Matahari Musim Dingin)

Apa kebiasaan khas Jepang pada hari Toji?

  1. Berendam air jeruk yuzu dan makan labu kabocha untuk berdoa agar sehat sepanjang tahun
  2. Makan gyoza
  3. Makan mochi untuk menolak bala
  4. Tidak melakukan apa pun adalah tata krama resmi
Jawaban: A. Berendam air jeruk yuzu dan makan labu kabocha untuk berdoa agar sehat sepanjang tahun

Toji adalah hari dengan siang terpendek dalam setahun, dan kebiasaan Jepang adalah berendam air jeruk yuzu serta makan labu kabocha untuk berdoa agar sehat sepanjang tahun. Sebagai catatan, di Tiongkok ada budaya makan "gyoza toji" pada hari Toji.

Soal 39 | Budaya Makan Ayam Goreng pada Natal

Apa yang dikenal sebagai awal mula mengakarnya "makan ayam goreng saat Natal" di Jepang?

  1. Kampanye yang dimulai oleh KFC Jepang pada tahun 1974 (ada juga teori yang menyatakan ayam panggang sudah populer sebelum itu)
  2. Kebiasaan tradisional dari negara asalnya, Amerika Serikat, yang diadopsi apa adanya
  3. Budaya kuliner Jepang sejak zaman Edo
  4. Cara merayakan yang ditetapkan oleh undang-undang
Jawaban: A. Kampanye yang dimulai oleh KFC Jepang pada tahun 1974 (ada juga teori yang menyatakan ayam panggang sudah populer sebelum itu)

Secara luas diketahui bahwa KFC Jepang memulai kampanye "Natal identik dengan ayam goreng" pada tahun 1974, namun beberapa pakar menunjukkan teori bahwa sejak 1950-an, ayam panggang sudah mengakar berkat menyebarnya ayam broiler.

Soal 40 | Makna Toshikoshi Soba

Apa makna yang terkandung dalam "toshikoshi soba" (mie soba malam tahun baru) yang dimakan pada malam tahun baru?

  1. Mengandung dua makna: "hidup panjang dan tipis (langgeng)" dan "soba mudah putus sehingga memutus kesialan"
  2. Hanya bermakna bersyukur atas hasil panen soba
  3. Sisa kebiasaan tepung soba yang digunakan dalam masakan Tahun Baru
  4. Tidak ada makna khusus, hanya kebiasaan biasa
Jawaban: A. Mengandung dua makna: "hidup panjang dan tipis (langgeng)" dan "soba mudah putus sehingga memutus kesialan"

Toshikoshi soba mengandung dua makna: doa panjang umur "hidup panjang dan tipis (langgeng)", serta makna penolak bala "soba mudah putus sehingga memutus kesialan".

Soal 41 | Jumlah Dentang Lonceng Joya no Kane

Lonceng Joya no Kane dibunyikan berapa kali, dan berkaitan dengan apa?

  1. 108 kali, berkaitan dengan jumlah nafsu duniawi manusia
  2. 100 kali, berkaitan dengan rencana 100 tahun
  3. 12 kali, berkaitan dengan jumlah shio
  4. 24 kali, berkaitan dengan 24 pembagian musim (nijushi sekki)
Jawaban: A. 108 kali, berkaitan dengan jumlah nafsu duniawi manusia

Lonceng Joya no Kane dibunyikan 108 kali, berasal dari jumlah nafsu duniawi manusia (108 buah). Ada juga teori perhitungan asal angka 108, yaitu "enam indra (6) × baik-buruk-netral (3) × murni-kotor (2) × masa lalu-sekarang-masa depan (3) = 108".

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Penjelasan ini merupakan informasi umum, bukan konsultasi hukum perorangan maupun saran medis atau keselamatan. Peraturan dan sistem dapat berubah, jadi harap periksa informasi resmi terbaru.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang