Ruang Belajar Karinoya

Materi Kehidupan Sehari-hari · Kuil Buddha

Pengalaman menyalin sutra dan zazen

Tujuan materi ini

Untuk pengalaman menyalin sutra dan zazen di kuil Buddha, dapat memeriksa sendiri tanggal, reservasi, dan biaya lalu mendaftar, dan pada hari itu ikut serta dengan menjaga tata krama sesuai bimbingan biksu.

Penjelasan

Menyalin sutra (写経) adalah menulis ulang kitab suci Buddha, sedangkan zazen (座禅, juga ditulis 坐禅) adalah duduk dengan tenang sambil mengatur postur dan napas; keduanya adalah praktik dalam agama Buddha. Ada kuil yang mengadakan sesi pengalaman untuk umum, dan ada yang menerima peserta terlepas dari kepercayaannya.

Sebelum ikut, periksa di situs resmi kuil atau sumber lain tentang tanggal dan jam, perlu tidaknya reservasi, biaya (persembahan untuk salinan sutra (納経料), sumbangan (志納金), dan sebagainya), serta lama waktunya. Untuk menyalin sutra, ada kuil yang menyediakan alat tulis, dan ada yang memperbolehkan memilih pensil selain kuas. Menyalin Sutra Hati (般若心経) bisa memakan waktu lebih dari 1 jam. Salinan sutra yang sudah selesai kadang dipersembahkan kepada kuil.

Untuk zazen, pakaian yang tidak menekan tubuh lebih cocok. Bagi orang yang sulit duduk bersila, ada juga zazen dengan duduk di kursi. Tata krama seperti menangkupkan tangan (合掌) dan membungkuk berbeda menurut aliran dan kuil, jadi ikuti penjelasan biksu (僧侶) yang membimbing.

Baca dalam bahasa Jepang mudah (yasashii nihongo)

写経(しゃきょう)は、お経(きょう)を 書き写す ことです。 座禅(ざぜん)は、静かに 座る ことです。 どちらも 仏教(ぶっきょう)の 修行(しゅぎょう)です。 体験できる お寺が あります。

1. お寺の ホームページで、日にち・予約(よやく)・料金(りょうきん)・時間を 見ます。 2. 写経の 道具を 用意して いる お寺も あります。鉛筆(えんぴつ)で 書ける お寺も あります。 3. 座禅の 日は、きつくない 服を 着ます。 4. 足を 組めない 人は、いすに 座る 座禅も あります。 5. お坊さんの 説明に したがいます。

やり方は お寺に よって ちがいます。

Kuis pemahaman

Soal 1

Apa yang dilakukan saat menyalin sutra?

  1. Menulis ulang kitab suci Buddha
  2. Membersihkan kuil
  3. Menjual gambar patung Buddha
  4. Membunyikan lonceng
JawabanA. Menulis ulang kitab suci Buddha

Menyalin sutra adalah praktik Buddha berupa menulis ulang kitab suci Buddha.

Soal 2

Apa yang sebaiknya diperiksa sebelum ikut sesi pengalaman?

  1. Tidak perlu memeriksa apa pun
  2. Surat keterangan aliran agama sendiri
  3. Tanggal dan jam, perlu tidaknya reservasi, biaya, dan lama waktunya
  4. Hasil ujian duduk bersimpuh
JawabanC. Tanggal dan jam, perlu tidaknya reservasi, biaya, dan lama waktunya

Periksa tanggal dan jam, perlu tidaknya reservasi, biaya, dan lama waktunya di situs resmi atau sumber lain.

Soal 3

Bagaimana jika sulit duduk bersila?

  1. Tidak bisa ikut zazen
  2. Ada juga zazen dengan duduk di kursi
  3. Tahan saja walaupun sakit
  4. Ikut sambil berbaring
JawabanB. Ada juga zazen dengan duduk di kursi

Bagi orang yang sulit duduk bersila, ada juga zazen dengan duduk di kursi.

Soal 4

Pakaian apa yang cocok untuk zazen?

  1. Pakaian ketat
  2. Baju renang
  3. Pakaian yang berbunyi keras
  4. Pakaian yang tidak menekan tubuh
JawabanD. Pakaian yang tidak menekan tubuh

Untuk zazen, pakaian yang tidak menekan tubuh lebih cocok.

Soal 5

Bagaimana jika tidak tahu tata krama seperti menangkupkan tangan atau membungkuk?

  1. Lakukan dengan cara sendiri
  2. Bertanya dengan suara keras di tengah sesi
  3. Ikuti penjelasan biksu yang membimbing
  4. Pulang tanpa melakukan apa pun
JawabanC. Ikuti penjelasan biksu yang membimbing

Tata krama berbeda menurut aliran dan kuil, jadi ikuti penjelasan biksu yang membimbing.

Pertanyaan yang sering diajukan

Q. Apakah bisa menyalin sutra walaupun tidak bisa membaca bahasa Jepang?

A. Ada bentuk menyalin sutra dengan kertas yang memperlihatkan contoh huruf secara samar di bawahnya, sehingga Anda tinggal menebalkannya. Ada tidaknya penjelasan dalam bahasa asing berbeda di setiap kuil, jadi tanyakan saat mendaftar.

Q. Apa yang dilakukan dengan salinan sutra yang sudah selesai?

A. Sering dipersembahkan (奉納) kepada kuil, tetapi kadang boleh dibawa pulang. Perlakuannya berbeda di setiap kuil, jadi ikuti petunjuk pada hari itu.

Q. Apa itu keisaku (警策)?

A. Keisaku (警策, kyōsaku atau keisaku) adalah tongkat untuk memukul bahu selama zazen, yang dianggap bermakna mengusir rasa kantuk dan menyemangati latihan. Dalam tata cara aliran Sōtō (曹洞宗), dijelaskan bahwa bahu kanan disentuh ringan sebagai tanda sebelum dipukul. Ada juga tempat latihan yang tidak memakai keisaku, dan apakah dipakai serta cara menerimanya berbeda menurut aliran dan kuil. Dengarkan baik-baik penjelasan sebelum mulai.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

Sistem dan prosedur dapat berbeda tergantung kota/kabupaten tempat Anda tinggal dan waktunya. Silakan periksa informasi terbaru dari pemerintah daerah atau lembaga terkait.
Tanggal pemeriksaan isi: 2026-10-03

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang