Ruang Belajar Karinoya

Dunia Kerja & Cari Kerja · Lab Persiapan SPI

Pemahaman bacaan panjang

Soal dan pembahasan dapat dibaca dalam Bahasa Indonesia. Materi kuliah (artikel penjelasan) hanya tersedia dalam bahasa Jepang.

Lihat versi bahasa Jepang (dengan materi kuliah) →

Soal 1 | Isi bacaan tentang perpustakaan

【Bacaan】Perpustakaan sering dianggap sebagai tempat meminjamkan buku, tetapi perannya terus meluas seiring zaman. Perpustakaan pada masa lalu lebih kental bercorak sebagai lembaga untuk menyimpan bahan bacaan yang terbatas jumlahnya dan memperlihatkannya kepada orang yang memerlukan. Sebabnya, buku kertas mahal dan jumlah yang bisa dimiliki perorangan sedikit. Namun ketika percetakan menjadi murah dan buku pun berjajar di rumah-rumah, sekadar menaruh bahan bacaan saja tidak lagi mendatangkan orang. Karena itu perpustakaan menggeser titik beratnya menjadi tempat yang membantu orang mencari bahan bacaan, yaitu pekerjaan menunjukkan jajaran bahan yang sesuai dengan tujuan kepada orang yang tidak tahu harus membaca apa. Belakangan sisi lain makin menguat: perpustakaan menjadi tempat berkumpul untuk membicarakan apa yang telah ditelusuri, sekaligus tempat mengumpulkan dan menyimpan rekaman kehidupan daerah setempat. Disediakannya kursi tempat orang boleh berbincang di dalam gedung dan dirapikannya foto-foto lama daerah itu adalah wujud dari hal tersebut. Kalau dilihat begini, yang berada di jantung perpustakaan bukanlah buku itu sendiri, melainkan kerja menghubungkan orang dengan informasi. Peminjaman hanyalah salah satu bentuk yang diambil oleh kerja itu. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang sesuai dengan isi bacaan?

  1. Perpustakaan pada masa lalu kental bercorak sebagai lembaga yang menyimpan bahan bacaan terbatas dan memperlihatkannya kepada yang memerlukan.
  2. Pekerjaan mengumpulkan dan menyimpan rekaman kehidupan daerah kini mulai keluar dari peran perpustakaan.
  3. Penulis menyatakan bahwa peminjamanlah yang menjadi kerja utama di jantung perpustakaan.
  4. Ketika percetakan menjadi murah dan buku berjajar di rumah-rumah, orang yang mengunjungi perpustakaan justru bertambah.
JawabanA. Perpustakaan pada masa lalu kental bercorak sebagai lembaga yang menyimpan bahan bacaan terbatas dan memperlihatkannya kepada yang memerlukan.

Jawabannya adalah pilihan yang cocok dengan kalimat kedua, yaitu bahwa perpustakaan dahulu kental bercorak sebagai lembaga penyimpan bahan bacaan terbatas yang diperlihatkan kepada yang memerlukan. Pernyataan bahwa pengunjung justru bertambah bertentangan dengan bacaan yang menyebut sekadar menaruh bahan bacaan saja tidak lagi mendatangkan orang. Pernyataan bahwa peminjaman adalah kerja utama bertentangan dengan kalimat terakhir yang menyebut peminjaman hanya salah satu bentuk kerja itu. Pernyataan bahwa mengumpulkan rekaman daerah mulai keluar dari peran perpustakaan justru berlawanan dengan bacaan yang menyebut sisi itu makin menguat.

Soal 2 | Kata tunjuk dalam bacaan perpustakaan

【Bacaan】Perpustakaan sering dianggap sebagai tempat meminjamkan buku, tetapi perannya terus meluas seiring zaman. Perpustakaan pada masa lalu lebih kental bercorak sebagai lembaga untuk menyimpan bahan bacaan yang terbatas jumlahnya dan memperlihatkannya kepada orang yang memerlukan. Sebabnya, buku kertas mahal dan jumlah yang bisa dimiliki perorangan sedikit. Namun ketika percetakan menjadi murah dan buku pun berjajar di rumah-rumah, sekadar menaruh bahan bacaan saja tidak lagi mendatangkan orang. Karena itu perpustakaan menggeser titik beratnya menjadi tempat yang membantu orang mencari bahan bacaan, yaitu pekerjaan menunjukkan jajaran bahan yang sesuai dengan tujuan kepada orang yang tidak tahu harus membaca apa. Belakangan sisi lain makin menguat: perpustakaan menjadi tempat berkumpul untuk membicarakan apa yang telah ditelusuri, sekaligus tempat mengumpulkan dan menyimpan rekaman kehidupan daerah setempat. Disediakannya kursi tempat orang boleh berbincang di dalam gedung dan dirapikannya foto-foto lama daerah itu adalah wujud dari hal tersebut. Kalau dilihat begini, yang berada di jantung perpustakaan bukanlah buku itu sendiri, melainkan kerja menghubungkan orang dengan informasi. Peminjaman hanyalah salah satu bentuk yang diambil oleh kerja itu. 【Pertanyaan】Pada bagian bergaris bawah, yaitu kalimat yang berbunyi bahwa disediakannya kursi untuk berbincang dan dirapikannya foto-foto lama daerah adalah wujud dari hal tersebut, apa isi yang paling tepat ditunjuk oleh kata "hal tersebut"?

  1. Perpustakaan menggeser titik beratnya menjadi tempat yang membantu mencari bahan bacaan bagi orang yang tidak tahu harus membaca apa
  2. Yang berada di jantung perpustakaan bukanlah buku itu sendiri, melainkan kerja menghubungkan orang dengan informasi
  3. Dahulu buku kertas mahal dan jumlah yang bisa dimiliki perorangan sedikit
  4. Perpustakaan makin menguat sisinya sebagai tempat berkumpul untuk membicarakan hasil penelusuran sekaligus tempat mengumpulkan dan menyimpan rekaman kehidupan daerah
JawabanD. Perpustakaan makin menguat sisinya sebagai tempat berkumpul untuk membicarakan hasil penelusuran sekaligus tempat mengumpulkan dan menyimpan rekaman kehidupan daerah

Kata tunjuk dicari ke bagian sebelumnya. Kalimat tepat sebelumnya menyebut menguatnya sisi perpustakaan sebagai tempat berkumpul untuk membicarakan hasil penelusuran dan tempat mengumpulkan rekaman daerah; kursi untuk berbincang dan penataan foto lama persis merupakan contoh konkret dari kedua hal itu. Membantu mencari bahan bacaan adalah tahap sebelumnya, dan kursi berbincang maupun penataan foto bukan contohnya. Mahalnya buku kertas adalah alasan dari zaman yang jauh lebih awal, sedangkan kerja menghubungkan orang dengan informasi adalah kesimpulan yang muncul sesudah kata tunjuk itu, sehingga tidak bisa menjadi isi kata tunjuk yang menoleh ke belakang.

Soal 3 | Bagian rumpang dalam bacaan perpustakaan

【Bacaan】Perpustakaan sering dianggap sebagai tempat meminjamkan buku, tetapi perannya terus meluas seiring zaman. Perpustakaan pada masa lalu lebih kental bercorak sebagai lembaga untuk menyimpan bahan bacaan yang terbatas jumlahnya dan memperlihatkannya kepada orang yang memerlukan. Sebabnya, buku kertas mahal dan jumlah yang bisa dimiliki perorangan sedikit. (bagian rumpang), ketika percetakan menjadi murah dan buku pun berjajar di rumah-rumah, sekadar menaruh bahan bacaan saja tidak lagi mendatangkan orang. Karena itu perpustakaan menggeser titik beratnya menjadi tempat yang membantu orang mencari bahan bacaan, yaitu pekerjaan menunjukkan jajaran bahan yang sesuai dengan tujuan kepada orang yang tidak tahu harus membaca apa. Belakangan sisi lain makin menguat: perpustakaan menjadi tempat berkumpul untuk membicarakan apa yang telah ditelusuri, sekaligus tempat mengumpulkan dan menyimpan rekaman kehidupan daerah setempat. Disediakannya kursi tempat orang boleh berbincang di dalam gedung dan dirapikannya foto-foto lama daerah itu adalah wujud dari hal tersebut. Kalau dilihat begini, yang berada di jantung perpustakaan bukanlah buku itu sendiri, melainkan kerja menghubungkan orang dengan informasi. Peminjaman hanyalah salah satu bentuk yang diambil oleh kerja itu. 【Pertanyaan】Kata mana yang paling tepat mengisi bagian rumpang?

  1. sebab (なぜなら, nazenara)
  2. misalnya (たとえば, tatoeba)
  3. namun ternyata (ところが, tokoroga)
  4. dengan kata lain (つまり, tsumari)
JawabanC. namun ternyata (ところが, tokoroga)

Di depan bagian rumpang adalah keadaan zaman dahulu: karena buku kertas mahal, perpustakaan berpusat pada penyimpanan. Di belakangnya adalah perubahan: percetakan menjadi murah dan sekadar menaruh bahan bacaan tidak lagi mendatangkan orang, dan itu berlawanan dengan perkiraan dari bagian depan. Karena itu yang masuk adalah kata pertentangan "namun ternyata". Kalau "misalnya", bagian belakang harus berupa contoh bagian depan; kalau "dengan kata lain", harus berupa pengulangan; dan kalau "sebab", kalimatnya harus ditutup dengan bentuk beralasan. Tidak satu pun yang cocok.

Soal 4 | Alasan berpusat pada penyimpanan

【Bacaan】Perpustakaan sering dianggap sebagai tempat meminjamkan buku, tetapi perannya terus meluas seiring zaman. Perpustakaan pada masa lalu lebih kental bercorak sebagai lembaga untuk menyimpan bahan bacaan yang terbatas jumlahnya dan memperlihatkannya kepada orang yang memerlukan. Sebabnya, buku kertas mahal dan jumlah yang bisa dimiliki perorangan sedikit. Namun ketika percetakan menjadi murah dan buku pun berjajar di rumah-rumah, sekadar menaruh bahan bacaan saja tidak lagi mendatangkan orang. Karena itu perpustakaan menggeser titik beratnya menjadi tempat yang membantu orang mencari bahan bacaan, yaitu pekerjaan menunjukkan jajaran bahan yang sesuai dengan tujuan kepada orang yang tidak tahu harus membaca apa. Belakangan sisi lain makin menguat: perpustakaan menjadi tempat berkumpul untuk membicarakan apa yang telah ditelusuri, sekaligus tempat mengumpulkan dan menyimpan rekaman kehidupan daerah setempat. Disediakannya kursi tempat orang boleh berbincang di dalam gedung dan dirapikannya foto-foto lama daerah itu adalah wujud dari hal tersebut. Kalau dilihat begini, yang berada di jantung perpustakaan bukanlah buku itu sendiri, melainkan kerja menghubungkan orang dengan informasi. Peminjaman hanyalah salah satu bentuk yang diambil oleh kerja itu. 【Pertanyaan】Mengapa perpustakaan pada masa lalu menitikberatkan penyimpanan bahan bacaan dan memperlihatkannya?

  1. Karena banyak orang yang tidak tahu harus membaca apa
  2. Karena tidak ada kelonggaran untuk menyediakan kursi tempat berbincang di dalam gedung
  3. Karena rekaman kehidupan daerah perlu diwariskan kepada generasi berikutnya
  4. Karena buku kertas mahal dan jumlah yang bisa dimiliki perorangan sedikit
JawabanD. Karena buku kertas mahal dan jumlah yang bisa dimiliki perorangan sedikit

Kalau ditanya alasan, carilah kalimat yang berbentuk pemberian alasan. Kalimat ketiga berbunyi bahwa buku kertas mahal dan jumlah yang bisa dimiliki perorangan sedikit, dan itulah dasar bagi pernyataan tepat sebelumnya tentang titik berat pada penyimpanan. Sisi mewariskan rekaman daerah disebut sebagai hal yang menguat belakangan, jadi bukan alasan zaman dahulu. Membantu mencari bahan bacaan adalah peran tahap berikutnya, dan soal kursi berbincang sama sekali tidak ditulis sebagai alasan dalam bacaan.

Soal 5 | Pendapat penulis tentang perpustakaan

【Bacaan】Perpustakaan sering dianggap sebagai tempat meminjamkan buku, tetapi perannya terus meluas seiring zaman. Perpustakaan pada masa lalu lebih kental bercorak sebagai lembaga untuk menyimpan bahan bacaan yang terbatas jumlahnya dan memperlihatkannya kepada orang yang memerlukan. Sebabnya, buku kertas mahal dan jumlah yang bisa dimiliki perorangan sedikit. Namun ketika percetakan menjadi murah dan buku pun berjajar di rumah-rumah, sekadar menaruh bahan bacaan saja tidak lagi mendatangkan orang. Karena itu perpustakaan menggeser titik beratnya menjadi tempat yang membantu orang mencari bahan bacaan, yaitu pekerjaan menunjukkan jajaran bahan yang sesuai dengan tujuan kepada orang yang tidak tahu harus membaca apa. Belakangan sisi lain makin menguat: perpustakaan menjadi tempat berkumpul untuk membicarakan apa yang telah ditelusuri, sekaligus tempat mengumpulkan dan menyimpan rekaman kehidupan daerah setempat. Disediakannya kursi tempat orang boleh berbincang di dalam gedung dan dirapikannya foto-foto lama daerah itu adalah wujud dari hal tersebut. Kalau dilihat begini, yang berada di jantung perpustakaan bukanlah buku itu sendiri, melainkan kerja menghubungkan orang dengan informasi. Peminjaman hanyalah salah satu bentuk yang diambil oleh kerja itu. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang paling tepat sebagai pendapat penulis?

  1. Karena teknik percetakan maju, arti keberadaan perpustakaan lambat laun menghilang.
  2. Menambah jumlah peminjaman adalah tugas terbesar perpustakaan di masa depan.
  3. Yang berada di jantung perpustakaan bukanlah buku itu sendiri, melainkan kerja menghubungkan orang dengan informasi.
  4. Perpustakaan harus tetap menomorsatukan peran awalnya, yaitu menyimpan bahan bacaan.
JawabanC. Yang berada di jantung perpustakaan bukanlah buku itu sendiri, melainkan kerja menghubungkan orang dengan informasi.

Dua kalimat penutup yang dimulai dengan "kalau dilihat begini" adalah bagian kesimpulan, dan di situlah pendapat penulis diletakkan. Penulis tidak menyatakan bahwa penyimpanan harus dinomorsatukan; bacaan justru menelusuri proses meluasnya peran perpustakaan. Soal peminjaman disebut sebagai salah satu bentuk saja, bukan sebagai tugas terbesar. Tidak ada pula pernyataan bahwa arti keberadaannya menghilang; bacaan menyebut sisi-sisi barunya justru makin menguat.

Soal 6 | Isi bacaan tentang bahasa hormat

【Bacaan】Keigo, ragam bahasa hormat dalam bahasa Jepang, sering diterangkan sebagai kata-kata untuk menempatkan lawan bicara pada kedudukan yang tinggi. Namun kalau kita mengamati percakapan yang sesungguhnya, akan terasa bahwa yang dipikul keigo bukanlah soal tinggi rendah, melainkan pengaturan jarak. Memilih cara bicara yang santun kepada orang yang baru pertama kali ditemui belum tentu karena orang itu lebih tinggi kedudukannya. Karena jarak di antara kita berdua belum terbaca, kita untuk sementara mulai berbicara dari posisi yang jauh. Seiring hubungan berlanjut, cara bicara berangsur menjadi lebih santai, tetapi itu bukan karena kita jadi meremehkan lawan bicara. Itu terjadi karena isyarat bahwa berbicara dari jarak dekat pun tidak apa-apa telah dipertukarkan oleh kedua belah pihak. Sebaliknya, kalau kita tiba-tiba memakai kata-kata santun kepada orang yang akrab, orang itu akan bersiaga. Sebabnya, hal itu diterima sebagai isyarat untuk melebarkan jarak. Kalau dipikir begini, memakai keigo atau tidak lebih merupakan pilihan tentang seberapa lebar jarak yang kita taruh dengan lawan bicara daripada soal benar atau salah. Yang diperlukan ketika mempelajari keigo bukan hanya menghafal daftar bentuknya, melainkan juga melatih diri membaca seberapa dekat kita dengan lawan bicara saat itu. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang sesuai dengan isi bacaan?

  1. Kalau kita memakai kata-kata santun kepada orang yang akrab, orang itu akan merasa jaraknya menjadi dekat.
  2. Penulis menyatakan bahwa cukup menghafal daftar bentuknya saja sudah memadai.
  3. Memilih cara bicara yang santun kepada orang yang baru pertama ditemui adalah karena orang itu lebih tinggi kedudukannya.
  4. Cara bicara berangsur menjadi santai seiring hubungan berlanjut karena isyarat bahwa berbicara dari jarak dekat pun tidak apa-apa telah dipertukarkan.
JawabanD. Cara bicara berangsur menjadi santai seiring hubungan berlanjut karena isyarat bahwa berbicara dari jarak dekat pun tidak apa-apa telah dipertukarkan.

Jawabannya cocok dengan kalimat yang menyebut bahwa isyarat tentang bolehnya berbicara dari jarak dekat telah dipertukarkan kedua belah pihak. Pernyataan bahwa itu karena kedudukannya lebih tinggi bertentangan dengan bacaan yang membatasi dengan kata belum tentu. Pernyataan bahwa jaraknya terasa menjadi dekat berlawanan dengan bacaan yang menyebut orang itu akan bersiaga dan menerimanya sebagai isyarat untuk melebarkan jarak. Pernyataan bahwa menghafal daftar bentuk saja sudah memadai bertentangan dengan bacaan yang menyebut bukan hanya menghafal daftar bentuknya.

Soal 7 | Kata tunjuk dalam bacaan bahasa hormat

【Bacaan】Keigo, ragam bahasa hormat dalam bahasa Jepang, sering diterangkan sebagai kata-kata untuk menempatkan lawan bicara pada kedudukan yang tinggi. Namun kalau kita mengamati percakapan yang sesungguhnya, akan terasa bahwa yang dipikul keigo bukanlah soal tinggi rendah, melainkan pengaturan jarak. Memilih cara bicara yang santun kepada orang yang baru pertama kali ditemui belum tentu karena orang itu lebih tinggi kedudukannya. Karena jarak di antara kita berdua belum terbaca, kita untuk sementara mulai berbicara dari posisi yang jauh. Seiring hubungan berlanjut, cara bicara berangsur menjadi lebih santai, tetapi itu bukan karena kita jadi meremehkan lawan bicara. Itu terjadi karena isyarat bahwa berbicara dari jarak dekat pun tidak apa-apa telah dipertukarkan oleh kedua belah pihak. Sebaliknya, kalau kita tiba-tiba memakai kata-kata santun kepada orang yang akrab, orang itu akan bersiaga. Sebabnya, hal itu diterima sebagai isyarat untuk melebarkan jarak. Kalau dipikir begini, memakai keigo atau tidak lebih merupakan pilihan tentang seberapa lebar jarak yang kita taruh dengan lawan bicara daripada soal benar atau salah. Yang diperlukan ketika mempelajari keigo bukan hanya menghafal daftar bentuknya, melainkan juga melatih diri membaca seberapa dekat kita dengan lawan bicara saat itu. 【Pertanyaan】Pada bagian bergaris bawah yang berbunyi bahwa itu bukan karena kita jadi meremehkan lawan bicara, apa isi yang paling tepat ditunjuk oleh kata "itu"?

  1. Tiba-tiba memakai kata-kata santun kepada orang yang akrab
  2. Memilih cara bicara yang santun kepada orang yang baru pertama ditemui
  3. Cara bicara yang berangsur menjadi lebih santai seiring hubungan berlanjut
  4. Melatih diri membaca seberapa dekat jarak kita dengan lawan bicara
JawabanC. Cara bicara yang berangsur menjadi lebih santai seiring hubungan berlanjut

Kata "itu" menunjuk pada paruh awal kalimat yang sama, yaitu cara bicara yang berangsur menjadi lebih santai seiring hubungan berlanjut. Kalau isi tersebut kita masukkan ke posisi kata tunjuk lalu dibaca ulang, kalimatnya tersambung dengan wajar. Berbicara santun kepada orang yang baru ditemui adalah topik lain yang tidak berkaitan dengan soal meremehkan atau tidak. Contoh tiba-tiba berbicara santun kepada orang akrab muncul sesudah kalimat ini, sehingga tidak bisa menjadi isi kata tunjuk yang menoleh ke belakang. Latihan membaca jarak adalah bahasan kalimat terakhir, jadi juga berada di belakang.

Soal 8 | Alasan lawan bicara bersiaga

【Bacaan】Keigo, ragam bahasa hormat dalam bahasa Jepang, sering diterangkan sebagai kata-kata untuk menempatkan lawan bicara pada kedudukan yang tinggi. Namun kalau kita mengamati percakapan yang sesungguhnya, akan terasa bahwa yang dipikul keigo bukanlah soal tinggi rendah, melainkan pengaturan jarak. Memilih cara bicara yang santun kepada orang yang baru pertama kali ditemui belum tentu karena orang itu lebih tinggi kedudukannya. Karena jarak di antara kita berdua belum terbaca, kita untuk sementara mulai berbicara dari posisi yang jauh. Seiring hubungan berlanjut, cara bicara berangsur menjadi lebih santai, tetapi itu bukan karena kita jadi meremehkan lawan bicara. Itu terjadi karena isyarat bahwa berbicara dari jarak dekat pun tidak apa-apa telah dipertukarkan oleh kedua belah pihak. Sebaliknya, kalau kita tiba-tiba memakai kata-kata santun kepada orang yang akrab, orang itu akan bersiaga. Sebabnya, hal itu diterima sebagai isyarat untuk melebarkan jarak. Kalau dipikir begini, memakai keigo atau tidak lebih merupakan pilihan tentang seberapa lebar jarak yang kita taruh dengan lawan bicara daripada soal benar atau salah. Yang diperlukan ketika mempelajari keigo bukan hanya menghafal daftar bentuknya, melainkan juga melatih diri membaca seberapa dekat kita dengan lawan bicara saat itu. 【Pertanyaan】Mengapa orang yang akrab akan bersiaga kalau kita tiba-tiba memakai kata-kata santun kepadanya?

  1. Karena cara bicara yang santun itu diterima sebagai kekeliruan
  2. Karena dengan begitu kita jadi memperlakukannya sebagai orang yang lebih tinggi kedudukannya
  3. Karena isi percakapan menjadi lebih sulit tersampaikan
  4. Karena hal itu diterima sebagai isyarat untuk melebarkan jarak
JawabanD. Karena hal itu diterima sebagai isyarat untuk melebarkan jarak

Dasarnya adalah kalimat tepat sesudahnya yang menyebut bahwa hal itu diterima sebagai isyarat untuk melebarkan jarak. Untuk pertanyaan tentang alasan, cara tercepat adalah mencari kalimat yang berbentuk pemberian sebab. Bahwa hal itu diterima sebagai kekeliruan tidak ada dalam bacaan. Penjelasan tentang memperlakukan sebagai orang yang lebih tinggi justru pandangan tinggi rendah yang sudah ditolak penulis di bagian pembuka, dan itu tidak disebut sebagai alasan bersiaga. Soal isi percakapan yang sulit tersampaikan juga tidak ada dalam bacaan.

Soal 9 | Pendapat penulis tentang bahasa hormat

【Bacaan】Keigo, ragam bahasa hormat dalam bahasa Jepang, sering diterangkan sebagai kata-kata untuk menempatkan lawan bicara pada kedudukan yang tinggi. Namun kalau kita mengamati percakapan yang sesungguhnya, akan terasa bahwa yang dipikul keigo bukanlah soal tinggi rendah, melainkan pengaturan jarak. Memilih cara bicara yang santun kepada orang yang baru pertama kali ditemui belum tentu karena orang itu lebih tinggi kedudukannya. Karena jarak di antara kita berdua belum terbaca, kita untuk sementara mulai berbicara dari posisi yang jauh. Seiring hubungan berlanjut, cara bicara berangsur menjadi lebih santai, tetapi itu bukan karena kita jadi meremehkan lawan bicara. Itu terjadi karena isyarat bahwa berbicara dari jarak dekat pun tidak apa-apa telah dipertukarkan oleh kedua belah pihak. Sebaliknya, kalau kita tiba-tiba memakai kata-kata santun kepada orang yang akrab, orang itu akan bersiaga. Sebabnya, hal itu diterima sebagai isyarat untuk melebarkan jarak. Kalau dipikir begini, memakai keigo atau tidak lebih merupakan pilihan tentang seberapa lebar jarak yang kita taruh dengan lawan bicara daripada soal benar atau salah. Yang diperlukan ketika mempelajari keigo bukan hanya menghafal daftar bentuknya, melainkan juga melatih diri membaca seberapa dekat kita dengan lawan bicara saat itu. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang paling tepat sebagai pendapat penulis?

  1. Percakapan yang berangsur menjadi santai adalah wujud dari perasaan meremehkan lawan bicara.
  2. Keigo dipakai untuk mengatur jarak dengan lawan bicara, bukan semata-mata untuk menunjukkan tinggi rendah kedudukan.
  3. Keigo cukup dipakai kepada orang yang lebih tinggi kedudukannya saja, dan tidak perlu dipakai kepada orang yang akrab.
  4. Menghafal bentuk keigo dengan tepat adalah satu-satunya cara menjaga kebenaran dalam percakapan.
JawabanB. Keigo dipakai untuk mengatur jarak dengan lawan bicara, bukan semata-mata untuk menunjukkan tinggi rendah kedudukan.

Kalimat pertama yang berbunyi sering diterangkan adalah pandangan umum, dan pendapat penulis diletakkan sesudah kata pertentangan pada kalimat kedua. Bagian penutup yang menyebut pilihan tentang seberapa lebar jarak yang kita taruh juga merupakan pengulangan dari gagasan itu. Penulis tidak menyatakan bahwa keigo cukup dipakai kepada orang yang lebih tinggi saja. Tentang menghafal bentuk, penulis menyebut bukan hanya itu, jadi tidak dijadikan satu-satunya cara. Tentang percakapan yang menjadi santai, bacaan dengan tegas menyangkal bahwa itu karena meremehkan.

Soal 10 | Isi bacaan tentang biji tumbuhan

【Bacaan】Tumbuhan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi memiliki banyak cara untuk mengantar generasi berikutnya ke tempat yang jauh dari induknya. Yang paling dikenal adalah cara memanfaatkan angin. Biji yang berbulu ringan seperti kapas terbawa jauh bahkan oleh angin yang lemah sekalipun. Pada tumbuhan tepi air ada biji yang berkulit dan dapat mengapung sehingga berpindah mengikuti aliran. Selain itu, banyak juga yang memanfaatkan hewan. Contohnya adalah tumbuhan yang membuat buahnya manis agar dimakan lalu bijinya yang tidak tercerna dijatuhkan di tempat lain, dan biji berduri yang tersangkut di bulu hewan lalu terbawa. Yang sama pada semua cara itu adalah bahwa semuanya menghindari jatuh di dekat induknya. Tepat di bawah induk, sinar mataharinya buruk dan mudah terjadi rebutan air serta zat hara. Kalau semuanya menggerombol di satu tempat, ada pula bahaya lenyap sekaligus ketika tempat itu tertimpa bencana. Bagi makhluk yang tidak dapat bergerak, mengirim biji ke tempat yang jauh adalah salah satu dari sedikit cara untuk memperlebar peluang bertahan hidup. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang sesuai dengan isi bacaan?

  1. Tepat di bawah induk sinar mataharinya bagus sehingga biji mudah berkumpul di situ.
  2. Biji berkulit yang dapat mengapung hanya dimiliki tumbuhan yang memanfaatkan hewan.
  3. Biji dari buah yang dimakan hewan kadang dijatuhkan di tempat lain tanpa tercerna.
  4. Biji yang dibawa angin tidak dapat berpindah kecuali kalau angin bertiup kencang.
JawabanC. Biji dari buah yang dimakan hewan kadang dijatuhkan di tempat lain tanpa tercerna.

Jawabannya cocok dengan bagian yang menyebut tumbuhan membuat buahnya manis agar dimakan lalu bijinya yang tidak tercerna dijatuhkan di tempat lain. Pernyataan bahwa biji tidak dapat berpindah kecuali angin bertiup kencang bertentangan dengan bacaan yang menyebut terbawa jauh bahkan oleh angin yang lemah. Kulit yang mengapung dalam bacaan diangkat sebagai contoh tumbuhan tepi air, dan tidak ditulis sebagai milik tumbuhan yang memanfaatkan hewan. Pernyataan bahwa sinar mataharinya bagus justru berlawanan dengan bacaan yang menyebut tepat di bawah induk sinar mataharinya buruk.

Soal 11 | Bagian rumpang dalam bacaan biji

【Bacaan】Tumbuhan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi memiliki banyak cara untuk mengantar generasi berikutnya ke tempat yang jauh dari induknya. Yang paling dikenal adalah cara memanfaatkan angin. Biji yang berbulu ringan seperti kapas terbawa jauh bahkan oleh angin yang lemah sekalipun. Pada tumbuhan tepi air ada biji yang berkulit dan dapat mengapung sehingga berpindah mengikuti aliran. (bagian rumpang), banyak juga yang memanfaatkan hewan. Contohnya adalah tumbuhan yang membuat buahnya manis agar dimakan lalu bijinya yang tidak tercerna dijatuhkan di tempat lain, dan biji berduri yang tersangkut di bulu hewan lalu terbawa. Yang sama pada semua cara itu adalah bahwa semuanya menghindari jatuh di dekat induknya. Tepat di bawah induk, sinar mataharinya buruk dan mudah terjadi rebutan air serta zat hara. Kalau semuanya menggerombol di satu tempat, ada pula bahaya lenyap sekaligus ketika tempat itu tertimpa bencana. Bagi makhluk yang tidak dapat bergerak, mengirim biji ke tempat yang jauh adalah salah satu dari sedikit cara untuk memperlebar peluang bertahan hidup. 【Pertanyaan】Kata mana yang paling tepat mengisi bagian rumpang?

  1. dengan kata lain (つまり, tsumari)
  2. selain itu (また, mata)
  3. namun (しかし, shikashi)
  4. sebab (なぜなら, nazenara)
JawabanB. selain itu (また, mata)

Di depan bagian rumpang adalah penyebaran dengan angin dan air, di belakangnya penyebaran dengan hewan, dan keduanya sama-sama berderet sebagai cara menjauhkan biji dari induknya. Karena itu yang masuk adalah kata penambahan "selain itu". Kalau dipakai "namun", kedua bagian harus bertentangan, padahal keduanya tidak berlawanan. Kalau "dengan kata lain", bagian belakang harus berupa pengulangan bagian depan, dan kalau "sebab", kalimatnya harus ditutup dengan bentuk beralasan.

Soal 12 | Alasan biji dijauhkan

【Bacaan】Tumbuhan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi memiliki banyak cara untuk mengantar generasi berikutnya ke tempat yang jauh dari induknya. Yang paling dikenal adalah cara memanfaatkan angin. Biji yang berbulu ringan seperti kapas terbawa jauh bahkan oleh angin yang lemah sekalipun. Pada tumbuhan tepi air ada biji yang berkulit dan dapat mengapung sehingga berpindah mengikuti aliran. Selain itu, banyak juga yang memanfaatkan hewan. Contohnya adalah tumbuhan yang membuat buahnya manis agar dimakan lalu bijinya yang tidak tercerna dijatuhkan di tempat lain, dan biji berduri yang tersangkut di bulu hewan lalu terbawa. Yang sama pada semua cara itu adalah bahwa semuanya menghindari jatuh di dekat induknya. Tepat di bawah induk, sinar mataharinya buruk dan mudah terjadi rebutan air serta zat hara. Kalau semuanya menggerombol di satu tempat, ada pula bahaya lenyap sekaligus ketika tempat itu tertimpa bencana. Bagi makhluk yang tidak dapat bergerak, mengirim biji ke tempat yang jauh adalah salah satu dari sedikit cara untuk memperlebar peluang bertahan hidup. 【Pertanyaan】Menurut bacaan, mengapa tumbuhan mengusahakan agar bijinya tidak jatuh di dekat induknya?

  1. Karena angin dan aliran air menjadi lemah di dekat induknya
  2. Karena tepat di bawah induk sinar mataharinya buruk dan mudah terjadi rebutan air serta zat hara
  3. Karena biji akan dimakan hewan kalau berada di dekat induknya
  4. Karena tumbuhan sejenis tidak dapat tumbuh di dekat induknya
JawabanB. Karena tepat di bawah induk sinar mataharinya buruk dan mudah terjadi rebutan air serta zat hara

Tepat sesudah kalimat tentang menghindari jatuh di dekat induk, tertulis dua alasan: buruknya sinar matahari beserta rebutan zat hara, dan bahaya lenyap sekaligus ketika terjadi bencana. Jawabannya adalah yang pertama. Dimakan hewan justru ditulis dengan nada positif sebagai mekanisme agar biji terbawa, jadi bukan alasan untuk dihindari. Melemahnya angin atau aliran air dan tidak tumbuhnya tumbuhan sejenis sama sekali tidak ada dalam bacaan.

Soal 13 | Pokok bacaan tentang biji

【Bacaan】Tumbuhan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi memiliki banyak cara untuk mengantar generasi berikutnya ke tempat yang jauh dari induknya. Yang paling dikenal adalah cara memanfaatkan angin. Biji yang berbulu ringan seperti kapas terbawa jauh bahkan oleh angin yang lemah sekalipun. Pada tumbuhan tepi air ada biji yang berkulit dan dapat mengapung sehingga berpindah mengikuti aliran. Selain itu, banyak juga yang memanfaatkan hewan. Contohnya adalah tumbuhan yang membuat buahnya manis agar dimakan lalu bijinya yang tidak tercerna dijatuhkan di tempat lain, dan biji berduri yang tersangkut di bulu hewan lalu terbawa. Yang sama pada semua cara itu adalah bahwa semuanya menghindari jatuh di dekat induknya. Tepat di bawah induk, sinar mataharinya buruk dan mudah terjadi rebutan air serta zat hara. Kalau semuanya menggerombol di satu tempat, ada pula bahaya lenyap sekaligus ketika tempat itu tertimpa bencana. Bagi makhluk yang tidak dapat bergerak, mengirim biji ke tempat yang jauh adalah salah satu dari sedikit cara untuk memperlebar peluang bertahan hidup. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang paling tepat sebagai pokok bacaan ini?

  1. Tumbuhan hanya bisa mengantar bijinya ke tempat jauh dengan dibawakan oleh hewan.
  2. Beragam mekanisme yang membawa biji ke tempat jauh adalah cara tumbuhan yang tak dapat bergerak untuk memperlebar peluang bertahan hidup.
  3. Di antara cara penyebaran biji tumbuhan, cara memanfaatkan angin adalah yang paling berdaya guna.
  4. Berkumpulnya biji di satu tempat yang sama berguna sebagai persiapan menghadapi bencana.
JawabanB. Beragam mekanisme yang membawa biji ke tempat jauh adalah cara tumbuhan yang tak dapat bergerak untuk memperlebar peluang bertahan hidup.

Kalimat terakhir merangkum keseluruhannya, dan tiga contoh berupa angin, air, serta hewan semuanya adalah bahan yang menopang kesimpulan itu. Tidak ada satu pun kalimat yang membandingkan cara mana yang paling berdaya guna; angin hanya diangkat sebagai contoh yang paling dikenal. Karena selain hewan disebut juga cara angin dan air, kata "hanya" jelas berlebihan. Tentang berkumpulnya biji di satu tempat, bacaan menyebut ada bahaya lenyap sekaligus, jadi berlawanan dengan gagasan bahwa itu suatu persiapan.

Soal 14 | Isi bacaan tentang tenggat

【Bacaan】Ketika berhadapan dengan pekerjaan besar, tangan kita kadang berhenti bergerak. Sebabnya, yang harus dikerjakan terlalu banyak sehingga tidak kelihatan harus mulai dari mana. Yang manjur pada saat seperti ini adalah cara memecah tenggat menjadi beberapa buah, bukan hanya satu. Kalau yang ditetapkan hanya tanggal penyerahan terakhir, sampai hari itu tiba waktunya selalu terlihat seolah masih longgar. Padahal jumlah pekerjaannya sama sekali tidak berubah, dan keadaan tanpa alasan untuk memulai hari ini pun terus berlanjut. Karena itu, seluruh pekerjaan dibagi menjadi tiga atau empat penggal, lalu masing-masing diberi tanggal. Karena tiap penggal punya tenggat kecil, bagian yang harus dikerjakan hari ini menjadi jelas. Keuntungan lainnya adalah keterlambatan bisa disadari lebih awal. Kalau pada penggal pertama ternyata memakan waktu lebih lama daripada rencana, pada saat itu juga rencananya bisa disusun ulang. Kalau baru disadari pada hari terakhir, hampir tidak ada lagi langkah yang bisa diambil. Memecah tenggat sebaiknya dipandang bukan sebagai cara memburu diri sendiri, melainkan sebagai cara membuat penggaris untuk mengukur kemajuan. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang sesuai dengan isi bacaan?

  1. Kalau tenggat sudah dipecah, keterlambatan bisa disadari pada penggal pertama sehingga rencana bisa disusun ulang.
  2. Tangan berhenti bergerak pada pekerjaan besar karena tanggal penyerahan sudah dekat dan sisa waktunya menjadi kurang.
  3. Kalau hanya tanggal penyerahan terakhir yang ditetapkan, jumlah pekerjaan yang harus dituntaskan akan berkurang sedikit demi sedikit.
  4. Tenggat dipecah agar kita memburu diri sendiri sehingga kecepatan kerja meningkat.
JawabanA. Kalau tenggat sudah dipecah, keterlambatan bisa disadari pada penggal pertama sehingga rencana bisa disusun ulang.

Jawabannya cocok dengan kalimat bahwa kalau pada penggal pertama ternyata memakan waktu lebih lama daripada rencana, saat itu juga rencananya bisa disusun ulang. Tentang sebab tangan berhenti bergerak, bacaan menyebut karena tidak kelihatan harus mulai dari mana, bukan karena jumlahnya. Pernyataan bahwa tujuannya memburu diri sendiri bertabrakan langsung dengan kalimat terakhir yang menyebut bukan cara memburu diri sendiri. Tentang jumlah pekerjaan, bacaan menulis padahal jumlahnya sama sekali tidak berubah, jadi berlawanan dengan pilihan yang menyebut berkurang. Adapun pilihan tentang sisa waktu yang menjadi kurang bertentangan dengan bacaan yang menyebut waktunya selalu terlihat seolah masih longgar.

Soal 15 | Kata tunjuk dalam bacaan tenggat

【Bacaan】Ketika berhadapan dengan pekerjaan besar, tangan kita kadang berhenti bergerak. Sebabnya, yang harus dikerjakan terlalu banyak sehingga tidak kelihatan harus mulai dari mana. Yang manjur pada saat seperti ini adalah cara memecah tenggat menjadi beberapa buah, bukan hanya satu. Kalau yang ditetapkan hanya tanggal penyerahan terakhir, sampai hari itu tiba waktunya selalu terlihat seolah masih longgar. Padahal jumlah pekerjaannya sama sekali tidak berubah, dan keadaan tanpa alasan untuk memulai hari ini pun terus berlanjut. Karena itu, seluruh pekerjaan dibagi menjadi tiga atau empat penggal, lalu masing-masing diberi tanggal. Karena tiap penggal punya tenggat kecil, bagian yang harus dikerjakan hari ini menjadi jelas. Keuntungan lainnya adalah keterlambatan bisa disadari lebih awal. Kalau pada penggal pertama ternyata memakan waktu lebih lama daripada rencana, pada saat itu juga rencananya bisa disusun ulang. Kalau baru disadari pada hari terakhir, hampir tidak ada lagi langkah yang bisa diambil. Memecah tenggat sebaiknya dipandang bukan sebagai cara memburu diri sendiri, melainkan sebagai cara membuat penggaris untuk mengukur kemajuan. 【Pertanyaan】Pada bagian bergaris bawah yang berbunyi "yang manjur pada saat seperti ini", apa isi yang paling tepat ditunjuk oleh "saat seperti ini"?

  1. Saat tangan berhenti bergerak karena yang harus dikerjakan terlalu banyak sehingga tidak kelihatan harus mulai dari mana
  2. Saat tanggal penyerahan sudah dekat dan sisa waktunya menjadi kurang
  3. Saat selesai menetapkan tenggat-tenggat kecil untuk setiap penggal
  4. Saat pekerjaan memakan waktu lebih lama daripada rencana sehingga perlu menyusun ulang rencana
JawabanA. Saat tangan berhenti bergerak karena yang harus dikerjakan terlalu banyak sehingga tidak kelihatan harus mulai dari mana

Dua kalimat sebelum kata tunjuk itu berbunyi bahwa tangan kadang berhenti bergerak dan bahwa sebabnya tidak kelihatan harus mulai dari mana; rangkuman keduanyalah yang dimaksud dengan "saat seperti ini". Keadaan sisa waktu yang menjadi kurang tidak ditulis dalam bacaan. Penyusunan ulang rencana dan penetapan penggal keduanya muncul sesudah kata tunjuk itu, jadi tidak bisa menjadi isi kata tunjuk yang menoleh ke belakang.

Soal 16 | Alasan sulit memulai

【Bacaan】Ketika berhadapan dengan pekerjaan besar, tangan kita kadang berhenti bergerak. Sebabnya, yang harus dikerjakan terlalu banyak sehingga tidak kelihatan harus mulai dari mana. Yang manjur pada saat seperti ini adalah cara memecah tenggat menjadi beberapa buah, bukan hanya satu. Kalau yang ditetapkan hanya tanggal penyerahan terakhir, sampai hari itu tiba waktunya selalu terlihat seolah masih longgar. Padahal jumlah pekerjaannya sama sekali tidak berubah, dan keadaan tanpa alasan untuk memulai hari ini pun terus berlanjut. Karena itu, seluruh pekerjaan dibagi menjadi tiga atau empat penggal, lalu masing-masing diberi tanggal. Karena tiap penggal punya tenggat kecil, bagian yang harus dikerjakan hari ini menjadi jelas. Keuntungan lainnya adalah keterlambatan bisa disadari lebih awal. Kalau pada penggal pertama ternyata memakan waktu lebih lama daripada rencana, pada saat itu juga rencananya bisa disusun ulang. Kalau baru disadari pada hari terakhir, hampir tidak ada lagi langkah yang bisa diambil. Memecah tenggat sebaiknya dipandang bukan sebagai cara memburu diri sendiri, melainkan sebagai cara membuat penggaris untuk mengukur kemajuan. 【Pertanyaan】Mengapa kita sulit mulai bergerak kalau yang ditetapkan hanya tanggal penyerahan terakhir?

  1. Karena jumlah pekerjaan yang harus dituntaskan sampai hari penyerahan bertambah setiap hari
  2. Karena kesempatan menyusun ulang rencana di tengah jalan bertambah sehingga banyak pekerjaan yang terulang
  3. Karena penggalnya terlalu halus sehingga kita bingung harus mengerjakan yang mana lebih dulu
  4. Karena sampai hari itu waktunya selalu terlihat seolah masih longgar sehingga keadaan tanpa alasan untuk memulai hari ini terus berlanjut
JawabanD. Karena sampai hari itu waktunya selalu terlihat seolah masih longgar sehingga keadaan tanpa alasan untuk memulai hari ini terus berlanjut

Dasarnya adalah kalimat keempat dan kelima, yang menyebut waktunya selalu terlihat seolah masih longgar dan keadaan tanpa alasan untuk memulai hari ini terus berlanjut. Bukannya bertambah, bacaan justru menulis bahwa jumlah pekerjaannya sama sekali tidak berubah. Penyusunan ulang rencana diangkat sebagai keuntungan ketika tenggat dipecah, jadi bukan alasan sulit memulai. Soal penggal yang terlalu halus tidak ada dalam bacaan.

Soal 17 | Pendapat penulis tentang tenggat

【Bacaan】Ketika berhadapan dengan pekerjaan besar, tangan kita kadang berhenti bergerak. Sebabnya, yang harus dikerjakan terlalu banyak sehingga tidak kelihatan harus mulai dari mana. Yang manjur pada saat seperti ini adalah cara memecah tenggat menjadi beberapa buah, bukan hanya satu. Kalau yang ditetapkan hanya tanggal penyerahan terakhir, sampai hari itu tiba waktunya selalu terlihat seolah masih longgar. Padahal jumlah pekerjaannya sama sekali tidak berubah, dan keadaan tanpa alasan untuk memulai hari ini pun terus berlanjut. Karena itu, seluruh pekerjaan dibagi menjadi tiga atau empat penggal, lalu masing-masing diberi tanggal. Karena tiap penggal punya tenggat kecil, bagian yang harus dikerjakan hari ini menjadi jelas. Keuntungan lainnya adalah keterlambatan bisa disadari lebih awal. Kalau pada penggal pertama ternyata memakan waktu lebih lama daripada rencana, pada saat itu juga rencananya bisa disusun ulang. Kalau baru disadari pada hari terakhir, hampir tidak ada lagi langkah yang bisa diambil. Memecah tenggat sebaiknya dipandang bukan sebagai cara memburu diri sendiri, melainkan sebagai cara membuat penggaris untuk mengukur kemajuan. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang paling tepat sebagai pendapat penulis?

  1. Memecah tenggat bukanlah cara memburu diri sendiri, melainkan cara membuat penggaris untuk mengukur kemajuan.
  2. Pekerjaan besar sebaiknya dikurangi dulu jumlahnya sebelum mulai dikerjakan.
  3. Makin banyak jumlah tenggat untuk memburu diri sendiri, makin cepat pekerjaan berjalan.
  4. Tenggat sebaiknya disatukan saja, lalu kita berkonsentrasi mengerjakannya pada periode terakhir.
JawabanA. Memecah tenggat bukanlah cara memburu diri sendiri, melainkan cara membuat penggaris untuk mengukur kemajuan.

Kalimat terakhir adalah rangkuman keseluruhan, dan di situlah pendapat penulis diletakkan. Bacaan justru menganjurkan memecah tenggat, jadi berlawanan dengan usul menyatukannya. Soal mengurangi jumlah pekerjaan sama sekali tidak muncul dalam bacaan. Gagasan bahwa makin diburu makin cepat sudah disangkal dengan tegas pada kalimat terakhir.

Soal 18 | Isi bacaan tentang nama tempat

【Bacaan】Nama tempat menyimpan bagaimana orang yang tinggal di sana memandang tanahnya. Nama tempat yang memuat huruf berkaitan dengan air tidak jarang menandai tempat yang dahulu dialiri sungai atau mudah tergenang air. Nama tempat yang memuat huruf lembah atau tanjakan kadang menunjukkan bahwa bentuk tanah aslinya berbukit-bukit, meskipun sekarang terlihat rata. Sebabnya, meski bentuk tanahnya berubah karena pekerjaan pembangunan, namanya saja sering diwariskan begitu saja. Hanya saja, membaca nama tempat sebagai catatan bentuk tanah juga menuntut kehati-hatian. Nama tempat yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik, dan nama tempat yang diberikan kepada kawasan yang baru dikembangkan, kadang tidak berkaitan dengan asal usul tanah itu. Kalau nama seperti itu pun dibaca sebagai catatan bentuk tanah, penilaian kita akan meleset. Karena itu, menetapkan sifat sebuah tanah hanya dengan berdasar pada namanya adalah tindakan yang berbahaya. Baru sesudah ditumpangkan pada peta dan catatan lama, nama itu menjadi petunjuk. Meski begitu, nama tetaplah pintu masuk yang menyampaikan riwayat sebuah tanah. Kalau sekali saja kita menelusuri nama jalan yang kita lalui setiap hari, cara kita memandang pemandangan yang sudah biasa itu akan berubah. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang sesuai dengan isi bacaan?

  1. Penulis menyatakan bahwa kita boleh menilai sifat sebuah tanah hanya dengan berdasar pada namanya.
  2. Nama tempat yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik pun tetap menunjukkan asal usul tanah itu dengan tepat.
  3. Nama tempat yang memuat huruf lembah atau tanjakan hanya diberikan kepada tanah yang sampai sekarang pun berbukit-bukit.
  4. Meski bentuk tanahnya berubah karena pekerjaan pembangunan, namanya saja sering diwariskan begitu saja.
JawabanD. Meski bentuk tanahnya berubah karena pekerjaan pembangunan, namanya saja sering diwariskan begitu saja.

Jawabannya cocok dengan kalimat keempat. Tentang nama berhuruf lembah atau tanjakan, bacaan menulis meskipun sekarang terlihat rata, jadi pembatasan bahwa hanya diberikan kepada tanah yang masih berbukit bertentangan dengan bacaan. Nama yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik disebut kadang tidak berkaitan dengan asal usul tanah itu, jadi berlawanan dengan pilihan yang menyebut tetap tepat. Karena bacaan menyebut menetapkan sifat tanah hanya dari namanya itu berbahaya, pilihan terakhir justru kebalikannya.

Soal 19 | Kata tunjuk dalam bacaan nama tempat

【Bacaan】Nama tempat menyimpan bagaimana orang yang tinggal di sana memandang tanahnya. Nama tempat yang memuat huruf berkaitan dengan air tidak jarang menandai tempat yang dahulu dialiri sungai atau mudah tergenang air. Nama tempat yang memuat huruf lembah atau tanjakan kadang menunjukkan bahwa bentuk tanah aslinya berbukit-bukit, meskipun sekarang terlihat rata. Sebabnya, meski bentuk tanahnya berubah karena pekerjaan pembangunan, namanya saja sering diwariskan begitu saja. Hanya saja, membaca nama tempat sebagai catatan bentuk tanah juga menuntut kehati-hatian. Nama tempat yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik, dan nama tempat yang diberikan kepada kawasan yang baru dikembangkan, kadang tidak berkaitan dengan asal usul tanah itu. Kalau nama seperti itu pun dibaca sebagai catatan bentuk tanah, penilaian kita akan meleset. Karena itu, menetapkan sifat sebuah tanah hanya dengan berdasar pada namanya adalah tindakan yang berbahaya. Baru sesudah ditumpangkan pada peta dan catatan lama, nama itu menjadi petunjuk. Meski begitu, nama tetaplah pintu masuk yang menyampaikan riwayat sebuah tanah. Kalau sekali saja kita menelusuri nama jalan yang kita lalui setiap hari, cara kita memandang pemandangan yang sudah biasa itu akan berubah. 【Pertanyaan】Pada bagian bergaris bawah yang berbunyi bahwa kalau nama seperti itu pun dibaca sebagai catatan bentuk tanah penilaian kita akan meleset, apa yang paling tepat ditunjuk oleh "nama seperti itu"?

  1. Nama tempat yang memuat huruf lembah atau tanjakan dan menyampaikan bentuk tanah aslinya yang berbukit
  2. Nama tempat yang bisa dipastikan dengan menumpangkannya pada peta dan catatan lama
  3. Nama tempat yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik dan nama tempat yang diberikan kepada kawasan yang baru dikembangkan
  4. Nama tempat yang memuat huruf berkaitan dengan air dan menandai tempat yang dahulu dialiri sungai
JawabanC. Nama tempat yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik dan nama tempat yang diberikan kepada kawasan yang baru dikembangkan

Kalimat tepat sebelum kata tunjuk itu menyebut bahwa nama yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik dan nama kawasan yang baru dikembangkan kadang tidak berkaitan dengan asal usul tanahnya, dan itulah yang diterima kata tunjuk tersebut. Nama berhuruf air serta nama berhuruf lembah dan tanjakan justru diangkat di paruh awal sebagai contoh yang bisa dibaca sebagai catatan bentuk tanah, jadi bukan penyebab penilaian meleset. Peta dan catatan lama muncul sesudah kata tunjuk itu sebagai bahan pembanding.

Soal 20 | Bagian rumpang dalam bacaan nama tempat

【Bacaan】Nama tempat menyimpan bagaimana orang yang tinggal di sana memandang tanahnya. Nama tempat yang memuat huruf berkaitan dengan air tidak jarang menandai tempat yang dahulu dialiri sungai atau mudah tergenang air. Nama tempat yang memuat huruf lembah atau tanjakan kadang menunjukkan bahwa bentuk tanah aslinya berbukit-bukit, meskipun sekarang terlihat rata. Sebabnya, meski bentuk tanahnya berubah karena pekerjaan pembangunan, namanya saja sering diwariskan begitu saja. (bagian rumpang), membaca nama tempat sebagai catatan bentuk tanah juga menuntut kehati-hatian. Nama tempat yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik, dan nama tempat yang diberikan kepada kawasan yang baru dikembangkan, kadang tidak berkaitan dengan asal usul tanah itu. Kalau nama seperti itu pun dibaca sebagai catatan bentuk tanah, penilaian kita akan meleset. Karena itu, menetapkan sifat sebuah tanah hanya dengan berdasar pada namanya adalah tindakan yang berbahaya. Baru sesudah ditumpangkan pada peta dan catatan lama, nama itu menjadi petunjuk. Meski begitu, nama tetaplah pintu masuk yang menyampaikan riwayat sebuah tanah. Kalau sekali saja kita menelusuri nama jalan yang kita lalui setiap hari, cara kita memandang pemandangan yang sudah biasa itu akan berubah. 【Pertanyaan】Kata mana yang paling tepat mengisi bagian rumpang?

  1. misalnya (たとえば, tatoeba)
  2. karena itu (そのため, sono tame)
  3. hanya saja (もっとも, mottomo)
  4. dengan kata lain (つまり, tsumari)
JawabanC. hanya saja (もっとも, mottomo)

Sampai sebelum bagian rumpang, pembicaraan berjalan tentang nama tempat yang bisa dibaca sebagai catatan bentuk tanah. Bagian belakangnya menambahkan syarat berupa peringatan untuk berhati-hati, jadi yang masuk adalah kata pembatas "hanya saja". Kalau "dengan kata lain", bagian belakang harus berupa pengulangan, padahal isinya bukan pengulangan. Kalau "misalnya", bagian belakang harus berupa contoh, padahal kalimat peringatan bukan contoh. Kalau "karena itu", kehati-hatian menjadi akibat dari terbacanya bentuk tanah, dan itu tidak nyambung.

Soal 21 | Alasan nama menjadi petunjuk

【Bacaan】Nama tempat menyimpan bagaimana orang yang tinggal di sana memandang tanahnya. Nama tempat yang memuat huruf berkaitan dengan air tidak jarang menandai tempat yang dahulu dialiri sungai atau mudah tergenang air. Nama tempat yang memuat huruf lembah atau tanjakan kadang menunjukkan bahwa bentuk tanah aslinya berbukit-bukit, meskipun sekarang terlihat rata. Sebabnya, meski bentuk tanahnya berubah karena pekerjaan pembangunan, namanya saja sering diwariskan begitu saja. Hanya saja, membaca nama tempat sebagai catatan bentuk tanah juga menuntut kehati-hatian. Nama tempat yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik, dan nama tempat yang diberikan kepada kawasan yang baru dikembangkan, kadang tidak berkaitan dengan asal usul tanah itu. Kalau nama seperti itu pun dibaca sebagai catatan bentuk tanah, penilaian kita akan meleset. Karena itu, menetapkan sifat sebuah tanah hanya dengan berdasar pada namanya adalah tindakan yang berbahaya. Baru sesudah ditumpangkan pada peta dan catatan lama, nama itu menjadi petunjuk. Meski begitu, nama tetaplah pintu masuk yang menyampaikan riwayat sebuah tanah. Kalau sekali saja kita menelusuri nama jalan yang kita lalui setiap hari, cara kita memandang pemandangan yang sudah biasa itu akan berubah. 【Pertanyaan】Mengapa nama tempat bisa menjadi petunjuk bentuk tanah aslinya meski bentuk tanah itu sudah berubah karena pekerjaan pembangunan?

  1. Karena kebiasaan mengganti huruf dengan huruf bermakna baik ada di berbagai daerah
  2. Karena ada ketentuan untuk mempertahankan nama lama ketika pembangunan dikerjakan
  3. Karena tanah yang berbukit pasti diberi huruf lembah atau tanjakan
  4. Karena namanya saja sering diwariskan begitu saja
JawabanD. Karena namanya saja sering diwariskan begitu saja

Kalimat keempat langsung menyatakan alasannya, yaitu bahwa namanya saja sering diwariskan begitu saja. Tentang adanya ketentuan untuk mempertahankan nama lama, tidak ada satu pun kalimat dalam bacaan. Pembatasan sekeras kata "pasti" juga tidak ada; bacaan berbicara dengan hati-hati bahwa kadang menunjukkan. Penggantian dengan huruf bermakna baik justru diangkat sebagai sebab bentuk tanah menjadi tak terbaca.

Soal 22 | Pendapat penulis tentang nama tempat

【Bacaan】Nama tempat menyimpan bagaimana orang yang tinggal di sana memandang tanahnya. Nama tempat yang memuat huruf berkaitan dengan air tidak jarang menandai tempat yang dahulu dialiri sungai atau mudah tergenang air. Nama tempat yang memuat huruf lembah atau tanjakan kadang menunjukkan bahwa bentuk tanah aslinya berbukit-bukit, meskipun sekarang terlihat rata. Sebabnya, meski bentuk tanahnya berubah karena pekerjaan pembangunan, namanya saja sering diwariskan begitu saja. Hanya saja, membaca nama tempat sebagai catatan bentuk tanah juga menuntut kehati-hatian. Nama tempat yang hurufnya diganti dengan huruf bermakna baik, dan nama tempat yang diberikan kepada kawasan yang baru dikembangkan, kadang tidak berkaitan dengan asal usul tanah itu. Kalau nama seperti itu pun dibaca sebagai catatan bentuk tanah, penilaian kita akan meleset. Karena itu, menetapkan sifat sebuah tanah hanya dengan berdasar pada namanya adalah tindakan yang berbahaya. Baru sesudah ditumpangkan pada peta dan catatan lama, nama itu menjadi petunjuk. Meski begitu, nama tetaplah pintu masuk yang menyampaikan riwayat sebuah tanah. Kalau sekali saja kita menelusuri nama jalan yang kita lalui setiap hari, cara kita memandang pemandangan yang sudah biasa itu akan berubah. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang paling tepat sebagai pendapat penulis?

  1. Nama tempat bisa menjadi pintu masuk untuk mengetahui riwayat sebuah tanah, tetapi perlu dipastikan dengan menumpangkannya pada peta dan catatan lama.
  2. Nama tempat yang baru diberikan tidak ada nilainya, jadi tidak ada gunanya ditelusuri.
  3. Membaca tanah dari namanya sebaiknya diserahkan kepada ahli dan tidak perlu dipedulikan sehari-hari.
  4. Nama tempat adalah catatan yang menyalin asal usul tanah dengan tepat, jadi boleh dipercaya begitu saja.
JawabanA. Nama tempat bisa menjadi pintu masuk untuk mengetahui riwayat sebuah tanah, tetapi perlu dipastikan dengan menumpangkannya pada peta dan catatan lama.

Pada paruh awal bacaan menyebut bahwa nama tempat menyampaikan bentuk tanah, lalu sesudah kata pembatas diangkat pengecualiannya, kemudian diberi syarat bahwa nama itu baru menjadi petunjuk setelah ditumpangkan pada peta dan catatan lama, dan akhirnya ditutup dengan pernyataan bahwa nama tetaplah pintu masuk riwayat tanah. Pilihan yang memuat kedua sisi itulah pendapat penulis. Penulis tidak menyatakan boleh dipercaya begitu saja; ia justru menulis dengan tegas bahwa itu berbahaya. Tidak ada pula pernyataan bahwa nama baru tidak bernilai atau bahwa urusan ini diserahkan kepada ahli; kalimat terakhir malah menganjurkan kita menelusurinya sendiri.

Soal 23 | Isi bacaan tentang fermentasi

【Bacaan】Fermentasi dan pembusukan sama-sama merupakan kerja mikroba menguraikan makanan. Yang memisahkan keduanya bukanlah jenis mikrobanya sendiri, melainkan sekadar perbedaan sudut pandang, yaitu apakah hasilnya berguna bagi manusia atau tidak. Kalau dalam proses penguraian terbentuk asam dan bahan pembentuk aroma sehingga rasanya menjadi lebih enak atau menjadi lebih awet, itu disebut fermentasi; kalau menjadi tidak bisa dimakan, itu disebut pembusukan. Makanan menjadi lebih awet karena mikroba yang lebih dulu berkembang biak sudah menguasai tempat dan zat hara sehingga mikroba lain yang datang belakangan sulit berkembang biak. Keluarnya asam yang membuat lingkungan sekitarnya condong ke arah asam juga menjadi keadaan yang tidak nyaman dihuni oleh banyak mikroba. Jadi makanan fermentasi terlindungi bukan dengan mengusir mikroba, melainkan dengan mempersilakan mikroba yang menguntungkan tinggal lebih dulu. Berkembangnya makanan fermentasi di berbagai daerah pada zaman ketika lemari es belum ada diperkirakan karena orang sudah mengetahui mekanisme ini dari pengalaman. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang sesuai dengan isi bacaan?

  1. Pada zaman ketika lemari es belum ada, makanan fermentasi hampir tidak pernah dibuat.
  2. Fermentasi dan pembusukan terpisah dengan tegas menurut jenis mikroba yang terlibat.
  3. Makanan fermentasi menjadi lebih awet karena seluruh mikrobanya disingkirkan.
  4. Keluarnya asam yang membuat sekitarnya condong ke arah asam menjadi keadaan yang tidak nyaman dihuni banyak mikroba.
JawabanD. Keluarnya asam yang membuat sekitarnya condong ke arah asam menjadi keadaan yang tidak nyaman dihuni banyak mikroba.

Jawabannya cocok dengan kalimat kelima. Pernyataan bahwa keduanya terpisah menurut jenis mikroba bertentangan dengan bacaan yang menyebut itu sekadar perbedaan sudut pandang tentang berguna atau tidaknya hasilnya bagi manusia. Pernyataan bahwa seluruh mikroba disingkirkan berlawanan langsung dengan kalimat bahwa makanan fermentasi terlindungi bukan dengan mengusir mikroba. Pernyataan bahwa hampir tidak pernah dibuat bertentangan dengan bacaan yang menyebut makanan fermentasi justru berkembang pada zaman ketika lemari es belum ada.

Soal 24 | Bagian rumpang dalam bacaan fermentasi

【Bacaan】Fermentasi dan pembusukan sama-sama merupakan kerja mikroba menguraikan makanan. Yang memisahkan keduanya bukanlah jenis mikrobanya sendiri, melainkan sekadar perbedaan sudut pandang, yaitu apakah hasilnya berguna bagi manusia atau tidak. Kalau dalam proses penguraian terbentuk asam dan bahan pembentuk aroma sehingga rasanya menjadi lebih enak atau menjadi lebih awet, itu disebut fermentasi; kalau menjadi tidak bisa dimakan, itu disebut pembusukan. Makanan menjadi lebih awet karena mikroba yang lebih dulu berkembang biak sudah menguasai tempat dan zat hara sehingga mikroba lain yang datang belakangan sulit berkembang biak. Keluarnya asam yang membuat lingkungan sekitarnya condong ke arah asam juga menjadi keadaan yang tidak nyaman dihuni oleh banyak mikroba. (bagian rumpang), makanan fermentasi terlindungi bukan dengan mengusir mikroba, melainkan dengan mempersilakan mikroba yang menguntungkan tinggal lebih dulu. Berkembangnya makanan fermentasi di berbagai daerah pada zaman ketika lemari es belum ada diperkirakan karena orang sudah mengetahui mekanisme ini dari pengalaman. 【Pertanyaan】Kata mana yang paling tepat mengisi bagian rumpang?

  1. misalnya (たとえば, tatoeba)
  2. jadi (つまり, tsumari)
  3. namun (しかし, shikashi)
  4. omong-omong (ところで, tokorode)
JawabanB. jadi (つまり, tsumari)

Di depan bagian rumpang dijelaskan dua hal: mikroba yang lebih dulu berkembang biak menguasai tempat dan zat hara, serta lingkungan yang menjadi asam. Kalimat di belakangnya merangkum kembali keduanya menjadi pernyataan bahwa makanan fermentasi terlindungi dengan mempersilakan mikroba yang menguntungkan tinggal lebih dulu. Karena itu yang masuk adalah kata pengulangan "jadi". Kalau "namun", kedua bagian harus bertentangan padahal isinya sama. Kalau "misalnya", bagian belakang harus berupa contoh, dan kalau "omong-omong", topiknya harus berganti; keduanya tidak berlaku.

Soal 25 | Alasan makanan menjadi awet

【Bacaan】Fermentasi dan pembusukan sama-sama merupakan kerja mikroba menguraikan makanan. Yang memisahkan keduanya bukanlah jenis mikrobanya sendiri, melainkan sekadar perbedaan sudut pandang, yaitu apakah hasilnya berguna bagi manusia atau tidak. Kalau dalam proses penguraian terbentuk asam dan bahan pembentuk aroma sehingga rasanya menjadi lebih enak atau menjadi lebih awet, itu disebut fermentasi; kalau menjadi tidak bisa dimakan, itu disebut pembusukan. Makanan menjadi lebih awet karena mikroba yang lebih dulu berkembang biak sudah menguasai tempat dan zat hara sehingga mikroba lain yang datang belakangan sulit berkembang biak. Keluarnya asam yang membuat lingkungan sekitarnya condong ke arah asam juga menjadi keadaan yang tidak nyaman dihuni oleh banyak mikroba. Jadi makanan fermentasi terlindungi bukan dengan mengusir mikroba, melainkan dengan mempersilakan mikroba yang menguntungkan tinggal lebih dulu. Berkembangnya makanan fermentasi di berbagai daerah pada zaman ketika lemari es belum ada diperkirakan karena orang sudah mengetahui mekanisme ini dari pengalaman. 【Pertanyaan】Mengapa fermentasi membuat makanan menjadi lebih awet?

  1. Karena mikroba yang lebih dulu berkembang biak menguasai tempat dan zat hara sehingga mikroba yang datang belakangan sulit berkembang biak
  2. Karena kadar air makanan makin hilang seiring berlangsungnya penguraian
  3. Karena bahan pembentuk aroma membuat mikroba tidak mau mendekat
  4. Karena dalam proses fermentasi seluruh mikrobanya mati
JawabanA. Karena mikroba yang lebih dulu berkembang biak menguasai tempat dan zat hara sehingga mikroba yang datang belakangan sulit berkembang biak

Kalimat yang dimulai dengan pernyataan tentang makanan menjadi lebih awet langsung menyebutkan alasannya, dan penanda mudahnya adalah bentuk pemberian alasan pada penutup kalimatnya. Mikrobanya bukan mati; bacaan menyebut mekanismenya adalah mempersilakan mikroba yang menguntungkan tinggal. Bahan pembentuk aroma hanya diangkat sebagai perubahan rasa, dan tidak ditulis punya daya menolak mikroba. Hilangnya kadar air juga tidak ada dalam bacaan.

Soal 26 | Pokok bacaan tentang fermentasi

【Bacaan】Fermentasi dan pembusukan sama-sama merupakan kerja mikroba menguraikan makanan. Yang memisahkan keduanya bukanlah jenis mikrobanya sendiri, melainkan sekadar perbedaan sudut pandang, yaitu apakah hasilnya berguna bagi manusia atau tidak. Kalau dalam proses penguraian terbentuk asam dan bahan pembentuk aroma sehingga rasanya menjadi lebih enak atau menjadi lebih awet, itu disebut fermentasi; kalau menjadi tidak bisa dimakan, itu disebut pembusukan. Makanan menjadi lebih awet karena mikroba yang lebih dulu berkembang biak sudah menguasai tempat dan zat hara sehingga mikroba lain yang datang belakangan sulit berkembang biak. Keluarnya asam yang membuat lingkungan sekitarnya condong ke arah asam juga menjadi keadaan yang tidak nyaman dihuni oleh banyak mikroba. Jadi makanan fermentasi terlindungi bukan dengan mengusir mikroba, melainkan dengan mempersilakan mikroba yang menguntungkan tinggal lebih dulu. Berkembangnya makanan fermentasi di berbagai daerah pada zaman ketika lemari es belum ada diperkirakan karena orang sudah mengetahui mekanisme ini dari pengalaman. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang paling tepat sebagai pokok bacaan ini?

  1. Fermentasi dan pembusukan adalah gejala yang dibedakan secara ketat menurut jenis mikroba yang terlibat.
  2. Menyingkirkan mikroba sepenuhnya adalah satu-satunya cara membuat makanan tahan lama.
  3. Fermentasi adalah teknik yang menyebar ke berbagai daerah berkat meluasnya pemakaian lemari es.
  4. Makanan fermentasi terjaga dengan mempersilakan mikroba yang menguntungkan tinggal lebih dulu.
JawabanD. Makanan fermentasi terjaga dengan mempersilakan mikroba yang menguntungkan tinggal lebih dulu.

Kalimat yang dimulai dengan kata perangkum adalah rangkuman keseluruhan, dan di situlah pokoknya diletakkan. Gagasan bahwa keduanya dibedakan secara ketat bertentangan dengan bacaan yang menyebut itu sekadar perbedaan sudut pandang. Bacaan menyebut fermentasi berkembang pada zaman ketika lemari es belum ada, jadi berlawanan dengan penjelasan bahwa meluasnya lemari es adalah pemicunya. Cara menyingkirkan mikroba sepenuhnya juga sudah disangkal bacaan.

Soal 27 | Isi bacaan tentang rapat

【Bacaan】Mengatakan bahwa kita tidak paham di dalam rapat dianggap sebagai hal yang menuntut keberanian. Sebabnya, kita takut ketahuan bahwa kita belum mengerti. Namun, kalau ketidakpahaman itu dibiarkan begitu saja di tempat itu, yang nanti kerepotan bukan hanya orang yang tidak bertanya. Kalau pekerjaan berjalan terus dengan isi keputusan yang salah tangkap dan akhirnya harus diulang, yang kehilangan waktu adalah semua orang. Satu hal lagi yang mudah terlewat adalah bahwa yang merasa tidak paham belum tentu hanya diri kita sendiri. Bagian yang penjelasannya kurang biasanya mengganjal di benak beberapa orang sekaligus. Karena tidak ada seorang pun yang membuka mulut, semuanya hanya terlihat seolah sudah paham. Karena itu, bertanya sebaiknya dipandang bukan sebagai tindakan orang yang lambat mengerti untuk meminta tolong, melainkan sebagai tindakan menambal lubang penjelasan demi semua orang. Rapat menjadi mudah ditanyai atau tidak sebagian besar ditentukan bukan oleh watak pesertanya, melainkan oleh disampaikan atau tidaknya di awal bahwa peserta boleh menyela di tengah jalan. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang sesuai dengan isi bacaan?

  1. Karena tidak ada yang bertanya, semua peserta kadang hanya terlihat seolah sudah paham.
  2. Yang kerepotan karena membiarkan ketidakpahaman hanyalah orang yang tidak bertanya itu sendiri.
  3. Rapat menjadi mudah ditanyai atau tidak ditentukan oleh watak pesertanya.
  4. Yang mengganjal pada bagian yang penjelasannya kurang biasanya hanya satu orang.
JawabanA. Karena tidak ada yang bertanya, semua peserta kadang hanya terlihat seolah sudah paham.

Jawabannya cocok dengan kalimat bahwa karena tidak ada seorang pun yang membuka mulut, semuanya hanya terlihat seolah sudah paham. Pernyataan bahwa yang kerepotan hanya orang itu sendiri bertentangan dengan bacaan yang menyebut bukan hanya orang yang tidak bertanya. Pernyataan bahwa yang mengganjal hanya satu orang bertentangan dengan bacaan yang menyebut biasanya beberapa orang sekaligus. Pernyataan bahwa ditentukan oleh watak peserta bertentangan dengan bacaan yang menyebut bukan oleh watak pesertanya.

Soal 28 | Bagian rumpang dalam bacaan rapat

【Bacaan】Mengatakan bahwa kita tidak paham di dalam rapat dianggap sebagai hal yang menuntut keberanian. Sebabnya, kita takut ketahuan bahwa kita belum mengerti. (bagian rumpang), kalau ketidakpahaman itu dibiarkan begitu saja di tempat itu, yang nanti kerepotan bukan hanya orang yang tidak bertanya. Kalau pekerjaan berjalan terus dengan isi keputusan yang salah tangkap dan akhirnya harus diulang, yang kehilangan waktu adalah semua orang. Satu hal lagi yang mudah terlewat adalah bahwa yang merasa tidak paham belum tentu hanya diri kita sendiri. Bagian yang penjelasannya kurang biasanya mengganjal di benak beberapa orang sekaligus. Karena tidak ada seorang pun yang membuka mulut, semuanya hanya terlihat seolah sudah paham. Karena itu, bertanya sebaiknya dipandang bukan sebagai tindakan orang yang lambat mengerti untuk meminta tolong, melainkan sebagai tindakan menambal lubang penjelasan demi semua orang. Rapat menjadi mudah ditanyai atau tidak sebagian besar ditentukan bukan oleh watak pesertanya, melainkan oleh disampaikan atau tidaknya di awal bahwa peserta boleh menyela di tengah jalan. 【Pertanyaan】Kata mana yang paling tepat mengisi bagian rumpang?

  1. misalnya (たとえば, tatoeba)
  2. namun (しかし, shikashi)
  3. jadi (だから, dakara)
  4. dengan kata lain (つまり, tsumari)
JawabanB. namun (しかし, shikashi)

Di depan bagian rumpang adalah anggapan umum bahwa bertanya itu menakutkan. Di belakangnya adalah isi yang berlawanan dengan anggapan itu, yaitu bahwa berdiam diri merugikan semua orang. Karena itu yang masuk adalah kata pertentangan "namun". Kalau "jadi", kerugian semua orang menjadi akibat dari rasa takut, dan itu tidak nyambung. Kalau "dengan kata lain", bagian belakang harus berupa pengulangan, dan kalau "misalnya", harus berupa contoh; keduanya tidak berlaku.

Soal 29 | Alasan bukan hanya diri sendiri yang rugi

【Bacaan】Mengatakan bahwa kita tidak paham di dalam rapat dianggap sebagai hal yang menuntut keberanian. Sebabnya, kita takut ketahuan bahwa kita belum mengerti. Namun, kalau ketidakpahaman itu dibiarkan begitu saja di tempat itu, yang nanti kerepotan bukan hanya orang yang tidak bertanya. Kalau pekerjaan berjalan terus dengan isi keputusan yang salah tangkap dan akhirnya harus diulang, yang kehilangan waktu adalah semua orang. Satu hal lagi yang mudah terlewat adalah bahwa yang merasa tidak paham belum tentu hanya diri kita sendiri. Bagian yang penjelasannya kurang biasanya mengganjal di benak beberapa orang sekaligus. Karena tidak ada seorang pun yang membuka mulut, semuanya hanya terlihat seolah sudah paham. Karena itu, bertanya sebaiknya dipandang bukan sebagai tindakan orang yang lambat mengerti untuk meminta tolong, melainkan sebagai tindakan menambal lubang penjelasan demi semua orang. Rapat menjadi mudah ditanyai atau tidak sebagian besar ditentukan bukan oleh watak pesertanya, melainkan oleh disampaikan atau tidaknya di awal bahwa peserta boleh menyela di tengah jalan. 【Pertanyaan】Mengapa penulis menyatakan bahwa yang kerepotan karena membiarkan ketidakpahaman bukan hanya orang itu sendiri?

  1. Karena persiapan pihak yang menjelaskan menjadi kurang
  2. Karena kalau orang yang tidak bertanya bertambah, rapatnya sendiri menjadi panjang
  3. Karena jalannya rapat berubah-ubah menurut watak pesertanya
  4. Karena kalau pekerjaan berjalan dengan keputusan yang salah tangkap lalu harus diulang, semua orang kehilangan waktu
JawabanD. Karena kalau pekerjaan berjalan dengan keputusan yang salah tangkap lalu harus diulang, semua orang kehilangan waktu

Kalimat tepat sesudahnya menyebutkan alasannya dengan konkret, yaitu bahwa kalau pekerjaan berjalan dengan isi keputusan yang salah tangkap lalu harus diulang, yang kehilangan waktu adalah semua orang. Soal rapat yang menjadi panjang maupun kurangnya persiapan pihak penjelas tidak ada dalam bacaan. Tentang watak peserta, bacaan justru menyangkal bahwa hal itu menentukan mudah tidaknya orang bertanya.

Soal 30 | Pendapat penulis tentang rapat

【Bacaan】Mengatakan bahwa kita tidak paham di dalam rapat dianggap sebagai hal yang menuntut keberanian. Sebabnya, kita takut ketahuan bahwa kita belum mengerti. Namun, kalau ketidakpahaman itu dibiarkan begitu saja di tempat itu, yang nanti kerepotan bukan hanya orang yang tidak bertanya. Kalau pekerjaan berjalan terus dengan isi keputusan yang salah tangkap dan akhirnya harus diulang, yang kehilangan waktu adalah semua orang. Satu hal lagi yang mudah terlewat adalah bahwa yang merasa tidak paham belum tentu hanya diri kita sendiri. Bagian yang penjelasannya kurang biasanya mengganjal di benak beberapa orang sekaligus. Karena tidak ada seorang pun yang membuka mulut, semuanya hanya terlihat seolah sudah paham. Karena itu, bertanya sebaiknya dipandang bukan sebagai tindakan orang yang lambat mengerti untuk meminta tolong, melainkan sebagai tindakan menambal lubang penjelasan demi semua orang. Rapat menjadi mudah ditanyai atau tidak sebagian besar ditentukan bukan oleh watak pesertanya, melainkan oleh disampaikan atau tidaknya di awal bahwa peserta boleh menyela di tengah jalan. 【Pertanyaan】Pilihan mana yang paling tepat sebagai pendapat penulis?

  1. Bisa tidaknya kita mengaku tidak paham pada akhirnya ditentukan oleh besarnya keberanian orang itu.
  2. Bertanya dalam rapat memutus alurnya, jadi lebih baik ditanyakan secara pribadi sesudah rapat selesai.
  3. Bertanya adalah tindakan menambal lubang penjelasan demi semua orang, dan sebaiknya kita menciptakan suasana yang mudah ditanyai dengan menyampaikan di awal bahwa peserta boleh menyela.
  4. Dalam rapat, yang paling penting adalah orang yang lambat mengerti meminta tolong kepada sekitarnya.
JawabanC. Bertanya adalah tindakan menambal lubang penjelasan demi semua orang, dan sebaiknya kita menciptakan suasana yang mudah ditanyai dengan menyampaikan di awal bahwa peserta boleh menyela.

Dua kalimat penutup yang dimulai dengan kata penyimpul adalah rangkumannya, dan di situ disebutkan baik makna bertanya maupun cara menciptakan suasana yang mudah ditanyai. Karena bacaan dengan tegas menyangkal bahwa bertanya adalah tindakan orang yang lambat mengerti untuk meminta tolong, pilihan tentang meminta tolong justru berlawanan dengan pendapat penulis. Anjuran bertanya secara pribadi tidak ada dalam bacaan; yang ada justru kerugian membiarkan ketidakpahaman di tempat itu. Pandangan bahwa semuanya ditentukan keberanian adalah anggapan umum di pembuka, dan di akhir penulis menyatakan kembali bahwa cara menyampaikanlah yang sebagian besar menentukan.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Pembahasan ini merupakan informasi untuk keperluan belajar. Cakupan dan sistem ujian dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara ujian.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang