Laporan, pemberitahuan, dan konsultasi tampak mirip padahal tujuan penerimanya dan maksudnya berbeda. Pekerjaan dimulai dari menerima instruksi dengan tepat dan mengembalikannya dengan tepat.
Hourensou (報連相) adalah kata yang merangkai huruf awal houkoku (laporan), renraku (pemberitahuan), dan soudan (konsultasi). Laporan adalah mengembalikan hasil atau perkembangan kepada orang yang memberi instruksi, pemberitahuan adalah memberitahukan fakta kepada orang yang terkait, dan konsultasi adalah meminta pendapat atau nasihat ketika Anda ragu dalam mengambil keputusan. Pokoknya adalah bahwa tujuannya berbeda: laporan mengarah ke atas, pemberitahuan ke samping dan sekeliling, dan konsultasi kepada atasan atau senior. Kegagalan yang paling sering dalam hal "saya kira sudah menyampaikan" adalah kelalaian berupa sudah melapor kepada atasan tetapi tidak memberitahukannya kepada bagian terkait.
Laporan disampaikan mulai dari kesimpulan. Urutannya seperti ini: "Mengenai perkara perusahaan A, mereka meminta tenggat diperpanjang 1 minggu. Alasannya keterlambatan bahan di pihak mereka. Dampaknya bagi kita adalah...". Bila Anda mulai bicara dari jalannya perkara, pendengar harus memikul informasi sambil menunggu kesimpulan, sehingga penilaiannya jadi tertunda. Dan kaidah bakunya, semakin buruk kabarnya semakin cepat disampaikan. Makin lama waktu berjalan, makin sedikit pilihan tindakan yang tersisa, jadi sekalipun belum terpecahkan, keluarkanlah faktanya dengan pengantar "ini belum terpecahkan, tetapi...". Yang paling menyulitkan atasan adalah baru diberi tahu adanya masalah pada hari tenggatnya.
Ketika menerima instruksi, begitu dipanggil bawalah dulu catatan dan alat tulis. Dasarnya adalah mendengarkan sampai selesai dan tidak menyela di tengah; tetapi setelah selesai mendengarkan, periksalah kelengkapan 5W2H, yaitu kapan, di mana, siapa, apa, mengapa, bagaimana, dan berapa banyak. Terutama tenggatnya dan bentuk hasil kerja berupa sampai sejauh mana harus dikerjakan, itu wajib dipastikan. Bila Anda diberi tahu "secepatnya saja", ambil kesepakatan dengan menyodorkan tanggal dan jam yang konkret dari pihak Anda, misalnya "apakah dalam hari ini sudah cukup?". Terakhir, ulangi pokok-pokoknya, dan setelah kembali ke meja, rapikan catatan lalu tetapkan rencana memulainya; sampai di situlah satu rangkaian pekerjaannya.
Pada kerja dari rumah, hal yang tadinya tersampaikan begitu saja karena meja berdekatan jadi tidak tersampaikan. Bagikan secara singkat ketika Anda mulai bekerja, ketika mencapai satu tahap, dan ketika selesai. Obrolan daring punya kelebihan berupa lawan bisa memilih waktu membacanya, tetapi sebaliknya tidak cocok untuk urusan mendesak sehingga beralihlah ke telepon atau rapat. Untuk konsultasi yang meminta keputusan, jangan berbalas-balasan panjang hanya dengan tulisan, melainkan jadikan panggilan suara singkat. Bila Anda bisa melakukan ketiga peralihan ini, pekerjaan tetap berjalan meskipun terpisah jarak. Di sisi lain, panggilan suara tidak meninggalkan rekaman, jadi hal yang sudah diputuskan harus selalu dituliskan dan dibagikan. Sekalipun ada rekaman video, mencarinya memakan waktu sehingga penulisan pokok-pokoknya tetap tidak bisa dilewatkan.
Pemakaian laporan, pemberitahuan, dan konsultasi
Golongan
Kepada siapa
Tujuan
Contoh
Laporan
Orang yang memberi instruksi (atasan)
Mengembalikan hasil atau perkembangan agar ia bisa menilai
Pekerjaannya sudah selesai; saya tidak akan sempat sampai tanggal jatuh temponya
Pemberitahuan
Orang yang terkait (rekan, bagian lain, mitra bisnis)
Memberitahukan fakta agar gerak semua pihak selaras
Mengembalikan hasil atau perkembangan kepada orang yang memberi instruksi. Kesimpulan disampaikan lebih dulu, dan fakta dipisahkan dari pendapat sendiri.
Pemberitahuan (renraku, 連絡)
Memberitahukan fakta kepada orang yang terkait. Bukan untuk meminta keputusan; pokoknya adalah menyampaikannya kepada semua orang yang terkena dampaknya.
Konsultasi (soudan, 相談)
Meminta pendapat atau nasihat kepada atasan atau senior ketika ragu mengambil keputusan. Bila Anda datang sambil menyiapkan keadaan dan pilihan-pilihannya, keputusan bisa diambil dalam waktu singkat.
5W2H
Tujuh butir pemeriksaan: kapan, di mana, siapa, apa, mengapa, bagaimana, dan berapa banyak. Dipakai untuk memeriksa kelengkapan saat menerima instruksi.
Laporan antara
Melaporkan perkembangan di tengah jalan sebelum pekerjaan selesai. Pada pekerjaan yang panjang, bila Anda menetapkan titik-titik tahapnya, penyimpangan arah bisa cepat diperbaiki.
Pengulangan
Mengulangi pokok-pokok instruksi yang diterima dengan bersuara, untuk memastikan pemahaman sudah sama.
Contoh soal
Atasan berkata "tolong secepatnya saja". Apa yang Anda lakukan?
Jawaban dan penjelasan Rasa "cepat" berbeda-beda menurut orangnya. Pastikan dengan menyodorkan tanggal dan jam yang konkret, seperti "apakah dalam hari ini sudah cukup?" atau "saya serahkan paling lambat besok sebelum tengah hari", lalu mulailah setelah tercapai kesepakatan.
Terjadi masalah di tengah pekerjaan dan belum terpecahkan. Haruskah dilaporkan?
Jawaban dan penjelasan Laporkan. Asasnya, semakin buruk kabarnya semakin cepat disampaikan; bila baru dilaporkan setelah terpecahkan, tindakan yang bisa diambil jadi berkurang. Sertakan fakta, keadaan saat ini, dan usulan penanganan yang terpikirkan.
Saat bekerja dari rumah, ada yang ingin Anda konsultasikan kepada atasan. Haruskah Anda mengirim obrolan daring yang panjang?
Jawaban dan penjelasan Untuk konsultasi yang meminta keputusan, beralih ke panggilan suara singkat lebih cepat dan lebih tepat. Setelah panggilan, tinggalkan hal yang sudah diputuskan dalam bentuk tulisan di obrolan daring.
Sumber dan dasar: ※ Tidak ada ketentuan resmi mengenai hal ini. Ini adalah rangkuman kebiasaan bisnis yang berlaku luas
2. Prioritas dan pengelolaan jadwal
Kita akan menguasai cara menjajarkan pekerjaan ketika beberapa pekerjaan menumpuk bersamaan, cara menyampaikan kemajuan, serta dasar-dasar hukum tentang jam kerja dan cuti.
Bila pekerjaan menumpuk, jajarkanlah dengan dua sumbu: tingkat kegentingan dan tingkat kepentingan. Yang genting sekaligus penting adalah prioritas tertinggi, tetapi yang menentukan hasil kerja adalah yang penting namun tidak genting, yaitu penyusunan rencana, perbaikan, pembelajaran, dan pembinaan hubungan. Bagian ini akan selalu tertunda bila waktunya tidak diamankan lebih dulu. Yang genting tetapi tidak penting, misalnya pertanyaan yang bisa segera dijawab, cenderung Anda kerjakan duluan; tetapi bila Anda tenggelam di dalamnya, pekerjaan yang penting selalu berakhir tepat menjelang tenggat. Untuk yang tidak genting dan tidak penting sekaligus, konsultasikan kepada atasan termasuk kemungkinan menghentikannya. Bila ragu, keputusannya jadi lebih mudah bila Anda mengukurnya bukan hanya dari tenggatnya, melainkan dari "siapa yang akan kesulitan dan seberapa besar bila ini terlambat".
PDCA adalah cara berpikir memutar empat tahap: Plan (rencana), Do (pelaksanaan), Check (penilaian), dan Act (perbaikan). Yang penting adalah memastikan Check dimasukkan; bila dibiarkan hanya dijalankan tanpa dinilai, kesalahan yang sama akan terulang. Agar bisa dinilai, pada tahap perencanaan perlu ditetapkan "apa yang terjadi barulah disebut berhasil" dalam bentuk angka atau keadaan. Bila Anda beralih ke pelaksanaan dengan sasaran yang masih kabur, tidak ada cara menilainya belakangan.
Jadwal disusun dengan menghitung mundur dari tenggatnya. Bila waktu kerja dijajarkan tanpa celah, penundaan pasti terjadi karena adanya sisipan pekerjaan dan pengulangan, jadi kosongkanlah sekitar dua puluh persen dari keseluruhan sebagai kelonggaran. Jangan lupa memasukkan pula waktu menunggu pemeriksaan atau keputusan orang lain ke dalam tahapannya. Pada pekerjaan yang panjang, tetapkan sendiri tenggat antara dan sampaikan laporan antara pada titik itu. Begitu Anda tahu akan terlambat, sampaikan kesimpulannya lebih dulu, lalu sudah sejauh mana kemajuannya, apa penyebabnya, apa yang diperlukan, dan kapan Anda bisa menyerahkannya. Laporan yang terlalu rinci merampas waktu lawan, jadi lebih baik menetapkan titik-titik tahapnya lalu melaporkannya.
Jam kerja memiliki batas atas menurut undang-undang. Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan (労働基準法, Roudou Kijunhou) menetapkan bahwa pekerja tidak boleh dipekerjakan melebihi 40 jam seminggu dan 8 jam sehari, di luar waktu istirahat (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 32). Untuk mempekerjakan melebihi itu, diperlukan perjanjian tertulis dengan serikat pekerja yang beranggotakan lebih dari separuh pekerja atau dengan wakil lebih dari separuh pekerja, serta pelaporannya kepada instansi pemerintah (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 36). Perjanjian inilah yang umum disebut Perjanjian Pasal 36 (36協定, saburoku kyoutei). Kerja lembur tidak dimulai atas penilaian Anda sendiri, melainkan diajukan menurut prosedur yang ditetapkan perusahaan. Mengenai istirahat pun ditetapkan bahwa bila jam kerja melebihi 6 jam harus diberikan sekurang-kurangnya 45 menit, dan bila melebihi 8 jam sekurang-kurangnya 1 jam, di tengah jam kerja (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 34 ayat 1).
Cuti tahunan berbayar ditetapkan wajib diberikan sebanyak 10 hari kerja, baik berturut-turut maupun terbagi, kepada pekerja yang telah bekerja terus-menerus selama 6 bulan terhitung sejak hari penerimaan kerja dan hadir sekurang-kurangnya 80 persen dari seluruh hari kerja (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 39 ayat 1). Setelah itu, jumlah harinya bertambah sesuai lama masa kerja terus-menerus. Dalam mengambilnya, tidak ada kewajiban menjelaskan alasannya. Namun bila memberikannya pada waktu yang diminta akan mengganggu jalannya usaha secara normal, perusahaan dapat memberikannya pada waktu lain (pasal yang sama ayat 5). Sebagai praktik kerja, adabnya adalah mengajukan permohonan sedini mungkin begitu hari liburnya ditetapkan, serta menyampaikan kepada pihak terkait keadaan perkara yang sedang berjalan, kontak selama Anda tidak ada, dan arah penanganannya.
Menjajarkan pekerjaan dengan tingkat kegentingan dan kepentingan
Golongan
Contoh
Cara menanganinya
Genting dan penting
Penawaran yang tenggatnya hari ini, penanganan keluhan
Mulai kerjakan sekarang juga sebagai prioritas tertinggi
Tidak genting tetapi penting
Penyusunan rencana, perbaikan, pembelajaran, pembinaan hubungan
Amankan waktunya lebih dulu dan jalankan secara terencana
Genting tetapi tidak penting
Pertanyaan singkat, rapat yang hanya formalitas
Selesaikan dalam waktu singkat, atau pikirkan apakah bisa didelegasikan
Tidak genting dan tidak penting
Penyusunan bahan yang tujuannya tidak jelas
Konsultasikan kepada atasan apakah boleh dihentikan
Derajat sampai kapan sesuatu harus dikerjakan. Diukur dari dekatnya tenggat.
Tingkat kepentingan
Derajat seberapa besar pengaruh pekerjaan itu terhadap hasil. Lebih mudah dinilai bila diukur dari siapa yang akan kesulitan dan seberapa besar bila terlambat.
PDCA
Cara menjalankan pekerjaan dengan mengulang empat tahap: Plan (rencana), Do (pelaksanaan), Check (penilaian), Act (perbaikan). Bila penilaiannya dilewati, kesalahan yang sama akan terulang.
Hitung mundur
Menyusun rencana dengan menelusuri tahapannya mundur dari tenggat. Perhitungkan kelonggaran untuk menghadapi sisipan pekerjaan dan waktu menunggu pemeriksaan orang lain.
Perjanjian Pasal 36 (36協定, saburoku kyoutei)
Sebutan bagi perjanjian antara pekerja dan pengusaha yang diperlukan untuk mempekerjakan melebihi jam kerja menurut undang-undang. Perjanjian tertulis harus dibuat dan dilaporkan kepada instansi pemerintah (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 36).
Cuti tahunan berbayar
Cuti sebanyak 10 hari kerja yang diberikan kepada pekerja yang telah bekerja terus-menerus 6 bulan dan hadir sekurang-kurangnya 80 persen dari seluruh hari kerja (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 39 ayat 1). Pengambilannya tidak memerlukan penjelasan alasan.
Hak mengubah waktu cuti
Mekanisme yang memungkinkan perusahaan memberikan cuti pada waktu lain apabila memberikannya pada waktu yang diminta akan mengganggu jalannya usaha secara normal (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 39 ayat 5).
Contoh soal
Tiga pekerjaan menumpuk bersamaan. Yang mana Anda kerjakan lebih dulu?
Jawaban dan penjelasan Jajarkan dengan tingkat kegentingan dan tingkat kepentingan. Yang tenggatnya dekat dan dampaknya besar didahulukan, tetapi bila ragu, tunjukkan ketiganya kepada atasan dan pastikan prioritasnya. Yang paling menyulitkan adalah memikulnya sendirian lalu semuanya terlambat.
Jam kerja sudah lewat tetapi pekerjaan belum selesai. Bolehkah Anda tinggal begitu saja?
Jawaban dan penjelasan Ajukan permohonan menurut prosedur perusahaan. Batas atas jam kerja ditetapkan undang-undang (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 32), dan kerja yang melebihi jam kerja menurut undang-undang mensyaratkan adanya perjanjian pekerja-pengusaha serta pelaporan kepada instansi pemerintah (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 36).
Pada formulir permohonan cuti berbayar ada kolom alasan. Apakah harus diisi?
Jawaban dan penjelasan Tidak ada kewajiban menjelaskan alasan untuk mengambil cuti tahunan berbayar. Namun agar pekerjaan tidak tersendat, ajukanlah sedini mungkin dan sampaikan serah terima pekerjaan serta kontak selama Anda tidak ada.
Sumber dan dasar: Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 32, Pasal 34, Pasal 36, Pasal 39 / ※ Selebihnya adalah kebiasaan dagang yang tidak diatur secara resmi
3. Tindakan awal saat berbuat salah, serta permintaan, rapat, dan serah terima
Justru ketika keadaan tidak berjalan mulus, pola diperlukan. Kita akan merangkum tindakan awal ketika berbuat salah, cara meminta tolong dan cara menolak, adab rapat, serta serah terima pekerjaan.
Tindakan awal ketika menyadari kesalahan intinya hanya dua: jangan menyembunyikannya, dan segera sampaikan kepada atasan. Urutannya: pertama hentikan meluasnya kerugian, lalu sampaikan faktanya, tunjukkan lingkup dampaknya, ajukan usulan penanganan darurat dan mintalah petunjuk, dan terakhir rangkumlah penyebabnya beserta pencegahan agar tidak terulang. Analisis penyebab boleh dilakukan setelah keadaan tenang; yang lebih dahulu diperlukan adalah menghentikan kerugiannya. Bila Anda memakai waktu untuk berusaha menebusnya sendirian, selama itu dampaknya justru meluas. Jangan mulai dari dalih; keluarkan faktanya lebih dulu dengan "mohon maaf, telah terjadi hal seperti ini", dan jelaskan dengan memisahkan dugaan dari fakta. Bila ada kemungkinan berujung pada kebocoran informasi seperti pada salah kirim surel, pastikan dahulu bagaimana penanganan perusahaan sebelum Anda menghubungi pihak itu atas penilaian Anda sendiri.
Ketika meminta orang lain mengerjakan sesuatu, sampaikan empat hal: latar belakang, hasil kerja yang diharapkan, tenggat, dan volumenya. Dengan "tolong ini saja", pihak yang menerima tidak tahu harus membuat apa dan berakhir dengan pengerjaan ulang. Permintaan adalah tindakan yang menambah pekerjaan lawan, jadi pastikan keadaannya, dan bila mendesak, tambahkan alasannya secara singkat. Menguraikan panjang lebar betapa sibuknya Anda tidak akan menentukan isi pekerjaan lawan. Sebaliknya, ketika menolak permintaan, jangan langsung berkata "tidak bisa"; letakkan kata bantalan seperti "osoreirimasu ga", lalu tunjukkan alasan Anda tidak bisa menerimanya beserta hal yang bisa Anda lakukan sebagai gantinya, misalnya tenggat lain, hanya sebagiannya, atau penanggung jawab lain. Menyanggupi dengan gampang lalu meleset dari tenggat jauh lebih merepotkan daripada menolak sejak awal.
Mutu rapat ditentukan oleh pembagian tujuan dan agenda sebelum rapat dibuka. Pada agenda, tulislah pokok bahasannya, lama waktu tiap pokok bahasan, dan apa yang ingin diputuskan dalam rapat itu, lalu kirimkan bahannya lebih dahulu. Selama rapat, catatlah bukan hanya ucapan orang, melainkan juga alasan sampai suatu keputusan diambil; dan pada akhirnya bacakan hal yang diputuskan beserta pekerjaan rumahnya untuk dipastikan. Yang wajib ada dalam notulen adalah tanggal-jam dan tempat, peserta, pokok bahasan, hal yang diputuskan, pekerjaan rumah, dan rencana pertemuan berikutnya. Pekerjaan rumah baru berfungsi bila tiga hal lengkap: siapa, sampai kapan, dan mengerjakan apa. Pokok bahasan yang tidak menghasilkan kesimpulan pun, bila tidak dicatat bahwa ia belum diputuskan dan siapa yang akan mematangkannya sampai kapan, akan membuat perdebatan yang sama terulang pada rapat berikutnya. Notulen makin cepat makin tinggi nilainya, jadi jadikan pembagiannya pada hari itu juga sebagai patokan.
Serah terima adalah pekerjaan menciptakan keadaan agar pekerjaan tetap berjalan tanpa penerus Anda perlu bertanya kepada Anda. Rangkumlah dalam surat serah terima: daftar pekerjaan yang ditangani, perkara yang sedang berjalan beserta keadaannya, pihak terkait dan kontaknya, riwayat masa lalu dan hal yang perlu diperhatikan, serta tempat penyimpanan dokumen dan data. Serah terima yang hanya lisan pasti menyisakan yang terlewat. Terutama "janji yang tidak tertinggal dalam dokumen" dan "riwayat kejadian yang nyaris menjadi masalah" adalah bagian yang paling menyulitkan penerus, jadi pastikan ditulis dan ditinggalkan.
Butir-butir yang wajib ditulis dalam notulen
Butir
Isi yang ditulis
Hal yang perlu diperhatikan
Tanggal-jam dan tempat
Tanggal dan jam pelaksanaan, serta apakah di ruang rapat atau daring
Seragamkan penulisannya agar mudah dicari belakangan
Peserta
Orang yang hadir dan yang tidak hadir
Ditulis dengan asumsi akan dibagikan juga kepada yang tidak hadir
Pokok bahasan
Butir-butir yang dibicarakan
Jajarkan menurut urutan agendanya
Hal yang diputuskan
Hal yang sudah diputuskan dan yang belum diputuskan
Hal yang belum diputuskan pun wajib ditinggalkan dalam catatan
Pekerjaan rumah
Siapa, sampai kapan, mengerjakan apa
Yang tidak lengkap ketiga halnya tidak menjadi pekerjaan rumah
Rencana berikutnya
Tanggal-jam dan pokok bahasan rapat berikutnya
Bila ditetapkan saat itu juga, penyesuaian jadwal jadi lebih cepat
Tindakan pertama yang diambil tepat setelah masalah terjadi. Tiangnya adalah menghentikan meluasnya kerugian dan cepat menyampaikannya kepada atasan.
Pencegahan berulang
Memperbaiki mekanisme dan prosedur agar masalah yang sama tidak terjadi dua kali. Analisis penyebab dilakukan setelah penanganan darurat selesai.
Kata bantalan
Ungkapan yang diletakkan sebelum permintaan atau penolakan untuk memperlembut kesannya, seperti "osoreirimasu ga" dan "ainiku desu ga".
Agenda
Bahan yang dibagikan sebelum rapat, berisi pokok bahasan, lama waktu tiap pokok bahasan, dan apa yang ingin diputuskan. Dibuat agar peserta bisa datang dengan persiapan.
Notulen
Rekaman rapat. Ditulis tanggal-jam dan tempat, peserta, pokok bahasan, hal yang diputuskan, pekerjaan rumah, dan rencana berikutnya. Hal yang belum diputuskan pun ditinggalkan.
Surat serah terima
Dokumen yang merangkum daftar pekerjaan, perkara yang sedang berjalan, pihak terkait, hal yang perlu diperhatikan, dan tempat penyimpanan bahan, ketika terjadi pergantian penanggung jawab.
Contoh soal
Anda salah memasukkan alamat sehingga surel untuk mitra bisnis terkirim ke perusahaan lain. Apa yang pertama Anda lakukan?
Jawaban dan penjelasan Segera laporkan kepada atasan. Salah kirim berpotensi berujung pada kebocoran informasi dan perusahaan perlu menetapkan penanganannya. Sebelum Anda menghubungi penerima yang keliru atas penilaian sendiri, sampaikan dengan tepat faktanya, isi yang terkirim, dan alamat tujuannya.
Anda menerima permintaan mendesak dari senior, tetapi hari ini Anda punya tenggat sendiri sehingga tidak bisa menerimanya.
Jawaban dan penjelasan Sampaikan dengan menyertakan alasan dan usulan alternatif, seperti "osoreirimasu ga, hari ini saya ada tenggat urusan lain sehingga tidak ada waktu luang. Bila besok sebelum tengah hari boleh, saya bersedia mengerjakannya". Yang paling menyulitkan adalah diam-diam memikulnya lalu membuat keduanya terlambat.
Apakah hal yang tidak jadi diputuskan boleh tidak ditulis dalam notulen?
Jawaban dan penjelasan Tulislah. Bila tidak dicatat apa yang belum diputuskan, perdebatan yang sama akan terulang pada rapat berikutnya. Lebih pasti lagi bila ditulis pula siapa yang akan mematangkannya sampai kapan.
Sumber dan dasar: ※ Tidak ada ketentuan resmi mengenai hal ini. Ini adalah rangkuman kebiasaan bisnis yang berlaku luas
Kuis pemahaman
Soal 1 | Hō-ren-sō
Mana penjelasan yang tepat tentang hō-ren-sō (報連相 — melapor, memberi kabar, berkonsultasi)?
Berkonsultasi (相談) berarti mengembalikan hasil kepada orang yang memberi perintah
Melapor (報告) berarti memberitahukan fakta kepada seluruh pihak terkait
Melapor (報告) berarti mengembalikan hasil atau perkembangan kepada orang yang memberi perintah
Memberi kabar (連絡) berarti meminta penilaian dan nasihat
JawabanC. Melapor (報告) berarti mengembalikan hasil atau perkembangan kepada orang yang memberi perintah
Melapor adalah mengembalikan hasil atau perkembangan kepada pemberi perintah, memberi kabar adalah memberitahukan fakta kepada orang-orang yang terkait, dan berkonsultasi adalah meminta penilaian atau nasihat. Ketiganya berbeda sasaran dan tujuannya.
Soal 2 | Kabar buruk
Terjadi masalah pada pekerjaan yang sedang berjalan. Mana cara melapor yang tepat?
Melapor sekaligus setelah masalahnya selesai
Melaporkan faktanya begitu diketahui, sekalipun belum terselesaikan
Kalau ada kemungkinan bisa ditangani sendiri, sengaja tidak melapor
Menunggu sampai rapat rutin minggu depan, baru melapor
JawabanB. Melaporkan faktanya begitu diketahui, sekalipun belum terselesaikan
Asasnya, makin buruk kabarnya makin cepat disampaikan. Makin lama waktu berlalu, makin sedikit langkah yang bisa diambil. Sekalipun belum selesai, sampaikan lebih awal disertai fakta, keadaan sekarang, dan usulan penanganan yang terpikirkan.
Soal 3 | Kesimpulan dulu
Mana cara menyusun laporan lisan kepada atasan yang tepat?
Memulai dari kesan dan penyesalan sendiri
Menceritakan proses secara berurutan dari awal, dan menyampaikan kesimpulan di bagian akhir
Tidak mengatakan apa-apa sampai ditanya lawan bicara
Menyampaikan kesimpulan lebih dahulu, lalu melanjutkannya dengan alasan dan prosesnya
JawabanD. Menyampaikan kesimpulan lebih dahulu, lalu melanjutkannya dengan alasan dan prosesnya
Kalau kesimpulan ditaruh di depan, pendengar dapat menata informasi berikutnya sebagai bahan penilaian. Kalau dimulai dari prosesnya, ia dipaksa menahan penilaian sampai kesimpulannya keluar.
Soal 4 | Cara menerima perintah
Mana tindakan yang TIDAK tepat ketika menerima perintah dari atasan?
Kembali ke meja tanpa meninggalkan catatan, karena merasa isinya bisa diingat
Mendengarkan sampai selesai, lalu menanyakan sekaligus bagian yang belum dipahami
Mengulangi pokok yang tertangkap, agar pemahaman dengan atasan menjadi sama
Membawa memo dan alat tulis, lalu mencatat pokok-pokoknya sambil mendengarkan
JawabanA. Kembali ke meja tanpa meninggalkan catatan, karena merasa isinya bisa diingat
Kalau hanya mengandalkan ingatan, akan terjadi kelewatan dan salah tangkap. Mencatat, mengulangi untuk menyamakan pemahaman, dan merapikan catatan setelah kembali ke meja — itu semua bagian dari cara menerima perintah.
Soal 5 | Butir 5W2H
Di antara butir yang dipastikan ketika menerima perintah, mana yang TIDAK termasuk dalam 5W2H?
Atas perkenalan siapa
Berapa biayanya
Sampai kapan harus dikerjakan
Bagaimana cara mengerjakannya
JawabanA. Atas perkenalan siapa
5W2H terdiri atas 7 hal: kapan, di mana, siapa, apa, mengapa, bagaimana, dan berapa. "Atas perkenalan siapa" tidak termasuk. Yang terutama wajib dipastikan adalah tenggat dan bentuk hasil kerjanya.
Soal 6 | Tenggat yang kabur
Anda diperintah dengan kalimat "tolong secepatnya ya". Mana tanggapan yang tepat?
Menganggap cukup diserahkan pada waktu yang Anda sendiri anggap cepat, lalu meneruskan pekerjaan begitu saja
Menunggu tanpa menyentuhnya sampai atasan sendiri yang menagih
Karena tenggatnya tidak disebutkan, penggarapannya itu sendiri ditunda belakangan
Memastikannya dengan menyebutkan tanggal dan jam yang jelas, misalnya apakah cukup dalam hari ini
JawabanD. Memastikannya dengan menyebutkan tanggal dan jam yang jelas, misalnya apakah cukup dalam hari ini
Rasa "cepat" berbeda-beda antarorang, jadi kitalah yang menyebutkan tanggal dan jam yang jelas lalu menyepakatinya. Kalau diteruskan dalam keadaan kabur, kita akan dibilang lambat, atau terlalu terburu-buru sehingga mutunya turun.
Soal 7 | Kabar yang terlewat
Jam mulai rapat berubah, dan hal itu sudah dilaporkan kepada atasan. Mana tindakan berikutnya yang tepat?
Mengabarkan perubahan itu kepada seluruh pihak terkait yang dijadwalkan hadir
Mengadakannya hanya dengan orang-orang yang tahu perubahan itu
Menyampaikannya secara lisan di depan ruang rapat pada hari itu
Karena sudah disampaikan kepada atasan, tidak melakukan apa pun lagi
JawabanA. Mengabarkan perubahan itu kepada seluruh pihak terkait yang dijadwalkan hadir
Melapor dan memberi kabar berbeda sasarannya. Kalau berhenti pada laporan kepada atasan, faktanya tidak sampai ke pihak terkait. Kabar yang memberitahukan fakta disampaikan kepada semua orang yang terkena dampaknya.
Soal 8 | Cara berkonsultasi
Mana tindakan yang tepat ketika muncul perkara yang membuat Anda ragu menilai?
Menyerahkan keputusannya kepada mitra usaha
Membiarkannya begitu saja karena tidak dapat menilai
Berkonsultasi dengan atasan sambil menunjukkan keadaannya dan pilihan-pilihannya
Memutuskan sendiri, dan melapor kalau nanti menjadi masalah
JawabanC. Berkonsultasi dengan atasan sambil menunjukkan keadaannya dan pilihan-pilihannya
Berkonsultasi adalah tindakan meminta penilaian atau nasihat. Jangan melemparkan seluruhnya; kalau kita datang sudah menyiapkan keadaan, pilihan-pilihan, usulan yang kita jagokan, dan alasannya, keputusan pun cepat diambil.
Soal 9 | Hō-ren-sō saat kerja dari rumah
Mana yang TIDAK tepat mengenai hō-ren-sō (報連相) pada kerja dari rumah?
Untuk keperluan mendesak, beralih ke telepon dan bukan obrolan tertulis
Konsultasi tidak dilakukan bolak-balik panjang hanya lewat tulisan, melainkan dialihkan ke panggilan suara
Karena tidak masuk kantor, pembagian kemajuan pekerjaan dilakukan sekaligus di akhir bulan
Membagikan awal dan akhir pekerjaan hari itu kepada pihak terkait dalam kalimat pendek
JawabanC. Karena tidak masuk kantor, pembagian kemajuan pekerjaan dilakukan sekaligus di akhir bulan
Saat kerja dari rumah, keadaan kita tidak terlihat oleh sekeliling, jadi frekuensi berbagi informasi justru dinaikkan. Kalau ditumpuk sampai akhir bulan, keterlambatan dan salah paham baru ditemukan terlambat.
Soal 10 | Mencatat keputusan
Mana perlakuan yang tepat terhadap hal-hal yang diputuskan dalam rapat daring?
Karena ada rekamannya, tidak perlu dituliskan
Cukup diingat-ingat lalu dipastikan pada rapat berikutnya
Karena diputuskan secara lisan, catatannya tidak perlu ditinggalkan
Menuliskan hal-hal yang diputuskan lalu membagikannya kepada para peserta
JawabanD. Menuliskan hal-hal yang diputuskan lalu membagikannya kepada para peserta
Panggilan suara tidak meninggalkan catatan, dan salah dengar pun terjadi. Kalau hal yang diputuskan dan tugas lanjutannya ditinggalkan dalam bentuk tulisan lalu dibagikan, selisih pemahaman lebih cepat ditemukan. Mencari isi rekaman memakan waktu, jadi rekaman bukan alasan untuk meniadakan penulisan pokok-pokoknya.
Soal 11 | Urutan prioritas
Ketika pekerjaan dipilah menurut kegentingan dan kepentingan, golongan mana yang waktunya perlu disediakan lebih dahulu dalam jadwal karena kalau dibiarkan akan selalu tertunda?
Yang genting dan penting
Yang tidak genting tetapi penting
Yang tidak genting dan tidak penting
Yang genting tetapi tidak penting
JawabanB. Yang tidak genting tetapi penting
Yang genting dan penting toh akan disentuh sekalipun dibiarkan. Yang menentukan hasil kerja justru golongan yang tidak genting tetapi penting, seperti penyusunan rencana dan perbaikan; kalau waktunya tidak disediakan lebih dahulu, ia akan selalu tertunda.
Urutannya Plan (rencana), Do (pelaksanaan), Check (evaluasi), Act (perbaikan). Kalau evaluasi dilewati, kegagalan yang sama akan terulang; karena itu pada tahap perencanaan sudah ditetapkan apa yang dijadikan ukuran keberhasilan.
Soal 13 | Laporan antara
Anda diberi pekerjaan yang memakan waktu 1 bulan. Mana cara menjalankannya yang tepat?
Terus menyampaikan isi pekerjaan setiap hari secara lisan sampai sedetail-detailnya
Menetapkan sendiri tenggat-tenggat antara, dan melaporkan kemajuannya di tengah jalan
Baru menilai keburu atau tidaknya pada hari sebelum tenggat
Tidak melapor sampai selesai, dan menyerahkannya sekaligus di akhir
JawabanB. Menetapkan sendiri tenggat-tenggat antara, dan melaporkan kemajuannya di tengah jalan
Pada pekerjaan yang panjang, arahnya melenceng di tengah jalan. Kalau laporan antara diselipkan, perbaikan dapat dilakukan pada tahap awal. Laporan yang terlalu rinci merampas waktu lawan, jadi lebih baik disampaikan pada titik-titik peralihan yang sudah ditetapkan.
Soal 14 | Mengabari keterlambatan
Anda mengetahui tidak akan keburu memenuhi tenggat. Mana cara menyampaikannya kepada atasan yang TIDAK tepat?
Menyampaikannya segera begitu diketahui
Menyampaikan kesimpulan bahwa tidak akan keburu lebih dahulu
Menunggu dan melihat keadaan sampai hari tenggat, lalu menyampaikannya pada hari itu
Menunjukkan sampai sejauh mana pekerjaan sudah selesai
JawabanC. Menunggu dan melihat keadaan sampai hari tenggat, lalu menyampaikannya pada hari itu
Kalau baru diberi tahu pada hari itu, atasan tidak dapat mengambil langkah apa pun. Urutan yang benar adalah, begitu diketahui, sampaikan kesimpulan, kemajuan, penyebab, bantuan yang diperlukan, dan tanggal-jam kapan pekerjaan dapat diserahkan.
Soal 15 | Persiapan cuti
Sudah diputuskan Anda akan mengambil cuti 1 minggu lagi. Mana persiapan sebelum cuti yang paling tepat?
Menyembunyikan rencana cuti sampai saat-saat terakhir, dan mengabarkannya pada pagi hari itu
Merangkum keadaan pekerjaan yang ditangani dan hal-hal yang perlu dialihkan, lalu membagikannya kepada pihak terkait
Tidak melakukan apa pun secara khusus, karena email yang masuk selama tidak ada cukup dibaca sekaligus setelah kembali
Menetapkan bahwa keperluan mendesak dihubungi ke ponsel sendiri selama cuti
JawabanB. Merangkum keadaan pekerjaan yang ditangani dan hal-hal yang perlu dialihkan, lalu membagikannya kepada pihak terkait
Cuti adalah hak, tetapi pekerjaan tidak berhenti. Dasarnya adalah menuliskan perkara yang sedang berjalan, tenggatnya, kontaknya, dan kepada siapa penilaian dititipkan, lalu membagikannya. Kalau kita berpijak pada anggapan akan menanganinya sendiri selama cuti, arti cuti itu hilang, dan ketika kita tidak dapat dihubungi tidak seorang pun bisa bergerak. Menyembunyikannya sampai saat terakhir paling harus dihindari karena sekeliling jadi tidak dapat bersiap.
Soal 16 | Perjanjian 36
Mana prosedur yang benar dan diperlukan untuk mempekerjakan orang melebihi jam kerja legal?
Membuat perjanjian tertulis dengan pihak seperti wakil mayoritas pekerja, dan melaporkannya kepada instansi pemerintah
Kalau orangnya sendiri setuju, prosedurnya tidak diperlukan
Cukup izin lisan dari atasan di tempat itu juga, sehingga prosedur tertulis sama sekali tidak diperlukan
Cukup menuliskan dalam peraturan perusahaan bahwa lembur kadang diberlakukan lalu menyosialisasikannya, dan prosedurnya sudah selesai
JawabanA. Membuat perjanjian tertulis dengan pihak seperti wakil mayoritas pekerja, dan melaporkannya kepada instansi pemerintah
Ini ketentuan Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan (労働基準法) Pasal 36, dan perjanjian ini umum disebut saburoku kyōtei (36協定 — perjanjian 36). Diperlukan keduanya: perjanjian tertulis dan pelaporan kepada instansi pemerintah; izin lisan atau persetujuan orangnya saja tidak cukup.
Soal 17 | Mengajukan cuti
Mana cara menjalankan pengajuan cuti tahunan berbayar yang tepat?
Selama rekan di divisi yang sama belum mengambil cuti tahunan berbayar, kita sendiri pun tidak boleh mengajukannya
Mengajukannya lebih awal begitu jalannya pekerjaan sudah terbayang, dan membicarakan jadwalnya kalau berbenturan dengan masa sibuk
Tidak dapat mengajukan cuti kecuali alasan pengambilannya dijelaskan secara terperinci
Cukup memberitahukannya secara sepihak lewat email setelah jam pulang pada hari sebelumnya, dan persetujuan perusahaan tidak diperlukan
JawabanB. Mengajukannya lebih awal begitu jalannya pekerjaan sudah terbayang, dan membicarakan jadwalnya kalau berbenturan dengan masa sibuk
Makin awal diajukan, makin luas ruang penyesuaiannya. Secara hukum, menyampaikan alasan pengambilan bukanlah syarat, tetapi membicarakannya ketika jadwalnya berbenturan dengan pekerjaan adalah adab dalam praktik kerja. Keadaan pengambilan cuti rekan tidak ada hubungannya dengan hak kita sendiri. Pemberitahuan sepihak setelah kejadian membuat pengalihan pekerjaan tidak dapat dilakukan dan menyulitkan sekeliling.
Soal 18 | Hak mengubah waktu cuti
Mana yang benar menurut Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan tentang tanggapan perusahaan atas permohonan cuti tahunan berbayar?
Apabila memberikannya pada waktu yang dimohonkan akan mengganggu jalannya usaha secara normal, perusahaan dapat memberikannya pada waktu yang lain
Kalau sisa hari cuti pada akhir tahun buku dibeli sekaligus, cuti tahunan berbayar sejak awal tidak perlu diberikan
Apabila perusahaan tidak dapat menerima alasan pengambilan yang disampaikan pekerja, perusahaan dapat menolak pengambilannya
Untuk masa yang termasuk masa sibuk, perusahaan dapat menetapkan lebih dahulu dalam peraturan perusahaan bahwa pengambilan cuti tidak diizinkan secara menyeluruh
JawabanA. Apabila memberikannya pada waktu yang dimohonkan akan mengganggu jalannya usaha secara normal, perusahaan dapat memberikannya pada waktu yang lain
Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan (労働基準法) Pasal 39 ayat 5 menetapkan bahwa cuti berbayar harus diberikan pada waktu yang dimohonkan pekerja, dan hanya apabila hal itu mengganggu jalannya usaha secara normal barulah cuti dapat diberikan pada waktu yang lain. Penolakan berdasarkan alasan pengambilan maupun larangan menyeluruh tidak dibenarkan.
Soal 19 | Berkonsultasi soal beban kerja
Mana tindakan yang paling tepat ketika lembur berlarut-larut sampai pekerjaan tidak lagi tertangani?
Meletakkan pekerjaan yang tidak tertangani di atas meja rekan kerja tanpa izin, dan menyerahkan seluruh penanganan selanjutnya kepadanya
Tidak mengatakannya kepada siapa pun karena khawatir penilaiannya turun, lalu terus lembur dan memikulnya sendirian
Menyampaikan jumlah pekerjaan yang dipikul beserta tenggatnya kepada atasan, membicarakan urutan prioritasnya, dan kalau perlu berkonsultasi pula ke loket konsultasi internal
Tidak mengabari ketika mengetahui tidak akan keburu memenuhi tenggat, dan baru melapor kepada atasan pada hari tenggatnya
JawabanC. Menyampaikan jumlah pekerjaan yang dipikul beserta tenggatnya kepada atasan, membicarakan urutan prioritasnya, dan kalau perlu berkonsultasi pula ke loket konsultasi internal
Memikulnya sendirian adalah yang paling sulit diperbaiki kemudian. Kalau kita menyampaikan dengan angka apa saja yang memakan waktu berapa banyak dan mana yang tampaknya akan terlambat, atasan dapat memutuskan penukaran urutan atau pengiriman bantuan. Melimpahkan tanpa izin dan diam sampai saat terakhir sama-sama merampas pilihan yang tersedia bagi sekeliling.
Soal 20 | Merencanakan mundur
Mana cara menyusun jadwal pekerjaan bertenggat yang tepat?
Menetapkan bahwa pekerjaan dimulai kapan saja bisa dimulai, dan tidak menyusun rencana
Menjajarkan waktu kerja tanpa celah, dan tidak menyediakan kelonggaran
Menghitung mundur dari tenggat, dan menyediakan kelonggaran untuk menghadapi sisipan pekerjaan dan pengerjaan ulang
Tidak memikirkan jadwal orang lain, dan menyusunnya hanya menurut keperluan sendiri
JawabanC. Menghitung mundur dari tenggat, dan menyediakan kelonggaran untuk menghadapi sisipan pekerjaan dan pengerjaan ulang
Sisipan pekerjaan dan pengerjaan ulang pasti terjadi, jadi rencana tanpa kelonggaran pasti terlambat. Waktu menunggu pemeriksaan dan keputusan orang lain pun dimasukkan ke dalam tahapan ketika menghitung mundur.
Soal 21 | Langkah awal atas kesalahan
Mana langkah awal yang tepat ketika Anda menyadari kesalahan dalam pekerjaan?
Menghentikan meluasnya kerugian, dan segera menyampaikannya kepada atasan
Menilainya setelah mencoba apakah Anda dapat memperbaikinya sendiri
Melaporkannya sekaligus ketika hal yang sama terjadi lagi berikutnya
Menyampaikannya kepada atasan setelah penyebabnya jelas diketahui
JawabanA. Menghentikan meluasnya kerugian, dan segera menyampaikannya kepada atasan
Yang lebih dahulu diperlukan adalah menghentikan kerugian dan cepat menyampaikannya kepada atasan. Menganalisis penyebab boleh dilakukan setelah keadaan tenang. Selagi kita berusaha memperbaikinya sendiri, dampaknya justru meluas.
Soal 22 | Email salah kirim
Email untuk mitra usaha salah terkirim ke perusahaan lain. Mana tindakan pertama yang tepat?
Menelepon permintaan maaf ke alamat yang salah itu atas penilaian sendiri
Melapor kepada atasan, dan memastikan penanganan sebagai perusahaan
Menunggu dan melihat keadaan sebentar, karena ada kemungkinan lawan tidak menyadarinya
Tidak mengatakannya kepada siapa pun, dan hanya mencoba membatalkan pengirimannya
JawabanB. Melapor kepada atasan, dan memastikan penanganan sebagai perusahaan
Salah kirim berisiko menyebabkan kebocoran informasi, sehingga penanganannya perlu diputuskan sebagai perusahaan. Kalau kita menghubungi lebih dahulu atas penilaian pribadi, keadaannya kadang justru menjadi rumit. Sampaikan secara tepat faktanya, isi yang terkirim, dan alamat tujuannya.
Soal 23 | Cara meminta tolong
Di antara hal yang disampaikan ketika meminta rekan kerja mengerjakan sesuatu, mana yang paling rendah prioritasnya?
Penjelasan terperinci tentang betapa sibuknya diri Anda sekarang
Bentuk hasil kerja yang diinginkan
Latar belakang dan tujuan permintaannya
Tenggat, yaitu sampai kapan hal itu diperlukan
JawabanA. Penjelasan terperinci tentang betapa sibuknya diri Anda sekarang
Yang dibutuhkan pihak yang menerima permintaan adalah latar belakang, hasil kerja, tenggat, dan volumenya. Menceritakan panjang lebar keadaan diri sendiri tidak menentukan isi pekerjaan lawan. Kalau mendesak, sertakan alasannya secara singkat.
Soal 24 | Cara menolak
Mana cara menyampaikan yang tepat ketika Anda tidak dapat menerima permintaan karena sedang tidak senggang?
Melimpahkannya sendiri ke orang lain tanpa berkonsultasi dengan atasan
Mengawali dengan kata bantalan permohonan maaf, lalu menolak sambil menyertakan alasan dan usulan penggantinya
Menerimanya dulu, dan meminta maaf pada saatnya kalau ternyata tidak keburu
Hanya menjawab tidak bisa, tanpa menyebutkan alasan sama sekali
JawabanB. Mengawali dengan kata bantalan permohonan maaf, lalu menolak sambil menyertakan alasan dan usulan penggantinya
Menyanggupi dengan mudah lalu meleset dari tenggat justru lebih merepotkan. Taruh kata bantalan — misalnya 「恐れ入りますが」 (osore irimasu ga — mohon maaf sebelumnya) — lalu tunjukkan alasan tidak dapat menerimanya serta usulan pengganti, misalnya tenggat lain atau kesanggupan mengerjakan sebagiannya saja.
Soal 25 | Agenda
Mana isi yang TIDAK tepat untuk ditulis pada agenda rapat?
Waktu yang dialokasikan untuk setiap pokok bahasan
Denah tempat duduk untuk ramah tamah setelah rapat
Cakupan hal-hal yang ingin diputuskan dalam rapat itu
Pokok bahasan yang diangkat dan urutannya
JawabanB. Denah tempat duduk untuk ramah tamah setelah rapat
Agenda adalah dokumen agar peserta dapat datang dalam keadaan siap. Pokok bahasan, alokasi waktu, dan hal yang ingin diputuskan dibagikan lebih dahulu, dan bahannya pun dikirim lebih dulu.
Soal 26 | Pokok notulen
Mana hal yang tepat sebagai hal yang wajib dicantumkan dalam notulen?
Tugas lanjutan: siapa, sampai kapan, mengerjakan apa
Daftar perlengkapan yang ada di ruang rapat beserta jumlahnya masing-masing
Rincian nada bicara dan air muka masing-masing orang yang berbicara
Susunan di posisi mana peserta duduk di dalam ruang rapat
JawabanA. Tugas lanjutan: siapa, sampai kapan, mengerjakan apa
Inti notulen adalah hal yang diputuskan dan tugas lanjutan. Tugas lanjutan baru berfungsi kalau tiga hal lengkap: penanggung jawab, tenggat, dan isinya. Hal yang tidak berhasil diputuskan pun tetap dicatat.
Soal 27 | Menangani yang belum diputuskan
Mana perlakuan yang tepat terhadap pokok bahasan yang tidak menghasilkan kesimpulan dalam rapat?
Menyerahkannya pada ingatan masing-masing peserta
Karena tidak menghasilkan kesimpulan, pokok bahasan itu sendiri ditarik
Tidak ditulis dalam notulen, dan dibicarakan lagi lain kali
Meninggalkan dalam notulen bahwa hal itu belum diputuskan, serta siapa yang akan menuntaskannya sampai kapan
JawabanD. Meninggalkan dalam notulen bahwa hal itu belum diputuskan, serta siapa yang akan menuntaskannya sampai kapan
Kalau yang belum diputuskan tidak dicatat, perdebatan yang sama terulang pada rapat berikutnya. Tuliskan apa yang belum diputuskan, serta siapa yang akan menuntaskannya sampai kapan.
Soal 28 | Serah terima tugas
Mana yang tepat sebagai serah terima ketika penanggung jawab berganti?
Menetapkan bahwa hanya perkara yang sedang berjalan yang disampaikan, dan tidak menyampaikan riwayat masa lalu maupun pihak terkait
Merangkum dalam surat serah terima: daftar pekerjaan, perkara yang sedang berjalan, pihak terkait, hal yang perlu diperhatikan, dan tempat penyimpanan bahan
Cukup menjawab kalau penerusnya mengajukan pertanyaan
Cukup disampaikan secara lisan kepada penerus, dan tidak perlu ditinggalkan dalam bentuk dokumen
JawabanB. Merangkum dalam surat serah terima: daftar pekerjaan, perkara yang sedang berjalan, pihak terkait, hal yang perlu diperhatikan, dan tempat penyimpanan bahan
Kalau hanya lisan, pasti ada yang terlewat. Terutama janji yang tidak tertinggal dalam dokumen dan riwayat perkara yang nyaris menjadi masalah adalah bagian yang paling menyulitkan penerus, jadi tuliskan dalam surat serah terima.
Soal 29 | Mengajukan lembur
Mana tindakan yang tepat ketika muncul kebutuhan meneruskan pekerjaan setelah jam kerja resmi?
Mengajukannya menurut prosedur yang ditetapkan perusahaan
Membawanya pulang ke rumah dan meneruskannya di sana
Bekerja tanpa meninggalkan catatan
Tetap tinggal tanpa mengajukan, dan menyampaikannya secara lisan kemudian
JawabanA. Mengajukannya menurut prosedur yang ditetapkan perusahaan
Kerja yang melebihi jam kerja legal berpijak pada adanya perjanjian buruh-majikan dan pelaporan kepada instansi pemerintah (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan / 労働基準法 Pasal 36), dan perusahaan perlu mengetahui jam kerja karyawannya. Tinggal tanpa mengajukan, bekerja tanpa catatan, dan membawa pulang pekerjaan semuanya harus dihindari.
Soal 30 | Memastikan permintaan
Di antara hal yang dipastikan ketika menerima permintaan pekerjaan, mana yang paling rendah prioritasnya?
Bentuk dan volume hasil kerjanya
Kepada siapa berkonsultasi ketika ragu menilai
Tenggat, yaitu sampai kapan hal itu diperlukan
Riwayatnya, yaitu si pemohon sendiri diminta oleh siapa
JawabanD. Riwayatnya, yaitu si pemohon sendiri diminta oleh siapa
Yang harus ditetapkan pada saat menerimanya adalah: apa, sampai kapan, diserahkan dalam bentuk apa, dan kepada siapa bertanya kalau ragu. Riwayat permintaannya memang berguna kalau diketahui, tetapi pekerjaan tetap dapat dimulai tanpa itu. Sebaliknya, kalau tenggat dan bentuk hasil kerjanya dibiarkan kabur, hasilnya harus dibuat ulang setelah diserahkan.
Latihan: kerjakan soal di halaman ini
Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.
* Pembahasan ini merupakan informasi untuk keperluan belajar. Cakupan dan sistem ujian dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara ujian.
Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang