Ruang Belajar Karinoya

Dunia Kerja & Cari Kerja · Lab Dasar-Dasar Bisnis

Upacara & hadiah

Anda dapat membaca materi, soal, dan pembahasan dalam Bahasa Indonesia.

Versi bahasa Jepang →

Materi

1. Adab acara sukacita (mizuhiki, noshi, tulisan muka amplop, dan balasan undangan)

Berpusat pada hadiah pernikahan, Anda akan menguasai sebagai satu rangkaian: cara memilih mizuhiki, makna noshi, cara menulis di muka amplop, cara merapikan amplop hadiah, sampai membalas undangan.

Ketika memberikan barang atau uang tunai pada acara sukacita, pertama-tama pilihlah mizuhiki (水引), yaitu tali hias pada amplop. Untuk perayaan yang boleh terjadi berulang kali, dipakai chou musubi (蝶結び), simpul kupu-kupu yang bisa dilepas dan diikat ulang berkali-kali, dan disebut juga hana musubi (花結び). Untuk hal yang diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup seperti pernikahan, dipakai musubi kiri (結び切り), simpul mati yang tidak bisa dilepas, termasuk salah satu jenisnya yaitu awaji musubi (あわじ結び). Kaiki iwai, yaitu perayaan kesembuhan dari sakit atau cedera, juga sebaiknya tidak berulang sehingga dipilih musubi kiri. Karena bila Anda keliru di sini maknanya menjadi terbalik, pastikan dulu peruntukannya sebelum membeli amplopnya. Perlu dicatat, ada perbedaan menurut daerah dalam adab yang rinci, jadi bila ragu, lebih pasti bertanya kepada orang yang lebih tua atau kepada tokonya.

Noshi, yang ditulis dengan kanji 熨斗, adalah hiasan memanjang yang menempel di kanan atas kertas pembungkus atau amplop hadiah. Asalnya adalah abalon kering yang dipipihkan, dan bermakna menyertakan bahan mentah. Karena itu, ketika Anda memberikan bahan mentah itu sendiri seperti ikan atau daging, noshi tidak ditambahkan lagi. Karena ini tanda untuk acara sukacita, noshi juga tidak ditambahkan pada acara dukacita. Amplop dan kertas pembungkus yang dijual di toko umumnya sudah tercetak sedemikian rupa, jadi bila Anda memilih yang sesuai peruntukannya, bentuknya dengan sendirinya menjadi benar.

Tulisan peruntukan ditulis di tengah bagian atas mizuhiki, dan nama pemberinya di tengah bagian bawah mizuhiki, dengan huruf sedikit lebih kecil daripada tulisan peruntukannya. Untuk hadiah pernikahan, yang umum adalah kotobuki (寿), oiwai (御祝), dan gokekkon oiwai (御結婚御祝); bentuk shuku gokekkon (祝御結婚) yang menghindari 4 huruf juga luas dipakai. Pada penulisan nama bersama, karena dalam tulisan vertikal sisi kanan lebih tinggi, jajarkanlah dari orang yang kedudukan atau usianya lebih tinggi ke arah kanan. Bila jumlah orangnya banyak, tulislah hoka ichidou (外一同) di sebelah kiri nama wakilnya, dan tulis nama semua orang pada bungkus dalam atau kertas terpisah. Alat tulisnya pada dasarnya kuas atau pena kuas dengan tinta pekat.

Isi amplop hadiah dan cara menyerahkannya pun punya polanya. Pada acara sukacita, kumpulkanlah uang kertas baru untuk menyatakan bahwa Anda telah menyiapkan niat baik itu sebelumnya, dan masukkan sehingga wajah tokoh berada di sisi muka bungkus dalam dan wajah itu berada di bagian atas. Jumlah uangnya ditulis dengan angka kanji di muka bungkus dalam, sedangkan alamat dan nama ditulis di baliknya. Saat membawanya, bungkuslah dengan fukusa (袱紗), dan di meja penerimaan keluarkan dari fukusa lalu serahkan dengan kedua tangan sedemikian rupa sehingga sisi mukanya menghadap lawan. Fukusa untuk acara sukacita bernuansa warna hangat, untuk acara dukacita bernuansa warna sejuk, dan ungu dikatakan bisa dipakai untuk keduanya.

Balasan undangan dikirim secepat mungkin setelah undangannya tiba. Bila Anda hadir, coretlah huruf go pada "goshusseki" dengan dua garis dan lingkarilah kata shusseki, lalu coretlah "gokesseki" yang tidak dipakai berikut hurufnya dengan dua garis. Pada "gohoumei", coretlah sampai bagian "gohou" dan sisakan "mei", lalu tulis nama Anda di bawahnya. Pada "gojuusho", coretlah huruf go saja. Kata gyou atau ate pada baris alamat tujuan dicoret dengan dua garis dan diganti menjadi sama. Bila pada ruang kosongnya Anda menambahkan sepatah ucapan selamat dan rasa senang bisa hadir, kesannya menjadi lebih baik.

Pemakaian mizuhiki (patokan umum)
SituasiCara simpul mizuhikiAlasan
Hadiah pernikahanMusubi kiri atau awaji musubiKarena diharapkan hanya terjadi sekali
Hadiah kelahiranChou musubiKarena berapa kali pun terjadi tetap menggembirakan
Hadiah masuk sekolah dan hadiah memperoleh pekerjaanChou musubiKarena termasuk perayaan yang boleh terjadi berulang
Perayaan kesembuhanMusubi kiriKarena sebaiknya tidak berulang
Ochuugen dan oseiboChou musubiKarena merupakan salam musiman yang berulang setiap tahun
Acara dukacitaMusubi kiriKarena bermakna harapan agar tidak berulang
招待状の返信の書き方1. 届いたらできるだけ早く投函する2. 御出席の御を二本線で消し、出席を丸で囲む3. 使わない御欠席は文字ごと二本線で消す4. 御芳名は御芳までを消し、名を残して名前を書く5. 宛名の行または宛を二本線で消して様と書く6. 余白にお祝いの言葉を一言添える

Istilah penting

Mizuhiki (水引)
Tali yang dipasang pada amplop hadiah atau kertas pembungkus. Maknanya berubah menurut cara simpulnya, dan chou musubi serta musubi kiri dipakai sesuai keadaannya.
Chou musubi (蝶結び)
Simpul yang bisa diikat ulang berkali-kali, disebut juga hana musubi. Dipakai untuk hal yang boleh terjadi berulang, seperti hadiah kelahiran dan ochuugen.
Musubi kiri (結び切り)
Simpul yang tidak bisa dilepas. Dipakai untuk hal yang sebaiknya tidak berulang, seperti hadiah pernikahan, perayaan kesembuhan, dan acara dukacita. Awaji musubi termasuk salah satu jenisnya.
Noshi (のし)
Hiasan memanjang yang menempel di kanan atas kertas pembungkus. Asalnya abalon kering, dan bermakna menyertakan bahan mentah. Tidak dipasang pada bahan mentah itu sendiri maupun pada acara dukacita.
Tulisan peruntukan (omotegaki, 表書き)
Kata peruntukan yang ditulis di atas mizuhiki. Untuk hadiah pernikahan misalnya kotobuki, oiwai, dan gokekkon oiwai. Nama ditulis di bawah mizuhiki dengan huruf sedikit lebih kecil.
Fukusa (袱紗)
Kain untuk membungkus amplop hadiah atau amplop dukacita saat dibawa. Untuk acara sukacita bernuansa warna hangat, untuk dukacita bernuansa warna sejuk, dan ungu dikatakan bisa dipakai untuk keduanya.

Contoh soal

Bolehkah memakai amplop hadiah bersimpul chou musubi untuk hadiah pernikahan?
Jawaban dan penjelasan Umumnya tidak dipakai. Chou musubi bisa diikat ulang berkali-kali sehingga dipakai untuk hal yang boleh terjadi berulang. Karena pernikahan diharapkan hanya sekali, pilihlah musubi kiri atau awaji musubi.
Ketika memberikan ikan segar sebagai uchiiwai, bagaimana dengan noshi pada kertas pembungkusnya?
Jawaban dan penjelasan Karena noshi memang tanda untuk menyertakan bahan mentah, umumnya ia tidak dipasang ketika yang diberikan adalah bahan mentah itu sendiri. Pakailah kertas pembungkus yang hanya bermizuhiki.
Pada balasan undangan, sampai mana "gohoumei" dicoret?
Jawaban dan penjelasan Coretlah sampai bagian "gohou" dengan dua garis, sisakan "mei", dan tulis nama Anda di bawahnya. Bila hanya "go" yang dicoret, ungkapan penghormatan "houmei" masih tersisa.

Sumber dan dasar: ※ Tidak ada ketentuan resmi mengenai hal ini. Ini adalah rangkuman kebiasaan bisnis yang berlaku luas

2. Acara dukacita dan hadiah musiman (kouden, pakaian, pilihan kata, ochuugen dan oseibo)

Kita akan menata cara bergerak pada tsuya dan kokubetsushiki, tulisan muka amplop kouden yang berubah menurut agamanya, kata-kata yang perlu dihindari, sampai waktu dan tulisan muka amplop untuk ochuugen dan oseibo.

Setelah menerima kabar duka, pastikan tanggal dan jam, tempat, nama pemimpin keluarga duka (moshu), serta bentuk keagamaannya. Tsuya (通夜) adalah upacara yang diadakan pada malam hari, dan kokubetsushiki (告別式) adalah upacara untuk mengucapkan perpisahan kepada mendiang; sering pula orang hanya menghadiri salah satunya. Bila Anda bergegas datang ke tsuya, dinyatakan tidak menjadi masalah memakai pakaian biasa seperti setelan berwarna sederhana, sedangkan untuk kokubetsushiki umumnya dijelaskan bahwa dasarnya adalah pakaian berkabung. Perhiasan dibuat sederhana, dan benda yang berkilau atau mencolok dihindari. Juzu (tasbih Buddha) dipakai pada acara bercorak Buddha, dan tidak dibawa pada acara bercorak Shinto maupun Kristen. Bila perusahaan atau daerah setempat memiliki kebiasaan tertentu, ikutilah kebiasaan itu.

Tulisan muka amplop kouden (香典, uang duka) berubah menurut agamanya, jadi pastikan selalu lebih dahulu. Pada corak Buddha, gokouden dan gokouryou luas dipakai; pada corak Shinto dipakai gotamagushiryou dan gosakakiryou; dan pada corak Kristen dipakai gohanaryou. Goreizen banyak dipakai pada tsuya dan pemakaman bercorak Buddha, tetapi pada aliran Joudo Shinshuu dijelaskan bahwa yang dipakai adalah gobutsuzen, berdasarkan ajaran bahwa orang langsung menjadi Buddha begitu meninggal. Bila Anda tidak tahu alirannya, lebih pasti memakai tulisan yang aman seperti gokouden, atau memastikannya kepada pihak keluarga maupun penyelenggara pemakaman. Ada kebiasaan menulis tulisan muka amplop itu dengan tinta encer.

Amplop dukacita memakai mizuhiki bersimpul musubi kiri, dan noshi yang merupakan tanda acara sukacita tidak dipasang. Untuk uang kertas yang dimasukkan, berkebalikan dengan uang kertas baru pada acara sukacita, ada kebiasaan tidak memakai uang kertas baru demi menghindari kesan bahwa Anda telah menyiapkannya karena menduga akan ada musibah; dan bila di tangan Anda hanya ada uang kertas baru, uang itu dilipat dulu sehingga berbekas baru dimasukkan. Untuk fukusa, pilihlah yang bernuansa warna sejuk. Di meja penerimaan, keluarkan dari fukusa, sampaikan ucapan belasungkawa, lalu serahkan dengan kedua tangan sedemikian rupa sehingga sisi mukanya menghadap lawan. Karena patokan jumlah uang dan adab yang rinci berubah menurut daerah dan kedekatan hubungan, pastikanlah bila ada kelaziman di dalam perusahaan.

Dalam pilihan kata, pakailah ungkapan baku seperti "kono tabi wa goshuushou-sama de gozaimasu" dan "kokoro yori okuyami moushiagemasu", serta jangan menanyakan sebab kematian atau berbicara panjang lebar. Kata berulang seperti kasanegasane, tabitabi, kaesugaesu, dan masumasu mengingatkan pada musibah yang terulang sehingga dihindari sebagai imikotoba (kata pantangan). Ungkapan seperti "gomeifuku o oinori shimasu", kuyou, dan joubutsu adalah istilah Buddha sehingga tidak dipakai pada acara bercorak Shinto maupun Kristen. Bila Anda tidak dapat hadir, urus pengiriman telegram belasungkawa agar tiba tepat waktu untuk tsuya atau kokubetsushiki, ditujukan ke balai pemakaman dan atas nama pemimpin keluarga duka.

Ochuugen (お中元) dan oseibo (お歳暮) adalah salam musiman untuk menyampaikan rasa terima kasih sehari-hari, bukan ucapan selamat. Karena diulang setiap tahun, mizuhiki yang dipakai adalah chou musubi, dan tulisan muka amplopnya adalah gochuugen dan goseibo. Waktu pengirimannya berbeda menurut daerah: ochuugen kira-kira dari awal sampai pertengahan Juli (bulan 7), dan di sebagian daerah sampai pertengahan Agustus (bulan 8), sedangkan oseibo dari awal Desember (bulan 12) sampai sekitar tanggal 20. Bila waktunya sudah lewat, ubahlah tulisan muka amplopnya: untuk ochuugen, sampai risshuu (awal musim gugur) menjadi shochuu omimai, dan setelah risshuu menjadi zansho omimai; untuk oseibo, setelah tahun berganti sampai matsu no uchi menjadi onenga, dan sesudahnya menjadi kanchuu omimai. Kepada orang yang lebih tinggi, kadang dipakai shochuu oukagai dan zansho oukagai. Karena ini bukan ucapan selamat, dinyatakan boleh dikirim juga kepada orang yang sedang berkabung; tetapi mizuhiki merah putih dihindari, dan umumnya dipakai pita kertas polos atau sejenisnya.

Tulisan muka amplop kouden (contoh umum menurut agama dan coraknya)
Agama dan corakTulisan yang luas dipakaiYang perlu diperhatikan
Corak BuddhaGokouden, gokouryouPada aliran Joudo Shinshuu dinyatakan dipakai gobutsuzen
Corak ShintoGotamagushiryou, gosakakiryouJuzu tidak dipakai
Corak KristenGohanaryouIstilah Buddha seperti meifuku dan kuyou tidak dipakai
Coraknya tidak diketahuiGokoudenLebih pasti memastikannya kepada pihak keluarga atau penyelenggara pemakaman
弔電を手配する手順1. 通夜と告別式の日時と場所を確認する2. どちらかに間に合う時刻を逆算して申し込む3. 宛先は斎場、宛名は喪主のフルネームにする4. 喪主が分からなければ、故人の名に ご遺族様 と添える5. 文面から重ね言葉と宗教の合わない言葉を外す6. 差出人に会社名・部署名・氏名を入れる

Istilah penting

Tsuya (通夜)
Upacara yang diadakan sebelum pemakaman. Karena sifatnya bergegas datang, dinyatakan tidak menjadi masalah memakai pakaian biasa berwarna sederhana.
Gotamagushiryou (御玉串料)
Tulisan muka amplop yang dipakai pada pemakaman bercorak Shinto. Gosakakiryou juga dipakai. Pada acara bercorak Shinto, juzu tidak dipakai.
Gohanaryou (御花料)
Tulisan muka amplop yang dipakai pada pemakaman bercorak Kristen. Istilah Buddha seperti meifuku dan kuyou tidak dipakai.
Imikotoba (忌み言葉)
Kata yang dihindari pada acara dukacita karena mengingatkan pada musibah yang terulang, seperti kasanegasane, tabitabi, dan kaesugaesu.
Telegram belasungkawa (chouden, 弔電)
Telegram belasungkawa yang dikirim ketika Anda tidak dapat hadir. Diurus agar tiba tepat waktu untuk tsuya atau kokubetsushiki, ditujukan ke balai pemakaman atas nama pemimpin keluarga duka.
Kanchuu omimai (寒中御見舞)
Tulisan muka amplop ketika mengirim setelah matsu no uchi lewat. Setelah tahun berganti sampai matsu no uchi dipakai onenga.

Contoh soal

Anda menghadiri pemakaman bercorak Shinto. Apa tulisan muka amplop koudennya?
Jawaban dan penjelasan Gotamagushiryou dan gosakakiryou luas dipakai. Juzu adalah benda corak Buddha sehingga tidak dibawa, dan ungkapan "gomeifuku" juga istilah Buddha sehingga tidak dipakai.
Waktu ochuugen sudah telanjur lewat. Bagaimana dengan tulisan muka amplopnya?
Jawaban dan penjelasan Bila masih sampai risshuu, pakailah shochuu omimai; bila risshuu sudah lewat, pakailah zansho omimai. Kepada orang yang lebih tinggi, kadang dipakai shochuu oukagai dan zansho oukagai.
Bolehkah berkata "kasanegasane okuyami moushiagemasu" di tempat pelayatan?
Jawaban dan penjelasan Kasanegasane adalah kata berulang yang mengingatkan pada musibah yang terulang sehingga dihindari. Gantilah menjadi "kokoro yori okuyami moushiagemasu".

Sumber dan dasar: ※ Tidak ada ketentuan resmi mengenai hal ini. Ini adalah rangkuman kebiasaan bisnis yang berlaku luas

Kuis pemahaman

Soal 1 | Mizuhiki untuk pernikahan

Mana mizuhiki (水引 — tali hias pada amplop hadiah) yang tepat dipakai pada shūgi-bukuro (祝儀袋 — amplop uang untuk acara gembira) hadiah pernikahan?

  1. Tidak memasang mizuhiki
  2. Musubikiri hitam-putih
  3. Chōmusubi (蝶結び — simpul pita)
  4. Musubikiri (結び切り — simpul mati yang tidak bisa dilepas)
JawabanD. Musubikiri (結び切り — simpul mati yang tidak bisa dilepas)

Karena pernikahan diharapkan hanya terjadi sekali, dipilih musubikiri yang tidak bisa terurai, atau awaji-musubi (あわじ結び) yang merupakan salah satu bentuknya. Chōmusubi (juga disebut hanamusubi, 花結び) dapat diikat ulang berkali-kali sehingga dipakai untuk hal gembira yang boleh berulang, sedangkan mizuhiki hitam-putih dipakai untuk peristiwa duka. Uang tunai untuk acara gembira dimasukkan ke dalam amplop yang bermizuhiki.

Soal 2 | Kapan memakai chōmusubi

Pada peristiwa mana umumnya dipakai mizuhiki berbentuk chōmusubi (蝶結び/花結び — simpul pita)?

  1. Kōden (香典 — uang duka)
  2. Hadiah kesembuhan (kaiki-iwai, 快気祝い)
  3. Hadiah kelahiran anak
  4. Hadiah pernikahan
JawabanC. Hadiah kelahiran anak

Chōmusubi dapat diikat ulang berkali-kali sehingga dipakai untuk hal menggembirakan yang boleh berulang. Hadiah kelahiran anak dan hadiah masuk sekolah termasuk di dalamnya. Hadiah pernikahan, hadiah kesembuhan, dan peristiwa duka semuanya merupakan hal yang sebaiknya tidak berulang, jadi dipilih musubikiri (結び切り).

Soal 3 | Asal usul noshi

Mana penjelasan yang tepat tentang noshi (のし/熨斗)?

  1. Kantong dalam tempat memasukkan uang tunai
  2. Aslinya berupa abalon kering, dan bermakna menyertakan makanan segar
  3. Hiasan yang wajib dipasang pada peristiwa duka
  4. Nama lain mizuhiki, yang menunjuk simpulnya itu sendiri
JawabanB. Aslinya berupa abalon kering, dan bermakna menyertakan makanan segar

Noshi adalah hiasan panjang ramping yang dipasang di kanan atas kertas pembungkus atau amplop hadiah, aslinya berupa abalon kering yang dipipihkan tipis. Karena bermakna menyertakan makanan segar (nama-mono, 生もの), noshi tidak dipasang ketika makanan segar itu sendiri yang dihadiahkan, dan tidak pula pada peristiwa duka. Mizuhiki adalah tali yang dipasang pada amplop atau kertas pembungkus, dan berbeda dari noshi.

Soal 4 | Saat noshi tidak dipasang

Ketika memakai kakegami (掛け紙 — kertas pembungkus hadiah), pada hal mana umumnya noshi TIDAK dipasang?

  1. Ketika menghadiahkan ikan segar sebagai uchi-iwai (内祝い — hadiah balasan)
  2. Ketika menghadiahkan sōmen (mi tipis kering) sebagai o-chūgen (お中元 — hadiah pertengahan tahun)
  3. Ketika menghadiahkan kartu buku sebagai hadiah masuk sekolah
  4. Ketika menghadiahkan tanaman hias sebagai hadiah rumah baru
JawabanA. Ketika menghadiahkan ikan segar sebagai uchi-iwai (内祝い — hadiah balasan)

Noshi adalah tanda bahwa makanan segar (nama-mono, 生もの) disertakan, jadi ketika makanan segar itu sendiri yang dihadiahkan, tandanya tidak dipasang berulang. Sōmen, kartu buku, dan tanaman hias semuanya bukan makanan segar, jadi dipakai kakegami dengan mizuhiki dan noshi yang sesuai keperluannya. Karena noshi adalah tanda peristiwa gembira, ia juga tidak dipasang pada peristiwa duka.

Soal 5 | Letak tulisan depan

Mana cara penulisan shūgi-bukuro (祝儀袋) yang tepat?

  1. Omotegaki ditulis di bawah mizuhiki, dan nama di atas mizuhiki
  2. Nama tidak ditulis, dan di muka hanya ditulis jumlah uangnya
  3. Omotegaki dan nama ditulis berjajar dengan ukuran yang persis sama
  4. Omotegaki ditulis di atas mizuhiki, dan nama di bawah mizuhiki
JawabanD. Omotegaki ditulis di atas mizuhiki, dan nama di bawah mizuhiki

Omotegaki (表書き — tulisan judul di muka amplop) ditulis di tengah bagian atas mizuhiki, dan nama pemberi di tengah bagian bawah mizuhiki, sedikit lebih kecil daripada omotegaki. Umumnya jumlah uang ditulis dengan angka kanji di muka nakabukuro (中袋 — kantong dalam), sedangkan alamat dan nama ditulis di baliknya. Tanpa nama, tidak akan diketahui hadiah itu dari siapa.

Soal 6 | Uang kertas untuk hadiah

Mana yang umumnya dipandang tepat dalam memperlakukan uang kertas yang dimasukkan ke shūgi-bukuro (祝儀袋) hadiah pernikahan?

  1. Menumpuk semua uang dalam posisi terbalik
  2. Membuat lipatan pada uang sebelum memasukkannya
  3. Menyiapkan uang baru dan memasukkannya sehingga gambar wajah berada di sisi muka dan di bagian atas
  4. Menghitung dan memasukkan begitu saja uang lusuh yang ada di tangan
JawabanC. Menyiapkan uang baru dan memasukkannya sehingga gambar wajah berada di sisi muka dan di bagian atas

Untuk peristiwa gembira, uang baru disiapkan sebagai tanda niat yang dipersiapkan sejak awal, dan umumnya dimasukkan sehingga gambar wajah berada di sisi muka nakabukuro (中袋) serta wajah itu berada di bagian atas. Membuat lipatan adalah kebiasaan pada peristiwa duka untuk menunjukkan bahwa uang disiapkan tergesa-gesa, jadi pada peristiwa gembira justru sebaliknya.

Soal 7 | Cara mengisi balasan

Mana yang TIDAK tepat sebagai cara menulis balasan undangan pernikahan dengan jawaban hadir?

  1. Mencoret huruf 御 pada 御出席 (go-shusseki) dengan dua garis, lalu melingkari 出席 (shusseki — hadir)
  2. Mencoret seluruh 御芳名 (go-hōmei — kolom nama, dengan awalan hormat) dengan dua garis termasuk huruf 名 (mei — nama)
  3. Menambahkan sepatah kata ucapan selamat di bagian kosong
  4. Mencoret huruf 行 (yuki) pada alamat penerima dengan dua garis, lalu menulis 様 (sama)
JawabanB. Mencoret seluruh 御芳名 (go-hōmei — kolom nama, dengan awalan hormat) dengan dua garis termasuk huruf 名 (mei — nama)

Pada 御芳名, yang dicoret hanya sampai 御芳 (go-hō) karena itulah bagian yang menyatakan penghormatan kepada diri sendiri, sedangkan 名 dibiarkan, lalu nama sendiri ditulis di bawahnya. Kalau 名 ikut dicoret, kolom isiannya sendiri jadi lenyap. Mencoret 御 lalu melingkari 出席, mengubah 行 menjadi 様, dan menambahkan ucapan selamat semuanya adalah tata cara yang lazim.

Soal 8 | Urutan nama bersama

Mana cara penulisan yang lazim ketika tiga orang menulis nama bersama pada shūgi-bukuro (祝儀袋)?

  1. Menulis ketiga nama secara bertumpuk
  2. Menulis hanya satu orang wakil dan menghilangkan yang lain
  3. Menjajarkan berurutan dengan orang berkedudukan atau berusia lebih tinggi di sebelah kanan
  4. Menjajarkan menurut urutan abjad kana dari kiri
JawabanC. Menjajarkan berurutan dengan orang berkedudukan atau berusia lebih tinggi di sebelah kanan

Dalam tulisan vertikal, sisi kanan adalah yang lebih tinggi, jadi lazimnya dijajarkan dari orang berkedudukan atau berusia lebih tinggi ke arah kanan. Kalau jumlah orangnya banyak, di sebelah kiri nama wakil ditulis 外一同 (hoka ichidō — dan kawan-kawan), dan nama seluruhnya dicantumkan pada bungkus dalam atau lembar terpisah. Menumpuk nama sehingga tidak terbaca sebaiknya dihindari.

Soal 9 | Alasan memakai fukusa

Mana alasan yang tepat untuk membawa shūgi-bukuro (祝儀袋) terbungkus fukusa (袱紗 — kain pembungkus amplop hadiah)?

  1. Agar mizuhiki yang terpasang pada amplop mudah diurai sebelum diserahkan di meja penerima tamu
  2. Untuk mencegah amplop terlipat atau kotor, sekaligus menunjukkan kesantunan karena menyerahkannya dengan sikap khusus
  3. Untuk menyembunyikan jumlah yang dibungkus agar tidak dihitung ulang di tempat penerimaan tamu
  4. Untuk melepas noshi sebelum menyerahkannya
JawabanB. Untuk mencegah amplop terlipat atau kotor, sekaligus menunjukkan kesantunan karena menyerahkannya dengan sikap khusus

Fukusa berguna membawa amplop tanpa merusaknya, sekaligus menunjukkan kesantunan karena amplop dikeluarkan di tempat lalu diserahkan dengan sikap khusus. Untuk peristiwa gembira dipakai warna hangat, untuk peristiwa duka warna sejuk, sedangkan ungu dikatakan dapat dipakai untuk keduanya. Di meja penerima tamu, amplop dikeluarkan dari fukusa dan diserahkan dengan dua tangan sehingga sisi mukanya menghadap penerima. Mizuhiki dan noshi tidak dilepas.

Soal 10 | Omotegaki pernikahan

Mana yang umumnya dipakai sebagai omotegaki (表書き) hadiah pernikahan?

  1. 御玉串料 (o-tamagushi-ryō — persembahan ranting sakral Shinto)
  2. 御仏前 (go-butsuzen — di hadapan Buddha)
  3. 寿 (kotobuki — ucapan selamat/keberkahan)
  4. 御霊前 (go-reizen — di hadapan arwah)
JawabanC. 寿 (kotobuki — ucapan selamat/keberkahan)

Untuk hadiah pernikahan lazim dipakai 寿, 御祝 (o-iwai), atau 御結婚御祝 (go-kekkon o-iwai), dan ada pula bentuk 祝御結婚 (shuku go-kekkon) untuk menghindari susunan 4 huruf. 御霊前 dan 御仏前 adalah omotegaki untuk peristiwa duka sehingga tidak dipakai untuk peristiwa gembira. 御玉串料 adalah istilah untuk persembahan kepada kuil Shinto dan memang dipakai pula pada peristiwa gembira seperti pernikahan Shinto, tetapi tidak dipakai sebagai omotegaki uang yang dihadiahkan langsung kepada pasangan pengantin.

Soal 11 | Omotegaki cara Shinto

Mana yang umumnya dipakai sebagai omotegaki (表書き) pada bushūgi-bukuro (不祝儀袋 — amplop untuk peristiwa duka) yang dibawa ke pemakaman cara Shinto?

  1. 御玉串料 (o-tamagushi-ryō — persembahan ranting sakral Shinto)
  2. 寿 (kotobuki)
  3. 御花料 (o-hana-ryō — persembahan bunga)
  4. 御香典 (go-kōden — persembahan dupa)
JawabanA. 御玉串料 (o-tamagushi-ryō — persembahan ranting sakral Shinto)

Dalam cara Shinto, 御玉串料 dan 御榊料 (o-sakaki-ryō) dipakai secara luas. 御香典 adalah omotegaki cara Buddha, dan 御花料 adalah omotegaki cara Kristen. 寿 adalah untuk peristiwa gembira sehingga tidak dipakai pada peristiwa duka. Kalau bentuk keagamaannya tidak diketahui, cara paling pasti adalah menanyakannya kepada pihak keluarga atau kepada penyelenggara pemakaman.

Soal 12 | Cara Kristen

Ketika menghadiri pemakaman yang dilaksanakan secara Kristen, mana yang umumnya dipakai sebagai omotegaki (表書き) pada bushūgi-bukuro (不祝儀袋)?

  1. 御祝 (o-iwai — ucapan selamat)
  2. 御香料 (o-kōryō — persembahan dupa)
  3. 御花料 (o-hana-ryō — persembahan bunga)
  4. 御玉串料 (o-tamagushi-ryō)
JawabanC. 御花料 (o-hana-ryō — persembahan bunga)

Dalam cara Kristen, 御花料 dipakai secara luas. 御玉串料 adalah omotegaki cara Shinto dan 御香料 adalah cara Buddha, sedangkan 御祝 adalah untuk peristiwa gembira. Di tempat upacara Kristen juga tidak dipakai istilah Buddha seperti ご冥福 (go-meifuku — ketenangan di alam baka), 供養 (kuyō — pelayanan arwah), dan 成仏 (jōbutsu — mencapai kebuddhaan).

Soal 13 | Jōdo Shinshū

Di antara pemakaman cara Buddha, mana omotegaki (表書き) yang dikatakan dipakai dalam hal aliran Jōdo Shinshū (浄土真宗)?

  1. 御仏前 (go-butsuzen — di hadapan Buddha)
  2. 御花料 (o-hana-ryō)
  3. 御神前 (go-shinzen — di hadapan dewa Shinto)
  4. 御玉串料 (o-tamagushi-ryō)
JawabanA. 御仏前 (go-butsuzen — di hadapan Buddha)

Dalam Jōdo Shinshū, karena ajarannya menyatakan orang yang meninggal segera menjadi Buddha, sering dijelaskan bahwa 御仏前 dipakai bahkan pada tahap tsuya (通夜 — jaga malam) dan pemakaman. Pada aliran lain, kadang dipakai 御霊前 (go-reizen). 御玉串料 dan 御神前 adalah omotegaki cara Shinto, sedangkan 御花料 adalah cara Kristen. Kalau alirannya tidak diketahui, dipakai omotegaki seperti 御香典 atau ditanyakan lebih dahulu.

Soal 14 | Memperlakukan juzu

Mana yang umumnya dipandang tepat mengenai juzu (数珠 — untaian manik doa Buddha)?

  1. Hanya pada saat pembakaran dupa, juzu boleh dipinjam-pinjamkan dengan orang yang duduk di sebelah
  2. Tanpa memandang bentuk keagamaannya, juzu wajib dibawa ke pemakaman mana pun
  3. Juzu wajib dibawa bukan hanya ke tempat peristiwa duka, tetapi juga ke meja penerima tamu peristiwa gembira seperti pesta pernikahan
  4. Juzu dipakai di tempat upacara cara Buddha, dan tidak dibawa pada cara Shinto maupun Kristen
JawabanD. Juzu dipakai di tempat upacara cara Buddha, dan tidak dibawa pada cara Shinto maupun Kristen

Juzu adalah alat ibadah cara Buddha, jadi tidak dibawa ke pemakaman cara Shinto maupun Kristen. Meminjam-pinjamkannya umumnya dihindari, dan juzu juga bukan barang yang dibawa ke peristiwa gembira. Bentuknya berbeda-beda menurut aliran, tetapi ada pula bentuk sederhana yang bisa dipakai tanpa memandang aliran.

Soal 15 | Kata yang dihindari

Mana ungkapan yang sebaiknya dihindari di tempat peristiwa duka?

  1. 重ね重ね残念でなりません (kasanegasane zannen de narimasen — sungguh berulang kali saya merasa amat menyesal)
  2. お力落としのことと存じます (o-chikara-otoshi no koto to zonjimasu — saya mengerti Anda pasti sangat berduka)
  3. このたびはご愁傷さまでございます (kono tabi wa go-shūshō-sama de gozaimasu — turut berdukacita atas kejadian ini)
  4. 心よりお悔やみ申し上げます (kokoro yori o-kuyami mōshiagemasu — saya sampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya)
JawabanA. 重ね重ね残念でなりません (kasanegasane zannen de narimasen — sungguh berulang kali saya merasa amat menyesal)

Kata berulang (kasane-kotoba, 重ね言葉) seperti 重ね重ね (kasanegasane), たびたび (tabitabi), 返す返す (kaesugaesu), dan ますます (masumasu) dihindari sebagai kata pantangan karena mengingatkan pada musibah yang terulang. お悔やみ申し上げます, ご愁傷さま, dan お力落とし semuanya merupakan ungkapan baku untuk peristiwa duka.

Soal 16 | Uang kertas untuk duka

Mana kebiasaan yang umumnya dijelaskan mengenai uang kertas yang dimasukkan ke bushūgi-bukuro (不祝儀袋)?

  1. Jumlahnya tidak ditulis baik di nakabukuro maupun di omotegaki, dan hanya uangnya saja yang dimasukkan
  2. Uang baru dihindari, dan kalau hanya ada uang baru, uang itu dilipat lebih dahulu sebelum dimasukkan
  3. Sama seperti pada peristiwa gembira, wajib menyiapkan hanya uang baru untuk dimasukkan ke nakabukuro
  4. Mizuhiki diurai lebih dahulu sebelum uang dimasukkan
JawabanB. Uang baru dihindari, dan kalau hanya ada uang baru, uang itu dilipat lebih dahulu sebelum dimasukkan

Berlawanan dengan uang baru pada peristiwa gembira, ada kebiasaan tidak memakai uang baru pada peristiwa duka agar tidak terkesan sudah disiapkan karena menduga akan ada musibah. Kalau di tangan hanya ada uang baru, uang itu dilipat sekali lebih dahulu sebelum dimasukkan. Jumlahnya ditulis pada nakabukuro (中袋), dan mizuhiki tidak diurai. Rinciannya bisa berbeda menurut daerah.

Soal 17 | Mengirim telegram duka

Mana perlakuan umum yang tepat ketika mengirim chōden (弔電 — telegram belasungkawa)?

  1. Diatur agar terkirim tepat waktu untuk tsuya atau kokubetsu-shiki, ditujukan ke saijō atas nama moshu
  2. Memakai kalimat baku untuk peristiwa gembira apa adanya
  3. Dikirim tanpa mencantumkan nama pengirim
  4. Diatur agar sampai ke rumah setelah tsuya maupun kokubetsu-shiki selesai
JawabanA. Diatur agar terkirim tepat waktu untuk tsuya atau kokubetsu-shiki, ditujukan ke saijō atas nama moshu

Karena chōden kadang dibacakan di tengah upacara, waktunya dihitung mundur agar terkirim tepat waktu untuk tsuya (通夜 — jaga malam) atau kokubetsu-shiki (告別式 — upacara perpisahan), dan ditujukan ke saijō (斎場 — balai upacara) tempat upacara atas nama moshu (喪主 — tuan rumah perkabungan). Kalau moshu tidak diketahui, pada nama almarhum ditambahkan ご遺族様 (go-izoku-sama — kepada keluarga yang ditinggalkan). Pada nama pengirim dicantumkan nama perusahaan, nama divisi, dan nama diri, sedangkan dari isi teksnya dikeluarkan kata berulang dan kata yang tidak cocok dengan agamanya.

Soal 18 | Pakaian ke tsuya

Mana yang umumnya dijelaskan mengenai pakaian ketika bergegas datang ke tsuya (通夜) setelah menerima kabar duka yang mendadak?

  1. Setelan dengan warna atau motif mencolok pun tidak masalah
  2. Kalau berupa seragam, motif bercorak pun boleh
  3. Pakaian biasa seperti setelan berwarna kalem dikatakan sudah memadai
  4. Wajib mengenakan morning coat
JawabanC. Pakaian biasa seperti setelan berwarna kalem dikatakan sudah memadai

Karena sifat tsuya adalah datang bergegas, pakaian biasa seperti setelan berwarna kalem dikatakan sudah memadai, sedangkan untuk kokubetsu-shiki (告別式) umumnya dijelaskan bahwa mofuku (喪服 — pakaian berkabung) adalah dasarnya. Dalam kedua hal itu, perhiasan berkilau dan warna mencolok dihindari. Kalau perusahaan atau daerah punya kebiasaan tersendiri, kebiasaan itulah yang diikuti.

Soal 19 | Mizuhiki untuk hadiah musiman

Mana mizuhiki (水引) yang umum dipakai pada kakegami (掛け紙) untuk o-chūgen (お中元 — hadiah pertengahan tahun) dan o-seibo (お歳暮 — hadiah akhir tahun)?

  1. Mizuhiki hitam-putih
  2. Tidak memasang mizuhiki
  3. Chōmusubi (蝶結び)
  4. Musubikiri (結び切り)
JawabanC. Chōmusubi (蝶結び)

O-chūgen dan o-seibo adalah salam musiman yang berulang setiap tahun, jadi dipakai chōmusubi yang bisa diikat ulang berkali-kali. Musubikiri dipakai untuk hal yang diharapkan hanya terjadi sekali, dan mizuhiki hitam-putih dipakai untuk peristiwa duka. Omotegaki-nya ditulis 御中元 (o-chūgen) atau 御歳暮 (o-seibo).

Soal 20 | Kalau musimnya terlewat

Anda terlambat mengirim o-seibo (お歳暮), tahun sudah berganti dan matsu-no-uchi (松の内 — masa awal Tahun Baru) pun sudah lewat. Mana omotegaki (表書き) yang umumnya dipakai dalam keadaan ini?

  1. 暑中御見舞 (shochū o-mimai — salam musim panas)
  2. 寒中御見舞 (kanchū o-mimai — salam musim dingin)
  3. 御歳暮 (o-seibo)
  4. 御年賀 (o-nenga — salam Tahun Baru)
JawabanB. 寒中御見舞 (kanchū o-mimai — salam musim dingin)

Umumnya, sesudah tahun berganti sampai berakhirnya matsu-no-uchi dipakai 御年賀, dan setelah matsu-no-uchi lewat dipakai 寒中御見舞. 御歳暮 adalah omotegaki untuk pengiriman di dalam tahun yang sama, sedangkan 暑中御見舞 adalah untuk musim panas. Batas waktunya berbeda-beda menurut daerah, jadi kalau ragu, ikutilah kebiasaan daerah pihak penerima.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Pembahasan ini merupakan informasi untuk keperluan belajar. Cakupan dan sistem ujian dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara ujian.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang