Ruang Belajar Karinoya

Kualifikasi · Lab Lulus Teknisi Informasi Kesehatan

Pengantar umum kedokteran-layanan medis dan jaminan sosial

Soal dan pembahasan dapat dibaca dalam Bahasa Indonesia. Materi kuliah (artikel penjelasan) hanya tersedia dalam bahasa Jepang.

Lihat versi bahasa Jepang (dengan materi kuliah) →

Soal 1 | Asal usul etika kedokteran

Manakah pernyataan yang benar mengenai Sumpah Hipokrates?

  1. Menetapkan prinsip etika penelitian medis pada manusia dan mensyaratkan tinjauan oleh komite etik penelitian
  2. Deklarasi yang diadopsi oleh Ikatan Dokter Sedunia (WMA) yang menetapkan hak menentukan diri sendiri dan kebebasan memilih bagi pasien
  3. Norma yang memodernisasi etika profesi dokter, diadopsi oleh Ikatan Dokter Sedunia pada tahun 1948
  4. Sumpah etika profesi dokter yang berasal dari Yunani kuno, mencakup kewajiban menjaga kerahasiaan dan sebagainya
JawabanD. Sumpah etika profesi dokter yang berasal dari Yunani kuno, mencakup kewajiban menjaga kerahasiaan dan sebagainya

Sumpah Hipokrates adalah sumpah etika profesi dokter yang berasal dari Yunani kuno, mencakup keutamaan kepentingan pasien dan kewajiban menjaga kerahasiaan, serta dianggap sebagai asal mula etika kedokteran. Deklarasi mengenai hak pasien adalah Deklarasi Lisboa, prinsip etika penelitian medis pada manusia adalah Deklarasi Helsinki, dan norma etika dokter yang diadopsi tahun 1948 adalah Deklarasi Jenewa.

Soal 2 | Deklarasi Jenewa

Manakah pernyataan yang benar mengenai Deklarasi Jenewa?

  1. Deklarasi yang menetapkan hak pasien, seperti hak menentukan diri sendiri dan hak memperoleh informasi
  2. Deklarasi yang menetapkan persetujuan subjek dan tinjauan etik untuk penelitian medis pada manusia
  3. Diadopsi oleh Ikatan Dokter Sedunia sebagai norma etika dokter yang memodernisasi Sumpah Hipokrates
  4. Naskah sumpah dokter yang berasal dari Yunani kuno, yang menekankan kewajiban menjaga kerahasiaan dan sebagainya
JawabanC. Diadopsi oleh Ikatan Dokter Sedunia sebagai norma etika dokter yang memodernisasi Sumpah Hipokrates

Deklarasi Jenewa adalah norma etika dokter yang diadopsi Ikatan Dokter Sedunia (WMA) pada tahun 1948, yang dianggap menyatakan kembali Sumpah Hipokrates dengan bahasa modern. Deklarasi yang menetapkan hak pasien adalah Deklarasi Lisboa, deklarasi yang menetapkan etika (termasuk tinjauan etik) penelitian medis pada manusia adalah Deklarasi Helsinki, dan naskah sumpah dari Yunani kuno adalah Sumpah Hipokrates.

Soal 3 | Deklarasi Helsinki

Manakah pernyataan yang benar mengenai Deklarasi Helsinki?

  1. Naskah sumpah dokter yang diwariskan sejak zaman kuno
  2. Deklarasi yang menetapkan prinsip etika penelitian medis pada manusia
  3. Peraturan internasional mengenai penanggulangan penyakit menular
  4. Deklarasi hak pasien yang berpusat pada hak menentukan diri sendiri bagi pasien
JawabanB. Deklarasi yang menetapkan prinsip etika penelitian medis pada manusia

Deklarasi Helsinki adalah prinsip etika penelitian medis pada manusia yang diadopsi Ikatan Dokter Sedunia pada tahun 1964, yang mensyaratkan informed consent bagi subjek penelitian dan tinjauan rencana penelitian oleh komite etik. Deklarasi hak pasien adalah Deklarasi Lisboa, naskah sumpah dokter kuno adalah Sumpah Hipokrates, dan ini bukan peraturan internasional penanggulangan penyakit menular.

Soal 4 | Deklarasi Lisboa

Manakah pernyataan yang benar mengenai Deklarasi Lisboa?

  1. Deklarasi yang diadopsi tahun 1948, yang menyatakan norma etika dokter dengan bahasa modern
  2. Deklarasi yang menetapkan hak pasien, seperti hak mendapatkan pelayanan medis bermutu dan hak menentukan diri sendiri
  3. Naskah sumpah yang berasal dari Yunani kuno dan dianggap sebagai asal mula etika profesi dokter
  4. Deklarasi yang menetapkan prinsip perlindungan subjek dan tinjauan etik dalam penelitian medis
JawabanB. Deklarasi yang menetapkan hak pasien, seperti hak mendapatkan pelayanan medis bermutu dan hak menentukan diri sendiri

Deklarasi Lisboa adalah deklarasi hak pasien yang diadopsi Ikatan Dokter Sedunia pada tahun 1981, yang menetapkan hak mendapatkan pelayanan medis bermutu, kebebasan memilih, hak menentukan diri sendiri, dan hak memperoleh informasi. Prinsip perlindungan subjek dalam penelitian medis adalah Deklarasi Helsinki, asal mula etika profesi dokter adalah Sumpah Hipokrates, dan norma etika dokter yang diadopsi tahun 1948 adalah Deklarasi Jenewa.

Soal 5 | IRB

Manakah pernyataan yang benar mengenai IRB (Institutional Review Board)?

  1. Lembaga yang menyelidiki penyebab kecelakaan medis dan memberikan informasi untuk pencegahan berulang
  2. Lembaga yang mengevaluasi fungsi medis dan sistem operasional rumah sakit dari sudut pandang pihak ketiga
  3. Lembaga yang meninjau isi klaim asuransi (resep) yang diajukan fasilitas kesehatan dan melakukan pembayaran
  4. Komite yang meninjau kelayakan etika dan ilmiah rencana penelitian sebelum pelaksanaan
JawabanD. Komite yang meninjau kelayakan etika dan ilmiah rencana penelitian sebelum pelaksanaan

IRB adalah komite etik penelitian/komite peninjau uji klinis di tingkat institusi yang meninjau kelayakan etika dan ilmiah rencana penelitian sebelum pelaksanaan, untuk melindungi hak asasi dan keselamatan subjek penelitian. Penyelidikan kecelakaan medis dilakukan oleh Pusat Investigasi dan Dukungan Kecelakaan Medis, peninjauan klaim asuransi kesehatan (レセプト, resepto) dilakukan oleh lembaga peninjau-pembayar seperti Dana Pembayaran Remunerasi Layanan Medis Asuransi Sosial, dan IRB juga bukan lembaga pihak ketiga yang mengevaluasi fungsi medis dan sistem operasional rumah sakit.

Soal 6 | Penjelasan dan persetujuan

Manakah pernyataan yang benar mengenai informed consent?

  1. Memberi tahu pasien setelah fakta mengenai rencana pengobatan yang telah ditetapkan dokter
  2. Pasien tidak dapat menarik kembali isi persetujuan yang sudah diberikan sekali
  3. Persetujuan tidak sah jika secara lisan dan harus berupa dokumen tertulis
  4. Pasien memberikan persetujuan atas kehendaknya sendiri setelah menerima penjelasan yang memadai dan memahaminya
JawabanD. Pasien memberikan persetujuan atas kehendaknya sendiri setelah menerima penjelasan yang memadai dan memahaminya

Informed consent adalah persetujuan yang diberikan pasien atas kehendaknya sendiri setelah menerima penjelasan memadai mengenai kondisi penyakit, isi pengobatan, risiko, dan pilihan alternatif, serta memahaminya. Undang-Undang Layanan Medis Jepang juga mengatur agar tenaga medis berupaya memberikan penjelasan yang tepat dan memperoleh pemahaman. Pemberitahuan setelah fakta tidak termasuk, persetujuan tidak terbatas pada bentuk dokumen, dan pasien dapat menarik kembali persetujuan yang telah diberikan.

Soal 7 | Opini kedua

Manakah pernyataan yang benar mengenai second opinion?

  1. Sepenuhnya ditanggung oleh asuransi kesehatan publik
  2. Meminta pendapat dokter selain dokter yang merawat mengenai diagnosis atau rencana pengobatan
  3. Pasien rawat inap berobat ke departemen lain untuk penyakit yang berbeda
  4. Pindah ke fasilitas kesehatan lain tanpa sepengetahuan dokter yang merawat
JawabanB. Meminta pendapat dokter selain dokter yang merawat mengenai diagnosis atau rencana pengobatan

Second opinion adalah meminta pendapat dokter selain dokter yang merawat mengenai diagnosis atau rencana pengobatan, agar pasien dapat memilih metode pengobatan dengan penuh pemahaman. Ini tidak mengandaikan pindah rumah sakit atau pergantian dokter yang merawat, dan umumnya dilakukan dengan membawa surat rujukan informasi medis dari dokter yang merawat. Konsultasi ini pada umumnya berada di luar cakupan asuransi kesehatan publik (perawatan mandiri/biaya sendiri).

Soal 8 | Definisi kesehatan

Manakah definisi kesehatan yang tepat menurut Konstitusi WHO?

  1. Keadaan sejahtera sepenuhnya secara fisik, mental, dan sosial
  2. Keadaan yang semata-mata berarti tidak adanya penyakit atau kelemahan
  3. Keadaan tanpa kelainan fisik dan stamina yang terjaga
  4. Keadaan tanpa hambatan dalam bekerja atau aktivitas hidup sehari-hari
JawabanA. Keadaan sejahtera sepenuhnya secara fisik, mental, dan sosial

Konstitusi WHO mendefinisikan kesehatan sebagai 'keadaan sejahtera sepenuhnya secara fisik, mental, dan sosial, dan bukan semata-mata tidak adanya penyakit atau kelemahan'. Ciri khasnya adalah konsep ini mencakup aspek mental dan sosial, tidak hanya tidak adanya penyakit atau kebaikan aspek fisik, dan ada-tidaknya kemampuan bekerja tidak termasuk dalam definisi.

Soal 9 | Kedokteran pencegahan

Di antara tiga tahap kedokteran pencegahan, manakah yang termasuk pencegahan sekunder?

  1. Deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan kesehatan
  2. Reintegrasi sosial melalui rehabilitasi
  3. Pelaksanaan vaksinasi
  4. Peningkatan kesehatan melalui perbaikan gaya hidup
JawabanA. Deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan kesehatan

Di antara tiga tahap kedokteran pencegahan, pencegahan primer adalah pencegahan terjadinya penyakit itu sendiri seperti peningkatan kesehatan dan vaksinasi, pencegahan sekunder adalah deteksi dan pengobatan dini melalui pemeriksaan kesehatan, dan pencegahan tersier adalah pemulihan fungsi dan pencegahan kekambuhan melalui rehabilitasi. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan termasuk pencegahan sekunder; vaksinasi dan perbaikan gaya hidup termasuk pencegahan primer, sedangkan rehabilitasi termasuk pencegahan tersier.

Soal 10 | Kenkō Nihon 21

Manakah pernyataan yang benar mengenai Kenkō Nihon 21 (Kesehatan Jepang 21)?

  1. Sistem yang mewajibkan dokter melapor untuk memantau kondisi kemunculan penyakit menular
  2. Kebijakan mengatasi penurunan angka kelahiran dengan mendorong dukungan pengasuhan anak untuk meningkatkan angka kelahiran
  3. Mekanisme yang membatasi hal-hal yang dapat diiklankan fasilitas kesehatan berdasarkan Undang-Undang Layanan Medis
  4. Gerakan pembangunan kesehatan nasional yang menitikberatkan pencegahan primer penyakit gaya hidup
JawabanD. Gerakan pembangunan kesehatan nasional yang menitikberatkan pencegahan primer penyakit gaya hidup

Kenkō Nihon 21 (健康日本21) adalah gerakan pembangunan kesehatan nasional Jepang pada abad ke-21, berlandaskan Undang-Undang Promosi Kesehatan, yang menitikberatkan pencegahan primer penyakit gaya hidup dan perpanjangan usia harapan hidup sehat. Sejak tahun fiskal 2024 dijalankan tahap ketiga (Kenkō Nihon 21 dai-san-ji). Ini bukan sistem pelaporan penyakit menular, regulasi iklan fasilitas kesehatan, maupun kebijakan mengatasi penurunan angka kelahiran.

Soal 11 | Pemeriksaan kesehatan khusus

Manakah pernyataan yang benar mengenai pemeriksaan kesehatan khusus (tokutei kenshin)?

  1. Dilaksanakan oleh pemerintah prefektur sebagai penyelenggara, ditujukan bagi seluruh penduduk tanpa memandang usia
  2. Dilaksanakan oleh pemerintah kota/desa untuk orang berusia 75 tahun ke atas yang menjadi peserta sistem asuransi kesehatan lansia usia lanjut
  3. Dilaksanakan oleh penyelenggara asuransi kesehatan untuk usia 40–74 tahun, dengan fokus pada sindrom metabolik
  4. Mekanisme yang mewajibkan seluruh warga negara menjalani pemeriksaan, dengan sanksi jika tidak menjalankannya
JawabanC. Dilaksanakan oleh penyelenggara asuransi kesehatan untuk usia 40–74 tahun, dengan fokus pada sindrom metabolik

Pemeriksaan kesehatan khusus dilaksanakan oleh penyelenggara asuransi kesehatan (hoken jusha) berdasarkan Undang-Undang Jaminan Layanan Medis bagi Lansia, dengan fokus pada sindrom metabolik, untuk peserta dan tanggungan berusia 40–74 tahun. Usia 75 tahun ke atas bukan sasarannya, dan penyelenggaranya bukan pemerintah prefektur. Tidak ada kewajiban menjalani pemeriksaan disertai sanksi. Sesuai hasilnya, dilakukan bimbingan kesehatan khusus (tokutei hoken shidō).

Soal 12 | Perawatan terpadu berbasis komunitas

Manakah pernyataan yang benar mengenai sistem perawatan terpadu berbasis komunitas (chiiki hōkatsu kea shisutemu)?

  1. Sistem di mana pemerintah pusat langsung menyediakan layanan dengan standar seragam nasional, tanpa keterlibatan pemerintah kota/desa
  2. Sistem yang menyediakan layanan medis, perawatan, pencegahan, hunian, dan dukungan kehidupan secara terpadu di wilayah tempat tinggal yang sudah dikenal
  3. Mekanisme yang memusatkan layanan medis akut tingkat lanjut ke rumah sakit besar dan mendorong diferensiasi fungsi tempat tidur
  4. Sistem yang hanya mencakup layanan perawatan yang diberikan asuransi perawatan jangka panjang, tanpa mencakup layanan medis
JawabanB. Sistem yang menyediakan layanan medis, perawatan, pencegahan, hunian, dan dukungan kehidupan secara terpadu di wilayah tempat tinggal yang sudah dikenal

Sistem perawatan terpadu berbasis komunitas adalah sistem yang menyediakan layanan medis, perawatan, pencegahan, hunian, dan dukungan kehidupan secara terpadu dalam wilayah kehidupan sehari-hari, agar lansia dapat terus hidup di wilayah tempat tinggal yang sudah dikenal. Sistem ini bukan pemusatan ke rumah sakit besar maupun penyediaan langsung seragam oleh pemerintah pusat, melainkan dibangun oleh pemerintah kota/desa dan pihak lain sesuai karakteristik wilayah. Ciri khasnya mencakup layanan medis dan dukungan kehidupan, tidak hanya perawatan.

Soal 13 | Sistem pelaporan fungsi tempat tidur

Manakah pernyataan yang benar mengenai sistem pelaporan fungsi tempat tidur (byōshō kinō hōkoku)?

  1. Melaporkan setiap hari kepada Menteri Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan mengenai jumlah pasien rawat inap dan perubahan jumlah tempat tidur per bangsal
  2. Melaporkan fungsi tempat tidur kepada gubernur prefektur dengan membaginya menjadi akut tingkat lanjut, akut, pemulihan, dan kronis
  3. Melaporkan tindakan medis yang dilakukan kepada lembaga peninjau-pembayar untuk mengajukan klaim remunerasi layanan medis
  4. Sistem yang hanya mencakup tempat tidur psikiatri, melaporkan jumlah pasien menurut bentuk rawat inap
JawabanB. Melaporkan fungsi tempat tidur kepada gubernur prefektur dengan membaginya menjadi akut tingkat lanjut, akut, pemulihan, dan kronis

Sistem pelaporan fungsi tempat tidur mewajibkan rumah sakit dan klinik berkamar inap yang memiliki tempat tidur umum atau tempat tidur perawatan jangka panjang untuk melaporkan fungsi tempat tidur tiap bangsal kepada gubernur prefektur, dalam 4 kategori: akut tingkat lanjut, akut, pemulihan, dan kronis; ini menjadi bahan dasar rencana medis regional (chiiki iryō kōsō). Pelaporan bukan ditujukan kepada Menteri Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan, bukan hanya untuk tempat tidur psikiatri, dan bukan pula sistem pengajuan klaim remunerasi layanan medis.

Soal 14 | Empat pilar jaminan sosial

Manakah yang tidak termasuk dalam pilar yang menyusun sistem jaminan sosial Jepang?

  1. Asuransi sosial
  2. Bantuan publik
  3. Asuransi jiwa
  4. Kesejahteraan sosial
JawabanC. Asuransi jiwa

Sistem jaminan sosial Jepang terdiri atas 4 pilar: asuransi sosial, bantuan publik (jaminan penghidupan), kesejahteraan sosial, dan kesehatan masyarakat. Asuransi jiwa adalah asuransi swasta dan tidak termasuk dalam sistem jaminan sosial. Asuransi sosial sendiri terdiri atas 5 jenis: asuransi kesehatan, asuransi pensiun, asuransi perawatan jangka panjang, asuransi ketenagakerjaan, dan asuransi kecelakaan kerja.

Soal 15 | Asuransi kesehatan universal

Manakah pernyataan yang benar mengenai sistem asuransi kesehatan universal (kokumin kai hoken)?

  1. Keikutsertaan dalam asuransi kesehatan publik bersifat sukarela bagi setiap individu
  2. Seluruh pendanaannya berasal dari pajak
  3. Dicapai pada tahun 1991
  4. Seluruh warga negara mengikuti salah satu asuransi kesehatan publik
JawabanD. Seluruh warga negara mengikuti salah satu asuransi kesehatan publik

Sistem asuransi kesehatan universal adalah mekanisme di mana seluruh warga negara mengikuti salah satu asuransi kesehatan publik, dan di Jepang dicapai pada tahun 1961. Keikutsertaan bukan bersifat sukarela, dan pendanaannya terdiri atas premi sebagai pokok, ditambah dana publik dan beban sebagian biaya pasien, sehingga tidak seluruhnya berasal dari pajak.

Soal 16 | Klasifikasi asuransi kesehatan

Manakah yang tidak termasuk asuransi pekerja (asuransi berbasis tempat kerja)?

  1. Asuransi kesehatan Kyōkai Kenpo (asuransi kesehatan yang dikelola Asosiasi Asuransi Kesehatan Nasional Jepang)
  2. Asuransi kesehatan serikat pekerja (kumiai kenkō hoken)
  3. Koperasi asuransi bersama (kyōsai kumiai)
  4. Asuransi kesehatan nasional (kokumin kenkō hoken)
JawabanD. Asuransi kesehatan nasional (kokumin kenkō hoken)

Asuransi pekerja (asuransi berbasis tempat kerja) mencakup Kyōkai Kenpo yang diikuti terutama karyawan usaha kecil-menengah, asuransi kesehatan serikat pekerja yang diikuti terutama karyawan perusahaan besar, koperasi asuransi bersama yang diikuti pegawai negeri dan sejenisnya, serta asuransi pelaut. Asuransi kesehatan nasional (kokumin kenkō hoken) adalah asuransi berbasis wilayah untuk wiraswasta dan sejenisnya, sehingga tidak termasuk asuransi pekerja.

Soal 17 | Penyelenggara asuransi

Manakah yang merupakan penyelenggara (hokensha) asuransi kesehatan?

  1. Serikat asuransi kesehatan
  2. Dana Pembayaran Remunerasi Layanan Medis Asuransi Sosial
  3. Fasilitas kesehatan penerima asuransi
  4. Peserta itu sendiri
JawabanA. Serikat asuransi kesehatan

Penyelenggara adalah pihak yang menjalankan usaha asuransi kesehatan, memungut premi, dan memberikan manfaat asuransi. Serikat asuransi kesehatan adalah penyelenggara asuransi kesehatan serikat pekerja. Peserta adalah pihak yang diikutsertakan, fasilitas kesehatan penerima asuransi adalah fasilitas yang menyelenggarakan layanan medis berasuransi, dan Dana Pembayaran Remunerasi Layanan Medis Asuransi Sosial adalah lembaga yang meninjau dan membayar klaim asuransi kesehatan (レセプト); ketiganya bukan penyelenggara.

Soal 18 | Asuransi kesehatan lansia usia lanjut

Manakah usia yang tepat sebagai peserta sistem asuransi kesehatan lansia usia lanjut (di luar kasus penetapan disabilitas)?

  1. 80 tahun ke atas
  2. 70 tahun ke atas
  3. 75 tahun ke atas
  4. 65 tahun ke atas
JawabanC. 75 tahun ke atas

Peserta sistem asuransi kesehatan lansia usia lanjut adalah orang berusia 75 tahun ke atas, serta orang berusia 65 tahun hingga di bawah 75 tahun yang diakui oleh persekutuan wilayah luas (kōiki rengō) memiliki disabilitas tertentu. Di luar kasus penetapan disabilitas, patokannya pada prinsipnya adalah 75 tahun, bukan 70, 65, maupun 80 tahun.

Soal 19 | Persekutuan wilayah luas

Manakah pernyataan yang salah mengenai sistem asuransi kesehatan lansia usia lanjut?

  1. Seluruh premi ditanggung negara, dan peserta tidak menanggung beban apa pun
  2. Beban di loket pada prinsipnya 1/10, dan menjadi 2/10 atau 3/10 tergantung pendapatan
  3. Penyelenggaranya adalah persekutuan wilayah luas asuransi kesehatan lansia usia lanjut berbasis prefektur
  4. Sistem yang berdasarkan Undang-Undang Jaminan Layanan Medis bagi Lansia
JawabanA. Seluruh premi ditanggung negara, dan peserta tidak menanggung beban apa pun

Pendanaan sistem asuransi kesehatan lansia usia lanjut, di luar beban pasien, terdiri atas sekitar 5/10 dana publik, sekitar 4/10 dana dukungan dari generasi produktif, dan sekitar 1/10 premi peserta, sehingga peserta juga menanggung premi. Bahwa penyelenggaranya adalah persekutuan wilayah luas berbasis prefektur, bahwa beban di loket pada prinsipnya 1/10 (2/10 untuk pendapatan tertentu, 3/10 untuk pendapatan setara pekerja aktif), dan bahwa sistem ini berdasarkan Undang-Undang Jaminan Layanan Medis bagi Lansia, semuanya benar.

Soal 20 | Manfaat berupa layanan langsung

Manakah pernyataan yang benar mengenai manfaat asuransi kesehatan Jepang?

  1. Pada prinsipnya berlaku manfaat berupa layanan langsung, yaitu memberikan layanan medis itu sendiri seperti perawatan
  2. Fasilitas kesehatan yang dikunjungi ditentukan oleh penyelenggara asuransi
  3. Pada prinsipnya, pasien membayar penuh biaya medis terlebih dahulu dan mendapat penggantian di kemudian hari
  4. Kombinasi bebas antara layanan berasuransi dan layanan nonasuransi diperbolehkan secara bebas
JawabanA. Pada prinsipnya berlaku manfaat berupa layanan langsung, yaitu memberikan layanan medis itu sendiri seperti perawatan

Asuransi kesehatan Jepang pada prinsipnya memberikan manfaat berupa layanan langsung (pemberian perawatan/ryōyō no kyūfu), yaitu layanan medis itu sendiri seperti perawatan dan obat-obatan, dan pasien hanya membayar sebagian beban di loket. Fasilitas kesehatan yang dikunjungi dapat dipilih bebas oleh pasien (akses bebas/free access). Kombinasi layanan berasuransi dan layanan nonasuransi (perawatan campuran) pada prinsipnya tidak diperbolehkan, kecuali dalam pengecualian seperti sistem biaya perawatan gabungan di luar asuransi.

Soal 21 | Asuransi perawatan jangka panjang

Manakah yang merupakan peserta kategori kedua asuransi perawatan jangka panjang?

  1. Orang berusia 65 tahun ke atas yang berdomisili di wilayah pemerintah kota/desa
  2. Seluruh orang berusia 20 tahun ke atas yang mengikuti asuransi pensiun nasional
  3. Peserta asuransi kesehatan berusia 40 tahun hingga di bawah 65 tahun
  4. Orang berusia 75 tahun ke atas yang mengikuti sistem asuransi kesehatan lansia usia lanjut
JawabanC. Peserta asuransi kesehatan berusia 40 tahun hingga di bawah 65 tahun

Peserta kategori kedua asuransi perawatan jangka panjang adalah peserta asuransi kesehatan berusia 40 tahun hingga di bawah 65 tahun, sedangkan peserta kategori pertama adalah orang berusia 65 tahun ke atas. Peserta kategori kedua hanya menerima manfaat jika menjadi membutuhkan perawatan/dukungan akibat penyakit tertentu yang terkait penuaan. Seluruh warga negara berusia 20 tahun ke atas atau usia 75 tahun ke atas bukan kategori peserta asuransi perawatan jangka panjang.

Soal 22 | Penetapan status membutuhkan perawatan

Manakah pernyataan yang benar mengenai penetapan status membutuhkan perawatan (yōkaigo nintei) dan rencana perawatan (care plan)?

  1. Penetapan status membutuhkan perawatan dilakukan oleh pemerintah kota/desa berdasarkan penilaian dewan sertifikasi perawatan (kaigo nintei shinsakai)
  2. Orang yang dinilai membutuhkan dukungan (yōshien) sama sekali tidak dapat menerima manfaat asuransi perawatan jangka panjang
  3. Penetapan status membutuhkan perawatan dilakukan oleh gubernur prefektur
  4. Rencana perawatan wajib dibuat oleh dokter
JawabanA. Penetapan status membutuhkan perawatan dilakukan oleh pemerintah kota/desa berdasarkan penilaian dewan sertifikasi perawatan (kaigo nintei shinsakai)

Penetapan status membutuhkan perawatan dilakukan oleh pemerintah kota/desa selaku penyelenggara, berdasarkan penilaian dewan sertifikasi perawatan pemerintah kota/desa, bukan oleh gubernur prefektur. Orang yang dinilai membutuhkan dukungan menerima manfaat pencegahan (yobō kyūfu), sehingga tidak berarti sama sekali tidak menerima manfaat. Rencana perawatan umumnya dibuat oleh manajer perawatan (care manager), meskipun dapat juga dibuat sendiri oleh yang bersangkutan, dan bukan harus oleh dokter.

Soal 23 | Pembayaran per tindakan (fee-for-service)

Manakah pernyataan yang benar mengenai sistem pembayaran per tindakan (fee-for-service)?

  1. Dihitung dengan tarif tetap per rawat inap berdasarkan nama penyakit
  2. Metode pembayaran yang mudah menekan pengobatan berlebihan
  3. Tidak digunakan dalam layanan rawat jalan di Jepang
  4. Dihitung dengan mengakumulasikan poin untuk setiap tindakan medis yang dilakukan
JawabanD. Dihitung dengan mengakumulasikan poin untuk setiap tindakan medis yang dilakukan

Pembayaran per tindakan menghitung dengan mengakumulasikan poin berdasarkan tabel poin remunerasi layanan medis untuk setiap tindakan medis yang dilakukan, dan digunakan secara luas misalnya dalam layanan rawat jalan di Jepang. Meskipun mudah mencerminkan isi layanan medis, metode ini cenderung mendorong pengobatan berlebihan karena pendapatan meningkat seiring bertambahnya pemeriksaan dan pemberian obat. Perhitungan tarif tetap per rawat inap bukan penjelasan pembayaran per tindakan.

Soal 24 | DPC/PDPS

Manakah pernyataan yang benar mengenai DPC/PDPS?

  1. Seluruh biaya selama rawat inap, termasuk biaya operasi dan biaya anestesi, termasuk dalam evaluasi gabungan
  2. Sistem pembayaran gabungan yang mencakup layanan rawat jalan, dihitung dengan tarif tetap per kunjungan
  3. Wajib diterapkan di semua rumah sakit, baik akut maupun kronis
  4. Sistem pembayaran dengan evaluasi gabungan per hari berdasarkan klasifikasi kelompok diagnosis
JawabanD. Sistem pembayaran dengan evaluasi gabungan per hari berdasarkan klasifikasi kelompok diagnosis

DPC/PDPS adalah sistem pembayaran yang mencakup layanan medis rawat inap akut, dengan evaluasi gabungan menggunakan poin tetap per hari yang ditetapkan untuk setiap klasifikasi kelompok diagnosis (DPC). Sasarannya adalah layanan rawat inap rumah sakit yang berpartisipasi dalam sistem ini, dan tidak wajib bagi seluruh rumah sakit. Layanan rawat jalan tidak termasuk sasaran, dan tindakan seperti operasi serta anestesi tidak termasuk dalam gabungan, melainkan dihitung secara per tindakan (fee-for-service).

Soal 25 | Peninjauan klaim asuransi kesehatan

Manakah lembaga yang meninjau dan membayar klaim asuransi kesehatan (レセプト) untuk asuransi pekerja (asuransi kesehatan)?

  1. Dana Pembayaran Remunerasi Layanan Medis Asuransi Sosial
  2. Dewan Pusat Asuransi Sosial Medis
  3. Federasi Persatuan Asuransi Kesehatan Nasional
  4. Biro Kesehatan dan Kesejahteraan Regional
JawabanA. Dana Pembayaran Remunerasi Layanan Medis Asuransi Sosial

Peninjauan dan pembayaran klaim asuransi kesehatan untuk asuransi pekerja dan sejenisnya dilakukan oleh Dana Pembayaran Remunerasi Layanan Medis Asuransi Sosial, sedangkan untuk asuransi kesehatan nasional dan asuransi kesehatan lansia usia lanjut dilakukan oleh Federasi Persatuan Asuransi Kesehatan Nasional. Dewan Pusat Asuransi Sosial Medis (Chūikyō) adalah lembaga yang membahas revisi remunerasi layanan medis, dan Biro Kesehatan dan Kesejahteraan Regional adalah lembaga administratif yang melakukan bimbingan dan audit terhadap fasilitas kesehatan penerima asuransi.

Soal 26 | Revisi remunerasi layanan medis

Manakah pernyataan yang benar mengenai remunerasi layanan medis?

  1. Harga satuan per poin remunerasi layanan medis adalah 1 yen, dan ditetapkan berbeda-beda per prefektur
  2. Remunerasi layanan medis direvisi setiap bulan mengikuti perubahan harga
  3. Poin remunerasi layanan medis ditetapkan secara bebas oleh masing-masing fasilitas kesehatan berdasarkan akumulasi biaya, lalu dilaporkan ke prefektur
  4. Ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan setelah melalui pembahasan Dewan Pusat Asuransi Sosial Medis, dan pada prinsipnya direvisi setiap 2 tahun sekali
JawabanD. Ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan setelah melalui pembahasan Dewan Pusat Asuransi Sosial Medis, dan pada prinsipnya direvisi setiap 2 tahun sekali

Remunerasi layanan medis ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan setelah melalui pembahasan Dewan Pusat Asuransi Sosial Medis (Chūikyō), dan pada prinsipnya direvisi setiap 2 tahun sekali. Harga satuan per poin adalah 10 yen dan berlaku seragam di seluruh negeri, sehingga fasilitas kesehatan tidak dapat menetapkannya secara bebas. Revisi juga tidak dilakukan setiap bulan.

Soal 27 | Standar harga obat

Manakah pernyataan yang benar mengenai standar harga obat (yakka kijun)?

  1. Standar yang menetapkan metode produksi obat-obatan
  2. Menetapkan jenis dan harga obat-obatan yang dapat digunakan dalam layanan medis berasuransi
  3. Menetapkan harga obat bebas (obat OTC)
  4. Menunjukkan harga jual bebas obat-obatan di pasar
JawabanB. Menetapkan jenis dan harga obat-obatan yang dapat digunakan dalam layanan medis berasuransi

Standar harga obat menetapkan jenis obat-obatan yang dapat digunakan dalam layanan medis berasuransi, sekaligus menetapkan harganya (harga obat), yang diumumkan oleh Menteri Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan. Ini menjadi dasar perhitungan harga obat saat pengajuan klaim asuransi. Bukan standar metode produksi maupun harga jual bebas di pasar, dan juga bukan penetapan harga obat bebas (OTC) yang tidak ditanggung asuransi.

Soal 28 | Beban sebagian biaya

Manakah pernyataan yang benar mengenai beban sebagian biaya (ichibu futankin) dalam asuransi kesehatan?

  1. Seragam 1/10 tanpa memandang usia
  2. Tidak ada sistem yang menetapkan batas atas beban sebagian biaya
  3. Orang berusia di bawah 70 tahun pada prinsipnya menanggung 3/10
  4. Anak sebelum usia wajib belajar menanggung 3/10
JawabanC. Orang berusia di bawah 70 tahun pada prinsipnya menanggung 3/10

Beban sebagian biaya adalah 3/10 pada prinsipnya untuk usia di bawah 70 tahun, 2/10 untuk sebelum usia wajib belajar, 2/10 untuk usia 70–74 tahun (3/10 bagi berpenghasilan setara pekerja aktif), dan pada prinsipnya 1/10 untuk usia 75 tahun ke atas (2/10 untuk pendapatan tertentu, 3/10 untuk berpenghasilan setara pekerja aktif). Rasio berbeda menurut usia dan sebagainya, dan sistem biaya medis bernilai tinggi (kōgaku ryōyōhi) juga menetapkan batas atas beban sendiri sesuai pendapatan.

Soal 29 | Fasilitas menurut Undang-Undang Layanan Medis

Manakah pernyataan yang benar mengenai fasilitas penyedia layanan medis berdasarkan Undang-Undang Layanan Medis?

  1. Klinik adalah fasilitas yang memiliki 10 tempat tidur atau lebih
  2. Rumah sakit adalah fasilitas yang memiliki 20 tempat tidur atau lebih
  3. Rumah sakit pendukung layanan medis regional bertujuan utama mengembangkan layanan medis tingkat lanjut
  4. Rumah sakit berfungsi khusus disetujui oleh gubernur prefektur
JawabanB. Rumah sakit adalah fasilitas yang memiliki 20 tempat tidur atau lebih

Menurut Undang-Undang Layanan Medis, rumah sakit adalah fasilitas medis yang memiliki 20 tempat tidur atau lebih, sedangkan klinik adalah fasilitas tanpa tempat tidur inap atau dengan 19 tempat tidur atau kurang. Rumah sakit berfungsi khusus mengemban penyediaan, pengembangan, dan pelatihan layanan medis tingkat lanjut, dan disetujui oleh Menteri Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan. Rumah sakit pendukung layanan medis regional bertujuan mendukung dokter keluarga dan sejenisnya serta menyediakan layanan medis bagi pasien rujukan, dan disetujui oleh gubernur prefektur; pengembangan layanan medis tingkat lanjut justru menjadi tujuan utama rumah sakit berfungsi khusus.

Soal 30 | Monopoli nama

Manakah profesi yang bersifat monopoli nama tetapi bukan monopoli praktik?

  1. Perawat (kangoshi)
  2. Dokter
  3. Perawat kesehatan masyarakat (hokenshi)
  4. Bidan (josanshi)
JawabanC. Perawat kesehatan masyarakat (hokenshi)

Perawat kesehatan masyarakat (hokenshi) bersifat monopoli nama tetapi bukan monopoli praktik, sehingga pekerjaan bimbingan kesehatan itu sendiri dapat dilakukan tanpa kualifikasi tersebut. Dokter, perawat, dan bidan adalah profesi dengan monopoli praktik, sehingga orang tanpa kualifikasi dilarang melakukan pekerjaan tersebut (perawat dan sejenisnya juga sekaligus bersifat monopoli nama). Fisioterapis dan terapis okupasi juga merupakan profesi yang hanya bersifat monopoli nama.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Pembahasan ini merupakan informasi untuk keperluan belajar. Cakupan dan sistem ujian dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara ujian.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang