Manakah suku ke-n aₙ dari barisan aritmetika dengan suku pertama 3 dan beda 4?
aₙ=4n+3
aₙ=4n+1
aₙ=3n+4
aₙ=4n−1
JawabanD. aₙ=4n−1
aₙ=a₁+(n−1)d=3+(n−1)·4=4n−1. Sebaiknya diperiksa bahwa n=1 memberi a₁=3. Bentuk 4n+3 adalah kekeliruan khas karena beda ditambahkan n kali (yaitu (n−1) dijadikan n); untuk n=1 nilainya 7 sehingga tidak cocok dengan suku pertamanya.
Soal 2 | Suku ke-10
Manakah suku ke-10 dari barisan aritmetika dengan suku pertama 100 dan beda −7?
44
33
37
30
JawabanC. 37
a₁₀=100+(10−1)×(−7)=100−63=37. Menambahkan bedanya 10 kali sehingga menjadi 100−70=30 adalah kekeliruan yang khas; yang ditambahkan sebanyak (n−1)=9 kali.
Soal 3 | Jumlah 1 sampai 100
Manakah nilai dari 1+2+3+…+100?
5050
4950
10100
5000
JawabanA. 5050
Jumlah barisan aritmetika = (suku pertama + suku terakhir) × banyak suku ÷2=(1+100)×100÷2=5050. Bila lupa dibagi 2 hasilnya 10100. Adapun 4950 adalah jumlah 1 sampai 99.
Soal 4 | Jumlah barisan aritmetika
Manakah jumlah suku pertama sampai suku ke-10 dari barisan aritmetika dengan suku pertama 2 dan beda 3?
310
170
145
155
JawabanD. 155
Suku ke-10 adalah 2+9×3=29, sehingga jumlahnya 10×(2+29)/2=155. Bila suku terakhirnya keliru dihitung 2+10×3=32, hasilnya menjadi 10×(2+32)/2=170. Dengan rumus Sₙ=n{2a₁+(n−1)d}/2=5×(4+27)=155 hasilnya sama.
Soal 5 | Menentukan dari dua suku
Pada barisan aritmetika {aₙ} diketahui a₃=10 dan a₇=22. Manakah nilai a₂₀?
64
58
67
61
JawabanD. 61
Dari a₇−a₃=4d=12 diperoleh d=3, lalu a₁=10−2×3=4, sehingga a₂₀=4+19×3=61. Menghitung dari suku di tengah pun boleh: a₂₀=a₇+13d=22+39=61. Nilai 64 adalah kekeliruan karena (n−1) dijadikan n sehingga a₂₀=a₁+20d=4+60, 58 karena suku pertamanya tertukar dengan 1, dan 67 karena a₃ langsung dianggap suku pertama sehingga dihitung 10+19×3.
Soal 6 | Jumlah maksimum
Pada barisan aritmetika dengan suku pertama 20 dan beda −3, manakah jumlah suku pertama sampai suku ke-n yang bernilai maksimum?
77
70
80
76
JawabanA. 77
aₙ=20−3(n−1)=23−3n, dan aₙ≧0 ⇔ n≦7.67, sehingga suku positifnya sampai suku ke-7 (a₇=2). Maka S₇=7×(20+2)/2=77. Begitu suku negatif mulai ditambahkan jumlahnya berkurang, jadi jumlah maksimum tercapai saat semua suku positif sudah dijumlahkan. Nilai 70 muncul karena hanya dijumlahkan sampai suku ke-5, 80 karena keliru menganggap a₈=0 sehingga dihitung S₈=8(20+0)/2, dan 76 adalah S₈ yang ikut menjumlahkan suku negatif a₈=−1.
Soal 7 | Suku tengah aritmetika
Jika tiga bilangan 5, x, 13 berurutan membentuk barisan aritmetika, manakah nilai x?
9
8
√65
10
JawabanA. 9
Dari hubungan suku tengah aritmetika 2x=5+13 diperoleh x=9. Suku tengahnya adalah rata-rata kedua ujungnya, yaitu (5+13)/2. Nilai √65 timbul dari tertukarnya dengan suku tengah geometri (x²=65).
Soal 8 | Jumlah kelipatan 3
Di antara bilangan asli yang tidak lebih dari 100, manakah jumlah semua kelipatan 3?
1650
1717
1683
1584
JawabanC. 1683
Kelipatan 3 adalah 3, 6, …, 99, yaitu sebanyak 33. Jumlahnya = 33×(3+99)/2=33×51=1683. Dapat pula dihitung 3×(1+2+…+33)=3×561=1683. Jangan salah mencacah banyaknya suku menjadi 32 atau 34 (sebab 99÷3=33).
Soal 9 | Dari Sₙ ke aₙ
Jika jumlah suku pertama sampai suku ke-n barisan {aₙ} dinyatakan oleh Sₙ=n²+2n, manakah suku ke-n aₙ?
aₙ=2n+1
aₙ=2n−1
aₙ=n+2
aₙ=2n+3
JawabanA. aₙ=2n+1
Untuk n≧2 berlaku aₙ=Sₙ−Sₙ₋₁=(n²+2n)−{(n−1)²+2(n−1)}=2n+1. Karena a₁=S₁=3 juga cocok dengan 2×1+1=3, maka aₙ=2n+1 berlaku untuk semua n. Bentuk 2n−1 adalah kekeliruan karena tertukar dengan kasus Sₙ=n².
Soal 10 | Suku barisan geometri
Manakah suku ke-5 dari barisan geometri dengan suku pertama 3 dan rasio 2?
96
32
24
48
JawabanD. 48
a₅=3×2⁵⁻¹=3×2⁴=3×16=48. Kekeliruan yang khas adalah memakai pangkat 5 sehingga dihitung 3×2⁵=96; yang dikalikan sebanyak (n−1)=4 kali.
Soal 11 | Suku ke-n barisan geometri
Manakah suku ke-n aₙ dari barisan geometri dengan suku pertama 3 dan rasio 2?
aₙ=3·2ⁿ⁻¹
aₙ=3·2ⁿ
aₙ=6ⁿ⁻¹
aₙ=2·3ⁿ⁻¹
JawabanA. aₙ=3·2ⁿ⁻¹
aₙ=a₁·rⁿ⁻¹=3·2ⁿ⁻¹. Periksalah bahwa n=1 memberi a₁=3. Bentuk 3·2ⁿ memberi 6 saat n=1 sehingga tidak cocok dengan suku pertamanya. Perhatikan pula bentuk 2·3ⁿ⁻¹ yang suku pertama dan rasionya tertukar.
Soal 12 | Jumlah pangkat dua
Manakah nilai dari 1+2+4+8+…+2⁹ (yaitu jumlah suku pertama sampai suku ke-10 barisan geometri dengan suku pertama 1 dan rasio 2)?
511
512
1024
1023
JawabanD. 1023
S₁₀=(2¹⁰−1)/(2−1)=1024−1=1023. Untuk rasio 2, jumlahnya dapat pula dipandang sebagai dua kali suku terakhir dikurangi suku pertama, yaitu 2⁹×2−1. Nilai 1024 adalah 2¹⁰ itu sendiri, sedangkan 511 adalah jumlah sampai suku ke-9.
Soal 13 | Jumlah barisan geometri
Manakah jumlah suku pertama sampai suku ke-5 dari barisan geometri dengan suku pertama 2 dan rasio 3?
242
243
484
80
JawabanA. 242
S₅=2×(3⁵−1)/(3−1)=2×242/2=242. Memang 2+6+18+54+162=242. Jangan lupa −1 pada perhitungan 3⁵−1, dan jangan lupa membagi dengan penyebut (r−1) sehingga menjadi 484.
Soal 14 | Suku tengah geometri
Jika tiga bilangan real 2, x, 8 berurutan membentuk barisan geometri, manakah nilai x?
4 saja
5
±4
16
JawabanC. ±4
Dari hubungan suku tengah geometri x²=2×8=16 diperoleh x=±4. Karena rasio 2 (yaitu 2, 4, 8) maupun rasio −2 (yaitu 2, −4, 8) sama-sama berlaku, menjawab hanya 4 yang positif belum lengkap. Nilai 5 timbul dari tertukarnya dengan suku tengah aritmetika (2+8)/2.
Soal 15 | Rumus Σk
Manakah nilai dari Σₖ₌₁¹⁰ k (yaitu jumlah dari k=1 sampai 10)?
45
110
55
100
JawabanC. 55
Substitusikan n=10 ke Σk=n(n+1)/2 sehingga 10×11/2=55. Bila lupa dibagi 2 hasilnya 110. Nilai 45 adalah jumlah 1 sampai 9, jadi berhati-hatilah terhadap batas atasnya.
Soal 16 | Rumus Σk²
Manakah nilai dari Σₖ₌₁⁶ k² (yaitu 1²+2²+…+6²)?
90
55
441
91
JawabanD. 91
Substitusikan n=6 ke Σk²=n(n+1)(2n+1)/6 sehingga 6×7×13/6=91. Memang 1+4+9+16+25+36=91. Nilai 55 adalah kasus n=5, sedangkan 441=21² timbul dari tertukarnya dengan Σk³=(Σk)².
Soal 17 | Perhitungan Σ
Manakah bentuk Σₖ₌₁ⁿ (2k+1) yang dinyatakan dalam n?
n²+n
n²+2n
2n²+n
n²+2n+1
JawabanB. n²+2n
2Σk+Σ1=2×n(n+1)/2+n=n²+n+n=n²+2n. Bila Σ1=n lupa ditambahkan, hasilnya n²+n. Sebaiknya diperiksa dengan menyubstitusikan n=1, apakah nilainya 3 (yaitu 2×1+1).
Soal 18 | Σk(k+1)
Manakah nilai dari Σₖ₌₁¹⁰ k(k+1)?
440
385
495
430
JawabanA. 440
Jabarkan k(k+1)=k²+k, lalu Σk²+Σk=385+55=440, dengan memakai Σk²(n=10)=10×11×21/6=385 dan Σk(n=10)=55. Nilai 385 adalah kekeliruan karena berhenti pada Σk² saja. Aturan bakunya adalah menjabarkannya lebih dulu agar dapat dikembalikan ke rumus.
Soal 19 | Barisan selisih dan sukunya
Manakah suku ke-6 dari barisan 2, 3, 5, 8, 12, …?
18
16
17
20
JawabanC. 17
Bila selisihnya diambil, diperoleh deret bilangan asli 1, 2, 3, 4, sehingga selisih berikutnya 5. Maka a₆=12+5=17. Bila pola barisan aslinya belum tampak, aturan bakunya adalah memeriksa lebih dulu selisih antarsuku yang berdampingan.
Soal 20 | Suku ke-n lewat barisan selisih
Manakah suku ke-n aₙ dari barisan 2, 3, 5, 8, 12, …?
aₙ=(n²−n+2)/2
aₙ=(n²+n+2)/2
aₙ=n²−n+2
aₙ=(n²−n+4)/2
JawabanD. aₙ=(n²−n+4)/2
Karena selisihnya bₖ=k, untuk n≧2 berlaku aₙ=2+Σₖ₌₁ⁿ⁻¹ k=2+(n−1)n/2=(n²−n+4)/2. Untuk n=1 pun berlaku karena 4/2=2. Pemeriksaannya dapat dilakukan dengan menyubstitusikan n=2 dan melihat apakah hasilnya 3 (bentuk (n²+n+2)/2 memberi 4 saat n=2 sehingga keliru).
Soal 21 | Jumlah dengan pecahan parsial
Manakah bentuk Σₖ₌₁ⁿ 1/(k(k+1)) yang dinyatakan dalam n?
(n+1)/n
1−1/n
n/(n+1)
1/(n+1)
JawabanC. n/(n+1)
Dengan penguraian pecahan parsial 1/(k(k+1))=1/k−1/(k+1), jumlahnya menjadi (1−1/2)+(1/2−1/3)+…+(1/n−1/(n+1))=1−1/(n+1)=n/(n+1). Suku-suku di tengah saling meniadakan sehingga hanya yang pertama dan yang terakhir tersisa.
Soal 22 | Rekursif tipe aritmetika
Manakah suku ke-10 dari barisan yang ditentukan oleh a₁=1 dan aₙ₊₁=aₙ+3?
31
27
30
28
JawabanD. 28
Karena setiap kali ditambah 3, barisannya bertipe aritmetika dengan beda 3. Maka a₁₀=1+(10−1)×3=28, dan suku ke-n-nya aₙ=3n−2. Menambahkan 3 sebanyak 10 kali sehingga terjawab 31 berarti (n−1) kali keliru dianggap n kali.
Soal 23 | Rekursif tipe geometri
Manakah suku ke-4 dari barisan yang ditentukan oleh a₁=2 dan aₙ₊₁=3aₙ?
18
162
54
24
JawabanC. 54
Karena setiap kali dikalikan 3, barisannya bertipe geometri dengan rasio 3. Maka a₄=2×3³=54. Bila ditulis berturut-turut pun 2→6→18→54. Mengalikan 3 sebanyak 4 kali sehingga terjawab 162 berarti pangkatnya salah dicacah.
Soal 24 | Alur induksi matematika
Manakah langkah yang benar saat membuktikan pernyataan tentang bilangan asli n dengan induksi matematika?
mengandaikan berlaku untuk n=k, lalu menunjukkan berlaku pula untuk n=k−1
cukup memastikan pernyataan berlaku untuk n=1 dan n=2
menunjukkan berlaku untuk n yang cukup besar sudah menjamin berlaku untuk semua n
menunjukkan berlaku untuk n=1, lalu mengandaikan berlaku untuk n=k dan menunjukkan berlaku untuk n=k+1
JawabanD. menunjukkan berlaku untuk n=1, lalu mengandaikan berlaku untuk n=k dan menunjukkan berlaku untuk n=k+1
Induksi terdiri atas dua tahap: (1) menunjukkan pernyataan berlaku untuk n=1, dan (2) mengandaikan berlaku untuk n=k lalu menunjukkan berlaku untuk n=k+1. Bayangkan menjatuhkan kartu domino pertama lalu menunjukkan bahwa kartu mana pun yang jatuh akan menjatuhkan kartu berikutnya; kedua tahap itu sama-sama diperlukan.
Soal 25 | Penerapan rumus rekursif
Manakah suku ke-n aₙ dari barisan yang ditentukan oleh a₁=1 dan aₙ₊₁=2aₙ+1?
aₙ=2ⁿ+1
aₙ=2ⁿ⁻¹
aₙ=2ⁿ−1
aₙ=3ⁿ−2
JawabanC. aₙ=2ⁿ−1
Dari persamaan karakteristik α=2α+1 diperoleh α=−1. Setelah diubah menjadi aₙ₊₁+1=2(aₙ+1), barisan {aₙ+1} merupakan barisan geometri dengan suku pertama 2 dan rasio 2, sehingga aₙ+1=2ⁿ dan aₙ=2ⁿ−1. Memang barisannya 1, 3, 7, 15, 31, …. Bentuk 2ⁿ⁻¹ memberi 2 saat n=2 sehingga tidak cocok dengan a₂=3.
Latihan: kerjakan soal di halaman ini
Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.
* Materi ini untuk mengecek isi pelajaran SMA. Jika penulisan atau penjelasannya berbeda dengan buku pelajaran atau pengajaran di sekolah, utamakan buku pelajaran dan penjelasan guru.
Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang