Rata-rata = jumlah ÷ banyak data = (2+4+6+8+10)/5=30/5=6. Pada data yang tersusun dengan jarak sama, nilai tengahnya sama dengan rata-ratanya. Jangan lupa membagi dengan banyak data, yaitu 5.
Soal 2 | Median untuk data ganjil
Manakah median dari data 2, 9, 4, 7, 3?
5
3
4
7
JawabanC. 4
Setelah diurutkan dari terkecil: 2, 3, 4, 7, 9. Karena banyaknya 5 (ganjil), nilai tengahnya adalah datum ketiga, sehingga mediannya 4. Rata-ratanya 25/5=5, jadi median dan rata-rata pada umumnya tidak sama. Jangan lupa mengurutkan lebih dulu.
Soal 3 | Median untuk data genap
Manakah median dari data 2, 5, 3, 8, 9, 7?
7
5
5.5
6
JawabanD. 6
Setelah diurutkan dari terkecil: 2, 3, 5, 7, 8, 9. Karena banyaknya 6 (genap), mediannya adalah rata-rata dua datum tengah (ketiga dan keempat), yaitu (5+7)/2=6. Mengambil salah satu saja lalu menjawab 5 atau 7 adalah keliru.
Soal 4 | Modus
Manakah modus dari data 5, 7, 7, 8, 9, 9, 9, 10?
8
9
8.5
7
JawabanB. 9
Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Nilai 9 muncul 3 kali sedangkan yang lain paling banyak 2 kali, sehingga modusnya 9. Nilai 8 adalah rata-rata dan 8.5 adalah median; ketiga ukuran pemusatan itu berbeda-beda.
Soal 5 | Jangkauan
Manakah jangkauan dari data 3, 8, 2, 10, 7?
7
10
5
8
JawabanD. 8
Jangkauan = nilai terbesar − nilai terkecil = 10−2=8. Jangan menjawab nilai terbesar 10 begitu saja, dan jangan tertukar dengan jangkauan antarkuartil. Jangkauan dapat berubah besar hanya karena satu pencilan.
Soal 6 | Jangkauan antarkuartil
Manakah jangkauan antarkuartil dari data 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7?
6
2
3
4
JawabanD. 4
Mediannya 4. Median separuh bawah 1, 2, 3 adalah Q1=2, dan median separuh atas 5, 6, 7 adalah Q3=6. Jangkauan antarkuartil = Q3−Q1=6−2=4. Jangan tertukar dengan jangkauan (7−1=6).
Soal 7 | Kuartil ketiga
Manakah kuartil ketiga Q3 dari data 1, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10 (terurut naik, 8 datum)?
5.5
9
8
8.5
JawabanD. 8.5
Karena ada 8 datum, separuh bawahnya 1, 3, 4, 5 dan separuh atasnya 6, 8, 9, 10. Q3 adalah median separuh atas, yaitu (8+9)/2=8.5. Nilai 5.5 adalah median keseluruhan Q2. Jangan lupa mengambil rata-rata dua datum tengah pada separuh atas.
Soal 8 | Diagram kotak-garis
Apakah yang dinyatakan oleh panjang kotak pada diagram kotak-garis?
simpangan baku
simpangan dari rata-rata
jangkauan
jangkauan antarkuartil
JawabanD. jangkauan antarkuartil
Ujung kiri kotak adalah Q1 dan ujung kanannya Q3, sehingga panjang kotak menyatakan Q3−Q1, yaitu jangkauan antarkuartil. Jangkauan diukur dari ujung garis yang satu ke ujung garis yang lain (nilai terbesar − nilai terkecil). Simpangan baku tidak dapat dibaca dari diagram kotak-garis.
Soal 9 | Pencilan
Kuartil pertama suatu data adalah 10 dan kuartil ketiganya 16. Dengan patokan bahwa nilai yang melebihi Q3+1.5×IQR disebut pencilan, manakah yang merupakan pencilan?
24
20
12
26
JawabanD. 26
IQR=16−10=6, sehingga batasnya 16+1.5×6=16+9=25. Nilai yang melebihi batas itu adalah 26, jadi itulah pencilannya. Nilai 24 dan 20 tidak melebihi batas 25 sehingga bukan pencilan. Jangan lupa menambahkan 1.5×IQR pada Q3.
Soal 10 | Menghitung rata-rata
Manakah rata-rata dari data 98, 102, 101, 99, 100?
100.5
100
99
101
JawabanB. 100
Jumlahnya 98+102+101+99+100=500, sehingga 500/5=100. Dapat pula dilihat dari rerata sementara 100: selisihnya −2, +2, +1, −1, 0 dan rata-rata selisih itu 0, sehingga rata-ratanya 100.
Soal 11 | Rata-rata setelah perbaikan
Rata-rata dari 5 datum adalah 10, tetapi salah satu nilainya, yaitu 8, ternyata keliru dan yang benar adalah 13. Manakah rata-rata yang benar?
11.5
12
10.5
11
JawabanD. 11
Jumlah semula 10×5=50. Setelah kekeliruannya diperbaiki, jumlahnya menjadi 50−8+13=55, sehingga rata-ratanya 55/5=11. Bisa juga dipikirkan bahwa tambahan 5 dibagi banyak data 5, jadi rata-ratanya naik 1.
Soal 12 | Definisi ragam
Manakah ragam dari data 1, 2, 3, 4, 5?
10
2
4
√2
JawabanB. 2
Rata-ratanya 3. Simpangannya −2, −1, 0, 1, 2, sehingga ragam=(4+1+0+1+4)/5=10/5=2. Jangan lupa membagi jumlah kuadrat simpangan 10 dengan banyak data. Nilai √2 adalah simpangan bakunya.
Soal 13 | Simpangan baku
Manakah simpangan baku dari data 2, 4, 6, 8?
5
√5
√10
25
JawabanB. √5
Rata-ratanya 5. Ragam=(9+1+1+9)/4=20/4=5. Simpangan bakunya adalah akar kuadrat positif dari ragam, yaitu √5. Jangan menjawab ragam 5 sebagai simpangan baku.
Soal 14 | Rumus hitung
Untuk data 1, 3, 5, 7, berapakah ragamnya bila dihitung dengan rumus ragam=(rata-rata kuadrat)−(kuadrat rata-rata)?
√5
16
5
21
JawabanC. 5
Rata-ratanya 4 dan rata-rata kuadratnya (1+9+25+49)/4=84/4=21. Maka ragam=21−4²=21−16=5. Nilai 21 berhenti pada rata-rata kuadrat dan 16 berhenti pada kuadrat rata-rata, yaitu kekeliruan karena pengurangannya terlupakan. Dengan rumus definisinya pun hasilnya 5.
Soal 15 | Dari ragam ke simpangan baku
Jika ragam suatu data adalah 9, manakah simpangan bakunya?
9
81
√3
3
JawabanD. 3
Simpangan baku=√(ragam)=√9=3. Nilai 81 adalah kekeliruan karena ragam justru dikuadratkan lagi, sedangkan √3 adalah kekeliruan karena akar diambil sekali lagi dari 3. Ingat hubungannya dengan tepat: simpangan baku adalah akar kuadrat positif dari ragam.
Soal 16 | Transformasi dan simpangan baku
Jika simpangan baku peubah x adalah 4, manakah simpangan baku peubah y yang ditentukan oleh y=2x+3?
8
16
11
4
JawabanA. 8
Untuk y=bx+a, simpangan bakunya menjadi |b| kali, sehingga 2×4=8. Suku +3 hanya menggeser seluruh data dan tidak mengubah penyebarannya. Nilai 11 adalah kekeliruan karena konstantanya ikut ditambahkan sebagai 2×4+3, sedangkan 16 adalah kekeliruan karena tertukar dengan faktor pengali ragam b²=4.
Soal 17 | Transformasi dan ragam
Jika ragam peubah x adalah 2, manakah ragam peubah y yang ditentukan oleh y=3x−2?
18
tetap 2
6
4
JawabanA. 18
Untuk y=bx+a, ragamnya menjadi b² kali, sehingga 3²×2=18. Nilai 6 adalah kekeliruan karena hanya dikalikan 3 (itu faktor pengali simpangan baku). Suku −2 tidak berpengaruh pada ragam. Bedakan dengan jelas: simpangan baku menjadi |b| kali, ragam menjadi b² kali.
Soal 18 | Rata-rata gabungan
Rata-rata nilai 4 orang di kelompok A adalah 5, dan rata-rata nilai 6 orang di kelompok B adalah 10. Manakah rata-rata nilai kesepuluh orang itu?
7.5
8.5
7
8
JawabanD. 8
Jumlah keseluruhannya 4×5+6×10=20+60=80, sehingga rata-ratanya 80/10=8. Kekeliruan yang khas adalah mengabaikan banyaknya orang lalu menghitung (5+10)/2=7.5. Hitunglah dari jumlah keseluruhan dengan memberi bobot sesuai banyaknya orang.
Soal 19 | Koefisien negatif
Jika simpangan baku peubah x adalah 2, manakah simpangan baku peubah y yang ditentukan oleh y=−2x+1?
4
−4
8
2
JawabanA. 4
Simpangan baku menjadi |b| kali, sehingga |−2|×2=4. Karena simpangan baku menyatakan besarnya penyebaran, nilainya tidak mungkin negatif, jadi −4 keliru. Membalik tanda tidak mengubah lebar penyebarannya. Nilai 8 timbul dari tertukarnya dengan faktor b²=4 (faktor pengali ragam).
Soal 20 | Penambahan nilai yang seragam
Jika nilai ujian setiap orang ditambah 5 secara seragam, apa yang terjadi pada rata-rata dan ragamnya?
rata-rata tidak berubah, ragam bertambah 5
rata-rata dan ragam sama-sama bertambah 5
rata-rata bertambah 5, ragam tidak berubah
rata-rata maupun ragam tidak berubah
JawabanC. rata-rata bertambah 5, ragam tidak berubah
Bila setiap datum ditambah bilangan yang sama, rata-ratanya bertambah sebesar itu, tetapi selisih tiap nilai terhadap rata-rata (simpangannya) tidak berubah sehingga ragam dan simpangan bakunya tetap. Bayangkan saja bentuk penyebarannya hanya bergeser sejajar.
Soal 21 | Jumlah kuadrat
Jika rata-rata 5 datum adalah 4 dan ragamnya 6, manakah jumlah kuadrat datanya x₁²+x₂²+…+x₅²?
30
50
80
110
JawabanD. 110
Dari ragam=(rata-rata kuadrat)−(kuadrat rata-rata) diperoleh rata-rata kuadrat=6+4²=22, sehingga jumlah kuadratnya 22×5=110. Nilai 50 adalah kekeliruan karena dihitung (6+4)×5. Gunakan rumusnya secara terbalik menjadi rata-rata kuadrat = ragam + kuadrat rata-rata.
Soal 22 | Korelasi positif
Jika sebaran titik pada diagram pencar secara keseluruhan naik ke kanan, apakah yang dapat dikatakan ada di antara kedua peubah itu?
hubungan sebab-akibat
tidak ada korelasi
korelasi negatif
korelasi positif
JawabanD. korelasi positif
Sebaran yang naik ke kanan (bila x bertambah, y cenderung ikut bertambah) menunjukkan korelasi positif, sedangkan yang turun ke kanan menunjukkan korelasi negatif. Perhatikan bahwa bentuk diagram pencar saja belum dapat menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat.
Soal 23 | Rentang nilai r
Manakah rentang nilai yang pasti dipenuhi oleh koefisien korelasi r?
−1 < r < 1
−1 ≦ r ≦ 1
r ≧ 0
0 ≦ r ≦ 1
JawabanB. −1 ≦ r ≦ 1
Koefisien korelasi adalah kovarians dibagi hasil kali kedua simpangan baku, dan nilainya pasti berada pada −1≦r≦1. Nilai ujungnya, yaitu ±1, memang dapat tercapai ketika semua titik terletak pada satu garis lurus, sehingga tanda sama dengan disertakan. Nilainya juga bisa negatif.
Soal 24 | r=−0.9
Koefisien korelasi dua peubah adalah −0.9. Manakah gambaran diagram pencarnya yang paling tepat?
berkumpul rapat di sekitar garis yang turun ke kanan
tersebar merata di seluruh bidang
berkumpul rapat di sekitar garis yang naik ke kanan
tersusun membentuk kurva seperti y=x²
JawabanA. berkumpul rapat di sekitar garis yang turun ke kanan
Karena r dekat dengan −1, korelasinya negatif dan kuat, artinya titik-titiknya berkumpul di dekat sebuah garis yang turun ke kanan. Bila naik ke kanan, r bernilai positif. Karena r mengukur hubungan yang bersifat garis lurus, sebaran berbentuk parabola tidak akan memberi nilai seperti −0.9.
Soal 25 | Titik-titik pada satu garis
Semua titik pada sebuah diagram pencar terletak pada satu garis lurus yang turun ke kanan. Manakah koefisien korelasinya?
0
1
−1
−0.5
JawabanC. −1
Bila semua titik terletak pada satu garis lurus, koefisien korelasinya ±1, dan karena garisnya turun ke kanan maka r=−1. Nilai r=−1 berarti korelasi negatif yang tidak mungkin lebih kuat lagi; nilai 0 untuk keadaan tanpa korelasi, dan 1 untuk titik-titik pada garis yang naik ke kanan.
Soal 26 | Menghitung r
Untuk 5 pasang data x: 1, 2, 3, 4, 5 dan y: 3, 5, 4, 7, 6, diketahui ragam x adalah 2, ragam y adalah 2, dan kovariansnya 1.6. Manakah koefisien korelasinya?
1.6
0.4
−0.8
0.8
JawabanD. 0.8
r=sxy/(sx·sy)=1.6/(√2×√2)=1.6/2=0.8. Membagi dengan hasil kali ragam (2) alih-alih simpangan baku (√2) menghasilkan kekeliruan 0.4. Jangan pula menjawab kovarians 1.6 begitu saja.
Soal 27 | Korelasi dan sebab-akibat
Terlihat korelasi positif yang kuat antara penjualan es krim dan jumlah orang yang dilarikan ke rumah sakit karena serangan panas. Manakah penafsiran yang paling tepat?
untuk mengurangi jumlah korban, penjualan es krim cukup dibatasi
karena korelasinya kuat, dapat dikatakan yang satu menjadi penyebab yang lain
es krim adalah penyebab serangan panas
ada kemungkinan satu faktor bersama, yaitu suhu udara, memengaruhi keduanya
JawabanD. ada kemungkinan satu faktor bersama, yaitu suhu udara, memengaruhi keduanya
Hubungan korelasi bukan bukti adanya hubungan sebab-akibat. Pada contoh ini wajar bila dianggap ada peubah ketiga, yaitu suhu udara, yang menambah keduanya sekaligus. Kuat atau lemahnya korelasi (besarnya r) adalah persoalan yang terpisah dari ada atau tidaknya sebab-akibat.
Soal 28 | Contoh korelasi negatif
Manakah pasangan yang paling tepat dianggap memiliki korelasi negatif di antara kedua peubahnya?
jumlah penduduk kota dan jumlah toko
suhu udara dan penjualan kopi panas
tinggi badan dan berat badan
lama belajar dan nilai ujian
JawabanB. suhu udara dan penjualan kopi panas
Makin tinggi suhu udara, penjualan kopi panas cenderung makin berkurang, dan itulah keadaan turun ke kanan alias korelasi negatif. Tinggi badan dan berat badan, lama belajar dan nilai ujian, serta jumlah penduduk dan jumlah toko sama-sama diperkirakan berkorelasi positif karena bila yang satu bertambah yang lain ikut bertambah.
Soal 29 | Uji hipotesis
Sebuah koin dilempar 8 kali dan seluruhnya muncul sisi gambar. Dengan hipotesis bahwa koin itu setimbang (peluang sisi gambar 1/2), peluang munculnya sisi gambar 8 kali berturut-turut adalah (1/2)⁸=1/256 (sekitar 0.4%). Bila patokannya 5%, manakah keputusan menurut cara berpikir uji hipotesis?
menerima hipotesis dan menilai koin setimbang
karena peluangnya di bawah 50%, koin dinilai tidak setimbang
karena peluangnya bukan 0, koin dinilai setimbang
menolak hipotesis dan menilai koin lebih mudah memunculkan sisi gambar
JawabanD. menolak hipotesis dan menilai koin lebih mudah memunculkan sisi gambar
Di bawah anggapan koin setimbang, peluang hasil yang teramati, yaitu 1/256≒0.4%, lebih kecil daripada patokan 5%. Daripada menganggap telah terjadi sesuatu yang sangat jarang, lebih wajar meragukan anggapannya; karena itu hipotesisnya ditolak dan koin dinilai lebih mudah memunculkan sisi gambar. Pembandingnya adalah patokan 5%, bukan 50%.
Soal 30 | Tidak dapat ditolak
Pada suatu uji hipotesis, peluang munculnya hasil pengamatan di bawah hipotesis dihitung sebesar 6%. Bila patokannya 5%, manakah keputusan yang paling tepat?
hipotesis terbukti benar
hipotesis ditolak
hipotesis tidak dapat ditolak dan keputusan ditangguhkan
karena peluangnya dekat dengan patokan, patokannya diubah menjadi 10%
JawabanC. hipotesis tidak dapat ditolak dan keputusan ditangguhkan
Peluang 6% tidak kurang dari patokan 5%, sehingga belum dapat dikatakan sangat jarang terjadi dan hipotesisnya tidak dapat ditolak. Namun, tidak dapat ditolak bukanlah bukti bahwa hipotesisnya benar. Menggeser patokannya setelah melihat hasil adalah sikap yang keliru.
Latihan: kerjakan soal di halaman ini
Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.
* Materi ini untuk mengecek isi pelajaran SMA. Jika penulisan atau penjelasannya berbeda dengan buku pelajaran atau pengajaran di sekolah, utamakan buku pelajaran dan penjelasan guru.
Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang