Karena y=(x−2)²−4+1=(x−2)²−3, titik puncaknya (2, −3). Absis titik puncak dari (x−2)² adalah +2 (tandanya berbalik). Jawaban (2, 1) muncul karena lupa mengurangkan −4, sedangkan (2, 5) muncul karena −4 keliru dianggap +4.
Soal 2 | Titik puncak
Manakah titik puncak grafik y=x²+6x+5?
(−3, 5)
(3, −4)
(−3, −4)
(3, 4)
JawabanC. (−3, −4)
Diperoleh y=(x+3)²−9+5=(x+3)²−4. Karena (x+3)²=(x−(−3))², absis titik puncaknya −3 sehingga titik puncaknya (−3, −4). Jawaban (3, −4) muncul dari salah membaca tanda, sedangkan (−3, 5) muncul karena −9 terlewat.
Soal 3 | Melengkapkan kuadrat
Manakah hasil melengkapkan kuadrat dari y=2x²−8x+3?
y=2(x+2)²−5
y=2(x−2)²−5
y=2(x−4)²−29
y=2(x−2)²−1
JawabanB. y=2(x−2)²−5
2(x²−4x)+3=2{(x−2)²−4}+3=2(x−2)²−8+3=2(x−2)²−5. Nilai −1 muncul karena saat −4 dikeluarkan, koefisien 2 lupa dikalikan (−4+3=−1). Sebaiknya diperiksa kembali dengan menjabarkan, apakah kembali menjadi 2x²−8x+3.
Soal 4 | Sumbu simetri
Manakah sumbu simetri grafik y=x²+2x?
garis x=1
garis x=−2
garis x=2
garis x=−1
JawabanD. garis x=−1
Karena y=(x+1)²−1, sumbu simetrinya adalah garis x=−1. Letak sumbu simetri adalah setengah koefisien x dengan tanda dibalik (setengah dari 2 adalah 1, tandanya dibalik menjadi −1). Jawaban x=1 adalah kesalahan tanda, sedangkan x=−2 muncul karena lupa membaginya dua.
Soal 5 | Puncak parabola terbuka ke bawah
Manakah titik puncak grafik y=−x²+4x−1?
(2, −5)
(−2, 3)
(2, −3)
(2, 3)
JawabanD. (2, 3)
Dari −(x²−4x)−1=−{(x−2)²−4}−1=−(x−2)²+4−1=−(x−2)²+3 diperoleh titik puncak (2, 3). Jawaban (2, −5) muncul karena tanda pada −4 salah diproses menjadi −4−1. Perhatikan tanda saat membuka kurung yang difaktorkan dengan −1.
Soal 6 | Translasi
Manakah persamaan parabola hasil translasi grafik y=x² sejauh 3 pada arah sumbu x dan −2 pada arah sumbu y?
y=(x−3)²−2
y=(x+3)²+2
y=(x−3)²+2
y=(x+3)²−2
JawabanA. y=(x−3)²−2
Menggeser sejauh p pada arah x berarti pada persamaan x→x−p, sehingga pergeseran +3 memberi (x−3)². Arah y adalah −2, jadi di akhir ditambahkan −2. Inti translasi adalah tanda pada persamaan berlawanan dengan arah pergeseran, dan (x+3)² muncul karena pembalikan tanda itu terlupakan.
Soal 7 | Translasi
Manakah persamaan parabola hasil translasi grafik y=2x² sejauh −1 pada arah sumbu x dan 4 pada arah sumbu y?
y=2(x+1)²−4
y=2(x+1)²+4
y=2(x−1)²+4
y=2(x−1)²−4
JawabanB. y=2(x+1)²+4
Pergeseran −1 pada arah x berarti x→x−(−1)=x+1 sehingga menjadi 2(x+1)², dan pergeseran +4 pada arah y menambahkan +4 di akhir. Bila diperiksa lewat titik puncak, (0,0)→(−1,4), dan itu cocok dengan titik puncak (−1,4) dari y=2(x+1)²+4.
Soal 8 | Pencerminan
Manakah persamaan parabola hasil pencerminan grafik y=x²−2x+3 terhadap sumbu x?
y=−x²+2x−3
y=x²+2x+3
y=−x²+2x+3
y=−x²−2x−3
JawabanA. y=−x²+2x−3
Pencerminan terhadap sumbu x adalah penggantian y→−y sehingga y=−(x²−2x+3)=−x²+2x−3, yaitu tanda seluruh suku berubah. Persamaan y=x²+2x+3 adalah hasil pencerminan terhadap sumbu y (x→−x) dan mudah tertukar.
Soal 9 | Pencerminan terhadap titik asal
Manakah persamaan parabola hasil pencerminan grafik y=x²−4x+5 terhadap titik asal?
y=x²+4x+5
y=−x²−4x+5
y=−x²−4x−5
y=−x²+4x−5
JawabanC. y=−x²−4x−5
Pencerminan terhadap titik asal berarti x→−x sekaligus y→−y. Dari −y=(−x)²−4(−x)+5=x²+4x+5 diperoleh y=−x²−4x−5. Persamaan y=−x²+4x−5 hanya mencerminkan terhadap sumbu x, sedangkan y=x²+4x+5 hanya terhadap sumbu y; keduanya kesalahan karena satu penggantian terlewat.
Soal 10 | Menentukan persamaan
Manakah persamaan parabola yang titik puncaknya (1, 2) dan melalui titik (0, 4)?
y=(x−1)²+2
y=2(x+1)²+2
y=−2(x−1)²+2
y=2(x−1)²+2
JawabanD. y=2(x−1)²+2
Misalkan bentuk puncak y=a(x−1)²+2, lalu substitusikan (0, 4) sehingga a+2=4, jadi a=2. Persamaan y=2(x+1)²+2 juga melalui titik (0, 4) tetapi titik puncaknya (−1, 2) sehingga tidak memenuhi syarat. Adapun y=(x−1)²+2 memberi 3 saat x=0 sehingga tidak melalui titik itu.
Soal 11 | Nilai minimum
Manakah nilai minimum dari y=x²−2x+3?
−2 (saat x=1)
1 (saat x=2)
3 (saat x=0)
2 (saat x=1)
JawabanD. 2 (saat x=1)
Karena y=(x−1)²+2, parabola terbuka ke atas dengan titik puncak (1, 2). Nilai minimumnya 2 saat x=1. Bila daerah asalnya tidak dibatasi, nilai minimum sama dengan ordinat titik puncak. Nilai 3 adalah hasil substitusi x=0 dan bukan nilai minimum.
Soal 12 | Nilai maksimum
Manakah nilai maksimum dari y=−x²+4x?
4 (saat x=2)
−4 (saat x=2)
0 (saat x=0)
2 (saat x=4)
JawabanA. 4 (saat x=2)
Karena y=−(x−2)²+4, parabola terbuka ke bawah dengan titik puncak (2, 4). Nilai maksimumnya 4 saat x=2. Grafik yang terbuka ke bawah mencapai maksimum di titik puncak (dan tidak memiliki nilai minimum). Kesalahan tanda menghasilkan −4, padahal substitusi x=2 memberi −4+8=4.
Soal 13 | Bentuk puncak
Manakah nilai minimum dari y=2(x−3)²+1?
3 (saat x=1)
1 (saat x=3)
−1 (saat x=3)
19 (saat x=0)
JawabanB. 1 (saat x=3)
Persamaannya sudah berbentuk puncak dengan titik puncak (3, 1). Karena a=2>0 parabola terbuka ke atas sehingga nilai minimumnya 1 saat x=3. Jangan tertukar dalam membaca koordinat titik puncak (3, 1), yaitu x=3 dan nilai minimum 1. Nilai 19 adalah nilai saat x=0.
Soal 14 | Dengan daerah asal
Manakah nilai maksimum dari y=(x−1)²+2 pada 0≦x≦3?
6 (saat x=3)
2 (saat x=1)
18 (saat x=3)
3 (saat x=0)
JawabanA. 6 (saat x=3)
Sumbu simetri x=1 berada di dalam daerah asal, sehingga nilai maksimum dicapai di ujung yang lebih jauh dari sumbu, yaitu x=3. Diperoleh f(3)=(3−1)²+2=4+2=6. Nilai 2 adalah nilai minimum (titik puncak), sedangkan 18 muncul dari kesalahan tanda saat menghitung (3+1)².
Soal 15 | Sumbu di luar kanan
Manakah nilai minimum dari y=x²−4x+1 pada 0≦x≦1?
0 (saat x=1)
−2 (saat x=1)
−3 (saat x=2)
1 (saat x=0)
JawabanB. −2 (saat x=1)
Sumbu simetri x=2 berada di luar sebelah kanan daerah asal 0≦x≦1, sehingga pada selang itu fungsinya turun monoton. Nilai minimumnya di ujung kanan x=1, yaitu f(1)=1−4+1=−2. Nilai −3 memang ordinat titik puncak, tetapi x=2 di luar daerah asal sehingga tidak dapat dicapai. Menjawab dengan titik puncak tanpa memperhatikan daerah asal adalah kesalahan khas.
Soal 16 | Pasangan nilai maksimum dan minimum
Manakah pasangan nilai maksimum dan nilai minimum dari y=−x²+2x+2 pada 0≦x≦3?
nilai maksimum 3, nilai minimum 0
nilai maksimum 3, nilai minimum 2
nilai maksimum 2, nilai minimum −1
nilai maksimum 3, nilai minimum −1
JawabanD. nilai maksimum 3, nilai minimum −1
Diperoleh y=−(x−1)²+3. Parabola terbuka ke bawah dan sumbu simetri x=1 berada di dalam daerah asal, sehingga nilai maksimumnya di titik puncak, yaitu f(1)=3. Nilai minimum dicapai di ujung yang lebih jauh dari sumbu, yaitu x=3 dengan f(3)=−9+6+2=−1. Nilai f(0)=2 juga nilai di ujung, tetapi x=3 lebih jauh dari sumbu sehingga nilainya lebih kecil.
Soal 17 | Sumbu di luar kiri
Manakah nilai minimum dari y=x²−6x+10 pada 4≦x≦6?
5 (saat x=5)
10 (saat x=6)
2 (saat x=4)
1 (saat x=3)
JawabanC. 2 (saat x=4)
Sumbu simetri x=3 berada di luar sebelah kiri daerah asal 4≦x≦6, sehingga pada selang itu fungsinya naik monoton. Nilai minimumnya di ujung kiri x=4, yaitu f(4)=16−24+10=2. Nilai 1 adalah nilai di titik puncak, tetapi x=3 berada di luar daerah asal. Nilai maksimumnya adalah 10 di ujung kanan x=6.
Soal 18 | Sumbu yang berubah
Misalkan a>2. Manakah nilai minimum dari y=x²−2ax pada 0≦x≦2?
−a² (saat x=a)
0 (saat x=0)
4−4a (saat x=2)
4−2a (saat x=2)
JawabanC. 4−4a (saat x=2)
Karena a>2, sumbu simetri x=a berada di luar sebelah kanan daerah asal. Pada selang itu fungsinya turun monoton sehingga nilai minimumnya di ujung kanan x=2, yaitu f(2)=4−4a. Nilai −a² adalah nilai di titik puncak, tetapi x=a di luar daerah asal sehingga tidak dapat dicapai. Misalnya untuk a=3 diperoleh f(2)=−8, dan 4−4×3=−8 memang cocok.
Soal 19 | Menentukan konstanta dari nilai maksimum
Jika nilai maksimum dari y=x²−2x+c pada 0≦x≦3 adalah 7, manakah nilai konstanta c?
c=−8
c=7
c=4
c=8
JawabanC. c=4
Ujung yang lebih jauh dari sumbu simetri x=1 adalah x=3, sehingga nilai maksimumnya f(3)=9−6+c=3+c. Dari 3+c=7 diperoleh c=4. Jawaban c=7 muncul karena maksimum keliru dianggap f(0)=c, sedangkan c=8 muncul karena nilai minimum f(1)=c−1 disamakan dengan 7. Untuk c=4 dapat diperiksa bahwa f(3)=7.
Soal 20 | Pemisalan
Manakah nilai minimum dari y=(x²−2x)²−4(x²−2x)+1?
−3
6
1
−4
JawabanA. −3
Dengan pemisalan t=x²−2x diperoleh t=(x−1)²−1≧−1. Selanjutnya y=t²−4t+1=(t−2)²−3, dan karena t=2 berada dalam rentang t≧−1, nilai minimumnya −3 (yaitu saat t=2, atau x²−2x=2). Pada ujung rentang t=−1 diperoleh y=6, tetapi itu bukan nilai minimum. Setelah melakukan pemisalan, jangan lupa memeriksa rentang nilai t.
Soal 21 | Menyelesaikan dengan pemfaktoran
Manakah penyelesaian persamaan kuadrat x²−5x+6=0?
x=2, 3
x=−1, −6
x=1, 6
x=−2, −3
JawabanA. x=2, 3
Dari (x−2)(x−3)=0 diperoleh x=2, 3. Dua bilangan yang hasil kalinya +6 dan jumlahnya −5 adalah −2 dan −3, sehingga faktornya (x−2)(x−3) dan akarnya kembali bertanda positif, yaitu 2 dan 3. Menjawab −2, −3 berarti tertukar antara tanda pada faktor dan tanda pada akar.
Soal 22 | Rumus kuadrat
Manakah penyelesaian persamaan kuadrat x²−2x−1=0?
x=1±√2
x=1±√3
x=2±2√2
x=−1±√2
JawabanA. x=1±√2
Dengan rumus kuadrat, x=(2±√(4+4))/2=(2±2√2)/2=1±√2. Jawaban 2±2√2 muncul karena lupa membagi dengan 2 di akhir. Lakukan penyederhanaan √8=2√2 dan pembagiannya dengan teliti. Substitusi x=1+√2 memberi (1+√2)²−2(1+√2)−1=0 sebagai pemeriksaan.
Dengan cara silang diperoleh (2x−1)(x+2)=0. Dari 2x−1=0 didapat x=1/2, dan dari x+2=0 didapat x=−2. Perhatikan bahwa akar dari faktor (x+2) adalah −2, yaitu berlawanan tanda. Jawaban x=−1/2, 2 adalah kesalahan karena kedua tandanya dibalik.
Soal 24 | Syarat akar kembar
Jika persamaan kuadrat x²+4x+k=0 memiliki akar kembar, manakah nilai konstanta k?
k=−4
k=2
k=4
k=16
JawabanC. k=4
Syarat akar kembar adalah D=0. Dari D=16−4k=0 diperoleh k=4. Untuk nilai itu x²+4x+4=(x+2)²=0 dengan akar kembar x=−2. Jawaban k=16 muncul karena menulis D=16−k dan lupa mengalikan dengan 4.
Soal 25 | Syarat dua akar real
Manakah rentang nilai konstanta k agar persamaan kuadrat x²−3x+k=0 memiliki dua akar real yang berbeda?
k>−9/4
k>9/4
k<9/4
k≦9/4
JawabanC. k<9/4
Syaratnya D>0. Dari D=9−4k>0 diperoleh 4k<9, yaitu k<9/4. Tanda sama dengan (k=9/4) tidak disertakan karena menghasilkan akar kembar. Bentuk k>−9/4 muncul bila tanda keliru sehingga tertulis D=9+4k.
Soal 26 | Banyaknya titik potong
Ada berapa titik potong parabola y=x²−4x+5 dengan sumbu x?
0 titik
3 titik
1 titik
2 titik
JawabanA. 0 titik
Diskriminan dari x²−4x+5=0 adalah D=16−20=−4<0 sehingga tidak ada akar real, jadi titik potongnya 0. Pada grafiknya, titik puncak (2, 1) berada di atas sumbu x dan parabolanya terbuka ke atas sehingga seluruhnya melayang di atas sumbu x. Parabola dan sumbu x tidak mungkin memiliki 3 titik potong.
Soal 27 | Koordinat titik potong
Manakah absis titik potong parabola y=x²+2x−3 dengan sumbu x?
x=3, −1
x=1, 3
x=−1, −3
x=−3, 1
JawabanD. x=−3, 1
Selesaikan x²+2x−3=0 yang diperoleh dengan menetapkan y=0. Dari (x+3)(x−1)=0 didapat x=−3, 1. Dua bilangan yang hasil kalinya −3 dan jumlahnya +2 adalah +3 dan −1, dan akar dari faktor (x+3) adalah −3. Jawaban x=3, −1 adalah kesalahan karena tandanya dibalik.
Soal 28 | Syarat menyinggung
Jika parabola y=x²−2kx+k+2 menyinggung sumbu x, manakah nilai konstanta k?
k=1, −2
k=−1, −2
k=1, 2
k=−1, 2
JawabanD. k=−1, 2
Syarat menyinggung adalah D=0. Dari D/4=k²−(k+2)=k²−k−2=(k−2)(k+1)=0 diperoleh k=2, −1. Untuk k=2 diperoleh x²−4x+4=(x−2)², dan untuk k=−1 diperoleh x²+2x+1=(x+1)²; keduanya memang menyinggung sumbu x.
Soal 29 | Parabola dan garis
Manakah absis titik potong parabola y=x²+1 dengan garis y=2x+4?
x=1, 3
x=−1, 3
tidak ada titik potong
x=1, −3
JawabanB. x=−1, 3
Dengan mengeliminasi y diperoleh x²+1=2x+4, lalu dirapikan menjadi x²−2x−3=0. Dari (x−3)(x+1)=0 didapat x=−1, 3. Diskriminannya D=4+12=16>0 sehingga titik potongnya memang ada 2. Berhati-hatilah terhadap kesalahan tanda saat memindahkan ruas.
Soal 30 | Syarat memiliki akar real
Manakah rentang nilai konstanta a agar persamaan kuadrat x²−2(a+1)x+4=0 memiliki akar real?
a≧1
a≦−3 atau a≧1
−3≦a≦1
a≦−1 atau a≧3
JawabanB. a≦−3 atau a≧1
Syaratnya D≧0. Dari D/4=(a+1)²−4≧0 diperoleh (a+1)²≧4, yaitu a+1≦−2 atau a+1≧2, sehingga a≦−3 atau a≧1. Jawaban −3≦a≦1 adalah kesalahan karena arah tanda tertukar sehingga diambil bagian dalam. Akar kembar juga termasuk akar real, jadi tanda sama dengan disertakan.
Akar dari x²−5x+6=0 adalah x=2, 3. Grafik yang terbuka ke atas berada di bawah sumbu x pada bagian dalam kedua akar, sehingga penyelesaiannya 2<x<3. Menjawab bagian luar berarti tertukar dengan kasus >0. Substitusi x=2.5 memberi 6.25−12.5+6=−0.25<0 yang terpenuhi, sehingga bagian dalam terbukti benar.
Akar dari x²−x−6=(x+2)(x−3)=0 adalah x=−2, 3. Untuk >0 grafik berada di atas sumbu x, yaitu di bagian luar, sehingga x<−2 atau x>3. Bentuk −2<x<3 adalah bagian dalam, yaitu penyelesaian untuk <0. Perhatikan pula bahwa akar dari faktor (x+2) adalah −2 agar tandanya tidak tertukar.
Akar dari x²−4=(x+2)(x−2)=0 adalah x=±2. Untuk ≦0 diambil bagian dalam, dan karena disertai tanda sama dengan, ujungnya ikut termasuk sehingga −2≦x≦2. Bentuk −2<x<2 adalah kesalahan karena tanda sama dengannya hilang. Pada x=±2 ruas kirinya bernilai 0 yang memenuhi ≦0, jadi ujungnya memang termasuk.
Dengan cara silang, akar dari 2x²−5x+2=(2x−1)(x−2)=0 adalah x=1/2, 2. Untuk <0 (tanpa tanda sama dengan) diambil bagian dalam, yaitu 1/2<x<2. Substitusi x=1 memberi 2−5+2=−1<0 yang terpenuhi, sehingga bagian dalam terbukti benar.
Karena x²−6x+9=(x−3)², grafiknya menyinggung sumbu x di x=3. Bentuk (x−3)² bernilai 0 hanya saat x=3 dan positif untuk nilai lainnya, sehingga penyelesaiannya semua bilangan real kecuali 3. Bila dijawab semua bilangan real, x=3 (yang membuat ruas kiri 0) ikut tercampur.
Karena D=4−12=−8<0, grafik yang terbuka ke atas tidak memiliki titik potong dengan sumbu x dan selalu berada di atasnya, sehingga penyelesaiannya semua bilangan real. Hal ini juga terlihat dari bentuk lengkap kuadrat y=(x+1)²+2≧2>0. Melihat D<0 lalu langsung menjawab tidak ada penyelesaian berarti tertukar dengan pertidaksamaan bertanda <0.
Kalikan kedua ruas dengan −1 dan balik arah tandanya sehingga x²−4x+3≦0. Akar dari (x−1)(x−3)=0 adalah x=1, 3, dan untuk ≦0 diambil bagian dalam sehingga 1≦x≦3. Bila sudah dikalikan −1 tetapi arah tandanya lupa dibalik, yang terjawab justru bagian luar. Dari x=2 diperoleh −4+8−3=1≧0 yang terpenuhi, sehingga terlihat bahwa jawabannya bagian dalam.
Menyelesaikan x²−2x−2=0 dengan rumus kuadrat memberi x=(2±√12)/2=1±√3. Untuk <0 diambil bagian dalam sehingga 1−√3<x<1+√3. Meskipun ujungnya bilangan irasional, langkahnya tetap sama, dan kuncinya adalah melakukan penyederhanaan √12=2√3 dengan benar.
Soal 39 | Berlaku untuk semua nilai
Manakah rentang nilai konstanta k agar x²+2kx+k+6>0 berlaku untuk semua bilangan real x?
−3<k<2
−2<k<3
k<−2 atau k>3
k<3
JawabanB. −2<k<3
Syarat agar parabola yang terbuka ke atas selalu berada di atas sumbu x adalah D<0. Dari D/4=k²−(k+6)=k²−k−6=(k−3)(k+2)<0 diperoleh −2<k<3. Bila diambil bagian luar, yang terjadi justru D>0 (memotong di 2 titik), yaitu keadaan sebaliknya. Untuk k=3 grafiknya menyinggung dan bernilai 0 saat x=−3 sehingga syarat >0 rusak, jadi ujungnya tidak disertakan.
Soal 40 | Sistem pertidaksamaan kuadrat
Ada berapa bilangan bulat x yang sekaligus memenuhi sistem pertidaksamaan x²−4x−5≦0 dan x²−2x>0?
5 bilangan
4 bilangan
3 bilangan
6 bilangan
JawabanB. 4 bilangan
Dari yang pertama, (x−5)(x+1)≦0 memberi −1≦x≦5. Dari yang kedua, x(x−2)>0 memberi x<0 atau x>2. Irisannya adalah −1≦x<0 dan 2<x≦5, sehingga bilangan bulatnya −1, 3, 4, 5, yaitu 4 bilangan. Nilai 0 dan 2 tidak memenuhi pertidaksamaan kedua (ruas kirinya menjadi 0 sehingga tidak >0) dan karena itu tidak dihitung.
Latihan: kerjakan soal di halaman ini
Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.
* Materi ini untuk mengecek isi pelajaran SMA. Jika penulisan atau penjelasannya berbeda dengan buku pelajaran atau pengajaran di sekolah, utamakan buku pelajaran dan penjelasan guru.
Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang