Matematika II, B, dan C: fungsi trigonometri, eksponen dan logaritma, kalkulus, barisan, vektor
48 soal · 8 bidang
Bangun Geometri dan Persamaan
Soal 1 | Jarak Titik ke Garis
Berapa jarak dari titik (1, 2) ke garis 3x+4y−1=0?
2
10
2/5
12/5
JawabanA. 2
Dengan mensubstitusikan ke rumus jarak |ax₀+by₀+c|/√(a²+b²) diperoleh |3+8−1|/5=10/5=2. Jika nilai mutlak pada pembilang terlupa, atau lupa membagi dengan √(a²+b²), hasilnya menjadi 10. Hafalkan kedua langkahnya sekaligus: substitusikan lalu ambil nilai mutlaknya, kemudian bagi dengan akarnya.
Soal 2 | Persamaan Lingkaran
Berapa pusat dan jari-jari lingkaran x²+y²−4x+6y+4=0?
Pusat (−2, −3), jari-jari 3
Pusat (2, −3), jari-jari 3
Pusat (2, −3), jari-jari 9
Pusat (−2, 3), jari-jari 3
JawabanB. Pusat (2, −3), jari-jari 3
Dengan melengkapkan kuadrat sempurna diperoleh (x−2)²+(y+3)²=9. Jebakannya ada pada tanda: bentuk (x−2)² berarti absis pusatnya +2, kebalikan dari tanda yang terlihat di dalam kurung. Perhatikan juga bahwa jari-jarinya bukan 9, melainkan √9=3.
Soal 3 | Rumus Titik Bagi Dalam
Berapa koordinat titik yang membagi ruas garis AB dengan A(1, 2) dan B(7, 5) di dalam dengan perbandingan 2:1?
(5, 4)
(4, 7/2)
(3, 3)
(13, 8)
JawabanA. (5, 4)
Titik yang membagi dengan perbandingan m:n adalah ((n·x₁+m·x₂)/(m+n), (n·y₁+m·y₂)/(m+n)). Untuk 2:1 diperoleh ((1·1+2·7)/3, (1·2+2·5)/3)=(5, 4). Jika perbandingannya dibalik hasilnya (3, 3), dan jika dibagi di luar hasilnya (13, 8). Ingat begini: 「kalikan dengan bagian perbandingan yang berada di seberangnya」 (perkalian silang).
Soal 4 | Lingkaran dan Garis
Bagaimana kedudukan lingkaran x²+y²=5 terhadap garis y=2x+5?
Tidak mempunyai titik persekutuan
Garis itu melalui pusat lingkaran
Bersinggungan di satu titik
Berpotongan di dua titik berbeda
JawabanC. Bersinggungan di satu titik
Jarak dari pusat (0, 0) ke garis 2x−y+5=0 adalah 5/√5=√5, tepat sama dengan jari-jari √5, sehingga garis itu menyinggung lingkaran. Jika d=r keduanya bersinggungan, jika d<r berpotongan di dua titik, dan jika d>r tidak ada titik persekutuan. Membandingkan jarak d dari pusat dengan jari-jari r lebih cepat daripada memakai diskriminan.
Soal 5 | Lingkaran Apollonius
Untuk dua titik A(0, 0) dan B(6, 0), apa tempat kedudukan titik P yang memenuhi AP:BP=1:2?
Lingkaran berpusat (−2, 0) dengan jari-jari 16
Lingkaran berpusat (2, 0) dengan jari-jari 4
Lingkaran berpusat (−2, 0) dengan jari-jari 4
Garis sumbu ruas garis AB
JawabanC. Lingkaran berpusat (−2, 0) dengan jari-jari 4
Dari AP:BP=1:2 diperoleh 4AP²=BP², dan setelah dirapikan menjadi (x+2)²+y²=16. Jika perbandingan jarak terhadap dua titik tetap bukan 1:1, tempat kedudukannya berupa 「lingkaran Apollonius」. Jebakannya, hanya kasus 1:1 yang menghasilkan garis sumbu. Periksa juga bahwa lingkarannya condong ke sisi A, yaitu titik dengan bagian perbandingan yang lebih kecil.
Soal 6 | Syarat Dua Garis Sejajar
Untuk nilai konstanta a berapakah kedua garis x+2y−3=0 dan ax+3y+1=0 sejajar?
a = 6
a = −3/2
a = 3/2
a = −6
JawabanC. a = 3/2
Syarat sejajar adalah a₁b₂−a₂b₁=0, sehingga 1·3−2·a=0 dan a=3/2. Jawaban a=−6 muncul jika memakai syarat tegak lurus a₁a₂+b₁b₂=0, sebuah jebakan klasik. Bedakan dengan jelas: sejajar berarti bentuk perkalian silang sama dengan 0, tegak lurus berarti bentuk hasil kali skalar sama dengan 0.
Fungsi Trigonometri
Soal 7 | Rumus Penjumlahan Sudut (sin)
Manakah penjabaran sin(α+β) yang benar?
sinα cosβ − cosα sinβ
sinα sinβ + cosα cosβ
cosα cosβ − sinα sinβ
sinα cosβ + cosα sinβ
JawabanD. sinα cosβ + cosα sinβ
Rumus penjumlahan sudut untuk sinus berurutan 「sin-cos, cos-sin」, dan untuk (α+β) tandanya tetap +. Tanda − dipakai pada sin(α−β). Ucapkan iramanya 「sin cos, cos sin」 agar urutannya melekat.
Soal 8 | Rumus Penjumlahan Sudut (cos)
Manakah penjabaran cos(α+β) yang benar?
cosα cosβ − sinα sinβ
cosα cosβ + sinα sinβ
sinα cosβ + cosα sinβ
sinα sinβ − cosα cosβ
JawabanA. cosα cosβ − sinα sinβ
Rumus penjumlahan sudut untuk kosinus berbunyi 「cos cos, sin sin」, dan hal yang paling perlu diperhatikan adalah tandanya berbalik menjadi − untuk (α+β). Tandanya menjadi + pada cos(α−β). Ingat: kosinus membalik tanda yang ada di dalam kurung, sinus mempertahankannya.
Soal 9 | Sudut Rangkap (cos)
Manakah bentuk cos2θ yang hanya memuat sinθ?
1 + 2sin²θ
2sin²θ − 1
1 − 2sin²θ
1 − 2cos²θ
JawabanC. 1 − 2sin²θ
Dengan mensubstitusikan cos²θ=1−sin²θ ke cos2θ=cos²θ−sin²θ diperoleh 1−2sin²θ. Bentuk ini mudah tertukar dengan 2sin²θ−1 yang tandanya terbalik, atau dengan versi kosinus 2cos²θ−1. Rapikan begini: jika ditulis dengan sin, angka 1 berada di depan; jika ditulis dengan cos, −1 berada di belakang.
Soal 10 | Nilai sin75°
Berapa nilai sin75°?
(√6 − √2)/4
(√2 + √6)/2
(√6 + √2)/4
(1 + √3)/4
JawabanC. (√6 + √2)/4
Pecah menjadi 75°=45°+30° lalu gunakan rumus penjumlahan sudut: sin45°cos30°+cos45°sin30°=(√6+√2)/4. Nilai (√6−√2)/4 adalah sin15°, kesalahan tanda yang khas. Kamu bisa memeriksanya dengan 「di daerah ini makin besar sudutnya makin besar pula nilainya, jadi 75° memakai versi +」.
Soal 11 | Penggabungan Sinus dan Kosinus
Bagaimana bentuk sinθ + √3cosθ jika ditulis sebagai satu sinus?
2sin(θ + π/3)
√2 sin(θ + π/3)
2sin(θ − π/3)
2sin(θ + π/6)
JawabanA. 2sin(θ + π/3)
Amplitudonya √(1²+(√3)²)=2, dan dari cosα=1/2, sinα=√3/2 diperoleh α=π/3. Membaca koefisiennya secara terbalik lalu menjawab π/6 adalah kesalahan yang sangat sering terjadi. Pastikan lewat argumen titik (1, √3): koefisien sin bersesuaian dengan cosα, dan koefisien cos bersesuaian dengan sinα.
Soal 12 | Bentuk Simetri sin dan cos
Jika sinθ + cosθ = 1/2, berapa nilai sinθcosθ?
1/8
−3/8
3/8
−3/4
JawabanB. −3/8
Dengan mengkuadratkan kedua ruas diperoleh sin²θ+cos²θ+2sinθcosθ=1/4, sehingga 1+2sinθcosθ=1/4 dan sinθcosθ=−3/8. Melupakan sin²θ+cos²θ=1 lalu menulis 2sinθcosθ=1/4 menghasilkan 1/8. Aturan emasnya: begitu jumlahnya diketahui, kuadratkan lebih dulu maka angka 1 akan muncul.
Eksponen dan Logaritma
Soal 13 | Pangkat Rasional
Berapa nilai 8^(2/3)?
16/3
4
16
2
JawabanB. 4
Karena 8=2³, maka 8^(2/3)=(2³)^(2/3)=2²=4, dengan memakai sifat pangkat (aᵐ)ⁿ=aᵐⁿ. Bisa juga dikerjakan dua langkah: pangkat 2/3 berarti 「tarik akar pangkat tiga dulu, lalu kuadratkan」, jadi ³√8=2 dan 2²=4. Lupa mengalikan pangkatnya menghasilkan jawaban seperti 16.
Soal 14 | Penjumlahan Logaritma
Berapa nilai log₁₀2 + log₁₀5?
1
10
log₁₀7
0
JawabanA. 1
Jumlah logaritma sama dengan logaritma dari hasil kalinya: log₁₀2+log₁₀5=log₁₀(2×5)=log₁₀10=1. Menjumlahkan numerusnya sehingga menjadi log₁₀7 adalah kesalahan klasik. Sifat dasar logaritma: 「penjumlahan berubah menjadi perkalian」.
Soal 15 | Nilai Logaritma
Berapa nilai log₃(1/27)?
1/3
3
−1/3
−3
JawabanD. −3
Karena 1/27=3⁻³, maka log₃3⁻³=−3. Kuncinya, ubah pertanyaannya menjadi 「3 dipangkatkan berapa agar menghasilkan 1/27?」. Jangan menghilangkan tanda minusnya lalu menjawab 3, dan jangan tertukar dengan −1/3; periksa dengan 「jika numerusnya kurang dari 1, logaritmanya negatif」.
Soal 16 | Rumus Pengubahan Basis
Berapa nilai log₄8?
3
2
2/3
3/2
JawabanD. 3/2
Dengan rumus pengubahan basis, log₄8=log₂8/log₂4=3/2. Menukar pembilang dengan penyebut sehingga menjadi 2/3 adalah jebakannya. Ingat susunannya: basis barunya bebas kita pilih, numerus berada di atas dan basis lama berada di bawah. Periksa dengan 4^(3/2)=8.
Soal 17 | Persamaan Eksponen
Penyelesaian persamaan 9ˣ = 27√3 memberikan x = ?
7/2
4/3
3/2
7/4
JawabanD. 7/4
Dengan menyamakan semuanya ke basis 3 diperoleh 3²ˣ=3³·3^(1/2)=3^(7/2), sehingga 2x=7/2 dan x=7/4. Jika lupa mengubah √3=3^(1/2) dan hanya membandingkan dengan 27 saja, hasilnya menjadi 3/2. Langkah pertama untuk setiap persamaan eksponen adalah menyamakan basisnya.
Soal 18 | Logaritma Umum dan Banyaknya Angka
Dengan log₁₀2 = 0.3010, bilangan bulat 2⁵⁰ terdiri atas berapa angka?
17 angka
14 angka
15 angka
16 angka
JawabanD. 16 angka
log₁₀2⁵⁰=50×0.3010=15.05, sehingga 10¹⁵ < 2⁵⁰ < 10¹⁶ dan bilangan itu terdiri atas 16 angka. Menjawab 15, yaitu bagian bulat dari logaritmanya, adalah kesalahan yang paling sering muncul. Ingat: banyaknya angka = bagian bulat logaritma + 1, jadi selalu tambahkan 1.
Turunan dan Integral
Soal 19 | Menghitung Turunan
Berapa turunan f'(x) dari f(x) = x³ − 3x²?
3x² − 6
x² − 6x
3x² − 3x
3x² − 6x
JawabanD. 3x² − 6x
Menerapkan (xⁿ)′=nxⁿ⁻¹ pada tiap suku memberikan f′(x)=3x²−6x. Lupa mengalikan dengan koefisien 3, atau menurunkan −3x² dengan hanya menurunkan koefisiennya sehingga menjadi −3x, adalah kesalahan yang biasa terjadi. Terapkan 「turunkan pangkatnya ke depan, lalu kurangi pangkatnya dengan 1」 secara teliti pada setiap suku.
Soal 20 | Menghitung Integral Tentu
Berapa nilai ∫₀¹ (3x² + 2x) dx?
2
3
1
5
JawabanA. 2
Salah satu antiturunannya adalah x³+x², sehingga [x³+x²]₀¹=1+1=2. Mensubstitusikan x=1 ke fungsi yang diintegralkan tanpa mengintegralkannya lebih dulu menghasilkan 5. Jangan pernah membalik urutannya: integralkan dulu, baru substitusikan batas-batasnya.
Soal 21 | Gradien Garis Singgung
Berapa gradien garis singgung kurva y = x² di titik (3, 9)?
9
2
6
3
JawabanC. 6
Gradien garis singgung adalah nilai turunan f′(3). Dari y′=2x, substitusi x=3 memberikan 6. Hati-hati, jangan menjawab ordinat 9 atau absis 3 apa adanya. Slogannya: kalau ingin gradien, turunkan dulu.
Soal 22 | Nilai Maksimum Lokal
Berapa nilai maksimum lokal dari f(x) = x³ − 3x?
Nilai maksimum lokal −2 di x = 1
Nilai maksimum lokal −2 di x = −1
Nilai maksimum lokal 2 di x = −1
Nilai maksimum lokal 2 di x = 1
JawabanC. Nilai maksimum lokal 2 di x = −1
Dari f′(x)=3x²−3=0 diperoleh x=±1. Tabel tanda menunjukkan bahwa f′ berubah dari + menjadi − di sekitar x=−1, jadi di sana terdapat maksimum lokal dengan f(−1)=−1+3=2. Di x=1 terdapat minimum lokal (nilainya −2). Ingat bentuk grafiknya: jika koefisien x³ positif, bukitnya muncul lebih dulu, sehingga maksimum lokalnya berada di sebelah kiri.
Soal 23 | Parabola dan Luas
Berapa luas daerah yang dibatasi kurva y = x² − 3x dan sumbu x?
9
3/2
9/2
27/2
JawabanC. 9/2
Kurva itu memotong sumbu x di x=0 dan x=3. Dengan rumus 1/6, |1|·(3−0)³/6=27/6=9/2. Karena y≤0 pada selang ini, lupa membubuhkan tanda minus saat mengintegralkan akan menimbulkan kesalahan tanda. Luas daerah yang dibatasi langsung diperoleh dari (β−α)³/6.
Soal 24 | Penerapan Rumus 1/6
Berapa luas daerah yang dibatasi parabola y = x² dan garis y = 2x + 3?
64/3
8/3
16/3
32/3
JawabanD. 32/3
Dari x²=2x+3 diperoleh x²−2x−3=0, sehingga titik potongnya x=−1 dan x=3. Dengan rumus 1/6, (3−(−1))³/6=64/6=32/3. Lupa menyederhanakan lalu mencari 64/6 di antara pilihan, atau mengkuadratkan (β−α) alih-alih memangkatkan tiga sehingga mendapat 16/3, adalah kesalahan yang biasa terjadi. Pangkatkan tiga selisihnya lalu bagi dengan 6, dengan cermat.
Barisan dan Deret
Soal 25 | Jumlah Deret Aritmetika
Manakah rumus jumlah S deret aritmetika dengan suku pertama a, suku terakhir l, dan banyak suku n?
S = n(a + l)/2
S = n(a + l)
S = n(a − l)/2
S = (a + l)/2
JawabanA. S = n(a + l)/2
「(suku pertama + suku terakhir) × banyak suku ÷ 2」 adalah rumus jumlah deret aritmetika. Bayangkan sebagai luas trapesium ((sisi sejajar atas + sisi sejajar bawah) × tinggi ÷ 2) maka rumusnya tidak akan terlupa. Lupa membagi dengan 2, atau lupa mengalikan dengan banyak suku n, adalah kesalahan yang khas.
Soal 26 | Rumus Σk
Bagaimana Σ(k=1→n) k dinyatakan dalam n?
n(n−1)/2
n²(n+1)²/4
n(n+1)/2
n(n+1)(2n+1)/6
JawabanC. n(n+1)/2
Jumlah bilangan asli dari 1 sampai n adalah n(n+1)/2. Bentuk n(n−1)/2 adalah jumlah dari 1 sampai n−1, kesalahan yang timbul karena pergeseran batas. Periksa dengan n=2: 1+2=3=2·3/2. Ingat sebagai 「setengah dari hasil kali dua bilangan yang berurutan」.
Soal 27 | Rumus Σk²
Bagaimana Σ(k=1→n) k² dinyatakan dalam n?
n²(n+1)²/4
n(n+1)(2n+1)/6
n(n+1)(n+2)/6
n(n+1)/2
JawabanB. n(n+1)(2n+1)/6
Rumus jumlah kuadrat adalah n(n+1)(2n+1)/6. Bentuk ini mudah tertukar dengan n²(n+1)²/4, yaitu rumus jumlah pangkat tiga (Σk³). Memeriksanya dengan n=2 membuatnya pasti: 1+4=5=2·3·5/6. Kata kuncinya: dibagi 6, dan ada 2n+1 di tengah.
Soal 28 | Jumlah Deret Geometri
Berapa jumlah lima suku pertama barisan geometri dengan suku pertama 3 dan rasio 2?
31
96
93
48
JawabanC. 93
Substitusi ke rumus a(rⁿ−1)/(r−1) memberikan 3(2⁵−1)/(2−1)=3×31=93. Bisa juga dipastikan dengan menjumlahkan langsung: 3+6+12+24+48=93. Waspadai lupa mengalikan dengan suku pertama 3 yang menghasilkan 31, dan salah menganggap suku kelima 48 sebagai jawabannya.
Soal 29 | Relasi Rekursi Tipe Selisih
Berapa rumus suku ke-n barisan yang ditentukan oleh a₁ = 1 dan aₙ₊₁ = aₙ + 2n?
aₙ = n² + n + 1
aₙ = n² − n − 1
aₙ = n² − n + 1
aₙ = 2n − 1
JawabanC. aₙ = n² − n + 1
Selisihnya 2n, sehingga untuk n≥2 diperoleh aₙ=1+Σ(k=1→n−1)2k=1+(n−1)n=n²−n+1 (yang juga berlaku untuk n=1). Mengambil batas atas penjumlahannya sebagai n justru menghasilkan n²+n+1, dan itulah jebakan terbesarnya. Ucapkan terus: 「jumlah selisihnya hanya sampai n−1」. Periksa dengan a₂=3.
Soal 30 | Relasi Rekursi dengan Persamaan Karakteristik
Berapa rumus suku ke-n barisan yang ditentukan oleh a₁ = 1 dan aₙ₊₁ = 3aₙ + 2?
aₙ = 2·3ⁿ⁻¹ + 1
aₙ = 3ⁿ⁻¹ − 1
aₙ = 2·3ⁿ − 1
aₙ = 2·3ⁿ⁻¹ − 1
JawabanD. aₙ = 2·3ⁿ⁻¹ − 1
Dari persamaan karakteristik α=3α+2 diperoleh α=−1. Relasinya dapat ditulis ulang menjadi aₙ₊₁+1=3(aₙ+1), sehingga {aₙ+1} adalah barisan geometri dengan suku pertama 2 dan rasio 3, memberikan aₙ+1=2·3ⁿ⁻¹ dan karena itu aₙ=2·3ⁿ⁻¹−1. Kesalahan yang mudah terjadi ada pada tanda di langkah terakhir: pergeseran yang tadi ditambahkan harus dikembalikan, bukan ditambahkan lagi. Periksa dengan a₂=5 maka kamu bisa tenang.
Vektor (Matematika C)
Soal 31 | Definisi Hasil Kali Skalar
Jika θ adalah sudut antara a→ dan b→, apa definisi hasil kali skalar a→·b→?
|a→||b→|tanθ
|a→||b→|cosθ
|a→||b→|sinθ
|a→| + |b→|
JawabanB. |a→||b→|cosθ
Hasil kali skalar didefinisikan sebagai 「hasil kali panjang kedua vektor × cosθ」. Bentuk dengan sinθ dipakai untuk hal lain, misalnya luas jajaran genjang, jadi keduanya berbeda. Kaitkan dengan gambar: hasil kali skalar memakai cos, yaitu gagasan bayangan (proyeksi ortogonal). Ini juga sesuai dengan kenyataan bahwa hasil kali skalarnya 0 ketika θ=90°.
Soal 32 | Hasil Kali Skalar dari Komponen
Jika a→ = (1, 2) dan b→ = (3, −1), berapa nilai hasil kali skalar a→·b→?
7
5
−1
1
JawabanD. 1
Dalam bentuk komponen, hasil kali skalar adalah jumlah dari hasil kali komponen x dan hasil kali komponen y: 1×3+2×(−1)=3−2=1. Menghilangkan tanda pada komponen y (−1) lalu menulis 3+2=5 adalah kesalahan yang khas. Perhatikan juga bahwa hasil kali skalar berupa satu bilangan, bukan vektor.
Soal 33 | Syarat Tegak Lurus
Apa syarat agar dua vektor tak nol a→ dan b→ saling tegak lurus?
a→·b→ = 0
a→·b→ = 1
a₁b₂ − a₂b₁ = 0
a→·b→ = |a→||b→|
JawabanA. a→·b→ = 0
Jika keduanya tegak lurus maka θ=90° dan cosθ=0, sehingga hasil kali skalarnya 0. Syarat a₁b₂−a₂b₁=0 adalah syarat agar kedua vektor sejajar, dan syarat itulah yang paling mudah tertukar dengan syarat tegak lurus. Hafalkan berpasangan: tegak lurus berarti hasil kali skalar nol, sejajar berarti perkalian silang nol.
Soal 34 | Syarat Sejajar
Untuk nilai x berapakah a→ = (2, 3) dan b→ = (x, 6) sejajar?
−4
9
−9
4
JawabanD. 4
Dari syarat sejajar a₁b₂−a₂b₁=0 diperoleh 2×6−3x=0, sehingga x=4. Menyelesaikannya dengan hasil kali skalar = 0, yaitu syarat tegak lurus, memberikan 2x+18=0 sehingga x=−9. Berpikir lewat perbandingan komponen, 2:3=x:6, juga memberikan x=4. Pastikan dengan 「sejajar berarti perbandingannya sama」.
Soal 35 | Vektor Posisi Titik Bagi
Berapa vektor posisi p→ dari titik P yang membagi ruas garis AB di dalam dengan perbandingan 2:1? (Misalkan a→ dan b→ adalah vektor posisi A dan B.)
p→ = (2a→ + b→)/3
p→ = (a→ + 2b→)/3
p→ = (2a→ − b→)/3
p→ = (a→ + 2b→)/2
JawabanB. p→ = (a→ + 2b→)/3
Membagi di dalam dengan perbandingan m:n memberikan (n·a→+m·b→)/(m+n). Untuk 2:1 hasilnya (1·a→+2·b→)/3. Kesalahan yang paling sering adalah menempelkan tiap angka perbandingan pada titik yang lebih dekat, jadi ingatlah 「tiap bagian perbandingan mengalikan titik di seberangnya」. Penyebutnya selalu m+n, yaitu jumlah perbandingannya.
Soal 36 | Panjang Vektor
Jika |a→| = 3, |b→| = 2 dan a→·b→ = −3, berapa nilai |a→ + b→|?
√7
√13
7
√19
JawabanA. √7
|a→+b→|²=|a→|²+2a→·b→+|b→|²=9−6+4=7, sehingga |a→+b→|=√7. Mengubah tanda hasil kali skalarnya menjadi + lalu menulis 9+6+4=19 adalah kesalahan yang khas. Selalu kuadratkan panjangnya sebelum menjabarkan, dan jangan lupa menarik akarnya kembali di akhir.
Bidang Kompleks (Matematika C)
Soal 37 | Bentuk Polar
Bagaimana bentuk polar bilangan kompleks z = 1 + i? (0 ≤ argumen < 2π)
√2(cos π/2 + i sin π/2)
√2(cos π/4 + i sin π/4)
2(cos π/4 + i sin π/4)
√2(cos π/4 − i sin π/4)
JawabanB. √2(cos π/4 + i sin π/4)
Modulusnya √(1²+1²)=√2, dan titik (1, 1) mempunyai argumen π/4. Kesalahan bakunya adalah memakai 1²+1²=2 sebagai modulus tanpa menarik akar, serta salah tanda pada argumennya. Jadikan kebiasaan: r selalu memuat akar, dan argumennya diperiksa dengan menggambar titiknya.
Soal 38 | Modulus Bilangan Kompleks
Berapa modulus |z| dari bilangan kompleks z = 3 + 4i?
√7
25
5
7
JawabanC. 5
|z|=√(3²+4²)=√25=5. Kesalahan yang umum adalah menjumlahkan bagian real dan bagian imajiner apa adanya sehingga menjadi 7, atau menjawab jumlah kuadratnya 25 tanpa menarik akar. Ingat segitiga siku-siku 3:4:5 maka jawabannya keluar dalam sekejap. Modulus adalah jarak dari titik asal.
Soal 39 | Teorema De Moivre
Menurut teorema De Moivre, (cosθ + i sinθ)ⁿ = ?
n(cosθ + i sinθ)
cos nθ + i sin nθ
cosⁿθ + i sinⁿθ
cosθⁿ + i sinθⁿ
JawabanB. cos nθ + i sin nθ
Memangkatkan dengan n membuat argumennya menjadi n kali lipat: itulah teorema De Moivre. Memangkatkan sudut θ itu sendiri dengan n, atau memangkatkan cos dengan n, semuanya salah. Ingat lewat gagasan rotasi: perkalian berarti penjumlahan argumen, jadi pangkat n membuat argumennya n kali lipat.
Soal 40 | Pangkat dari (1+i)
Berapa nilai (1 + i)⁴?
4
−4
−4i
4i
JawabanB. −4
(1+i)²=1+2i+i²=2i, sehingga (1+i)⁴=(2i)²=−4. Lupa memakai i²=−1 lalu menjawab +4 adalah kesalahan yang khas. Dalam bentuk polar, modulusnya (√2)⁴=4 dan argumennya 4×45°=180°, jadi jawaban −4 bisa langsung diperoleh. Soal yang membuat kita merasakan ampuhnya teorema De Moivre.
Soal 41 | Rotasi terhadap Titik Asal
Pada bidang kompleks, bentuk manakah yang menyatakan titik hasil rotasi titik z terhadap titik asal sebesar +90° (π/2)?
z̄
−iz
−z
iz
JawabanD. iz
Rotasi sebesar sudut θ berarti mengalikan dengan (cosθ+i sinθ). Untuk θ=90° kita punya cos90°+i sin90°=i, jadi jawabannya iz. Di sini −iz adalah rotasi sebesar −90°, −z adalah rotasi 180°, dan z̄ adalah pencerminan terhadap sumbu real, bukan rotasi. 「Mengalikan dengan i berarti memutar 90° berlawanan arah jarum jam」 adalah semboyan bidang kompleks.
Soal 42 | Titik Fokus Hiperbola
Berapa koordinat titik fokus hiperbola x²/4 − y²/5 = 1?
(±√5, 0)
(±1, 0)
(0, ±3)
(±3, 0)
JawabanD. (±3, 0)
Untuk hiperbola berlaku c²=a²+b², sehingga c²=4+5=9 dan titik fokusnya (±3, 0). Jebakan terbesarnya adalah tertukar dengan hubungan pada elips c²=a²−b² lalu menghitung 4−5 atau |4−5|=1. Bedakan dengan tegas: elips mengurangkan, hiperbola menjumlahkan. Karena suku x² bertanda positif, titik fokusnya terletak pada sumbu x.
Inferensi Statistik (Matematika B)
Soal 43 | Sifat Nilai Harapan
Untuk variabel acak X serta konstanta a dan b, E(aX + b) = ?
aE(X)
a²E(X) + b
aE(X) − b
aE(X) + b
JawabanD. aE(X) + b
Nilai harapan bersifat linear, sehingga E(aX+b)=aE(X)+b. Intinya, konstanta b tetap ada apa adanya. Tertukar dengan rumus varians, yang di situ b menghilang, lalu ikut menghilangkan b adalah kesalahan yang khas. Bayangkan begini: geser seluruh datanya maka rata-ratanya bergeser persis sebesar itu juga.
Soal 44 | Sifat Varians
Untuk variabel acak X serta konstanta a dan b, V(aX + b) = ?
a²V(X) + b
a²V(X)
aV(X)
aV(X) + b
JawabanB. a²V(X)
Varians mengukur sebaran, sehingga pergeseran sebesar b tidak mengubahnya dan b pun menghilang, sedangkan faktor skala a berpengaruh secara kuadrat sehingga hasilnya a²V(X). Dua kesalahan yang sering muncul adalah mempertahankan b dan lupa mengkuadratkan a. Hafalkan iramanya: pada varians, a dikuadratkan dan b lenyap.
Soal 45 | Varians Distribusi Binomial
Jika variabel acak X mengikuti distribusi binomial B(100, 0.2), berapa varians V(X)?
80
20
16
4
JawabanC. 16
Varians distribusi binomial adalah np(1−p)=100×0.2×0.8=16. Nilai np=20 adalah nilai harapannya dan mudah dikira varians. Nilai 4 adalah simpangan bakunya, yaitu √16. Hafalkan sepaket: nilai harapan np, dan untuk varians kalikan juga dengan (1−p).
Soal 46 | Pembakuan Distribusi Normal
Jika X mengikuti distribusi normal N(50, 10²), berapa nilai variabel baku z yang bersesuaian dengan X = 70?
−2
0.2
20
2
JawabanD. 2
Pembakuan berarti z=(X−μ)/σ=(70−50)/10=2. Lupa membagi dengan σ menghasilkan 20, dan membagi dengan varians 100 menghasilkan 0.2. Hal yang paling perlu diperhatikan: 「10²」 pada N(50, 10²) adalah variansnya, sedangkan pembaginya adalah simpangan baku 10. Dua langkah: kurangkan, lalu bagi dengan σ.
Soal 47 | Selang Kepercayaan 95%
Jika simpangan baku populasi σ diketahui, bagaimana selang kepercayaan 95% untuk rata-rata populasi m yang dibentuk dari rata-rata x̄ suatu sampel berukuran n?
x̄ − 1.96·σ/n ≤ m ≤ x̄ + 1.96·σ/n
x̄ − 2.58·σ/√n ≤ m ≤ x̄ + 2.58·σ/√n
x̄ − 1.96·σ/√n ≤ m ≤ x̄ + 1.96·σ/√n
x̄ − 1.96σ ≤ m ≤ x̄ + 1.96σ
JawabanC. x̄ − 1.96·σ/√n ≤ m ≤ x̄ + 1.96·σ/√n
Simpangan baku rata-rata sampel adalah σ/√n, sehingga untuk 95% selangnya menjadi x̄±1.96·σ/√n. Dua kesalahan besarnya adalah memakai σ apa adanya karena lupa membagi dengan √n, dan justru membagi dengan n. Nilai 2.58 milik selang kepercayaan 99%, jebakan baku lainnya. Jadikan mantra: 95% berpasangan dengan 1.96, dan lebarnya memakai σ/√n.
Soal 48 | Distribusi Rata-rata Sampel
Sebuah sampel acak berukuran 36 diambil dari populasi yang simpangan bakunya 12. Berapa simpangan baku rata-rata sampel X̄?
2
12
6
1/3
JawabanA. 2
Simpangan baku rata-rata sampel adalah σ/√n=12/√36=12/6=2. Kesalahan yang paling sering adalah menghilangkan akarnya lalu menulis 12/36=1/3, dan menjawab simpangan baku populasi 12 juga salah. Pahami begini: makin besar n, makin kecil keragaman rata-rata sampel, dan penyusutannya sebesar 1/√n.
Latihan: kerjakan soal di halaman ini
Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.
* Materi ini untuk mengecek isi pelajaran SMA. Jika penulisan atau penjelasannya berbeda dengan buku pelajaran atau pengajaran di sekolah, utamakan buku pelajaran dan penjelasan guru.
Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang