Ruang Belajar Karinoya

SMA

Pola Kalimat Kanbun (bahasa Tionghoa klasik yang dibaca ala Jepang)

Sastra klasik: kaeriten (tanda urutan baca), saidoku moji (huruf yang dibaca dua kali), pola kalimat

40 soal · 6 bidang

Huruf baca ganda

Soal 1 | 未 (imada ... zu)

Manakah pasangan cara baca dan arti yang benar untuk 未 (mi) sebagai huruf yang dibaca dua kali?

  1. dibaca よろしく〜べし (yoroshiku ... beshi), artinya sebaiknya melakukannya
  2. dibaca いまだ〜ず (imada ... zu), artinya belum juga melakukannya
  3. dibaca まさに〜んとす (masani ... n to su), artinya sebentar lagi akan terjadi
  4. dibaca なんぞ〜ざる (nanzo ... zaru), artinya mengapa tidak melakukannya
JawabanB. dibaca いまだ〜ず (imada ... zu), artinya belum juga melakukannya

未 dibaca dua kali sebagai いまだ〜ず (imada ... zu) dan menyatakan sesuatu yang belum selesai, yaitu belum juga terjadi. Prinsip huruf yang dibaca dua kali adalah mengikuti tanda pembalik, bacaan pertama sebagai kata keterangan dan bacaan kedua sebagai kata bantu pengingkaran. Kata ini mudah tertukar dengan 将 (sho) yang dibaca まさに〜んとす, tetapi bedanya yang menentukan adalah 未 mengandung pengingkaran. Pada penulisan ulang ke bahasa Jepang, lupa menulis ず bagian kedua dengan hiragana sering membuat nilai dikurangi.

Soal 2 | 将 (masani ... n to su)

Kalau 将 (sho) dipakai sebagai huruf yang dibaca dua kali, manakah artinya yang benar?

  1. belum juga melakukannya
  2. persis seperti sesuatu yang lain
  3. perlu melakukannya
  4. sebentar lagi hendak melakukannya
JawabanD. sebentar lagi hendak melakukannya

将 dibaca まさに〜んとす (masani ... n to su) dan menyatakan masa depan yang dekat, yaitu sebentar lagi hendak terjadi. Huruf 且 (sho) yang dibaca sama hampir semakna, dan cara bakunya adalah menghafal keduanya sepaket. Karena bacaan pertamanya sama dengan 当 (to) yang dibaca まさに〜べし, jebakan yang sering muncul adalah membedakan keduanya lewat bacaan kedua, yaitu んとす atau べし.

Soal 3 | 当 (masani ... beshi)

Manakah arti yang paling tepat untuk 当 (to) sebagai huruf yang dibaca dua kali?

  1. belum juga melakukannya
  2. sebentar lagi hendak melakukannya
  3. persis seperti sesuatu yang lain
  4. sudah semestinya melakukannya
JawabanD. sudah semestinya melakukannya

当 dibaca まさに〜べし (masani ... beshi) dan menyatakan keharusan yang kuat, yaitu sudah semestinya begitu. Huruf sejenis 応 (o) yang juga dibaca まさに〜べし pada dasarnya diterjemahkan lebih condong ke dugaan, yaitu pasti akan begitu, dan pembedaan terjemahan inilah yang diincar pada soal pilihan. Perhatikan juga bahwa bacaan pertamanya sama dengan 将 (sho) yang dibaca まさに〜んとす.

Soal 4 | 宜 (yoroshiku ... beshi)

Manakah cara baca yang benar untuk 宜 (gi) sebagai huruf yang dibaca dua kali?

  1. よろしく〜べし (yoroshiku ... beshi)
  2. すべからく〜べし (subekaraku ... beshi)
  3. なんすれぞ〜ざる (nansureso ... zaru)
  4. まさに〜べし (masani ... beshi)
JawabanA. よろしく〜べし (yoroshiku ... beshi)

宜 dibaca よろしく〜べし (yoroshiku ... beshi) dan menyatakan anjuran yang lembut, yaitu sebaiknya begitu. Karena bacaan kedua 須 (shu) yang berarti perlu sekali dan 当 (to) yang berarti sudah semestinya sama-sama べし, titik rawan ujian justru pada pembedaan bacaan pertamanya. Pahami bahwa よろしく di sini bukan sapaan seperti dalam bahasa Jepang modern, melainkan menyatakan anjuran dan kepantasan.

Soal 5 | 須 (subekaraku ... beshi)

Kalau 須 (shu) dibaca sebagai huruf yang dibaca dua kali, manakah artinya yang benar?

  1. belum juga melakukannya
  2. tidak boleh melakukannya
  3. barangkali memang begitu
  4. perlu sekali melakukannya
JawabanD. perlu sekali melakukannya

須 dibaca すべからく〜べし (subekaraku ... beshi) dan menyatakan keperluan atau kewajiban, yaitu perlu sekali dikerjakan. Menerjemahkannya dengan rasa bahasa modern yang keliru, yaitu menganggap すべからく berarti semuanya, akan membuat nilai hilang. Bedakan dari 宜 (gi) yang hanya menganjurkan, sebab 須 lebih memaksa, dan mengingat bahwa huruf ini juga dipakai pada kata 必須 (hissu) yang berarti wajib membuatnya pasti.

Soal 6 | 猶 (nao ... gotoshi)

Manakah gabungan cara baca dan arti yang benar untuk 猶 (yu) sebagai huruf yang dibaca dua kali?

  1. なほ〜ごとし (nao ... gotoshi) yang berarti persis seperti sesuatu yang lain
  2. いまだ〜ごとし (imada ... gotoshi) yang berarti belum tampak seperti itu
  3. なほ〜ごとし (nao ... gotoshi) yang berarti sampai sekarang belum melakukannya
  4. まさに〜ごとし (masani ... gotoshi) yang berarti sudah semestinya begitu
JawabanA. なほ〜ごとし (nao ... gotoshi) yang berarti persis seperti sesuatu yang lain

猶 dibaca なほ〜ごとし (nao ... gotoshi) dan menyatakan perumpamaan, yaitu persis seperti sesuatu yang lain, dan huruf 由 (yu) berlaku sama. Menghafalnya lewat ungkapan 過猶不及 (ka yu fukyu) yang berarti yang berlebihan itu sama saja dengan yang kurang akan membuatnya melekat. Ada juga pemakaian 猶 sebagai kata keterangan biasa yang tidak dibaca dua kali dan berarti meskipun begitu, jadi tentukan dari ada tidaknya tanda pembalik yang kembali ke ごとし.

Pengingkaran

Soal 7 | Ingkar sebagian

Dalam pola seperti 不常来 (fu jo rai) yang dibaca つねには来たらず (tsune ni wa kitarazu), kata ingkarnya berada di atas 常 (jo) yang berarti selalu. Manakah artinya yang benar?

  1. pasti datang
  2. selalu tidak datang
  3. tidak pernah datang satu kali pun
  4. belum tentu selalu datang
JawabanD. belum tentu selalu datang

Pola 不常〜 yang menaruh kata ingkar di atas kata keterangan adalah pengingkaran sebagian, dan diterjemahkan sebagai belum tentu selalu begitu. Urutan yang dibalik menjadi 常不来 (jo fu rai) berarti pengingkaran menyeluruh, yaitu selalu tidak datang, sehingga artinya berbalik total. Aturan besinya adalah menilai secara mekanis dari urutan kata, yaitu kalau kata ingkar berada di atas maka pengingkarannya sebagian, dan inilah titik yang paling membedakan nilai pada soal pilihan gaya ujian bersama.

Soal 8 | Ingkar menyeluruh

Manakah arti yang benar untuk 常不読書 (jo fu doku sho) yang dibaca つねに書を読まず (tsune ni sho wo yomazu)?

  1. tidak pernah tidak membaca buku
  2. sesekali membaca buku juga
  3. belum tentu selalu membaca buku
  4. selalu tidak membaca buku
JawabanD. selalu tidak membaca buku

Pola 常不〜 yang menaruh 常 di atas kata ingkar 不 adalah pengingkaran menyeluruh, yaitu selalu tidak melakukannya dan mengingkarinya sepenuhnya. Perbedaan urutan dengan 不常〜 yang merupakan pengingkaran sebagian adalah jebakan langganan ujian. Pikirkan bahwa kata yang berada di atas berlaku lebih dulu, sehingga 常 yang ada di atas kata ingkar langsung menerangkan keseluruhannya.

Soal 9 | Ingkar berlapis

Manakah arti yang benar untuk 無不知 (mu fu chi) yang dibaca 知らざるは無し (shirazaru wa nashi)?

  1. belum tentu tahu
  2. tidak ada yang tidak tahu, jadi semuanya tahu
  3. tidak boleh mengetahuinya
  4. tidak seorang pun yang tahu
JawabanB. tidak ada yang tidak tahu, jadi semuanya tahu

Pengingkaran berlapis yang menumpuk dua kata ingkar menghasilkan penegasan yang kuat, sehingga 無不知 berarti semuanya tahu. Banyak yang salah karena melihat dua kata ingkar berjejer lalu secara refleks menerjemahkannya menjadi tidak tahu. Olah saja secara mekanis, ingkar dikali ingkar sama dengan penegasan yang kuat, dan hafalkan sekalian bentuk bacaannya 〜ざるは無し (zaru wa nashi) supaya aman.

Soal 10 | 不敢 (aete ... zu)

Manakah arti yang paling tepat untuk 不敢言 (fu kan gen) yang dibaca あへて言はず (aete iwazu)?

  1. tidak pernah tidak dikatakan
  2. sekali-kali tidak boleh mengatakannya
  3. tidak mungkin tidak mengatakannya
  4. tidak sampai berani mengatakannya
JawabanD. tidak sampai berani mengatakannya

Pola 不敢〜 dibaca あへて〜ず (aete ... zu) dan berarti tidak berkeinginan atau tidak punya nyali untuk melakukannya. Urutan yang dibalik menjadi 敢不〜 dibaca あへて〜ざらんや (aete ... zaran ya) dan menjadi pertanyaan retoris yang berarti mana mungkin tidak melakukannya, jadi pasti melakukannya, sehingga maknanya hampir berlawanan. Perbedaan urutan antara 不敢 dan 敢不 adalah titik kehilangan nilai yang sering muncul, jadi bacalah menurut huruf yang berada di atas.

Soal 11 | 不復 (mata ... zu)

Manakah arti yang benar untuk 不復飲 (fu fuku in) yang dibaca また飲まず (mata nomazu)?

  1. mustahil tidak minum
  2. tidak minum untuk kedua kalinya
  3. tidak minum sama sekali sejak awal
  4. akhirnya minum lagi
JawabanB. tidak minum untuk kedua kalinya

Pola 不復〜 adalah pengingkaran sebagian yang berarti tidak lagi mengulanginya, jadi yang pertama memang terjadi tetapi tidak diulang. Kalau urutannya 復不〜 maka menjadi pengingkaran menyeluruh, yaitu kali ini pun tetap tidak melakukannya. Sama seperti 不常 dan 不必, semuanya bisa diolah dengan prinsip bahwa kata ingkar di atas kata keterangan berarti pengingkaran sebagian. Mampu memungut terjemahan yang bernuansa tidak untuk kedua kalinya dari deretan pilihan itulah pemisah nilainya.

Soal 12 | 莫 (nashi)

Manakah cara baca dan arti dasar yang benar untuk 莫 (baku) sebagai penanda ingkar?

  1. hanya bisa dibaca なかれ (nakare) dan khusus untuk melarang
  2. dibaca なし (nashi), artinya tidak ada yang begitu
  3. dibaca あらず (arazu), artinya bukan begitu halnya
  4. dibaca ず (zu), yaitu mengingkari perbuatannya
JawabanB. dibaca なし (nashi), artinya tidak ada yang begitu

莫 pada dasarnya sama dengan 無 (mu) yang dibaca なし (nashi), yaitu mengingkari keberadaan sesuatu. Kalau diletakkan di ujung kalimat dan dibaca なかれ (nakare) memang menjadi larangan, tetapi ia bukan huruf khusus larangan, dan di situlah jebakan pilihannya. Kalau pembagian peran tiap kata ingkar ditata rapi, yaitu 非 (hi) yang dibaca あらず mengingkari penilaian dan 不 (fu) yang dibaca ず mengingkari perbuatan, nilai pada seluruh soal pola kalimat jadi lebih aman.

Soal 13 | 不可不 (zaru bekarazu)

Manakah arti yang benar untuk 不可不学 (fu ka fu gaku) yang dibaca 学ばざるべからず (manabazaru bekarazu)?

  1. tidak sanggup belajar
  2. tidak boleh tidak belajar, jadi wajib belajar
  3. tidak boleh belajar
  4. belum tentu belajar
JawabanB. tidak boleh tidak belajar, jadi wajib belajar

Pola 不可不〜 adalah pengingkaran berlapis yang berarti tidak diizinkan untuk tidak melakukannya, yaitu kewajiban yang kuat untuk melakukannya. Karena bentuk hurufnya mirip dengan 不可〜 yang dibaca すべからず dan berarti tidak boleh melakukannya, pastikan selalu apakah huruf 不 muncul dua kali. Sebagai wakil utama pola pengingkaran berlapis yang menghasilkan penegasan kuat, hafalkan sekaligus dengan cara bacanya.

Soal 14 | 非 (arazu)

Manakah fungsi yang benar untuk 非 (hi) dalam 非人也 (hi jin ya) yang dibaca 人に非ざるなり (hito ni arazaru nari)?

  1. membentuk pertanyaan retoris yang justru menegaskan
  2. mengingkari kata benda dengan makna bukan begitu halnya
  3. mengingkari perbuatan yang dinyatakan kata kerja
  4. melarang dengan makna jangan lakukan itu
JawabanB. mengingkari kata benda dengan makna bukan begitu halnya

非 dibaca 〜にあらず (ni arazu) dan mengingkari penilaian, yaitu menyatakan bahwa A bukanlah B, sehingga sasarannya kata benda atau keadaan. Pembedaannya dari 不 (fu) yang mengingkari perbuatan ditanyakan sebagai pengetahuan dasar. Pada penulisan ulang ke bahasa Jepang, aturannya adalah menambahkan に tepat sebelumnya sehingga menjadi 〜に非ず, dan hilangnya に itu juga sering dikurangi nilainya.

Pertanyaan dan retoris

Soal 15 | 何 (nanzo)

Manakah arti dasar 何 (ka) di awal kalimat seperti pada 何笑 (ka sho) yang dibaca なんぞ笑ふ (nanzo warau)?

  1. mengapa begitu (menanyakan sebab)
  2. di mana tempatnya (menanyakan lokasi)
  3. siapa orangnya (menanyakan pelaku)
  4. kapan terjadinya (menanyakan waktu)
JawabanA. mengapa begitu (menanyakan sebab)

何 di awal kalimat yang dibaca なんぞ (nanzo) adalah kata tanya yang menanyakan sebab atau alasan, dan terjemahan dasarnya adalah mengapa melakukannya. Kalau dibaca なに atau なにをか (nani, nani wo ka) ia bisa menanyakan objek, yaitu menanyakan apa, dan pemilahan bacaan inilah yang ditanyakan. Periksa juga bahwa kalau ujung kalimatnya berupa 〜ん maka pertanyaannya berubah menjadi pertanyaan retoris.

Soal 16 | 安 (izukunzo)

Manakah arti yang paling tepat untuk 安知 (an chi) yang dibaca いづくんぞ知らん (izukunzo shiran)?

  1. kapan ia mengetahuinya
  2. mustahil ia tidak tahu
  3. mana mungkin tahu, sesungguhnya tidak tahu
  4. di mana ia mengetahuinya
JawabanC. mana mungkin tahu, sesungguhnya tidak tahu

Pola 安くんぞ〜ん adalah pertanyaan retoris yang menyatakan pengingkaran kuat, yaitu mana mungkin begitu, sesungguhnya tidak begitu. 安 juga punya bacaan いづくにか (izuku ni ka) yang menanyakan tempat, jadi tentukan dari konteks dan dari ん di ujung kalimat. Aturan besi untuk pertanyaan retoris adalah menambahkan pengingkaran di akhir terjemahan, sebab menerjemahkannya sebagai pertanyaan biasa akan membuat pilihan yang diambil salah.

Soal 17 | 豈 (ani ... n ya)

Manakah arti yang benar untuk 豈忘之乎 (ki bo shi ko) yang dibaca あにこれを忘れんや (ani kore wo wasuren ya)?

  1. mana mungkin melupakannya, sesungguhnya tidak akan lupa
  2. apakah ia sudah telanjur melupakannya
  3. ia sedang menanyakan boleh atau tidak melupakannya
  4. ia pasti akan melupakannya
JawabanA. mana mungkin melupakannya, sesungguhnya tidak akan lupa

Pola 豈に〜んや adalah wakil utama pertanyaan retoris, dan kesimpulannya berupa pengingkaran, yaitu mana mungkin melakukannya, sehingga isinya justru penegasan kuat bahwa ia sekali-kali tidak akan lupa. Cara membaca yang praktis adalah begitu melihat 豈, curigai lebih dulu pertanyaan retoris. Pilihan yang menerjemahkannya sebagai pertanyaan biasa adalah jebakan langganan, jadi jadikan んや di ujung kalimat sebagai dasar untuk memastikannya.

Soal 18 | 乎 (ya, ka)

Manakah fungsi dasar yang benar untuk 乎 (ko) di ujung kalimat?

  1. menyatakan bahwa seseorang disuruh melakukan sesuatu
  2. menyatakan pengingkaran
  3. hanya dipakai sebagai kata depan penanda tempat
  4. huruf bantu penutup yang menandai pertanyaan maupun pertanyaan retoris
JawabanD. huruf bantu penutup yang menandai pertanyaan maupun pertanyaan retoris

乎 di ujung kalimat dibaca や atau か (ya, ka) dan menjadi huruf bantu penutup yang menandai pertanyaan, pertanyaan retoris, atau seruan kagum, dan 哉 (sai), 邪 (ja), serta 与 (yo) sejenis dengannya. Sebaliknya, 乎 di tengah kalimat sama dengan 於 (o) dan menjadi kata depan yang menunjukkan tempat atau pembanding, yaitu di atau daripada. Yang ditanyakan secara klasik adalah bahwa fungsinya berubah menurut letaknya, di ujung atau di tengah, sehingga membacanya secara mekanis sebagai や akan keliru.

Soal 19 | Bertanya atau retoris

Dalam kanbun, manakah petunjuk yang paling tepat untuk membedakan pertanyaan biasa dari pertanyaan retoris?

  1. kalau ada kata tanya sudah pasti pertanyaan biasa, sebab pertanyaan retoris tidak memakai kata tanya
  2. kalau ujung kalimat ditutup dengan bentuk dugaan ん atau んや (n, n ya), patut dicurigai sebagai pertanyaan retoris
  3. kalau di awal kalimat ada subjek berarti pertanyaan biasa, kalau tidak ada berarti retoris
  4. kalimat retoris selalu memuat kata ingkar seperti 不 (fu)
JawabanB. kalau ujung kalimat ditutup dengan bentuk dugaan ん atau んや (n, n ya), patut dicurigai sebagai pertanyaan retoris

Karena pertanyaan biasa dan pertanyaan retoris memakai kata tanya yang sama, petunjuk terbesarnya adalah bentuk ujung kalimat. Kalau ditutup dengan ん atau んや yang menandai dugaan dan tekad, kemungkinan besar itu retoris, sedangkan kalau ditutup dengan や atau bentuk rentaikei ditambah か, itu condong ke pertanyaan biasa. Karena pertanyaan retoris diterjemahkan dengan menambahkan pengingkaran, memilih pilihan yang menerjemahkannya sebagai pertanyaan biasa membuat nilainya hangus seluruhnya. Pada akhirnya sikap memastikan lewat konteks tetap penting.

Soal 20 | 何如 dan 如何

Manakah pembedaan yang benar antara 何如 dan 如何, yang sama-sama dibaca いかん (ikan)?

  1. 如何 (ikan) tidak bisa dipakai bertanya dan khusus untuk retoris (hango)
  2. keduanya benar-benar sama sehingga tidak perlu dibedakan (onaji)
  3. 何如 (ikan) menanyakan keadaan dan kadar, sedangkan 如何 (ikan) menanyakan cara dan upaya
  4. 何如 (ikan) menanyakan cara, sedangkan 如何 (ikan) menanyakan keadaan
JawabanC. 何如 (ikan) menanyakan keadaan dan kadar, sedangkan 如何 (ikan) menanyakan cara dan upaya

Pada dasarnya 何如 yang dibaca いかん menanyakan keadaan, kadar, atau baik buruknya, yaitu bagaimana keadaannya, sedangkan 如何 yang dibaca いかん atau いかんせん menanyakan cara dan upaya, yaitu harus bagaimana. Hanya karena urutan hurufnya dibalik, isi yang ditanyakan pun berubah, sehingga ini sering keluar pada soal pilihan. Perlu diingat juga bahwa kalau 如何 dibaca いかんせん, nadanya condong ke seruan atau retoris yang berarti tidak ada yang bisa diperbuat.

Soal 21 | 誰 (tare ka)

Manakah fungsi yang benar untuk 誰 dalam 誰能行之 (sui no ko shi) yang dibaca たれかよくこれを行はん (tare ka yoku kore wo okonawan)?

  1. kata tanya yang menanyakan jumlah, yaitu berapa banyak (bukan orang)
  2. kata tanya yang menanyakan sebab, yaitu mengapa begitu (bukan orang)
  3. kata tanya yang menanyakan orang, yaitu siapa yang begitu (dipakai juga untuk retoris)
  4. kata tanya yang menanyakan tempat, yaitu di mana itu (bukan orang)
JawabanC. kata tanya yang menanyakan orang, yaitu siapa yang begitu (dipakai juga untuk retoris)

誰 yang dibaca たれ atau たれか (tare, tare ka) adalah kata tanya yang menanyakan orang, dan kalau ujung kalimatnya ん maka menjadi retoris, yaitu siapa yang sanggup melakukannya, sesungguhnya tidak ada. Kalimat contoh ini pun retoris dan berarti tidak seorang pun sanggup melakukannya. Huruf 孰 (juku) yang dibaca いづれ atau たれ juga menanyakan orang maupun pilihan, jadi menghafalnya sepaket lebih hemat.

Soal 22 | 幾何 (ikubaku)

Manakah cara baca dan arti yang benar untuk 幾何?

  1. dibaca いかん (ikan), menanyakan cara
  2. dibaca なんすれぞ (nansureso), menanyakan sebab
  3. dibaca いくばく (ikubaku), menanyakan jumlah dan kadar
  4. dibaca いづくんぞ (izukunzo), menandai pertanyaan retoris
JawabanC. dibaca いくばく (ikubaku), menanyakan jumlah dan kadar

幾何 yang dibaca いくばく (ikubaku) adalah kata tanya yang menanyakan jumlah atau kadar, yaitu seberapa banyak. Dalam ungkapan seperti 人生幾何 (jinsei ikubaku) ia sering dipakai secara retoris dengan nada berkeluh, yaitu hidup ini tidaklah seberapa panjang. Karena yang paling sering ditanyakan adalah cara bacanya sendiri, latih diri agar bisa langsung menjawab bahwa 幾何 dibaca いくばく.

Menyuruh dan dikenai perbuatan

Soal 23 | 使 (shimu)

Manakah pola kalimat yang benar untuk 使民耕 (shi min ko) yang dibaca 民をして耕さしむ (tami wo shite tagayasashimu)?

  1. menyuruh melakukan (rakyat disuruh menggarap sawah)
  2. dikenai perbuatan (rakyat diperlakukan oleh pihak lain)
  3. membandingkan (rakyat dibandingkan dengan yang lain)
  4. melarang (rakyat dilarang menggarap sawah)
JawabanA. menyuruh melakukan (rakyat disuruh menggarap sawah)

使 adalah huruf bantu utama untuk menyatakan menyuruh, dan pola 使AB diterjemahkan sebagai menyuruh A melakukan B. Pada penulisan ulang ke bahasa Jepang, tambahkan をして pada sasarannya dan tutup kalimat dengan しむ. Pola kehilangan nilai yang khas adalah menghilangkan をして atau salah membacanya sebagai perbuatan yang dikenakan, jadi hafalkan 使, 令, 教, dan 遣 sekaligus sebagai empat huruf penyuruh.

Soal 24 | 令 (shimu)

Manakah penulisan ulang bahasa Jepang yang benar untuk 令子読書 (rei shi doku sho) yang memakai 令 sebagai penanda menyuruh?

  1. 子に書を読むを令す (ko ni sho wo yomu wo unagasu)
  2. 子は書を読むを令とす (ko wa sho wo yomu wo rei to su)
  3. 子、書を読みて令し (ko, sho wo yomite yoshi)
  4. 子をして書を読ましむ (ko wo shite sho wo yomashimu)
JawabanD. 子をして書を読ましむ (ko wo shite sho wo yomashimu)

令 sama seperti 使, yaitu huruf bantu yang menyatakan menyuruh, sehingga 令AB ditulis ulang sebagai AをしてBせしむ. Jebakannya adalah membacanya sebagai kata kerja memerintah karena teringat kata 命令 (meirei) yang berarti perintah, padahal pada soal pola kalimat yang pertama dicurigai adalah makna menyuruh. Jangan sampai meleset dari dua hal sekaligus, yaitu をして pada sasarannya dan しむ di ujung kalimat.

Soal 25 | 教 dan 遣 (shimu)

Selain 使 dan 令, manakah pasangan huruf yang juga menyatakan menyuruh orang melakukan sesuatu?

  1. 見 (ken) dan 被 (hi)
  2. 於 (o) dan 于 (u)
  3. 教 (kyo) dan 遣 (ken)
  4. 未 (mi) dan 将 (sho)
JawabanC. 教 (kyo) dan 遣 (ken)

Selain 使 dan 令, huruf bantu yang menyatakan menyuruh adalah 教 yang berarti membuat seseorang melakukan sesuatu dan 遣 yang berarti mengirim seseorang untuk melakukan sesuatu, dan keduanya dibaca しむ (shimu). Kalau 教 hanya diingat sebagai mengajar dan 遣 hanya sebagai mengutus, kalimat yang menyuruh akan salah dibaca. 見 dan 被 menandai perbuatan yang dikenakan, sedangkan 於 dan 于 adalah kata depan, jadi hati-hati dengan pilihan yang mencampur huruf berfungsi lain.

Soal 26 | 見 (ru, raru)

Manakah fungsi 見 yang diletakkan di atas kata kerja seperti pada 見欺 (ken gi) yang dibaca 欺かる (azamukaru)?

  1. menyatakan menyuruh orang lain (menjadi menyuruh menipu)
  2. menyatakan kesanggupan (menjadi mampu menipu)
  3. menyatakan keinginan (menjadi ingin menipu)
  4. menyatakan perbuatan yang dikenakan (menjadi ditipu)
JawabanD. menyatakan perbuatan yang dikenakan (menjadi ditipu)

見 yang berada tepat di depan kata kerja adalah huruf bantu yang menyatakan perbuatan dikenakan, sehingga 見欺 berarti ditipu. Kesalahan yang paling banyak adalah membacanya sebagai melihat, jadi aturan besinya adalah begitu di bawahnya ada kata kerja, curigai makna dikenai perbuatan. Menata sekaligus huruf 見, 被, 為, dan 所 membuat perolehan nilai jadi stabil.

Soal 27 | 被 (ru, raru)

Manakah keterangan yang benar untuk 被 dalam 被殺 (hi satsu) yang dibaca 殺さる (korosaru)?

  1. menyatakan menyuruh orang lain dan dibaca しむ (shimu)
  2. menyatakan pengingkaran dan dibaca ず (zu)
  3. menyatakan perbuatan yang dikenakan dan dibaca る atau らる (ru, raru)
  4. hanya bisa dibaca こうむる (komuru) dan bukan huruf bantu
JawabanC. menyatakan perbuatan yang dikenakan dan dibaca る atau らる (ru, raru)

被 diletakkan di atas kata kerja dan menjadi huruf bantu yang menyatakan perbuatan dikenakan dengan bacaan る atau らる, sehingga 被殺 berarti dibunuh. Karena rasa kata 被害 (higai) yang berarti kerugian, ada juga pemakaiannya sebagai kata penuh yang dibaca こうむる, tetapi pada soal pola kalimat yang pertama ditanyakan adalah fungsi huruf bantunya. Anggap fungsinya sama dengan 見, dan yang dinilai adalah kemampuan mengubah 被 menjadi kata bantu berhuruf hiragana saat menulis ulang.

Soal 28 | 為A所B

Manakah arti yang benar untuk 為人所笑 (i jin sho sho) yang dibaca 人の笑ふところとなる (hito no warau tokoro to naru)?

  1. membuat orang tertawa
  2. tertawa demi kepentingan orang
  3. meniru cara orang tertawa
  4. ditertawakan oleh orang
JawabanD. ditertawakan oleh orang

Pola 為A所B dibaca AのBするところとなる dan merupakan pola terpenting untuk menyatakan bahwa seseorang dikenai perbuatan A, yaitu di-B oleh A. Kalau 為 dibaca ために yang berarti demi, hasilnya langsung menjadi salah terjemahan seperti tertawa demi orang lain, dan itu jebakan yang sering keluar di ujian. Hafalkan polanya bulat-bulat agar begitu melihat bentuk 為〜所… bisa langsung memutuskan maknanya.

Perbandingan dan pilihan

Soal 29 | 於 pada perbandingan

Manakah fungsi 於 dalam 白於雪 (haku o setsu) yang dibaca 雪よりも白し (yuki yori mo shiroshi)?

  1. menyatakan pertanyaan dan dibaca や (ya)
  2. menandai pembanding dan dibaca よりも (yori mo)
  3. menyatakan perbuatan dikenakan dan dibaca る (ru)
  4. menyatakan menyuruh orang dan dibaca しむ (shimu)
JawabanB. menandai pembanding dan dibaca よりも (yori mo)

於 yang berada di bawah kata sifat menandai patokan pembanding dan dibaca よりも, sehingga kalimat ini berarti lebih putih daripada salju. 於 berfungsi banyak, yaitu menandai tempat dengan makna di, menandai pelaku pada perbuatan yang dikenakan, dan menandai pembanding dengan makna daripada, dan kiatnya adalah kalau tepat di depannya ada kata sifat maka itu perbandingan. Kadang ia tidak dibaca sama sekali sebagai huruf hiasan, tetapi yang ditanyakan adalah bahwa pada perbandingan ia wajib dibaca より.

Soal 30 | 莫如 (shiku wa nashi)

Manakah arti yang benar untuk 莫如学 (baku jo gaku) yang dibaca 学ぶに如くは莫し (manabu ni shiku wa nashi)?

  1. lebih baik tidak usah belajar
  2. tidak ada yang menandingi belajar, jadi belajarlah yang terbaik
  3. belajar pun tidak ada gunanya
  4. tidak boleh belajar
JawabanB. tidak ada yang menandingi belajar, jadi belajarlah yang terbaik

Pola 莫如〜 dibaca 〜に如くは莫し dan merupakan pola tingkat tertinggi yang berarti tidak ada yang menyamainya, jadi itulah yang paling baik. Karena ada kata ingkar 莫, jebakan khasnya adalah salah membacanya sebagai larangan untuk belajar. Berpeganglah pada inti makna 如く (shiku) yang berarti menyamai, dan kaitkan dengan pepatah 百聞は一見に如かず (hyakubun wa ikken ni shikazu) yang berarti seratus kali mendengar tidak menyamai sekali melihat, maka tidak akan lupa.

Soal 31 | 不如 (shikazu)

Manakah arti yang benar untuk 不如帰 (fu jo ki) yang dibaca 帰るに如かず (kaeru ni shikazu)?

  1. belum jelas akan pulang atau tidak
  2. tidak boleh pulang
  3. tidak bisa pulang
  4. pulang itulah yang paling baik, sebab tidak ada yang menyamai pulang
JawabanD. pulang itulah yang paling baik, sebab tidak ada yang menyamai pulang

Pola 不如A dibaca Aに如かず dan berarti tidak menyamai A, jadi ujung-ujungnya justru menganjurkan A, dan ini pola perbandingan. Kalau terseret bentuk hurufnya yang mengingkari lalu diterjemahkan menjadi jangan pulang, artinya berbalik total. Hafalkan polanya lewat 百聞不如一見 (hyakubun fu jo ikken), lalu olah secara mekanis bahwa yang berada di bawah 不如 adalah pihak yang lebih unggul, maka aman.

Soal 32 | 与其A寧B

Manakah isi yang benar untuk 与其生而無義、寧死 (yo ki sei ji mu gi, nei shi) yang dibaca 其の生きて義無からんよりは、寧ろ死せん (sono ikite gi nakaran yori wa, mushiro shisen)?

  1. daripada mati, pokoknya harus tetap hidup
  2. daripada hidup tanpa kebenaran, lebih baik memilih mati
  3. hidup menegakkan kebenaran sekaligus tidak takut mati
  4. tidak dapat memilih antara hidup dan mati
JawabanB. daripada hidup tanpa kebenaran, lebih baik memilih mati

Pola 与其A寧B dibaca 其のAせんよりは寧ろBせん dan merupakan pola pemilihan yang membandingkan A dengan B lalu memilih B. Lubang terbesarnya adalah membaca 与 sebagai と atau ともに yang berarti bersama, sebab seluruh susunan kalimat langsung runtuh. Kalau dipegang bahwa perbuatan yang diletakkan di bawah 寧ろ (mushiro) adalah pihak yang dipilih, soal kesesuaian isi pun tidak akan membingungkan. Pola ini bahkan membingungkan pelajar tingkat atas dan sangat membedakan nilai, jadi tanamkan dengan membacanya keras-keras.

Soal 33 | 孰若 (izure zo)

Manakah pola perbandingan dan pemilihan yang membandingkan dua hal lalu bertanya bagaimana A dibanding B, dengan nada bahwa B mungkin lebih baik?

  1. A不若B (A wa B ni shikazu)
  2. A於B (A wa B yori su)
  3. A孰若B (A wa B ni izure zo)
  4. A莫若B (A wa B ni shiku wa nashi)
JawabanC. A孰若B (A wa B ni izure zo)

孰若 yang dibaca いづれぞ, sama seperti 孰与, adalah pola perbandingan dan pemilihan yang menjajarkan A dan B lalu bertanya mana yang lebih baik, dan sering dipakai dalam konteks yang sebenarnya menganjurkan B. 不若 yang berarti tidak menyamai adalah perbandingan yang menyatakan kesimpulan secara tegas, sehingga bedanya dengan 孰若 yang berbentuk pertanyaan ikut ditanyakan. Perhatikan juga bahwa 孰 sendirian pun menjadi kata tanya yang menanyakan pilihan atau orang dengan bacaan いづれ dan たれ.

Kata penting

Soal 34 | 蓋 (kedashi)

Kalau 蓋 di awal kalimat dibaca けだし (kedashi), manakah artinya yang benar?

  1. kalau tutupnya dipasang
  2. dengan segera
  3. mengapa tidak melakukannya
  4. menurut hemat saya, barangkali begitu
JawabanD. menurut hemat saya, barangkali begitu

蓋し di awal kalimat adalah kata keterangan pembuka yang melontarkan topik dengan nada menduga, yaitu menurut hemat saya atau barangkali. Jangan terseret makna kata penuhnya, yaitu tutup atau menutupi. Perlu diketahui pula bahwa 蓋 punya pemakaian yang setara dengan 盍 (ko), yaitu dibaca なんぞ〜ざる yang berarti mengapa tidak melakukannya dan berfungsi mengajak, dan pemilahan lewat konteks itu ditanyakan di sekolah papan atas.

Soal 35 | 所以 (yuen)

Manakah cara baca dan arti yang benar untuk 所以?

  1. dibaca ゆゑん (yuen), menyatakan alasan atau upaya
  2. dibaca ここにおいて (koko ni oite), menandai pergantian adegan
  3. dibaca ところもつて (tokoro motte), menyatakan tempat
  4. dibaca このゆゑに (kono yue ni), menarik kesimpulan
JawabanA. dibaca ゆゑん (yuen), menyatakan alasan atau upaya

所以 yang dibaca ゆゑん adalah gabungan kata penting yang berarti alasan mengapa sesuatu terjadi, dan bisa juga berarti upaya untuk melakukannya. Membaca 所 dan 以 secara terpisah menjadi ところをもって adalah keliru. Karena membedakannya dari 是以 yang dibaca ここをもって dan menarik kesimpulan serta dari 於是 yang dibaca ここにおいて dan mengganti adegan adalah pilihan langganan, tatalah ketiga kata itu sepaket.

Soal 36 | 是以 (koko wo motte)

Manakah cara baca dan fungsi yang benar untuk 是以?

  1. dibaca ぜをもつて (ze wo motte), menegaskan kebenaran
  2. dibaca ここをもつて (koko wo motte), menarik kesimpulan dengan makna karena itulah
  3. dibaca ここにおいて (koko ni oite), menunjukkan tempat
  4. dibaca これいがい (kore igai), menunjukkan pengecualian
JawabanB. dibaca ここをもつて (koko wo motte), menarik kesimpulan dengan makna karena itulah

是以 dibaca ここをもって dan merupakan kata penghubung yang menerima isi sebelumnya lalu menarik hasil atau kesimpulan, yaitu karena itulah. Bentuk 以是 juga dipakai dengan arti yang sama. Bacaan dan fungsinya rancu dengan 於是 yang dibaca ここにおいて dan berarti lalu, sehingga banyak soal yang menanyakan kecocokan antara urutan huruf dan terjemahannya. Menghafalnya bertiga bersama 所以 yang menyatakan alasan adalah cara yang paling hemat.

Soal 37 | 於是 (koko ni oite)

Manakah cara baca dan arti yang benar untuk 於是?

  1. dibaca これになんぞ (kore ni nanzo), menandai pertanyaan retoris
  2. dibaca これより (kore yori), menyatakan perbandingan
  3. dibaca ここにおいて (koko ni oite), berarti lalu dan mengganti adegan
  4. dibaca ここをもつて (koko wo motte), menunjukkan alasan
JawabanC. dibaca ここにおいて (koko ni oite), berarti lalu dan mengganti adegan

於是 dibaca ここにおいて dan merupakan kata penghubung yang menyambungkan cerita ke adegan berikutnya, yaitu lalu atau demikianlah. Jebakan yang paling sering adalah mencampurnya dengan 是以 yang dibaca ここをもって dan berarti karena itu, jadi bedakan dari fungsinya, yaitu 於是 mengganti adegan dan 是以 menyatakan sebab akibat. Kata ini juga menjadi penanda untuk menangkap alur cerita, sehingga penting bagi pemahaman bacaan.

Soal 38 | Pola turun naik

Manakah pola dan isi yang benar untuk 死馬且買之、況生者乎 (shiba katsu kore wo kau, iwanya ikeru mono wo ya) yang dibaca 死馬すら且つこれを買ふ、況んや生ける者をや (shiba sura katsu kore wo kau, iwanya ikeru mono wo ya)?

  1. pola perbandingan (比較形), artinya kuda hidup lebih mahal daripada kuda mati
  2. pola retoris (反語形), artinya kuda mati sekali-kali tidak akan dibeli
  3. pola pengandaian (仮定形), artinya kalau membeli kuda mati maka kuda hidup pun akan didapat
  4. pola turun naik (抑揚形), artinya kuda mati saja dibeli, apalagi kuda yang hidup pasti dibeli
JawabanD. pola turun naik (抑揚形), artinya kuda mati saja dibeli, apalagi kuda yang hidup pasti dibeli

Pola A且すら〜、況んやBをや adalah pola turun naik yang lebih dulu mengangkat A yang kadarnya rendah lalu menegaskan bahwa B tentu lebih lagi. Pada bagian 況んや〜をや, predikatnya tidak diulang, jadi kuncinya adalah melengkapi terjemahannya dengan makna apalagi tentu begitu. Kemampuan menangkap keserasian すら, 且つ, dan 況んや sangat membedakan nilai, dan pola ini sering keluar baik pada soal esai maupun pilihan. Jangan salah paham menganggap をや di ujung kalimat sebagai pertanyaan.

Soal 39 | Pola penambahan

Manakah pola yang benar untuk 不啻聡明、亦有徳 (fu shi somei, eki yu toku) yang dibaca 啻だに聡明なるのみならず、亦た徳有り (tada ni somei naru nomi narazu, mata toku ari)?

  1. pola turun naik (抑揚形), artinya asal cerdas maka budi tidak diperlukan
  2. pola pembatasan (限定形), artinya hanya cerdas saja
  3. pola penambahan (累加形), artinya bukan hanya cerdas, tetapi juga berbudi
  4. pola pengingkaran (否定形), artinya tidak cerdas dan juga tidak berbudi
JawabanC. pola penambahan (累加形), artinya bukan hanya cerdas, tetapi juga berbudi

Pola 不啻〜 yang dibaca 啻だに〜のみならず mengingkari huruf pembatas 啻 (shi), yang sama fungsinya dengan 唯 dan 独, lalu menambahkan keterangan lain, yaitu bukan hanya begitu, tetapi juga begini. Bedanya dari pola pembatasan 唯だ〜のみ bisa ditentukan secara mekanis dari ada tidaknya kata ingkar di atasnya. Bentuk 非独〜 dan 不唯〜 juga setipe. Membedakan pembatasan dari penambahan sangat memisahkan nilai, dan melewatkan kata ingkarnya berakibat fatal.

Soal 40 | Pola pembatasan

Manakah pola yang benar untuk 唯有一人 (yui yu ichinin) yang dibaca 唯だ一人有るのみ (tada hitori aru nomi)?

  1. pola retoris (反語形), artinya mustahil ada satu orang pun
  2. pola pembatasan (限定形), artinya hanya ada satu orang saja
  3. pola penambahan (累加形), artinya bukan hanya satu orang melainkan banyak
  4. pola dikenai perbuatan (受身形), artinya dikenai perbuatan oleh satu orang
JawabanB. pola pembatasan (限定形), artinya hanya ada satu orang saja

Pola 唯〜のみ, yang huruf pembukanya bisa juga 惟, 只, atau 独, adalah pola pembatasan yang mempersempit cakupan dengan makna hanya begitu saja. Polanya adalah menambahkan のみ di ujung kalimat saat menulis ulang, dan huruf 耳, 已, serta 爾 pun dibaca のみ di ujung kalimat. Kalau di atasnya ditambahkan 不 atau 非, polanya berubah menjadi penambahan, jadi biasakan memeriksa ada tidaknya kata ingkar agar tidak kehilangan nilai.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Materi ini untuk mengecek isi pelajaran SMA. Jika penulisan atau penjelasannya berbeda dengan buku pelajaran atau pengajaran di sekolah, utamakan buku pelajaran dan penjelasan guru.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang