Berikut adalah empat soal cerita yang semuanya selesai dengan satu kali hitungan. Soal mana yang struktur cara menyelesaikannya berbeda dari tiga soal lainnya?
Dengan uang 1.000 yen dibeli sebuah bekal seharga 380 yen. Berapa sisa uangnya?
Membeli 6 buah roti seharga 80 yen per buah. Berapa harga seluruhnya?
Di ruang kelas berkapasitas 45 orang sudah duduk 28 orang. Berapa orang lagi yang bisa duduk?
Dari buku setebal 300 halaman, sampai kemarin sudah dibaca 120 halaman. Berapa halaman sisanya?
JawabanB. Membeli 6 buah roti seharga 80 yen per buah. Berapa harga seluruhnya?
Sisa halaman buku, sisa uang sesudah membeli bekal, dan sisa tempat duduk di kelas, ketiganya selesai dengan satu kali pengurangan berbentuk keseluruhan dikurangi bagian: 300 − 120 = 180 halaman, 1.000 − 380 = 620 yen, dan 45 − 28 = 17 orang. Hanya soal roti yang berbentuk perkalian antara nilai satuan dan banyaknya, yaitu 80 × 6 = 480 yen, sehingga polanya berbeda. Yang dilihat bukan bahan ceritanya atau besar kecilnya bilangan, melainkan hanya tanda operasi dan susunan peran bilangannya.
Soal 2 | Mengalikan atau membagi
Anggaplah kita hanya menyusun kalimat matematikanya tanpa menghitung jawabannya. Dari empat soal berikut, mana yang bentuk kalimat matematikanya berbeda dari tiga lainnya?
Kalau membeli 5 kotak telur yang tiap kotaknya berisi 12 butir, berapa butir telur seluruhnya?
Berapa yen harga 7 botol jus kalau satu botol 120 yen?
Berapa km jarak yang ditempuh mobil berkecepatan 60 km per jam kalau berjalan 3 jam?
Kalau 84 lembar kertas warna dibagi rata kepada 7 orang, berapa lembar bagian satu orang?
JawabanD. Kalau 84 lembar kertas warna dibagi rata kepada 7 orang, berapa lembar bagian satu orang?
Jus, mobil, dan telur, ketiganya adalah perkalian antara nilai satuan dan banyaknya: 120 × 7 = 840 yen, 60 × 3 = 180 km, dan 12 × 5 = 60 butir. Kecepatan 60 km per jam pun berupa nilai satuan, yaitu 60 km untuk setiap 1 jam, sehingga soal jarak masuk ke pola yang sama. Hanya soal kertas warna yang berbentuk pembagian keseluruhan dengan banyaknya penerima, yaitu 84 ÷ 7 = 12 lembar, sehingga bentuknya berbeda dari ketiga soal perkalian itu.
Soal 3 | Membagi rata atau mengambil sekian-sekian
Keempat soal sama-sama selesai dengan pembagian, tetapi makna pembagiannya tidak sama. Soal mana yang maknanya berbeda dari tiga lainnya?
Uang 540 yen dikumpulkan sama besar dari 4 orang. Berapa yen yang dikeluarkan satu orang?
Air sebanyak 72 L dimasukkan sama banyak ke dalam 6 bak. Berapa L isi satu bak?
Pita sepanjang 150 cm dipotong-potong sepanjang 25 cm. Berapa potong yang didapat?
96 butir permen dibagi rata kepada 8 orang. Berapa butir bagian satu orang?
JawabanC. Pita sepanjang 150 cm dipotong-potong sepanjang 25 cm. Berapa potong yang didapat?
Permen, air, dan uang, ketiganya adalah pembagian merata yang berbentuk keseluruhan dibagi banyaknya penerima sama dengan besar satu bagian: 96 ÷ 8 = 12 butir, 72 ÷ 6 = 12 L, dan 540 ÷ 4 = 135 yen. Satuan jawabannya tetap sama dengan satuan keseluruhannya, yaitu butir, L, dan yen. Hanya soal pita yang berupa pembagian pengukuran, yaitu keseluruhan dibagi nilai satuan sama dengan banyaknya bagian: 150 ÷ 25 = 6 potong, dan satuan jawabannya berubah menjadi potong. Pembedanya adalah apakah bilangan pembaginya banyaknya penerima atau nilai satuan.
Soal 4 | Pola mencari banyaknya bagian
Dari soal berikut, tiga soal menanyakan berapa banyak bagiannya. Hanya satu soal yang menanyakan hal yang berbeda. Soal mana itu?
Kalau dibagi kepada 5 orang, berapa butir kelereng yang didapat satu orang dari 95 butir?
Kalau tiap orang diberi 7 lembar, 63 lembar kartu bisa dibagikan kepada berapa orang?
Kalau dipotong sepanjang 3 m, berapa potong yang didapat dari tali sepanjang 24 m?
JawabanB. Kalau dibagi kepada 5 orang, berapa butir kelereng yang didapat satu orang dari 95 butir?
Tali, takoyaki, dan kartu, ketiganya adalah pembagian pengukuran berbentuk keseluruhan dibagi nilai satuan sama dengan banyaknya bagian: 24 ÷ 3 = 8 potong, 36 ÷ 4 = 9 piring, dan 63 ÷ 7 = 9 orang. Semua jawabannya menyatakan banyaknya sesuatu. Hanya soal kelereng yang berupa pembagian merata berbentuk keseluruhan dibagi banyaknya penerima sama dengan besar satu bagian, yaitu 95 ÷ 5 = 19 butir. Walau sama-sama satu kali pembagian, polanya berbeda tergantung bilangan pembaginya nilai satuan atau banyaknya orang.
Soal 5 | Mencari sisanya
Perhatikan soal berikut: bak air yang penuhnya 500 L kini berisi 180 L; berapa L lagi yang bisa masuk? Soal mana yang struktur cara menyelesaikannya sama dengan soal itu?
Berapa harga seluruhnya kalau membeli 4 kue seharga 150 yen per buah?
Dari jarak 12 km sudah ditempuh 5 km dengan berjalan kaki. Berapa km sisanya?
Kalau menyiapkan 7 bungkus pena yang tiap bungkusnya berisi 6 batang, ada berapa batang pena?
Berapa km jarak yang ditempuh bus berkecepatan 40 km per jam kalau berjalan 2 jam?
JawabanB. Dari jarak 12 km sudah ditempuh 5 km dengan berjalan kaki. Berapa km sisanya?
Soal contoh mengurangkan isi sekarang dari isi penuh, yaitu keseluruhan dikurangi bagian: 500 − 180 = 320 L. Bentuk yang sama adalah soal jarak, yaitu 12 − 5 = 7 km. Ketiga soal sisanya semuanya perkalian antara nilai satuan dan banyaknya: 150 × 4 = 600 yen, 6 × 7 = 42 batang, dan 40 × 2 = 80 km. Bahan ceritanya berbeda-beda, mulai dari air, jarak, kue, pena, sampai bus, tetapi kalau dilihat strukturnya hanya soal jarak yang sekelompok dengan soal contoh.
Soal 6 | Perkalian dengan persentase
Berikut empat soal yang memakai perbandingan bagian terhadap keseluruhan. Pilihlah yang bentuk kalimat matematikanya berbeda dari tiga lainnya.
Gedung berkapasitas 200 orang terisi 70 persen. Berapa orang yang datang?
Membeli barang berharga tetap 800 yen dengan potongan 30 persen. Berapa besar potongannya?
Sebanyak 160 orang, yaitu 40 persen dari murid suatu sekolah, adalah murid perempuan. Berapa jumlah seluruh muridnya?
Sebanyak 20 persen dari 1.500 g tanah liat telah dipakai. Berapa g tanah liat yang dipakai?
JawabanC. Sebanyak 160 orang, yaitu 40 persen dari murid suatu sekolah, adalah murid perempuan. Berapa jumlah seluruh muridnya?
Besar potongan, jumlah pengunjung, dan tanah liat yang dipakai, ketiganya adalah perkalian ketika nilai acuannya sudah diketahui, yaitu nilai acuan dikali perbandingannya: 800 × 0,3 = 240 yen, 200 × 0,7 = 140 orang, dan 1.500 × 0,2 = 300 g. Hanya soal jumlah murid yang bergerak terbalik, yaitu mencari nilai acuan dari 160 orang yang merupakan bagiannya, sehingga menjadi pembagian 160 ÷ 0,4 = 400 orang. Diketahui atau tidaknya nilai acuan itulah yang menentukan kita mengalikan atau membagi.
Soal 7 | Mencari nilai acuan
Ada tiga soal yang mencari nilai acuan dan satu soal yang tidak. Soal mana yang tidak?
Sebanyak 150 orang, yaitu 25 persen dari seluruh murid sekolah, berangkat dengan sepeda. Berapa jumlah seluruh muridnya?
Air sebanyak 96 L, yaitu 80 persen dari air dalam bak, telah dikuras. Berapa L air mula-mula?
Keuntungan sebuah barang adalah 600 yen, yaitu 30 persen dari harga jualnya. Berapa harga jualnya?
Berapa besar uang yang setara dengan 45 persen dari 1.200 yen?
JawabanD. Berapa besar uang yang setara dengan 45 persen dari 1.200 yen?
Harga jual, jumlah seluruh murid, dan air mula-mula, ketiganya adalah pembagian berbentuk besar bagian dibagi perbandingannya sama dengan nilai acuan: 600 ÷ 0,3 = 2.000 yen, 150 ÷ 0,25 = 600 orang, dan 96 ÷ 0,8 = 120 L. Satu soal sisanya sudah mengetahui nilai acuannya, yaitu 1.200 yen, dan hanya mencari bagian sebesar 45 persen darinya, sehingga menjadi perkalian nilai acuan dengan perbandingannya: 1.200 × 0,45 = 540 yen. Yang menentukan polanya adalah apakah yang dicari nilai acuannya atau bagiannya.
Soal 8 | Soal contoh berupa perkalian
Perhatikan soal berikut: kalau mengangkut 9 karung pasir yang tiap karungnya 2 kg, berapa kg pasir seluruhnya? Soal mana yang bisa diselesaikan dengan struktur yang sama?
Kalau pita sepanjang 180 cm dibagi-bagi sepanjang 20 cm, menjadi berapa potong?
Kalau setiap hari dibaca 25 halaman, buku setebal 300 halaman selesai dibaca dalam berapa hari?
Kalau tiap bangku diduduki 3 orang, berapa bangku yang diperlukan untuk 45 orang?
Kalau tiap orang diberi 4 lembar, berapa lembar yang diperlukan untuk membagi kepada 11 orang?
JawabanD. Kalau tiap orang diberi 4 lembar, berapa lembar yang diperlukan untuk membagi kepada 11 orang?
Soal contoh adalah perkalian antara nilai satuan dan banyaknya, yaitu 2 × 9 = 18 kg. Bentuk yang sama adalah soal jumlah lembar yang dibagikan, yaitu 4 × 11 = 44 lembar. Ketiga soal lainnya semuanya pembagian pengukuran berbentuk keseluruhan dibagi nilai satuan sama dengan banyaknya bagian: 180 ÷ 20 = 9 potong, 45 ÷ 3 = 15 bangku, dan 300 ÷ 25 = 12 hari. Nilai satuan muncul pada semuanya, tetapi strukturnya terbelah menurut apakah nilai itu dikalikan atau justru dipakai membagi keseluruhannya.
Soal 9 | Pola soal kecepatan
Dari empat soal tentang kecepatan berikut, soal mana yang hal yang dicarinya berbeda dari tiga lainnya?
Berapa detik yang diperlukan kereta berkecepatan 15 m per detik untuk menempuh 450 m?
Kalau berjalan dengan kecepatan 80 m per menit, berapa menit waktu yang diperlukan untuk jarak 1.200 m?
Kalau mobil berkecepatan 50 km per jam berjalan 2 jam, berapa km jarak yang ditempuhnya?
Kalau berjalan dengan kecepatan 4 km per jam, berapa jam waktu yang diperlukan untuk jarak 12 km?
JawabanC. Kalau mobil berkecepatan 50 km per jam berjalan 2 jam, berapa km jarak yang ditempuhnya?
Di antara jarak, waktu, dan kecepatan, tiga soal yaitu berjalan kaki, kecepatan per menit, dan kereta semuanya pembagian berbentuk jarak dibagi kecepatan sama dengan waktu: 12 ÷ 4 = 3 jam, 1.200 ÷ 80 = 15 menit, dan 450 ÷ 15 = 30 detik. Hanya soal mobil yang berupa perkalian berbentuk kecepatan dikali waktu sama dengan jarak, yaitu 50 × 2 = 100 km. Pada soal kecepatan, polanya berubah menurut mana di antara jarak, kecepatan, dan waktu yang dicari.
Soal 10 | Apa yang sedang dibagi
Keempat soal sama-sama selesai dengan satu kali pembagian, tetapi hanya satu yang hal dicarinya berbeda. Soal mana itu?
Berapa m per menit kecepatan orang yang berlari 1.200 m dalam 8 menit?
Berapa jam waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak 18 km dengan kecepatan 6 km per jam?
Berapa m per menit kecepatan orang yang berjalan 600 m dalam 5 menit?
Berapa km per jam kecepatan mobil yang menempuh 150 km dalam 3 jam?
JawabanB. Berapa jam waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak 18 km dengan kecepatan 6 km per jam?
Soal mobil, soal 600 m, dan soal 1.200 m adalah pembagian berbentuk jarak dibagi waktu sama dengan kecepatan: 150 ÷ 3 = 50 km per jam, 600 ÷ 5 = 120 m per menit, dan 1.200 ÷ 8 = 150 m per menit, sehingga yang dicari sama-sama kecepatan. Hanya soal berkecepatan 6 km per jam yang berupa jarak dibagi kecepatan sama dengan waktu, yaitu 18 ÷ 6 = 3 jam, sehingga yang dicari adalah waktu. Walau sama-sama satu kali pembagian, apa yang dibagi dengan apa berbeda sehingga kelompoknya lain.
Soal 11 | Pola soal rata-rata
Berikut empat soal yang menangani rata-rata. Pilihlah satu yang bentuk kalimat matematikanya berbeda dari yang lain.
Jumlah nilai lima mata pelajaran adalah 410. Berapa nilai rata-rata satu mata pelajaran?
Ada 12 butir telur yang rata-rata beratnya 60 g per butir. Berapa g beratnya seluruhnya?
Jumlah tinggi badan 8 orang adalah 1.288 cm. Berapa cm tinggi rata-ratanya?
Selama 4 hari ditempuh total 36 km dengan berlari. Berapa km rata-rata larinya per hari?
JawabanB. Ada 12 butir telur yang rata-rata beratnya 60 g per butir. Berapa g beratnya seluruhnya?
Nilai rata-rata, rata-rata per hari, dan tinggi rata-rata, ketiganya adalah pembagian berbentuk jumlah keseluruhan dibagi banyaknya sama dengan rata-rata: 410 ÷ 5 = 82 nilai, 36 ÷ 4 = 9 km, dan 1.288 ÷ 8 = 161 cm. Hanya soal telur yang rata-ratanya sudah diketahui sehingga berupa perkalian rata-rata dengan banyaknya sama dengan jumlah keseluruhan, yaitu 60 × 12 = 720 g. Melihat soal rata-rata jangan langsung memastikan bahwa itu pembagian; pastikan dulu apa yang diketahui dan apa yang dicari.
Soal 12 | Pola dua tahap
Berikut empat soal yang memerlukan dua kali hitungan. Soal mana yang pola urutan hitungannya berbeda dari tiga lainnya?
Dari 24 L susu dipakai 4 L, lalu sisanya dibagi rata ke dalam 5 botol. Berapa L isi satu botol?
Membeli 7 buah jeruk seharga 90 yen per buah lalu membayar dengan 1.000 yen. Berapa uang kembaliannya?
Dengan membawa 500 yen dibeli buku tulis seharga 120 yen, lalu sisanya dibagi kepada 4 orang. Berapa yen bagian satu orang?
Dari 60 butir permen, 12 butir diambil guru, lalu sisanya dibagi rata kepada 8 orang. Berapa butir bagian satu orang?
JawabanB. Membeli 7 buah jeruk seharga 90 yen per buah lalu membayar dengan 1.000 yen. Berapa uang kembaliannya?
Permen, uang, dan susu, ketiganya berpola kurangi dulu lalu bagi: (60 − 12) ÷ 8 = 6 butir, (500 − 120) ÷ 4 = 95 yen, dan (24 − 4) ÷ 5 = 4 L. Semuanya lebih dulu mencari sisanya dengan pengurangan, kemudian membagi sisa itu. Hanya soal jeruk yang berpola kalikan dulu lalu kurangi, yaitu 1.000 − 90 × 7 = 370 yen, karena harganya dicari lebih dulu dengan perkalian baru kemudian dikurangkan. Pada soal dua tahap, kelompoknya terbelah menurut hitungan mana yang dikerjakan lebih dulu.
Soal 13 | Pola jumlah dan selisih
Berikut empat soal yang menangani hubungan antara dua besaran. Soal mana yang struktur cara menyelesaikannya berbeda dari tiga lainnya?
Jumlah uang kakak dan adik adalah 3.000 yen, dan kakak 400 yen lebih banyak daripada adik. Berapa uang kakak?
Jumlah berat A dan B adalah 50 kg, dan A 6 kg lebih berat daripada B. Berapa kg berat A?
Ada persegi panjang yang jumlah panjang sisi tegak dan sisi datarnya 34 cm, dan sisi datarnya 4 cm lebih panjang daripada sisi tegaknya. Berapa cm sisi datarnya?
Sebatang pena berharga 280 yen dan sebuah penghapus berharga 120 yen. Berapa selisih harganya?
JawabanD. Sebatang pena berharga 280 yen dan sebuah penghapus berharga 120 yen. Berapa selisih harganya?
Uang saku, berat, dan persegi panjang, ketiganya berpola diketahui jumlah dan selisihnya lalu dicari yang lebih besar, sehingga memakai rumus jumlah ditambah selisih lalu dibagi 2: (3.000 + 400) ÷ 2 = 1.700 yen, (50 + 6) ÷ 2 = 28 kg, dan (34 + 4) ÷ 2 = 19 cm. Hanya soal pena dan penghapus yang kedua nilainya sudah diketahui langsung sehingga cukup dikurangkan saja: 280 − 120 = 160 yen. Pembedanya adalah perlu tidaknya memulihkan nilai masing-masing dari jumlah dan selisihnya.
Soal 14 | Berapa potong yang didapat
Perhatikan soal berikut: kalau tali sepanjang 18 m dipotong-potong sepanjang 3 m, berapa potong yang didapat? Pilihlah soal yang strukturnya sama dengan soal itu.
Kalau 144 keping kue dibagi rata kepada 12 orang, berapa keping bagian satu orang?
Kalau tiap kendaraan diisi 5 orang, berapa kendaraan yang diperlukan untuk mengangkut 40 orang?
Kalau tali sepanjang 96 cm dibagi menjadi 6 bagian sama panjang, berapa cm panjang satu bagian?
Kalau uang 3.000 yen dikumpulkan sama besar dari 6 orang, berapa yen bagian satu orang?
JawabanB. Kalau tiap kendaraan diisi 5 orang, berapa kendaraan yang diperlukan untuk mengangkut 40 orang?
Soal contoh adalah pembagian pengukuran berbentuk keseluruhan dibagi nilai satuan sama dengan banyaknya bagian, yaitu 18 ÷ 3 = 6 potong. Bentuk yang sama adalah soal kendaraan, yaitu 40 ÷ 5 = 8 kendaraan, dan jawabannya bersatuan kendaraan, yakni satuan banyaknya sesuatu. Ketiga soal lainnya adalah pembagian merata berbentuk keseluruhan dibagi banyaknya penerima sama dengan besar satu bagian: 144 ÷ 12 = 12 keping, 96 ÷ 6 = 16 cm, dan 3.000 ÷ 6 = 500 yen, dengan satuan jawaban yang tetap sama dengan satuan keseluruhannya.
Soal 15 | Kembali ke nilai acuan
Perhatikan soal berikut: sebanyak 96 halaman, yaitu 30 persen dari sebuah buku, telah dibaca; berapa halaman seluruh bukunya? Soal mana yang strukturnya sama dengan soal itu?
Sebanyak 280.000 yen, yaitu 40 persen dari omzet suatu bulan, adalah biaya tenaga kerja. Berapa omzetnya?
Berapa orang 35 persen dari kelas yang berisi 60 orang?
Berapa besar potongan ketika barang berharga tetap 2.500 yen dijual dengan potongan 20 persen?
Sebanyak 15 persen dari jus 800 mL telah diminum. Berapa mL yang diminum?
JawabanA. Sebanyak 280.000 yen, yaitu 40 persen dari omzet suatu bulan, adalah biaya tenaga kerja. Berapa omzetnya?
Soal contoh berbentuk besar bagian dibagi perbandingannya sama dengan nilai acuan, yaitu 96 ÷ 0,3 = 320 halaman. Bentuk yang sama adalah soal omzet, yaitu 280.000 ÷ 0,4 = 700.000 yen. Ketiga soal lainnya sudah mengetahui nilai acuannya sehingga cukup menghitung nilai acuan dikali perbandingannya: 2.500 × 0,2 = 500 yen, 60 × 0,35 = 21 orang, dan 800 × 0,15 = 120 mL. Yang perlu dilihat adalah apakah yang dicari nilai acuannya atau bagiannya.
Soal 16 | Fakta dan perkiraan
Dari empat kalimat berikut, kalimat mana yang struktur cara penyampaiannya berbeda dari tiga lainnya?
Jumlah pengunjung tahun lalu 1.200 orang lebih sedikit daripada tahun sebelumnya.
Hari Minggu lalu diadakan pasar pagi di lapangan depan stasiun.
Kalau begini terus, bulan depan pekerjaan pembangunannya agaknya akan selesai.
Pabrik ini memproduksi 3.000 buah komponen dalam satu hari.
JawabanC. Kalau begini terus, bulan depan pekerjaan pembangunannya agaknya akan selesai.
Kalimat pasar pagi, pabrik, dan pengunjung ketiganya ditutup dengan pernyataan tegas dan menyampaikan apa adanya sebuah kejadian atau keadaan sekarang, jadi merupakan keterangan tentang fakta. Hanya kalimat tentang pembangunan yang menaruh penanda perkiraan di ujungnya dan berbicara tentang hal di depan yang belum bisa dipastikan. Meskipun topiknya berbeda-beda, kelompoknya terbelah hanya oleh tegas atau tidaknya penutup kalimatnya.
Soal 17 | Kalimat pendapat
Kalau dipilah menurut ada tidaknya penilaian penulis, ada satu kalimat yang tidak sekelompok. Kalimat mana itu?
Waktu rapat agaknya lebih baik dipersingkat daripada sekarang.
Menurut saya tempat parkir sepeda di depan stasiun sebaiknya diperluas lagi.
Waktu membaca anak-anak seharusnya ditambah lagi.
Curah hujan tahunan daerah ini kira-kira 1.500 mm.
JawabanD. Curah hujan tahunan daerah ini kira-kira 1.500 mm.
Kalimat tempat parkir, rapat, dan waktu membaca ketiganya memakai ungkapan seperti sebaiknya, lebih baik, dan seharusnya, sehingga menyampaikan penilaian atau pendirian penulisnya, jadi termasuk kalimat pendapat. Hanya kalimat curah hujan yang sekadar menyatakan angka secara tegas sebagai keterangan fakta, tanpa sedikit pun pemikiran penulis di dalamnya. Ungkapan keharusan tetap menjadikan kalimat itu pendapat walaupun penutupnya berbentuk pernyataan. Jadi yang dilihat bukan hanya bentuk penutup kalimat, melainkan muncul atau tidaknya kata penilaian dan keharusan di permukaan.
Soal 18 | Arah hubungan sebab akibat
Perhatikan susunan sebab dan akibatnya. Kalimat mana yang susunannya berbeda dari tiga lainnya?
Panen beras tahun ini gagal. Sebabnya, lama penyinaran matahari pada musim panas pendek.
Karena turun salju lebat, kereta pagi berhenti beroperasi.
Karena tidak mendapat pemesanan tempat, jadwal perjalanannya digeser.
Karena komponennya tidak kunjung datang, pekerjaan perakitan terlambat.
JawabanA. Panen beras tahun ini gagal. Sebabnya, lama penyinaran matahari pada musim panas pendek.
Tiga kalimat menaruh sebabnya lebih dulu, yaitu turun salju lebat, tidak mendapat pemesanan tempat, dan komponen tidak kunjung datang, lalu menyambungkannya ke akibat yang diletakkan di belakang, sehingga susunannya sebab lalu akibat. Hanya satu kalimat yang lebih dulu menyatakan akibatnya secara tegas, yaitu panen gagal, kemudian menjelaskan sebabnya belakangan, sehingga susunannya akibat lalu sebab dan urutannya terbalik.
Soal 19 | Alasan yang diletakkan belakangan
Letak penulisan alasannya tidak seragam. Pilihlah satu yang letaknya berbeda.
Dia menentang usul itu. Sebabnya, dia menganggap perkiraan anggarannya terlalu longgar.
Omzetnya naik. Sebabnya, iklan yang baru sampai kepada kalangan muda.
Karena pertanyaan yang masuk bertambah, jumlah petugas penerima tamu ditambah.
Hari ini saya berangkat dari rumah lebih awal. Sebabnya, sehari sebelumnya saya melihat pengumuman pekerjaan perbaikan jalan.
JawabanC. Karena pertanyaan yang masuk bertambah, jumlah petugas penerima tamu ditambah.
Tiga kalimat lebih dulu menyatakan akibat atau tindakannya dengan tegas dalam satu kalimat, lalu menambahkan alasannya belakangan, sehingga susunannya akibat lalu sebab. Hanya satu kalimat yang menaruh sebabnya lebih dulu, yaitu bertambahnya pertanyaan yang masuk, lalu menyambungkannya ke akibat yang diletakkan di belakang, sehingga susunannya sebab lalu akibat. Cukup dilihat alasannya berada di depan atau di belakang.
Soal 20 | Penyambung yang sama
Perhatikan kalimat berikut: karena jalanan macet, saya terlambat datang ke tempat janjian. Kalimat mana yang struktur cara penyampaiannya sama dengan kalimat itu?
Tempat acaranya diubah. Sebabnya, peminatnya lebih banyak daripada perkiraan.
Saya tidak jadi membeli buku itu. Sebabnya, saya sudah meminjamnya di perpustakaan.
Karena bahan-bahannya terlambat tiba, pembukaan rapat digeser 30 menit.
Dia absen dari latihan. Sebabnya, sehari sebelumnya pergelangan kakinya cedera.
JawabanC. Karena bahan-bahannya terlambat tiba, pembukaan rapat digeser 30 menit.
Kalimat contoh menaruh sebabnya lebih dulu, yaitu jalanan macet, lalu menyambungkannya ke akibat, sehingga susunannya sebab lalu akibat. Bentuk yang sama hanyalah kalimat tentang bahan rapat, karena bagian di depan penyambungnya adalah sebab dan bagian di belakangnya adalah akibat. Ketiga kalimat lainnya semuanya lebih dulu menyatakan akibatnya dengan tegas baru kemudian menaruh alasannya di belakang, sehingga urutannya terbalik.
Soal 21 | Umum dan contoh
Kalau diperhatikan cakupan yang dibicarakan, ada satu kalimat yang berbeda dari yang lain. Kalimat mana?
Belakangan ini kalangan muda makin menjauh dari bacaan tercetak.
Di SMA di Jepang makin banyak sekolah yang memakai waktu pagi untuk membaca buku.
Jumlah pemakai perpustakaan cenderung menurun secara nasional.
Misalnya, di SMA tempat saya bersekolah ada waktu membaca 10 menit setiap pagi.
JawabanD. Misalnya, di SMA tempat saya bersekolah ada waktu membaca 10 menit setiap pagi.
Kalimat tentang SMA di Jepang, kalangan muda, dan perpustakaan ketiganya merangkum banyak hal lalu menyatakan kecenderungannya, jadi merupakan pernyataan umum. Hanya kalimat yang dimulai dengan kata pemberi contoh yang mengangkat satu kejadian tunggal, yaitu SMA tempat penulis bersekolah, sehingga menjadi contoh konkret. Kelompoknya terbelah menurut cakupannya, apakah keseluruhan atau satu kasus.
Soal 22 | Contoh atau keseluruhan
Kita ingin memilah empat kalimat menjadi pembicaraan tentang keseluruhan dan tentang kasus perorangan. Kalimat mana yang kelompoknya berbeda dari yang lain?
Toko buku di kota sebelah mengadakan acara bersama penulis sebulan sekali.
Toko-toko di kawasan pertokoan cenderung membuka pintunya lebih awal daripada dahulu.
Misalnya toko roti di depan stasiun membuka pintunya sejak pukul 7 pagi.
Kedai kopi dekat rumah saya menyajikan sarapan hanya pada hari kerja.
JawabanB. Toko-toko di kawasan pertokoan cenderung membuka pintunya lebih awal daripada dahulu.
Tiga kalimat mengangkat satu tempat tertentu, yaitu toko roti di depan stasiun, toko buku di kota sebelah, dan kedai kopi dekat rumah, sehingga merupakan contoh konkret. Hanya satu kalimat yang merangkum banyak toko dengan menyebut toko-toko di kawasan pertokoan lalu menyatakan kecenderungannya, sehingga menjadi pernyataan umum. Petunjuk untuk membedakannya adalah apakah yang ditunjuk satu kasus tunggal atau keseluruhan.
Soal 23 | Berpersyaratan
Bacalah empat kalimat berikut dengan memperhatikan cara menunjukkan syaratnya. Pilihlah satu yang bentuknya berbeda.
Fasilitas ini menetapkan setiap hari Senin sebagai hari tutup.
Kalau stoknya tidak ada, pemesanan barangnya memakan waktu satu minggu.
Apabila turun hujan, pertandingan akan ditunda ke pekan berikutnya.
Kalau lupa membawa kartu anggota, silakan tuliskan nama Anda di meja penerima tamu.
JawabanA. Fasilitas ini menetapkan setiap hari Senin sebagai hari tutup.
Tiga kalimat memakai penanda syarat seperti apabila dan kalau, lalu menyatakan apa yang terjadi hanya ketika sesuatu terpenuhi, sehingga merupakan kalimat berpersyaratan. Hanya satu kalimat yang tidak memuat kata penanda syarat dan menyatakan dengan tegas hal yang selalu berlaku, sehingga menjadi keterangan tanpa syarat. Cukup dilihat ada atau tidaknya kata penanda syarat.
Soal 24 | Kalimat tanpa syarat
Ada tiga kalimat yang menyatakan hal yang selalu berlaku dan satu kalimat yang tidak. Kalimat mana yang tidak?
Tiket masuk fasilitas ini adalah 500 yen untuk orang dewasa.
Kereta ini berhenti di setiap stasiun sampai ke stasiun terakhir.
Toko kami buka sepanjang tahun tanpa hari libur dan tidak punya hari tutup tetap.
Yang berusia di bawah 18 tahun boleh memakainya kalau ada persetujuan wali.
JawabanD. Yang berusia di bawah 18 tahun boleh memakainya kalau ada persetujuan wali.
Tiga kalimat tidak memuat kata penanda syarat dan menyatakan dengan tegas hal yang selalu berlaku, sehingga merupakan kalimat tanpa syarat. Hanya satu kalimat yang menaruh syarat berupa adanya persetujuan wali, lalu menyatakan hal yang berlaku hanya ketika syarat itu terpenuhi. Penting tidaknya isi maupun panjang pendeknya kalimat tidak ada kaitannya; pembedanya semata-mata ada tidaknya anak kalimat bersyarat.
Soal 25 | Soal contoh berpersyaratan
Perhatikan kalimat berikut: kalau suhu udara melampaui 30 derajat, pekerjaan di luar ruangan akan dihentikan. Kalimat mana yang strukturnya sama dengan kalimat itu?
Formulir ini dibagikan di loket.
Apabila jumlah pesertanya sudah penuh, pendaftaran akan ditutup.
Jam buka hari ini sampai pukul 6 sore.
Tempat parkirnya berada di sisi belakang gedung.
JawabanB. Apabila jumlah pesertanya sudah penuh, pendaftaran akan ditutup.
Kalimat contoh menunjukkan syarat lalu menyatakan hal yang terjadi hanya ketika syarat itu terpenuhi. Bentuk yang sama hanyalah kalimat yang menaruh syarat berupa penuhnya jumlah peserta. Ketiga kalimat lainnya tidak memuat kata penanda syarat dan hanya menyatakan dengan tegas jam buka, tempat pembagian formulir, dan letak tempat parkir, sehingga merupakan keterangan tanpa syarat.
Soal 26 | Kehendak dan permintaan
Kalimat-kalimat ini bisa dipilah menurut siapa yang melakukan perbuatannya, penulis atau pembaca. Kalimat mana yang berbeda dari tiga lainnya?
Saya berniat menurunkan berat badan 5 kg sebelum musim panas.
Silakan ambil formulirnya di meja penerima tamu.
Tahun depan saya ingin sekali mencoba ujian sertifikasi.
Saya berpikir untuk pulang ke rumah orang tua pada libur nanti.
JawabanB. Silakan ambil formulirnya di meja penerima tamu.
Tiga kalimat memakai ungkapan seperti ingin, berniat, dan berpikir untuk, sehingga menyatakan apa yang hendak dilakukan penulisnya sendiri, jadi merupakan kalimat kehendak atau harapan. Hanya satu kalimat yang ditutup dengan kata persilakan, dan yang melakukan perbuatannya adalah pembaca, sehingga menjadi kalimat permintaan yang meminta lawan bicaranya bertindak. Yang dilihat adalah siapa yang bergerak dalam kalimat itu.
Soal 27 | Perintah kepada pembaca
Ada tiga kalimat yang meminta sesuatu kepada pembaca. Kalimat mana yang tidak meminta apa pun?
Silakan periksa apakah ada isian yang terlewat sebelum menyerahkannya.
Saya sedang berpikir untuk berangkat kerja dengan sepeda mulai bulan depan.
Kembalikan ke tempat semula sesudah dipakai.
Mohon matikan daya telepon genggam di dalam ruangan acara.
JawabanB. Saya sedang berpikir untuk berangkat kerja dengan sepeda mulai bulan depan.
Tiga kalimat memakai bentuk persilakan, mohon, dan perintah langsung, sehingga meminta pembacanya bertindak, jadi merupakan kalimat permintaan atau perintah. Hanya satu kalimat yang menyatakan rencana penulisnya sendiri sebagai kalimat kehendak, dan tidak ada satu pun hal yang diminta kepada pembaca. Pemilahannya bisa dilakukan secara mekanis dari bentuk penutup kalimatnya, yaitu berbentuk permintaan atau perintah atau tidak.
Soal 28 | Urutan dan pertentangan
Perhatikan bagaimana dua hal dijajarkan di dalam kalimat. Kalimat mana yang cara menjajarkannya berbeda?
Awalnya keseluruhannya digambar sebagai sketsa, sesudah itu barulah diwarnai.
Kakak pandai menulis karangan, sedangkan adik lebih cepat berhitung.
Mula-mula berasnya dicuci, berikutnya direndam dalam air sekitar 30 menit.
Pertama-tama bahannya dipotong, lalu ditumis di dalam wajan.
JawabanB. Kakak pandai menulis karangan, sedangkan adik lebih cepat berhitung.
Tiga kalimat memakai pasangan penanda urutan seperti mula-mula lalu berikutnya, awalnya lalu sesudah itu, dan pertama-tama lalu selanjutnya, sehingga menjajarkan dua perbuatan yang dilakukan orang yang sama menurut urutan waktu, jadi merupakan kalimat prosedur. Hanya satu kalimat yang mengangkat dua pihak berbeda, yaitu kakak dan adik, lalu menunjukkan perbedaannya dengan penanda pertentangan, dan sama sekali tidak berbicara tentang urutan waktu.
Soal 29 | Kalimat pertentangan
Ada tiga kalimat yang membandingkan dua hal. Kalimat mana yang tidak membandingkan?
Toko ini ragam barangnya banyak, tetapi harganya agak mahal.
Nama penerima ditulis di amplopnya, sesudah itu perangkonya ditempelkan.
Perusahaan A kuat di pasar dalam negeri, sedangkan perusahaan B besar penjualannya di luar negeri.
Musim panas tahun lalu banyak hujan, tetapi tahun ini hampir tidak turun hujan.
JawabanB. Nama penerima ditulis di amplopnya, sesudah itu perangkonya ditempelkan.
Ragam barang dan harga, perusahaan A dan perusahaan B, serta tahun lalu dan tahun ini, ketiganya menjajarkan dua perkara dengan penanda pertentangan lalu menunjukkan perbedaannya, jadi merupakan kalimat pertentangan. Hanya kalimat tentang amplop yang menjajarkan dua perbuatan menurut urutan waktu dengan penanda urutan, dan sama sekali tidak membandingkan apa pun.
Soal 30 | Soal contoh pertentangan
Perhatikan kalimat berikut: alat ini ringan, tetapi ketahanannya tidak seberapa tinggi. Kalimat mana yang struktur cara penyampaiannya sama dengan kalimat itu?
Kamus elektronik ini jumlah kata yang dimuatnya banyak, tetapi geraknya agak lambat.
Karena komponennya kurang, produksinya dihentikan untuk sementara.
Karena topan mendekat, acaranya dibatalkan.
Karena jalanannya membeku, waktu tempuhnya lebih lama daripada biasanya.
JawabanA. Kamus elektronik ini jumlah kata yang dimuatnya banyak, tetapi geraknya agak lambat.
Kalimat contoh menyambungkan kelebihan berupa ringan dan kekurangan berupa ketahanan yang tidak tinggi dengan penanda pertentangan, sehingga menjajarkan dua sisi dari satu benda yang sama untuk dibandingkan. Bentuk yang sama adalah kalimat kamus elektronik, yang menjajarkan dua sisi berupa jumlah kata yang dimuat dan kecepatan geraknya. Ketiga kalimat lainnya menyambungkan sebab dengan akibat, jadi berpola sebab lalu akibat dan tidak membandingkan apa pun.
Latihan: kerjakan soal di halaman ini
Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.
* Pembahasan ini merupakan informasi untuk keperluan belajar. Cakupan dan sistem ujian dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara ujian.
Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang