Ruang Belajar Karinoya

Dunia Kerja & Cari Kerja · Lab Dasar-Dasar Bisnis

Menerima telepon

Anda dapat membaca materi, soal, dan pembahasan dalam Bahasa Indonesia.

Versi bahasa Jepang →

Materi

1. Cara menerima telepon dan menyambungkannya (3 nada dering, menyebut nama, menahan panggilan)

Karena wajah tidak terlihat, hanya suara dan kata-kata yang menjadi kesan tentang perusahaan. Kita akan memantapkan pola menerima telepon dalam bentuk langkah: kecepatan mengangkat, ucapan pertama, penyambungan, dan penahanan panggilan.

Telepon yang masuk ke perusahaan dianggap sepatutnya diangkat dalam 3 nada dering; itulah salah satu patokannya. Bila melewatinya, tambahkan sepatah kata "omatase itashimashita" (maaf telah membuat Anda menunggu) sebelum menyebutkan nama perusahaan. Sebab bila Anda langsung menyebut nama seolah tidak terjadi apa-apa, penelepon merasa waktu tunggunya dianggap tidak ada. Ucapan pertamanya adalah menyebut nama perusahaan setelah kata "hai", seperti "hai, ○○ kabushiki-gaisha de gozaimasu". Pada telepon bisnis, kata "moshimoshi" tidak dipakai. Selain diterima sebagai sapaan yang terlalu santai, penyebutan nama jadi tertunda sehingga muncul jeda ketika penelepon tidak tahu ia menelepon siapa.

Persiapan sebelum mengangkat gagang telepon sebenarnya juga penentu. Sediakan selalu kertas catatan dan pena di dekat telepon, kosongkan tangan yang biasa Anda pakai menulis, dan pegang gagang telepon dengan tangan sebelahnya. Bila Anda baru mencari pena setelah mengangkat gagang, dalam beberapa detik itu Anda kehilangan nama perusahaan dan nama penelepon. Setelah penelepon menyebutkan dirinya, ulangi untuk memastikan sambil memberi salam: "○○ kabushiki-gaisha no △△-sama de irasshaimasu ne. Itsumo osewa ni natte orimasu". Pengulangan tetap tidak dilewatkan meskipun Anda sudah mendengarnya dengan jelas, sebab gunanya mencegah kekeliruan.

Ketika menyambungkan kepada orang yang diminta, tahan dulu panggilannya, baru memanggil orang itu. Menutup gagang telepon dengan tangan pun kadang tidak mencegah percakapan di kantor terdengar oleh penelepon, dan bila suara urusan internal seperti "hari ini si anu sedang datang" bocor, hal itu tidak bisa ditarik kembali. Saat menyambungkan, beri tahu dulu orang yang diminta itu siapa peneleponnya, baru gagangnya diserahkan. Patokan penahanan panggilan adalah sekitar 30 detik, dan bila akan melewatinya, angkatlah sekali untuk menyampaikan keadaan dengan "moushiwake gozaimasen, mou sukoshi ojikan o itadakemasu deshou ka" atau tawarkan untuk menelepon balik. Bila dibiarkan tertahan, penelepon menjadi cemas karena tidak tahu apakah boleh menutup telepon atau harus menunggu.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam penyambungan adalah bagaimana menyebut orang dari perusahaan sendiri. Terhadap lawan dari luar perusahaan, atasan Anda diperlakukan sebagai orang pihak sendiri, jadi memakai sebutan hormat atau sonkeigo seperti "Tanaka-buchou wa seki o hazushite irasshaimasu" adalah keliru. "Pedoman Bahasa Hormat" dari Badan Kebudayaan mengangkat situasi berbicara kepada mitra bisnis tentang kepala bagian Tanaka dari perusahaan sendiri, dan menjelaskan bahwa menyebutnya "Tanaka" tidak bermasalah dan bisa pula disebut dengan memperlihatkan jabatannya seperti "buchou no Tanaka", tetapi sebutan "Tanaka-buchou" tidak menjadi sebutan yang memperlakukannya sebagai orang pihak sendiri sehingga tidak tepat. Bentuk yang aman adalah "buchou no Tanaka wa, tadaima seki o hazushite orimasu".

Ungkapan saat menerima telepon (menurut keadaan)
KeadaanUngkapan
Diangkat dalam 3 nada deringhai, ○○ kabushiki-gaisha de gozaimasu
Diangkat setelah melewati 3 nada deringomatase itashimashita, ○○ kabushiki-gaisha de gozaimasu
Penelepon menyebutkan dirinya△△ kabushiki-gaisha no □□-sama de irasshaimasu ne. Itsumo osewa ni natte orimasu
Menyambungkan kepada orang yang dimintaTanaka de gozaimasu ne. Shoushou omachi kudasaimase
Orang yang diminta tidak adaainiku Tanaka wa seki o hazushite orimasu. Juugoji goro modoru yotei de gozaimasu (kembali sekitar pukul 15.00)
電話の受け方 5手順1. 3コール以内に受話器を取り、「はい」に続けて社名を名乗る2. 相手の社名と氏名を聞き、復唱して確認し、あいさつを述べる3. 用件を聞き、日時・数量・固有名詞をメモに書き取る4. 名指し人がいれば保留にし、誰からの電話かを伝えて代わる5. 自分で対応した場合は要点を復唱し、自分の名前を伝えてから切る

Istilah penting

3 nada dering
Jumlah nada panggil yang dijadikan patokan sampai telepon diangkat. Bila melewatinya, tambahkan "omatase itashimashita" sebagai ucapan pertama.
Orang yang diminta (nazashinin, 名指し人)
Orang di dalam perusahaan yang secara khusus ingin diajak bicara oleh penelepon. Sebelum menyambungkan, beri tahu orang itu siapa peneleponnya.
Penahanan panggilan (hold)
Fungsi untuk menghentikan percakapan sementara dan meminta penelepon menunggu. Patokannya sekitar 30 detik, dan bila melewatinya, angkatlah sekali untuk menyampaikan keadaan.
Pengulangan (fukushou, 復唱)
Mengulangi nama perusahaan, nama, tanggal-jam, dan jumlah yang Anda dengar untuk memastikannya. Tetap dilakukan meskipun sudah terdengar jelas, demi mencegah kekeliruan.
Uchi dan soto
Pembedaan antara orang pihak sendiri dan selainnya. Terhadap lawan dari luar perusahaan, atasan sendiri pun diperlakukan sebagai pihak sendiri dan tidak diberi sebutan hormat.
Ucapan pertama
Kata yang pertama kali diucapkan saat mengangkat telepon. Dasarnya adalah menyebut nama perusahaan setelah kata "hai", dan dalam bisnis "moshimoshi" tidak dipakai.

Contoh soal

Anda baru mengangkat setelah nada panggil berbunyi 6 kali. Apa ucapan pertama Anda?
Jawaban dan penjelasan "Omatase itashimashita, ○○ kabushiki-gaisha de gozaimasu". Singgung dulu kenyataan bahwa Anda membuatnya menunggu, baru sebutkan nama perusahaan. Menyebut nama seolah tidak terjadi apa-apa berarti mengabaikan waktu tunggunya, dan langsung menahan panggilan begitu diangkat berarti membuatnya menunggu lebih lama lagi.
Mitra bisnis berkata "Tanaka-buchou o onegai shimasu", tetapi kepala bagian Tanaka sedang keluar. Bagaimana Anda menyampaikannya?
Jawaban dan penjelasan "Ainiku buchou no Tanaka wa gaishutsu shite orimasu. Juugoji goro modoru yotei de gozaimasu" (maaf, kepala bagian Tanaka sedang keluar, diperkirakan kembali sekitar pukul 15.00). Menyebut atasan sendiri dengan "Tanaka-buchou" kepada orang luar tidak menjadi sebutan yang memperlakukannya sebagai pihak sendiri, jadi pakailah bentuk yang memperlihatkan jabatan, "buchou no Tanaka".
Orang yang diminta tidak segera ditemukan, dan penahanan panggilan hampir mencapai 1 menit. Apa yang Anda lakukan?
Jawaban dan penjelasan Dengan patokan 30 detik, lepaskan penahanan sekali dan angkatlah. Biarkan penelepon memilih antara menunggu atau ditelepon balik: "moushiwake gozaimasen, tadaima seki o kakunin shite orimasu. Orikaeshi odenwa o sashiagete mo yoroshii deshou ka".

Sumber dan dasar: Rekomendasi Dewan Kebudayaan "Pedoman Bahasa Hormat" (2 Februari Heisei 19, yaitu tahun 2007) Bab 3 Cara pemakaian bahasa hormat secara konkret / ※ Selebihnya adalah kebiasaan dagang yang tidak diatur secara resmi

2. Menangani panggilan saat orangnya tidak ada, catatan pesan, dan cara menelepon

Justru ketika orang yang diminta tidak ada, kemampuan penerima teleponlah yang terlihat. Kita akan menguasai cara menyampaikan ketidakhadiran, pola catatan pesan, serta persiapan ketika kita sendiri yang menelepon.

Ketika orang yang diminta tidak ada, pertama-tama sampaikan bahwa ia tidak ada beserta perkiraan kembalinya. Pokoknya adalah menyatukan fakta dengan patokan waktu, seperti "ainiku seki o hazushite orimasu. Juugoji goro modoru yotei de gozaimasu" (maaf, beliau sedang tidak di tempat, diperkirakan kembali sekitar pukul 15.00). Alasan ketidakhadirannya tidak perlu dijelaskan terperinci, dan hindari menyampaikan keadaan pribadi apa adanya seperti "beliau keluar untuk urusan pribadi" atau "beliau sedang ke rumah sakit". Begitu pula, hindari memberikan nomor ponsel yang bersangkutan tanpa izin, dan bila perlu, jadikanlah dalam bentuk telepon balik. Setelah itu, tanyakan apakah lebih baik ditelepon balik, apakah Anda boleh menerima pesan, atau apakah Anda boleh mendengarkan keperluannya sebagai penggantinya.

Ketika menerima pesan, buatlah catatan yang memperlihatkan 5 hal: kapan, dari siapa, keperluan apa, ingin ditindaklanjuti bagaimana, dan siapa yang menerimanya. Bila salah satu dari kelimanya hilang, orang yang diminta harus bertanya lagi kepada seseorang untuk memastikannya, sehingga timbul pekerjaan ganda. Terutama angka seperti tanggal-jam, jumlah, nominal uang, dan nomor telepon mudah salah didengar, jadi pastikan Anda mengulanginya. Untuk yang mudah tertukar seperti "ichiji" (pukul 1) dan "shichiji" (pukul 7), lebih pasti bila Anda memastikannya dengan mengganti sebutannya menjadi "juusanji desu ne" (pukul 13, ya) atau "gogo shichiji desu ne" (pukul 7 malam, ya). Terakhir, bila Anda menyampaikan nama Anda dengan "watakushi, △△ ga uketamawarimashita", penelepon menjadi tenang karena tahu kepada siapa ia berbicara.

Penting pula untuk tidak berhenti pada meletakkan catatan di meja. Catatan yang diletakkan akan terselip di antara dokumen. Setelah orang yang diminta kembali, serahkan langsung ke tangannya dan sampaikan pula pokok-pokoknya secara lisan. Bila keperluannya mendesak, jangan menunggu ia kembali; beri tahu lebih dulu lewat ponsel atau obrolan daring. Sekalipun ia sedang rapat, pastikan dulu batas waktu penyampaiannya, lalu jadikan sesuatu yang bisa diputuskan di dalam perusahaan, misalnya dengan menyelipkan catatan kepadanya. Bila Anda memutuskan "karena sedang rapat, saya tidak melakukan apa-apa", ada kalanya semuanya menjadi terlambat.

Ketika Anda sendiri yang menelepon, sebelum tersambung, tuliskan keperluan dan kesimpulannya serta angka-angka yang diperlukan dalam bentuk butir-butir, dan siapkan bahannya di dekat Anda. Karena Anda meminta waktu lawan, sedapat mungkin hindari menyusun pikiran sambil berbicara. Setelah tersambung, sebutkan nama perusahaan dan nama Anda; setelah beralih ke orang yang Anda tuju, sebutkan lagi nama Anda, tanyakan kesempatannya dengan "tadaima ojikan yoroshii deshou ka", baru masuk ke keperluan. Waktu meneleponnya pun perlu diperhatikan. Tepat setelah jam masuk kerja, jam istirahat siang, dan menjelang jam pulang biasanya sedang padat sehingga dihindari; menelepon sebelum jam masuk kerja atau setelah jam pulang termasuk di luar jam kerja lawan sehingga juga dihindari. Saat menutup, umumnya dikatakan pihak yang meneleponlah yang menutup lebih dulu, tetapi bila lawan adalah mitra bisnis atau orang yang lebih tinggi, tunggulah ia menutup, lalu tekan tuas telepon dengan jari secara perlahan sebelum meletakkan gagangnya.

5 butir yang wajib ada dalam catatan pesan
ButirIsi yang ditulisYang terjadi bila hilang
Tanggal dan jam penerimaanDiterima pada tanggal berapa, pukul berapa lewat berapa menitTidak bisa dinilai apakah ini mendesak atau tidak
Lawan bicaraNama perusahaan, bagian, nama, nomor teleponTidak bisa ditelepon balik, atau tertuju kepada orang lain
KeperluanPembicaraan tentang apa. Tanggal-jam dan jumlah ditulis dengan angkaOrang yang bersangkutan harus menelepon lagi untuk bertanya ulang
Keinginan pihak sanaIngin ditelepon balik, hanya menitip pesan, atau akan menelepon lagiTerjadi salah paham dan timbul pekerjaan ganda
Penerima teleponNama Anda sendiriTidak diketahui harus bertanya kepada siapa saat ingin memastikan isinya
電話をかける手順1. 用件と結論、必要な数字を箇条書きにし、資料を手元に置く2. 相手の会社名・部署・氏名・電話番号を確認する3. 始業直後、昼休み、終業間際を避けた時間にかける4. つながったら自分の会社名と氏名を名乗り、名指し人を伝える5. 名指し人に代わったら改めて名乗り、話してよい時間かを尋ねる6. 結論から用件を伝え、決まったことを復唱して確認する7. 礼を述べ、かけた側から静かに受話器を置く

Istilah penting

Catatan pesan
Rekaman isi telepon untuk disampaikan kepada orang yang diminta. Ditulis 5 hal: tanggal-jam penerimaan, lawan bicara, keperluan, keinginan pihak sana, dan penerima teleponnya.
Telepon balik (orikaeshi, 折り返し)
Menelepon kembali dari pihak kita. Pastikan nomor dan rentang waktu yang tepat bagi lawan, dan sampaikan pula patokan kapan kira-kira akan ditelepon kembali.
Uketamawaru (承る)
Bentuk kenjougo dari "menerima" dan "mendengar". Dengan menyebut "watakushi, △△ ga uketamawarimashita", jelaslah siapa yang menangani panggilan itu.
Menanyakan kesempatan lawan
Memastikan dengan "tadaima ojikan yoroshii deshou ka" sebelum masuk ke keperluan. Bila lawan sedang sibuk, teleponlah kembali di lain waktu.
Angka yang mudah salah dengar
Misalnya ichiji (pukul 1) dan shichiji (pukul 7), atau 4 dan 7. Kekeliruan bisa dicegah dengan mengulanginya sambil mengganti sebutannya menjadi "juusanji" (pukul 13) atau "gogo shichiji" (pukul 7 malam).

Contoh soal

Orang yang diminta keluar seharian, dan penelepon ingin ditelepon balik. Apa yang Anda tanyakan?
Jawaban dan penjelasan Nomor telepon untuk menelepon balik dan rentang waktu yang tepat baginya. Bila Anda juga bisa mendengar garis besar keperluannya, orang yang bersangkutan bisa bersiap sebelum menelepon balik. Terakhir, sampaikan nama Anda dengan "watakushi, △△ ga uketamawarimashita".
Anda diberi tahu "tanggal 20 pukul 14.00 sebanyak 10 buah". Bagaimana cara memastikannya?
Jawaban dan penjelasan Ulangi dengan memisahkan angkanya: "tanggal 20 pukul 14.00, sebanyak 10 buah, ya". Angka paling mudah salah didengar, jadi meskipun Anda mencatat, pastikan lagi dengan mengulanginya.
Anda ingin menelepon mitra bisnis. Rentang waktu mana yang sebaiknya dihindari?
Jawaban dan penjelasan Tepat setelah jam masuk kerja, jam istirahat siang, dan menjelang jam pulang. Kemungkinan besar lawan sedang sibuk. Sebelum jam masuk kerja dan setelah jam pulang termasuk di luar jam kerja sehingga dihindari.

Sumber dan dasar: ※ Tidak ada ketentuan resmi mengenai hal ini. Ini adalah rangkuman kebiasaan bisnis yang berlaku luas

3. Telepon pada situasi sulit (keluhan, suara sulit ditangkap, ponsel, pilihan kata)

Keluhan, lawan bicara yang tidak terdengar jelas, ponsel, dan telepon salah sambung. Justru situasi yang tidak berjalan mulus memerlukan pola. Sekaligus kita menata jebakan bahasa hormat manual.

Telepon keluhan hampir seluruhnya ditentukan oleh penanganan awalnya. Pertama, dengarkan sampai habis tanpa memotong, dan catat pokok-pokoknya. Bila di tengah pembicaraan Anda menyanggah dengan "itu salah paham", lawan merasa tidak didengarkan dan pembicaraan menjadi kusut. Setelah mendengarkan semuanya, mintalah maaf atas perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan. Ini berbeda dari mengakui tanggung jawab sepenuhnya, dan merupakan bagian yang bisa disampaikan bahkan pada tahap ketika duduk perkaranya belum diketahui. Setelah itu, pastikan faktanya dengan urutan kapan, apa, dan menjadi bagaimana, lalu pilahkan mana yang bisa Anda jawab saat itu juga dan mana yang perlu dipastikan lebih dulu. Menjawab hal yang tidak bisa Anda jawab dengan dugaan adalah yang paling berbahaya, sebab belakangan perlu diralat dan justru membesarkan masalah. Sampaikan batas waktu telepon balik dan siapa penanggung jawabnya, sebutkan nama Anda, dan segera setelah panggilan berakhir, bagikan hal itu kepada atasan dan bagian yang menangani.

Ketika suara lawan sulit ditangkap, hindarilah ungkapan yang menjadikan lawan sebagai subjek seperti "suara Anda kecil sehingga tidak terdengar", dan pakailah ungkapan yang menempatkan penyebabnya pada saluran telepon, "osoreirimasu, sukoshi odenwa ga tooi you desu" (mohon maaf, sambungannya sepertinya agak jauh). Berpura-pura mendengar lalu meneruskan pembicaraan adalah yang terburuk, karena pembicaraan menjadi tetap dengan isi yang keliru. Bila Anda tidak tahu huruf kanji sebuah nama, tanyakanlah saat itu juga: "osoreirimasu ga, dono you na ji o okaki ni narimasu ka". Marga yang punya beberapa cara penulisan seperti "Saitou-sama" khususnya perlu dipastikan, sebab bila ditulis berdasarkan dugaan, catatannya menjadi tertuju kepada orang lain.

Ketika Anda menelepon ponsel lawan, Anda tidak bisa tahu apakah ia sedang dalam perjalanan atau sedang rapat. Sebutkan nama Anda, pastikan dulu dengan "tadaima ohanashi shite mo yoroshii deshou ka", baru masuk ke keperluan. Bila tidak diangkat, hindari menelepon ulang berkali-kali tanpa jeda; berilah jeda waktu, atau tinggalkan nama perusahaan, nama, garis besar keperluan, dan nomor untuk dihubungi balik pada mesin penjawab. Bila ada telepon salah sambung pun, karena itu tetap telepon yang masuk ke perusahaan Anda, kesan penanganannya menjadi kesan tentang perusahaan. Bila lawan menyebutkan nomornya, cocokkan dengan nomor Anda dan sampaikan bedanya; jangan menutup telepon tanpa berkata apa-apa atau menyalahkan kecerobohan lawan.

Terakhir soal pilihan kata. Dalam apa yang disebut bahasa hormat manual, ada ungkapan yang terdengar santun padahal maknanya melenceng. Kata "~no hou" dalam "tantousha no hou ni otsunagi shimasu" aslinya menunjuk arah atau salah satu dari beberapa pilihan, jadi pemakaian yang mengaburkan objek sebaiknya dihindari. Kata "~ni narimasu" dalam "kochira ga shiryou ni narimasu" adalah ungkapan yang menyatakan perubahan, sehingga tidak cocok untuk menjelaskan sesuatu yang tidak berubah. "Yoroshikatta deshou ka" pun dianggap tidak wajar karena memakai bentuk lampau untuk hal yang baru akan dipastikan. "Pedoman Bahasa Hormat" dari Badan Kebudayaan juga mengangkat "gochuumon no shina wa osoroi ni narimashita deshou ka" sebagai contoh bahasa hormat manual, menjelaskan bahwa itu keliru karena bentuk sonkeigo o ... ni naru malah meninggikan barangnya, dan menyatakan cukup dikatakan "soroimashita deshou ka". Perlu dicatat, bentuk yang menambahkan o pada tindakan sendiri seperti "omachi shite orimasu" tidak bermasalah karena itu kenjougo I yang meninggikan lawan.

Ungkapan yang dihindari di telepon dan penggantinya
Ungkapan yang dihindariPenggantinyaAlasan
tantousha no hou ni otsunagi shimasutantousha ni otsunagi shimasu"~no hou" adalah ungkapan yang menunjuk arah atau salah satu pilihan sehingga mengaburkan objek
kochira ga shiryou ni narimasukochira ga shiryou de gozaimasu"~ni narimasu" adalah ungkapan yang menyatakan perubahan, tidak cocok untuk hal yang tidak berubah
yoroshikatta deshou kayoroshii deshou kaMemakai bentuk lampau untuk hal yang baru akan dipastikan itu tidak wajar
moshimoshi, ○○ desuhai, ○○ de gozaimasu"Moshimoshi" dianggap sapaan yang terlalu santai dan tidak dipakai dalam pekerjaan
gochuumon no shina wa osoroi ni narimashita deshou kagochuumon no shina wa soroimashita deshou ka"o ... ni naru" adalah bentuk sonkeigo sehingga malah meninggikan barangnya
苦情の電話を受けたときの手順1. 遮らずに最後まで聞き、要点と時系列をメモに取る2. 不快な思いをさせたことについてわびる3. いつ・何が・どうなったかの順で事実を確認する4. その場で答えられることと、確認が必要なことを切り分ける5. 推測では答えず、折り返しの期限と担当者を伝える6. 自分の名前を名乗り、通話後すぐに上司と担当部署へ共有する

Istilah penting

Penanganan tingkat pertama
Penanganan yang dilakukan orang yang pertama kali menerima keluhan. Tiangnya ada 4: mendengarkan, meminta maaf, memastikan fakta, dan menjanjikan batas waktu telepon balik.
Odenwa ga tooi (お電話が遠い)
Ungkapan baku ketika suara lawan sulit ditangkap. Dengan menempatkan penyebabnya pada saluran telepon dan bukan pada lawan, bentuknya menjadi tidak menyalahkan lawan.
Bahasa hormat manual
Sebutan umum bagi ungkapan yang menyebar sebagai pola pelayanan pelanggan. Diangkat juga dalam "Pedoman Bahasa Hormat" Badan Kebudayaan, dan ada contoh yang keliru sebagai bentuk bahasa hormat.
Kenjougo I
Bahasa hormat yang meninggikan orang yang menjadi tujuan tindakan pihak sendiri, seperti omachi suru dan ukagau. Menambahkan o pada tindakan sendiri bukanlah kesalahan.
Mesin penjawab
Fungsi untuk meninggalkan keperluan ketika lawan tidak mengangkat. Rekamlah secara ringkas nama perusahaan, nama, garis besar keperluan, dan nomor untuk dihubungi balik.

Contoh soal

Di tengah telepon keluhan, Anda menyadari ada kekeliruan fakta pada keterangan lawan. Apa yang Anda lakukan?
Jawaban dan penjelasan Jangan menyanggahnya saat itu; dengarkan sampai habis. Setelah mendengarkan semuanya, mintalah maaf atas perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan, lalu mulailah pemastian fakta dengan "nen no tame kakunin sasete itadakimasu ga". Memotong di tengah memperburuk perasaan lawan dan membuat informasi yang seharusnya Anda dengar pun tidak keluar.
Suara lawan hampir tidak bisa Anda tangkap. Bagaimana Anda menyampaikannya?
Jawaban dan penjelasan "Osoreirimasu, sukoshi odenwa ga tooi you de gozaimasu. Mou ichido onegai dekimasu deshou ka". Jangan menjadikan lawan sebagai subjek dengan berkata suaranya kecil; tempatkan penyebabnya pada saluran telepon. Bila tetap sulit, teleponlah balik dari pihak Anda.
Anda telanjur berkata "tantousha no hou ni otsunagi shimasu". Bagaimana memperbaikinya?
Jawaban dan penjelasan "Tantousha ni otsunagi itashimasu". "~no hou" adalah ungkapan yang menunjuk arah atau salah satu pilihan, jadi hindari pemakaian yang mengaburkan objek. Kesantunan tidak lahir dari memanjangkan kata, melainkan dari menyampaikan sesuatu dengan tepat.

Sumber dan dasar: Rekomendasi Dewan Kebudayaan "Pedoman Bahasa Hormat" (2 Februari Heisei 19, yaitu tahun 2007) Bab 3 Cara pemakaian bahasa hormat secara konkret / ※ Selebihnya adalah kebiasaan dagang yang tidak diatur secara resmi

Kuis pemahaman

Soal 1 | Jumlah deringan

Mana patokan yang tepat untuk mengangkat telepon yang masuk ke perusahaan?

  1. Mengangkatnya setelah nada panggil berbunyi 10 kali
  2. Menunggu nada panggil berhenti sekali, lalu menelepon balik
  3. Mengangkatnya dalam 3 kali deringan
  4. Mengangkatnya setelah menunggu penelepon menyebutkan namanya lebih dahulu
JawabanC. Mengangkatnya dalam 3 kali deringan

Mengangkat dalam 3 kali deringan dipandang sebagai salah satu patokan. Kalau lewat dari itu, awali dengan 「お待たせいたしました」 (o-matase itashimashita — maaf telah membuat Anda menunggu). Asasnya pihak yang menerima telepon menyebutkan namanya lebih dahulu, jadi menunggu penelepon menyebutkan namanya adalah urutan yang terbalik.

Soal 2 | Kalimat pembuka

Mana kalimat pembuka yang tepat ketika mengangkat telepon?

  1. もしもし、はい、○○です (moshi-moshi, hai, ○○ desu — halo, ya, ini ○○)
  2. はい、どちら様でいらっしゃいますか (hai, dochira-sama de irasshaimasu ka — ya, dengan siapa saya bicara?)
  3. はい、○○株式会社でございます (hai, ○○ kabushiki-gaisha de gozaimasu — ya, ini PT ○○)
  4. もしもし、○○株式会社です (moshi-moshi, ○○ kabushiki-gaisha desu — halo, ini PT ○○)
JawabanC. はい、○○株式会社でございます (hai, ○○ kabushiki-gaisha de gozaimasu — ya, ini PT ○○)

Pada telepon bisnis, 「もしもし」 (moshi-moshi — halo) tidak dipakai; setelah 「はい」 langsung disebutkan nama perusahaan. Karena asasnya pihak yang menerima menyebutkan namanya lebih dahulu, menanyakan nama penelepon sebelum menyebutkan nama sendiri adalah urutan yang terbalik.

Soal 3 | Ketika terlambat

Anda mengangkat telepon setelah nada panggil berbunyi 6 kali. Mana kalimat pembuka yang tepat?

  1. お電話ありがとうございます。少々お待ちくださいませ (o-denwa arigatō gozaimasu. shōshō o-machi kudasaimase — terima kasih atas teleponnya. Mohon tunggu sebentar)
  2. はい、○○株式会社でございます (hai, ○○ kabushiki-gaisha de gozaimasu)
  3. お待たせいたしました、○○株式会社でございます (o-matase itashimashita, ○○ kabushiki-gaisha de gozaimasu — maaf telah membuat Anda menunggu, ini PT ○○)
  4. もしもし、遅くなりました (moshi-moshi, osoku narimashita — halo, maaf lama)
JawabanC. お待たせいたしました、○○株式会社でございます (o-matase itashimashita, ○○ kabushiki-gaisha de gozaimasu — maaf telah membuat Anda menunggu, ini PT ○○)

Singgung dulu sepatah kata tentang kenyataan bahwa penelepon dibuat menunggu, baru sebutkan nama perusahaan. Menyebutkan nama seolah tidak terjadi apa-apa berarti mengabaikan waktu tunggu penelepon, dan langsung menahan sambungan begitu diangkat justru membuatnya menunggu lebih lama lagi. 「もしもし」 juga tidak dipakai dalam pekerjaan.

Soal 4 | Memastikan dengan mengulang

Mana tindakan yang tepat setelah Anda menangkap nama perusahaan dan nama penelepon lewat telepon?

  1. Untuk berjaga-jaga, meminta penelepon menyebutkan namanya sekali lagi
  2. Mengulangnya untuk memastikan, mengucapkan salam, lalu menanyakan keperluannya
  3. Karena sudah tertangkap, pemastian dilewati saja dan langsung masuk ke keperluannya
  4. Catatan ditulis sekaligus setelah percakapan berakhir
JawabanB. Mengulangnya untuk memastikan, mengucapkan salam, lalu menanyakan keperluannya

Nama perusahaan dan nama yang tertangkap dipastikan dengan mengulangnya, 「○○株式会社の△△様でいらっしゃいますね」 ("Anda Sdr. △△ dari PT ○○, benar?"). Sekalipun sudah tertangkap, mengulang tetap ampuh mencegah salah tangkap. Meminta penelepon menyebutkan namanya lagi merepotkannya dan memberi kesan kita tidak mendengarkan.

Soal 5 | Menyambungkan

Mana langkah yang TIDAK tepat ketika menyambungkan telepon kepada orang yang dicari?

  1. Menahan sambungan setelah mengulang nama perusahaan dan nama penelepon
  2. Memberi tahu orang yang dicari dari siapa teleponnya, baru menyerahkan gagangnya
  3. Kalau penyambungannya tampak akan lama, mengangkat sekali lagi dan menyampaikan keadaannya
  4. Tidak menahan sambungan, melainkan menutup gagang telepon dengan tangan lalu memanggil orang yang dicari
JawabanD. Tidak menahan sambungan, melainkan menutup gagang telepon dengan tangan lalu memanggil orang yang dicari

Sekalipun gagang telepon ditutup dengan tangan, percakapan di dalam kantor kadang tetap terdengar penelepon, jadi sambungan harus ditahan lebih dahulu sebelum memanggil. Mengulang lalu menahan sambungan, memberi tahu dari siapa teleponnya, dan mengangkat sekali lagi ketika penelepon akan lama menunggu semuanya gerakan yang tepat.

Soal 6 | Patokan menahan sambungan

Mana patokan yang tepat ketika menahan sambungan telepon?

  1. Setelah sambungan ditahan, penelepon diminta menunggu sampai ia sendiri menutup teleponnya
  2. Patokannya sekitar 30 detik, dan kalau lewat, angkat sekali lagi dan sampaikan keadaannya
  3. Tidak memakai tahanan sambungan, melainkan meletakkan gagang telepon di meja lalu pergi memanggil orang yang dicari
  4. Berapa menit pun sambungan ditahan, penelepon tidak akan tahu sehingga tidak masalah
JawabanB. Patokannya sekitar 30 detik, dan kalau lewat, angkat sekali lagi dan sampaikan keadaannya

Kalau penelepon dibiarkan lama dalam keadaan tertahan, ia jadi cemas karena tidak tahu boleh menutup telepon atau harus menunggu. Sekitar 30 detik, angkat sekali lagi, sampaikan keadaannya, dan tanyakan apakah sebaiknya ditelepon balik. Kalau gagang telepon diletakkan di meja, percakapan dan kegaduhan di kantor akan terdengar.

Soal 7 | Menyebut atasan

Pada telepon dari mitra usaha, mana ungkapan yang tepat untuk menyampaikan bahwa Manajer Tanaka dari perusahaan Anda yang ditanyakan sedang tidak di tempat?

  1. 田中様は、ただいま席を外しております (Tanaka-sama wa, tadaima seki o hazushite orimasu)
  2. 部長の田中は、ただいま席を外しております (buchō no Tanaka wa, tadaima seki o hazushite orimasu)
  3. 田中部長は、ただいま席を外していらっしゃいます (Tanaka-buchō wa, tadaima seki o hazushite irasshaimasu)
  4. 田中部長は、ただいま席を外しております (Tanaka-buchō wa, tadaima seki o hazushite orimasu)
JawabanB. 部長の田中は、ただいま席を外しております (buchō no Tanaka wa, tadaima seki o hazushite orimasu)

"Pedoman Keigo" (敬語の指針) Badan Kebudayaan Jepang menjelaskan bahwa dalam berbicara kepada mitra usaha tentang Manajer Tanaka dari perusahaan sendiri, karena ia diperlakukan sebagai pihak sendiri, menyebutnya 「田中」 tidak bermasalah dan menyebutnya dengan menunjukkan jenjang jabatan seperti 「部長の田中」 juga bisa, tetapi 「田中部長」 tidak menjadi sebutan yang memperlakukannya sebagai pihak sendiri sehingga tidak tepat. 「いらっしゃる」 adalah kesalahan memakai sonkeigo untuk orang sendiri.

Soal 8 | Sebutan hormat untuk orang sendiri

Ketika menyampaikan lewat telepon dari luar bahwa rekan kerja sedang tidak ada, mana cara berpikir yang tepat tentang cara menyebut rekan itu?

  1. Karena ia orang perusahaan sendiri, sampaikan hanya nama keluarganya tanpa sebutan hormat
  2. Sekalipun rekan kerja, sampaikan dengan nama keluarganya disertai 「さん」 (-san)
  3. Sampaikan dengan nama jabatannya ditambah 「様」 (-sama), disertai namanya
  4. Karena penelepon tidak mengenalnya, namanya tidak disampaikan
JawabanA. Karena ia orang perusahaan sendiri, sampaikan hanya nama keluarganya tanpa sebutan hormat

"Pedoman Keigo" (敬語の指針) Badan Kebudayaan Jepang mengangkat keadaan menyampaikan ketidakhadiran rekan kerja lewat telepon dari luar, dan menjelaskan bahwa kalau berpijak pada kesadaran uchi-soto (ウチ・ソト), rekan kerja adalah orang pihak sendiri sehingga lebih baik disampaikan dengan nama keluarganya tanpa sebutan hormat. Menyembunyikan namanya juga tidak tepat karena penelepon jadi tidak tahu siapa yang dimaksud.

Soal 9 | O-machi shite

Mana penjelasan yang tepat tentang mengatakan 「お待ちしております」 (o-machi shite orimasu — kami menantikan kedatangan Anda) kepada orang yang akan datang ke perusahaan?

  1. Karena sonkeigo, tidak dapat dipakai terhadap lawan
  2. Harus diganti menjadi 「待たせていただきます」
  3. Sekalipun perbuatan sendiri, ini kenjōgo I (謙譲語Ⅰ) yang meninggikan lawan, jadi tidak bermasalah
  4. Salah, karena 「お」 dilekatkan pada perbuatan sendiri
JawabanC. Sekalipun perbuatan sendiri, ini kenjōgo I (謙譲語Ⅰ) yang meninggikan lawan, jadi tidak bermasalah

"Pedoman Keigo" (敬語の指針) Badan Kebudayaan Jepang menyatakan bahwa sekalipun perbuatan pihak sendiri, kalau ia meninggikan pihak tujuan maka boleh diberi 「お」 atau 「御」 sebagai kenjōgo I, dan mengangkat 「お待ちする」 sebagai contohnya. Yang tidak boleh dilekatkan pada pihak sendiri adalah ketika kita justru meninggikan diri sendiri, seperti 「私のお考え」.

Soal 10 | Sasete itadaku

Mana penjelasan yang tepat tentang pemakaian 「させていただく」 seperti dalam 「明日お電話させていただきます」 ("besok saya diperkenankan menelepon Anda")?

  1. Selalu lebih tidak sopan daripada mengatakan 「いたします」
  2. Ungkapan yang tidak boleh dipakai kepada orang yang lebih tinggi
  3. Pada dasarnya dipakai ketika sesuatu dijalankan atas izin lawan atau pihak ketiga dan karenanya kita menerima manfaat
  4. Karena terdengar santun pada keadaan apa pun, makin banyak dipakai makin baik tanpa perlu memedulikan jumlahnya
JawabanC. Pada dasarnya dipakai ketika sesuatu dijalankan atas izin lawan atau pihak ketiga dan karenanya kita menerima manfaat

"Pedoman Keigo" (敬語の指針) Badan Kebudayaan Jepang menjelaskan 「させていただく」 sebagai bentuk yang dipakai apabila ada kenyataan atau perasaan bahwa sesuatu dijalankan atas izin pihak lawan atau pihak ketiga dan karenanya kita menerima manfaat. Pada keadaan yang tidak mengandung unsur izin, bentuk itu menjadi agak bertele-tele, dan 「いたします」 dipandang lebih ringkas.

Soal 11 | Persiapan menerima

Mana persiapan atau sikap yang TIDAK tepat ketika menerima telepon?

  1. Memegang gagang telepon dengan tangan yang berlawanan dengan tangan menulis, agar dapat menulis
  2. Meletakkan gagang telepon setelah memastikan penelepon menutup teleponnya
  3. Mencari kertas catatan dan pena setelah gagang telepon diangkat
  4. Selalu menyediakan kertas catatan dan pena di dekat telepon
JawabanC. Mencari kertas catatan dan pena setelah gagang telepon diangkat

Persiapan mencatat diselesaikan sebelum telepon berbunyi. Kalau baru dicari setelah gagang diangkat, dalam beberapa detik itu nama perusahaan dan nama penelepon terlewat. Mengosongkan tangan menulis dan meletakkan gagang setelah penelepon menutup keduanya adalah pola dasarnya.

Soal 12 | Kabar pertama ketidakhadiran

Mana tanggapan yang TIDAK tepat ketika orang yang dicari sedang tidak ada?

  1. Menyampaikan bahwa ia tidak ada, beserta perkiraan waktu kembalinya
  2. Memberitahukan nomor ponsel pribadinya di tempat itu juga
  3. Memastikan apakah keperluannya mendesak
  4. Menanyakan mana yang diinginkan: ditelepon balik, menitipkan pesan, atau ditangani oleh kita
JawabanB. Memberitahukan nomor ponsel pribadinya di tempat itu juga

Memberitahukan nomor ponsel pribadinya tanpa izin sebaiknya dihindari; kalau perlu, jadikan bentuk telepon balik. Dasarnya adalah menyampaikan sepasang informasi, yaitu kenyataan ia tidak ada dan perkiraan kembalinya, lalu menanyakan mana yang diinginkan: ditelepon balik, menitipkan pesan, atau ditangani oleh kita.

Soal 13 | Cara menyampaikan ketidakhadiran

Mana ungkapan yang TIDAK tepat untuk menyampaikan kepada orang luar bahwa orang yang dicari sedang keluar?

  1. 山田は本日、私用で出かけております (hari ini Yamada keluar untuk urusan pribadi)
  2. 山田は外出しており、15時に戻る予定でございます (Yamada sedang keluar dan dijadwalkan kembali pukul 15.00)
  3. あいにく山田は席を外しております (sayang sekali Yamada sedang tidak di tempatnya)
  4. 山田は本日、終日外出しております (hari ini Yamada keluar sepanjang hari)
JawabanA. 山田は本日、私用で出かけております (hari ini Yamada keluar untuk urusan pribadi)

Alasan ketidakhadiran tidak perlu disampaikan terperinci, dan menyampaikan alasan pribadi apa adanya sebaiknya dihindari. Cukup disampaikan 「外出しております」 atau 「席を外しております」, dan ditambahi perkiraan waktu kembalinya.

Soal 14 | Telepon balik

Penelepon menginginkan agar ditelepon balik. Mana tanggapan penerima telepon yang TIDAK tepat?

  1. Memastikan sekali lagi secara lisan nomor telepon tujuan untuk menelepon balik
  2. Menyampaikan nama sendiri dengan jelas, 「私、△△が承りました」 ("saya, △△, yang menerimanya")
  3. Menanyakan sekalian rentang waktu yang cocok untuk menelepon balik
  4. Karena nomornya pasti bisa dilihat di kartu nama, sengaja tidak menanyakannya
JawabanD. Karena nomornya pasti bisa dilihat di kartu nama, sengaja tidak menanyakannya

Sekalipun nomornya sudah diketahui, tetap tanyakan untuk memastikan kontak mana yang diinginkan penelepon. Memastikan rentang waktu yang cocok dan menyampaikan nama sendiri untuk memperjelas siapa yang bertanggung jawab juga tidak boleh dilewatkan.

Soal 15 | Memo pesan

Mana kombinasi butir yang tepat untuk ditulis pada memo pesan telepon?

  1. Menulis nama perusahaan penelepon dan keperluannya saja, tanpa tanggal-jam penerimaan maupun nama sendiri
  2. Menulis nama dan nomor telepon penelepon saja, tanpa keperluan dan tanggal-jam penerimaan
  3. Tanggal dan jam penerimaan, penelepon, keperluan, keinginan pihak penelepon, dan nama sendiri selaku penerima
  4. Menulis keperluannya dan nama sendiri selaku penerima telepon saja, tanpa nama penelepon
JawabanC. Tanggal dan jam penerimaan, penelepon, keperluan, keinginan pihak penelepon, dan nama sendiri selaku penerima

Memo pesan dibuat agar jelas: kapan, dari siapa, keperluan apa, ingin ditindaklanjuti bagaimana, dan siapa yang menerimanya. Kalau salah satunya hilang, orang yang dicari harus bertanya lagi untuk memastikan, dan terjadilah pekerjaan ganda.

Soal 16 | Memastikan angka

Mana cara memastikan yang tepat ketika menerima keperluan yang memuat tanggal-jam dan jumlah lewat telepon?

  1. Karena catatannya sudah dibuat dengan rapi, pengulangan untuk memastikan dilewati saja
  2. Memastikan dengan mengulang, 「20日の14時に、10個でございますね」 ("tanggal 20 pukul 14.00, sebanyak 10 buah, benar?")
  3. Setelah percakapan berakhir, cukup menyampaikan isinya secara lisan kepada orang yang dicari
  4. Memastikannya hanya ketika penelepon tampaknya keliru
JawabanB. Memastikan dengan mengulang, 「20日の14時に、10個でございますね」 ("tanggal 20 pukul 14.00, sebanyak 10 buah, benar?")

Angka seperti tanggal-jam, jumlah, nominal uang, dan nomor telepon paling mudah salah tangkap, jadi sekalipun sudah dicatat, tetap harus diulang. Yang mudah tertukar seperti 「1時」 (jam 1) dan 「7時」 (jam 7) dipastikan dengan mengganti sebutannya menjadi 「13時」 (pukul 13) dan 「午後7時」 (pukul 7 sore).

Soal 17 | Persiapan menelepon

Mana persiapan yang tepat sebelum Anda menelepon pihak lain?

  1. Merangkum isi yang akan dibicarakan sambil menelepon
  2. Mencari bahan yang diperlukan setelah lawan mengangkat telepon
  3. Sengaja tidak merapikan apa pun agar keperluan bisa diceritakan sesuai urutan yang terlintas
  4. Menulis keperluan, kesimpulan, dan angka-angka yang diperlukan dalam bentuk butir-butir, serta menyiapkan bahannya di dekat tangan
JawabanD. Menulis keperluan, kesimpulan, dan angka-angka yang diperlukan dalam bentuk butir-butir, serta menyiapkan bahannya di dekat tangan

Telepon adalah sarana yang memakai waktu lawan, jadi keperluan, kesimpulan, dan angka yang diperlukan dirapikan lebih dahulu sebelum menelepon. Mencari bahan sambil berbicara berarti membuat lawan menunggu.

Soal 18 | Menanyakan kesediaan

Mana tanggapan yang TIDAK tepat setelah orang yang Anda tuju mengangkat telepon Anda?

  1. Menyebutkan lagi nama perusahaan dan nama diri sendiri
  2. Menilai dari suaranya apakah ia tampak sibuk, lalu menunggu tanpa berkata apa-apa
  3. Menanyakan kesediaannya, 「ただいまお時間よろしいでしょうか」 ("apakah sekarang waktunya memungkinkan?")
  4. Kalau ia sedang repot, menanyakan waktu yang cocok lalu menelepon lagi
JawabanB. Menilai dari suaranya apakah ia tampak sibuk, lalu menunggu tanpa berkata apa-apa

Menunggu tanpa berkata apa-apa berarti melemparkan seluruh penilaian kepada lawan, dan percakapan pun terhenti. Urutannya adalah menyebutkan lagi nama sendiri, menanyakan apakah waktunya memungkinkan untuk berbicara, dan kalau ia sedang repot, menelepon lagi di lain hari.

Soal 19 | Waktu menelepon

Mana bentuk kepedulian yang tepat mengenai rentang waktu menelepon mitra usaha?

  1. Menelepon berulang kali tanpa jeda sampai lawan mengangkat
  2. Menghindari saat tepat setelah jam mulai kerja, jam istirahat siang, dan menjelang jam pulang
  3. Menelepon pagi-pagi sekali karena sebelum jam kerja lebih mudah diangkat
  4. Menelepon malam hari karena setelah jam pulang lebih tenang untuk berbicara
JawabanB. Menghindari saat tepat setelah jam mulai kerja, jam istirahat siang, dan menjelang jam pulang

Saat tepat setelah jam mulai kerja, jam istirahat siang, dan menjelang jam pulang biasanya membuat lawan sedang sibuk, jadi dihindari. Sebelum jam mulai kerja dan setelah jam pulang berada di luar jam kerja lawan, sehingga justru lebih harus dihindari lagi.

Soal 20 | Urutan menutup

Mana urutan yang umumnya tepat ketika menutup telepon?

  1. Pihak yang menerima menutup lebih dahulu, dan pihak yang menelepon meletakkan gagangnya setelah lawan menutup
  2. Pihak yang menelepon menutup lebih dahulu, dan pihak yang menerima meletakkan gagangnya setelah lawan menutup
  3. Siapa pun yang menutup lebih dahulu sama saja, jadi urutannya tidak perlu dipedulikan
  4. Setelah kedua pihak saling memberi isyarat akan menutup, keduanya meletakkan gagang telepon dengan pelan secara bersamaan
JawabanB. Pihak yang menelepon menutup lebih dahulu, dan pihak yang menerima meletakkan gagangnya setelah lawan menutup

Umumnya dikatakan pihak yang menelepon menutup lebih dahulu. Namun kalau lawannya adalah mitra usaha atau orang yang lebih tinggi, tunggulah ia menutup lalu letakkan gagang dengan pelan. Ketika menutup, kalau tuas telepon ditekan dengan jari lebih dahulu baru gagangnya diletakkan, bunyinya tidak menggema di telinga lawan.

Soal 21 | Cara menyerahkan memo

Mana tindakan yang TIDAK tepat setelah selesai menangani telepon?

  1. Menyerahkan memo ketika orang yang dicari kembali, dan menyampaikan pokoknya juga secara lisan
  2. Untuk keperluan mendesak, menghubunginya dan memberi tahu sebelum ia kembali
  3. Menangani sendiri di tempat itu keperluan yang bisa Anda tangani, dan mencatat hasilnya
  4. Hanya meletakkan memo pesan di meja orang yang dicari, tanpa menyampaikan apa pun secara lisan
JawabanD. Hanya meletakkan memo pesan di meja orang yang dicari, tanpa menyampaikan apa pun secara lisan

Memo yang hanya diletakkan di meja kadang terselip di antara berkas dan terlewat, jadi serahkan langsung kepada orangnya ketika ia kembali dan sampaikan pokoknya juga secara lisan. Keperluan mendesak dihubungi tanpa menunggu memo terbaca.

Soal 22 | Cara meminta pengulangan

Mana tanggapan yang TIDAK tepat ketika suara lawan sulit ditangkap?

  1. Menyampaikan 「恐れ入ります、少しお電話が遠いようでございます」 ("mohon maaf, sambungannya sepertinya agak jauh")
  2. Meminta pengulangan dengan 「もう一度お願いできますでしょうか」 ("bisakah sekali lagi?")
  3. Menyampaikan 「声が小さくて聞こえません」 ("suara Anda kecil sehingga tidak terdengar")
  4. Kalau tetap sulit, menawarkan untuk menelepon balik dari pihak kita
JawabanC. Menyampaikan 「声が小さくて聞こえません」 ("suara Anda kecil sehingga tidak terdengar")

Ungkapan yang menjadikan suara atau cara bicara lawan sebagai subjek berbentuk menyalahkannya, jadi dihindari; pakailah 「お電話が遠いようです」 yang menempatkan penyebabnya pada saluran telepon. Meminta pengulangan dan menawarkan menelepon balik, keduanya tepat.

Soal 23 | Kanji dalam nama

Mana cara memastikan yang tepat ketika Anda tidak tahu kanji nama lawan?

  1. Meminta orang yang dicari memastikannya sendiri setelah ia kembali
  2. Bagian yang tidak diketahui dibiarkan kosong tidak ditulis, lalu memonya diserahkan begitu saja
  3. Menanyakan dengan santun di tempat itu juga, huruf mana yang dipakai untuk nama itu
  4. Menduga sendiri huruf yang dianggap paling umum, lalu menuliskannya begitu saja
JawabanC. Menanyakan dengan santun di tempat itu juga, huruf mana yang dipakai untuk nama itu

Menanyakannya dengan santun di tempat itu juga adalah cara yang paling pasti, misalnya 「恐れ入りますが、どのような字をお書きになりますか」 (osore irimasu ga, dono yō na ji o o-kaki ni narimasu ka — "mohon maaf, ditulis dengan huruf yang mana?"), dan sebaiknya dipastikan dengan menyebut radikal huruf atau kata majemuknya. Nama keluarga yang punya beberapa cara penulisan seperti 「サイトウ様」 (Saitō) terutama perlu dipastikan; kalau ditulis berdasarkan dugaan, catatannya jadi tertuju pada orang lain.

Soal 24 | Langkah awal menghadapi keluhan

Mana langkah awal yang tepat ketika menerima telepon keluhan?

  1. Mendengarkan sampai habis tanpa memotong lebih dahulu, lalu meminta maaf atas perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan
  2. Menunjukkan dan meluruskan di tempat itu juga hal-hal yang Anda anggap salah paham dari pihak penelepon
  3. Mendengarkan dalam diam tanpa memberi tanggapan apa pun, sampai duduk perkaranya dapat dipastikan
  4. Karena bukan tanggung jawab Anda, langsung mengalihkannya ke divisi lain tanpa mendengarkan ceritanya
JawabanA. Mendengarkan sampai habis tanpa memotong lebih dahulu, lalu meminta maaf atas perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan

Keluhan pertama-tama didengarkan tanpa dipotong, lalu kita meminta maaf atas perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan. Itu berbeda dari mengakui tanggung jawab sepenuhnya, dan dapat diucapkan bahkan pada tahap ketika duduk perkaranya belum jelas. Menunjukkan kesalahan di tengah cerita justru memperburuk perasaannya, sedangkan berdiam diri dan langsung mengalihkan sambungan juga dihindari.

Soal 25 | Tidak bisa menjawab

Mana tanggapan yang tepat ketika pada telepon keluhan Anda ditanyai hal yang tidak dapat dijawab saat itu?

  1. Cukup menyampaikan bahwa Anda tidak tahu, lalu mengakhiri percakapan
  2. Menjawabnya dulu berdasarkan dugaan, dan kalau ternyata keliru, meluruskannya lagi kemudian
  3. Menyampaikan mana yang diketahui dan mana yang tidak, lalu menjanjikan batas waktu untuk memastikannya dan menelepon balik
  4. Menyebut nama atasan, lalu menyampaikan bahwa hal ini bukan tanggung jawab Anda
JawabanC. Menyampaikan mana yang diketahui dan mana yang tidak, lalu menjanjikan batas waktu untuk memastikannya dan menelepon balik

Kalau dijawab berdasarkan dugaan, kelak perlu diluruskan dan masalahnya justru membesar. Pisahkan hal yang diketahui dan yang tidak, janjikan secara jelas sampai kapan akan menelepon balik, lalu tepati janji itu.

Soal 26 | Ponsel lawan

Mana bentuk kepedulian yang tepat ketika menelepon ponsel penanggung jawab mitra usaha?

  1. Setelah menyebutkan nama, pastikan dulu apakah boleh berbicara sekarang, baru masuk ke keperluannya
  2. Karena ini ponsel, boleh dianggap lawan bisa mengangkatnya kapan saja
  3. Kalau tidak diangkat, telepon berulang kali tanpa jeda
  4. Karena sarana ini lebih santai daripada telepon kantor, pengantarnya boleh dilewati
JawabanA. Setelah menyebutkan nama, pastikan dulu apakah boleh berbicara sekarang, baru masuk ke keperluannya

Pada ponsel, lawan sering sedang dalam perjalanan atau berada di luar kantor, dan keadaannya tidak diketahui. Setelah menyebutkan nama, pastikan dengan 「ただいまお話ししてもよろしいでしょうか」 ("apakah sekarang boleh berbicara?"). Kalau tidak diangkat, beri jeda waktu, atau tinggalkan nama perusahaan, nama diri, garis besar keperluan, dan kontak untuk telepon balik pada kotak pesan suara.

Soal 27 | Telepon salah sambung

Mana tanggapan yang TIDAK tepat terhadap telepon salah sambung yang masuk ke perusahaan?

  1. Menutup telepon setelah menunjukkan kecerobohan lawan
  2. Menerima teleponnya setelah menyebutkan nama perusahaan seperti biasa
  3. Menyampaikan dengan santun bahwa ia salah sambung
  4. Menyebutkan nomor telepon kita dan memastikan bedanya dengan nomor yang ditelepon lawan
JawabanA. Menutup telepon setelah menunjukkan kecerobohan lawan

Selama telepon itu masuk ke perusahaan kita, kesan atas pelayanannya langsung menjadi kesan atas perusahaan, jadi jangan menyalahkan lawan atau menutup telepon tanpa berkata apa-apa. Cocokkan nomornya, sampaikan bedanya, lalu sampaikan dengan santun bahwa ia salah sambung.

Soal 28 | Penggantian ungkapan

Mengenai apa yang disebut keigo manual dalam pelayanan telepon, mana penggantian ungkapan yang tepat?

  1. Mengganti 「担当者のほうにおつなぎします」 menjadi 「担当者におつなぎします」 ("saya sambungkan ke petugas yang menangani")
  2. Mengganti 「こちらが資料でございます」 menjadi 「こちらが資料になります」 ("ini menjadi bahannya")
  3. Mengganti 「担当者におつなぎします」 menjadi 「担当者のほうにおつなぎします」 (dengan 〜のほう)
  4. Mengganti 「よろしいでしょうか」 menjadi 「よろしかったでしょうか」 (bentuk lampau)
JawabanA. Mengganti 「担当者のほうにおつなぎします」 menjadi 「担当者におつなぎします」 ("saya sambungkan ke petugas yang menangani")

「〜のほう」 aslinya adalah ungkapan yang menunjuk arah atau salah satu dari beberapa hal, jadi pemakaian untuk mengaburkan sasaran sebaiknya dihindari. 「〜になります」 adalah ungkapan yang menyatakan perubahan, sehingga tidak cocok untuk menjelaskan hal yang tidak berubah. 「よろしかったでしょうか」 yang memakai bentuk lampau untuk hal yang baru akan dipastikan juga dipandang janggal. 3 pilihan lainnya arah penggantiannya justru terbalik.

Soal 29 | Meninggikan barang

Mana alasan yang tepat mengapa ungkapan 「御注文の品はおそろいになりましたでしょうか」 ("apakah pesanan Anda sudah lengkap?") dipandang keliru?

  1. Karena secara keseluruhan teineigo-nya kurang, ditambah akhiran kalimatnya menjadi bentuk yang santai
  2. Karena bertanya dalam bentuk pertanyaan
  3. Karena berbentuk sonkeigo 「お……になる」, sehingga yang ditinggikan adalah barang dan bukan orang
  4. Karena tidak memakai kenjōgo
JawabanC. Karena berbentuk sonkeigo 「お……になる」, sehingga yang ditinggikan adalah barang dan bukan orang

"Pedoman Keigo" (敬語の指針) Badan Kebudayaan Jepang menjelaskan bahwa pada ungkapan ini, karena 「お……になる」 adalah bentuk sonkeigo, yang ditinggikan justru 「御注文の品」 (barang pesanan); pedoman menyatakan cukup dikatakan 「御注文の品は、そろいましたでしょうか」. Kurangnya teineigo maupun bentuk pertanyaan bukanlah alasannya.

Soal 30 | Sambungan mendesak

Orang yang dicari sedang rapat, dan penelepon menyatakan urusannya mendesak. Mana tanggapan yang tepat?

  1. Karena ia sedang rapat dan tidak bisa ditinggalkan, kita tidak melakukan apa-apa dan menunggu sampai rapatnya selesai
  2. Memberikan nomor telepon yang ada di ruang rapat kepada penelepon agar ia menelepon langsung ke sana
  3. Memastikan sampai kapan kabar itu diperlukan, dan kalau perlu, memberi tahu orangnya lewat memo di tengah rapat
  4. Meminta penelepon datang sendiri ke ruang rapat atas penilaiannya sendiri
JawabanC. Memastikan sampai kapan kabar itu diperlukan, dan kalau perlu, memberi tahu orangnya lewat memo di tengah rapat

Ketika dikatakan mendesak, pertama-tama pastikan sampai kapan kabar itu diperlukan, lalu jadikan bentuk yang bisa diputuskan di dalam perusahaan, misalnya menyelipkan memo kepada orangnya yang sedang rapat. Kalau berhenti pada alasan "sedang rapat", kadang urusannya jadi tidak keburu. Memberikan nomor ruang rapat begitu saja mengganggu jalannya rapat.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Pembahasan ini merupakan informasi untuk keperluan belajar. Cakupan dan sistem ujian dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara ujian.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang