1. 5 golongan bahasa hormat (dibedakan dari siapa yang sedang ditinggikan)
"Pedoman Bahasa Hormat" dari Badan Kebudayaan membagi bahasa hormat menjadi 5 jenis. Kita akan menata siapa yang ditinggikan oleh masing-masing: sonkeigo, kenjougo I, kenjougo II, teineigo, dan bikago.
Ketika Anda menelepon mitra bisnis, dalam percakapan singkat itu bermunculan berturut-turut "tindakan lawan bicara", "tindakan diri sendiri", dan "tindakan orang dari perusahaan sendiri". Untuk kata "mengatakan" saja, kata yang dipilih berubah: bila lawan yang mengatakan menjadi ossharu, bila diri sendiri mengatakannya kepada lawan menjadi moushiageru, dan bila menyampaikan hal pihak sendiri secara khidmat menjadi mousu. Pilihan itu tidak ditentukan oleh seberapa kuat kesantunannya, melainkan oleh siapa yang ditinggikan lewat kata itu. Bila keliru di titik ini, Anda bisa merendahkan lawan bicara atau justru meninggikan orang dari pihak sendiri.
Pedoman itu membagi bahasa hormat menjadi 5 jenis: sonkeigo (尊敬語, bahasa meninggikan; tipe irassharu, ossharu), kenjougo I (謙譲語Ⅰ, bahasa merendah I; tipe ukagau, moushiageru), kenjougo II atau teichougo (謙譲語Ⅱ/丁重語, bahasa khidmat; tipe mairu, mousu), teineigo (丁寧語, bahasa santun; tipe desu, masu), dan bikago (美化語, bahasa memperindah; tipe osake, oryouri). Pada pembagian 3 golongan yang lama, kenjougo I dan kenjougo II digabung menjadi "kenjougo", sedangkan teineigo dan bikago digabung menjadi "teineigo". Hampir semua kecelakaan bahasa hormat yang terjadi di tempat kerja terpusat justru pada bagian yang dibagi ulang itu, yaitu pada perbedaan antara kenjougo I dan kenjougo II.
Sonkeigo adalah bentuk yang menuturkan tindakan, hal, atau keadaan pihak lawan maupun pihak ketiga dengan meninggikan orang tersebut. Pada "sensei wa raishuu kaigai e irassharu" (guru akan pergi ke luar negeri minggu depan) yang ditinggikan adalah guru sebagai pelaku, pada "sensei no onamae" (nama guru) yang ditinggikan adalah guru sebagai pemilik, dan pada "oisogashii" (sibuk) yang ditinggikan adalah orang yang berada dalam keadaan itu. Kenjougo I adalah bentuk yang, untuk tindakan atau hal yang bergerak dari pihak sendiri menuju pihak lawan atau pihak ketiga, meninggikan orang yang menjadi tujuan tindakan itu. Kata ukagau pada "sensei no tokoro ni ukagau" (berkunjung ke tempat guru) meninggikan guru sebagai tempat tujuan. Perlu dicatat, kudasaru menyatakan sekaligus makna meninggikan pelaku dan menerima kebaikan darinya, sedangkan itadaku menyatakan sekaligus makna meninggikan pihak tujuan dan menerima kebaikan darinya.
Kenjougo II (teichougo) adalah bentuk yang menuturkan tindakan atau hal pihak sendiri secara khidmat kepada lawan bicara atau pembaca. Yang termasuk di sini adalah mairu, mousu, itasu, oru, dan zonjiru. Perbedaan besarnya dengan kenjougo I adalah bentuk ini bisa dipakai meskipun tidak ada pihak tujuan yang layak ditinggikan: "otouto no tokoro ni ukagaimasu" adalah kesalahan pemakaian karena jadinya meninggikan adik sendiri, sedangkan "otouto no tokoro ni mairimasu" tidak bermasalah. Sebaliknya, karena kenjougo II pada dasarnya dipakai untuk hal pihak sendiri, memakainya untuk tindakan pihak lawan seperti "dochira kara mairimashita ka" tidaklah tepat. Selain itu, umumnya dipakai bersama masu.
Teineigo adalah bentuk yang menuturkan sesuatu secara santun kepada lawan bicara atau pembaca dengan menambahkan desu dan masu, dan yang tingkat kesantunannya lebih tinggi lagi adalah (de) gozaimasu. Bikago adalah bentuk yang memperindah penyebutan sesuatu seperti osake (minuman keras) dan oryouri (masakan), dan tidak berfungsi meninggikan siapa pun. Terakhir, ada tiga asas dalam memakai sonkeigo dan kenjougo I: pihak sendiri tidak ditinggikan; meninggikan pihak lawan adalah pemakaian yang khas; pihak ketiga ditinggikan bila setelah dipertimbangkan secara menyeluruh memang lebih pantas ditinggikan, tetapi diambil sikap tidak meninggikan pihak ketiga yang diperkirakan tidak dipandang sebagai objek yang perlu ditinggikan dari sudut pandang lawan bicara.
5 golongan bahasa hormat dan pihak yang ditinggikan masing-masing
Jenis
Menuturkan tentang apa
Pihak yang ditinggikan
Contoh kata
Sonkeigo
Tindakan, hal, keadaan pihak lawan atau pihak ketiga
Bahasa hormat yang menuturkan tindakan, hal, atau keadaan pihak lawan maupun pihak ketiga dengan meninggikan orang tersebut. Contoh: irassharu, ossharu, nasaru, meshiagaru, otsukai ni naru, onamae, oisogashii.
Kenjougo I (謙譲語Ⅰ)
Bahasa hormat yang, untuk tindakan atau hal yang bergerak dari pihak sendiri menuju pihak lawan atau pihak ketiga, meninggikan orang yang menjadi tujuannya. Contoh: ukagau, moushiageru, ome ni kakaru, sashiageru, otodoke suru.
Kenjougo II (謙譲語Ⅱ), teichougo (丁重語)
Bahasa hormat yang menuturkan tindakan atau hal pihak sendiri secara khidmat kepada lawan bicara atau pembaca. Contoh: mairu, mousu, itasu, oru, zonjiru, seccho, shousha. Umumnya dipakai bersama masu.
Teineigo (丁寧語)
Bahasa hormat yang menuturkan sesuatu secara santun kepada lawan bicara atau pembaca, yaitu desu dan masu. Yang tingkat kesantunannya lebih tinggi lagi adalah (de) gozaimasu.
Bikago (美化語)
Bentuk yang memperindah penyebutan sesuatu, seperti osake dan oryouri. Tidak berfungsi meninggikan pelaku, pihak tujuan, maupun lawan bicara, tetapi dalam arti luas digolongkan sebagai bahasa hormat.
Meninggikan (tateru, 立てる)
Menuturkan sesuatu dengan menempatkan orang tersebut pada kedudukan yang tinggi secara kebahasaan. Sebutan untuk ciri bersama yang mencakup bukan hanya rasa hormat yang tulus, tetapi juga penghormatan atas kedudukan dan penjagaan jarak.
Kudasaru dan itadaku
Kata yang menambahkan makna "menerima kebaikan dari tindakan itu" pada sonkeigo (kudasaru) dan pada kenjougo I (itadaku).
Contoh soal
"Sensei kara no otegami" (surat dari guru) dan "sensei e no otegami" (surat untuk guru) memakai kata otegami yang sama, tetapi jenis bahasa hormatnya berbeda. Apa masing-masingnya?
Jawaban dan penjelasan "Sensei kara no otegami" meninggikan guru sebagai pelaku yang menulis surat, jadi sonkeigo. "Sensei e no otegami" meninggikan guru sebagai pihak tujuan, jadi kenjougo I. Ini contoh bentuk yang sama bisa menjadi sonkeigo maupun kenjougo I.
Kepada guru Anda, Katou-sensei, Anda berkata "otouto no tokoro ni mairimasu" (saya akan pergi ke tempat adik saya). Siapa yang sedang ditinggikan?
Jawaban dan penjelasan Yang ditinggikan adalah lawan bicara, yaitu Katou-sensei, dan adik tidak ditinggikan. Sebab mairu adalah kenjougo II, bahasa hormat yang menuturkan sesuatu secara khidmat kepada lawan bicara atau pembaca. Kalau dikatakan "otouto no tokoro ni ukagaimasu", jadinya meninggikan adik dan itu keliru.
Apakah tepat bila petugas stasiun berkata "a, basu ga mairimashita" (ah, busnya sudah datang)?
Jawaban dan penjelasan Tepat. Kenjougo II pada dasarnya dipakai untuk tindakan pihak sendiri, tetapi bisa juga dipakai untuk pihak ketiga atau benda yang tidak menjadi tidak sopan bila tidak ditinggikan, dan menjalankan fungsi menuturkan sesuatu secara khidmat kepada lawan bicara atau pembaca.
Sumber dan dasar: Rekomendasi Dewan Kebudayaan "Pedoman Bahasa Hormat" (2 Februari Heisei 19, yaitu tahun 2007) Bab 2 Mekanisme bahasa hormat, Bagian 1 Jenis dan fungsi bahasa hormat
2. Bentuk bahasa hormat (cara memakai o dan go, bahasa hormat ganda, bentuk kemampuan)
Bahasa hormat memiliki bentuk khusus yang mengganti kata dengan kata tertentu, dan bentuk umum yang bisa diterapkan pada bermacam kata. Kita akan menguasai pemakaian o dan go, bentuk yang tidak bisa dibuat, serta perbedaan antara bahasa hormat ganda dan rangkaian bahasa hormat.
Sonkeigo memiliki bentuk khusus yang mengganti iku, kuru, dan iru menjadi irassharu; iu menjadi ossharu; suru menjadi nasaru; taberu dan nomu menjadi meshiagaru; kureru menjadi kudasaru; serta bentuk umum yang bisa diterapkan secara luas pada bermacam kata. Bentuk umumnya adalah o (go) ... ni naru, ... (ra)reru, ... nasaru, go ... nasaru, o (go) ... da (desu), dan o (go) ... kudasaru. Yang perlu diperhatikan di sini adalah o (go) ... suru, sebab itu adalah bentuk kenjougo I sehingga tidak bisa dipakai sebagai sonkeigo. Selain itu, go ... sareru dinyatakan bukan bentuk sonkeigo yang tepat.
Asas pemakaian o dan go adalah "o + kata asli Jepang (wago)" dan "go + kata serapan Tionghoa (kango)". Contohnya: yomu menjadi oyomi ni naru, odekakeru menjadi odekake ni naru, riyou suru menjadi goriyou ni naru, dan shusseki suru menjadi goshusseki ni naru. Namun pada bikago, o lebih disukai bahkan di depan kango, seperti oryouri dan okeshou, dan di luar bikago pun ada contoh menyimpang seperti okagen dan ogenki. Lebih jauh, ada pula kata kerja yang secara kebiasaan tidak dapat dipasangkan dengan o atau go sehingga bentuk o (go) ... ni naru tidak bisa dibuat. Pedoman itu menyebut oshini ni naru, goshippai ni naru, dan gounten ni naru sebagai contoh bentuk yang tidak bisa dibuat, dan menunjukkan penggantinya berturut-turut: onakunari ni naru atau nakunarareru; shippai nasaru atau shippai sareru; unten nasaru atau unten sareru. Goran ni naru, oide ni naru, oyasumi ni naru, dan omeshi ni naru adalah contoh cara pembentukan yang menyimpang.
Bentuk khusus kenjougo I mencakup ukagau, moushiageru, zonjiageru, sashiageru, itadaku, ome ni kakaru, ome ni kakeru, goran ni ireru, haiken suru, dan haishaku suru. Bentuk umumnya adalah o (go) ... suru, o (go) ... moushiageru, ... te itadaku, dan o (go) ... itadaku. Karena o (go) ... suru adalah bentuk yang meninggikan pihak tujuan, bentuk ini hanya bisa dibuat pada kata kerja yang punya orang sebagai tujuan. Todokeru dan annai suru memiliki pihak tujuan sehingga bisa dikatakan otodoke suru dan goannai suru, tetapi taberu dan jousha suru tidak bisa dibayangkan punya orang sebagai tujuan sehingga bentuk otabe suru dan gojousha suru tidak bisa dibuat. Bentuk umum kenjougo II hanyalah ... itasu, dan itu hanya bisa dipakai pada kata kerja sa-hen.
Ketika menambahkan makna kemampuan, ubahlah dulu ke bentuk bahasa hormat, baru kemudian ke bentuk kemampuan. Untuk sonkeigo menjadi meshiagareru, oyomi ni nareru, dan goriyou ni nareru; untuk kenjougo I menjadi ukagaeru, otodoke dekiru, dan gohoukoku dekiru. Sebaliknya, o (go) ... dekiru adalah bentuk kemampuan dari kenjougo I o (go) ... suru, sehingga tidak tepat dipakai untuk tindakan lawan bicara. Pengumuman stasiun "gojousha dekimasen" sepatutnya menjadi "gojousha ni naremasen", dan bisa juga dikatakan "gojousha itadakemasen" atau "gojousha wa dekimasen". Kata gabungan antara kata kerja dan kata sifat seperti wakarinikui dan yomiyasui diubah hanya pada bagian kata kerjanya menjadi sonkeigo, sehingga menjadi owakari ni nari nikui dan oyomi ni nari yasui.
Pemakaian dua lapis bahasa hormat sejenis pada satu kata disebut bahasa hormat ganda (nijuu keigo, 二重敬語), dan contohnya adalah oyomi ni narareru. Bahasa hormat ganda pada umumnya dinyatakan tidak tepat, tetapi ada pula yang sudah mapan sebagai kebiasaan seperti omeshiagari ni naru, omie ni naru, oukagai suru, oukagai itasu, dan oukagai moushiageru. Sebaliknya, dua kata atau lebih yang masing-masing dijadikan bahasa hormat lalu disambung dengan te disebut rangkaian bahasa hormat (keigo renketsu, 敬語連結), dan pada dasarnya diperbolehkan asalkan tiap bahasa hormatnya tepat dan sambungannya tidak janggal. Contohnya adalah oyomi ni natte irassharu dan oyomi ni natte kudasaru. Namun rangkaian yang menuturkan tindakan lawan dengan kenjougo I sehingga malah meninggikan diri sendiri, seperti "sensei wa watashi no ie ni ukagatte kudasatta" dan "watashi wa sensei ni goannai shite itadaita", tidaklah tepat; yang terakhir menjadi tepat bila shite dihapus sehingga menjadi goannai itadaku.
Partikel juga perlu diperhatikan. Kudasaru berarti gurulah yang menjadi subjek, sedangkan itadaku berarti diri sendirilah yang menjadi subjek, sehingga bentuknya adalah "sensei ga shidou shite kudasatta" dan "sensei ni shidou shite itadaita". Bila dikatakan "sensei ga goshidou itadaita", karena itadaku bermakna menerima, jadinya gurulah yang menerima bimbingan dari orang lain.
Perbedaan bahasa hormat ganda dan rangkaian bahasa hormat
Golongan
Contoh
Perlakuan dalam pedoman
Bahasa hormat ganda
oyomi ni narareru
Menumpuk bahasa hormat sejenis pada satu kata. Pada umumnya tidak tepat
Bahasa hormat ganda yang sudah mapan
omeshiagari ni naru / omie ni naru / oukagai suru
Disebut pedoman sebagai bentuk yang sudah mapan sebagai kebiasaan
Rangkaian bahasa hormat
oyomi ni natte irassharu / oyomi ni natte kudasaru
Pada dasarnya diperbolehkan asalkan tiap bahasa hormatnya tepat dan tidak janggal
Rangkaian bahasa hormat yang tidak tepat
goannai shite itadaku / ukagatte kudasaru
Menuturkan tindakan lawan dengan kenjougo I sehingga meninggikan diri sendiri. Jadikan goannai itadaku
Bentuk yang menjadikan sesuatu bahasa hormat dengan mengganti katanya sendiri dengan kata lain, seperti iku menjadi irassharu dan tazuneru menjadi ukagau.
Bentuk umum (ippankei, 一般形)
Bentuk yang membuat bahasa hormat dengan menerapkan pola pada bermacam kata secara luas, seperti o (go) ... ni naru dan o (go) ... suru.
Bahasa hormat ganda (nijuu keigo, 二重敬語)
Pemakaian dua lapis bahasa hormat sejenis pada satu kata, seperti oyomi ni narareru. Pada umumnya tidak tepat, tetapi ada yang sudah mapan sebagai kebiasaan seperti omeshiagari ni naru dan oukagai suru.
Rangkaian bahasa hormat (keigo renketsu, 敬語連結)
Dua kata atau lebih yang masing-masing dijadikan bahasa hormat lalu disambung dengan partikel penghubung te, seperti oyomi ni natte irassharu. Pada dasarnya diperbolehkan asalkan tiap bahasa hormatnya tepat dan tidak janggal.
o + wago, go + kango
Asas pemakaian o dan go: oyomi ni naru / goriyou ni naru. Namun pada bikago, o lebih disukai walau katanya kango, dan ada penyimpangan seperti okagen dan ogenki.
o (go) ... dekiru
Bentuk kemampuan dari kenjougo I o (go) ... suru. Bisa dipakai untuk tindakan sendiri, tetapi tidak bisa dipakai sebagai sonkeigo yang menyatakan kemampuan lawan. Bentuk kemampuan sonkeigo adalah o (go) ... ni nareru.
Kenjougo II pada kata benda
Kata yang menyatakan pihak sendiri secara merendah dengan menambahkan gu, shou, setsu, atau hei, seperti guken, shousha, seccho, dan heisha. Hampir sepenuhnya khusus bahasa tulis.
Contoh soal
Bolehkah mengatakan "buchou wa gounten ni narimasu ka" (apakah kepala bagian akan menyetir)?
Jawaban dan penjelasan Tidak boleh. Pedoman menyebut unten suru sebagai kata yang secara kebiasaan tidak bisa dibuat bentuk go ... ni naru. Katakanlah "unten nasaimasu ka" atau "unten saremasu ka".
Apa masalah pada kalimat "sensei ga goshidou itadaita okage desu"?
Jawaban dan penjelasan Karena itadaku bermakna menerima, subjeknya harus diri sendiri sebagai pihak yang menerima bimbingan, dan guru diberi partikel ni sehingga menjadi "sensei ni goshidou itadaita". Bila ingin menjadikan guru sebagai subjek, katakan "sensei ga goshidou kudasatta".
Bukankah "oukagai shimasu" itu bahasa hormat ganda?
Jawaban dan penjelasan Memang bahasa hormat ganda. Namun oukagai suru, oukagai itasu, dan oukagai moushiageru disebut pedoman sebagai contoh bahasa hormat ganda yang sudah mapan sebagai kebiasaan, jadi tidak masalah dipakai.
Sumber dan dasar: Rekomendasi Dewan Kebudayaan "Pedoman Bahasa Hormat" (2 Februari Heisei 19, yaitu tahun 2007) Bab 2 Mekanisme bahasa hormat, Bagian 2 Bentuk bahasa hormat / Bab 3 Cara pemakaian bahasa hormat secara konkret, Bagian 2 Cara memilih bahasa hormat yang tepat
3. Situasi yang membingungkan dalam memilih (kekeliruan antara sonkeigo dan kenjougo I)
Kecelakaan bahasa hormat yang paling sering terjadi di tempat kerja adalah memakai kenjougo I untuk tindakan lawan bicara. Kita akan memeriksa kekeliruan yang contohnya disebut pedoman, serta kapan sasete itadaku dipakai.
Berkata kepada tamu di resepsionis "tantousha ni ukagatte kudasai" (silakan bertanya kepada penanggung jawabnya), bertanya kepada atasan "sono fairu mo omochi shimasu ka", menulis pada surat pemberitahuan "gozaitaku suru hitsuyou wa arimasen". Semuanya adalah contoh yang diangkat pedoman sebagai pemakaian kenjougo I padahal yang dibicarakan adalah tindakan lawan. Ukagau, okiki suru, otazune suru, omochi suru, dan gozaitaku suru semuanya berbentuk kenjougo I sehingga tidak bisa dipakai untuk tindakan tamu maupun atasan. Masing-masing dijadikan sonkeigo: okiki kudasai atau otazune kudasai; omochi ni narimasu ka; gozaitaku nasaru hitsuyou atau gozaitaku no hitsuyou. Sekalipun ditambahi kudasai seperti "tantousha ni okiki shite kudasai", kenyataan bahwa okiki suru adalah kenjougo I tidak berubah, jadi tetap tidak bisa dipakai.
Ada pula kekeliruan pada kenjougo II. Meskipun Anda berkata kepada Katou-sensei "asu wa, Tanaka-sensei no tokoro ni mairimasu", itu tidak berarti Anda meninggikan Tanaka-sensei. Sebab mairu adalah bahasa hormat yang menuturkan sesuatu secara khidmat kepada lawan bicara, dan tidak berfungsi meninggikan pihak ketiga yang muncul dalam pembicaraan. Bila hendak meninggikan Tanaka-sensei, katakan ukagaimasu. Sebaliknya, ada ungkapan yang mengandung mairu atau mousu tetapi tidak berfungsi sebagai kenjougo II. Gojisan kudasai, omoushide kudasai, dan omoushikomi kudasai tidak bermasalah dipakai untuk tindakan pihak lawan. Bila Anda tetap merasa janggal, bisa diganti menjadi omochi kudasai dan osshatte kudasai. Kalimat "sono you ni moushitsutaete okimasu" juga merupakan tuturan resmi kepada lawan bicara, yaitu direktur, dan tidak berarti meninggikan bawahan.
Menambahkan o atau go pada hal pihak sendiri tidak selalu dilarang. Bila itu kenjougo I yang meninggikan pihak tujuan, seperti "(sensei o) omachi suru" dan "(Yamada-san ni) gosetsumei o shitai", sama sekali tidak bermasalah, dan ada pula pemakaian sebagai bikago seperti "watashi no okashi". Yang tidak boleh diberi imbuhan adalah kasus seperti "watashi no okangae" dan "watashi no goryokou", yaitu ketika tindakan atau hal pihak sendiri malah ditinggikan; ini menjadi kesalahan berupa memakai sonkeigo untuk pihak sendiri.
Itadaku dan kudasaru dua-duanya bisa dipakai. Goriyou itadaku adalah kenjougo I dan goriyou kudasaru adalah sonkeigo; karena objek yang ditinggikan sama dan sama-sama menyatakan kesadaran menerima kebaikan, penilaian pedoman adalah keduanya memakai bahasa hormat secara tepat. Namun disebutkan pula bahwa cara orang menerima pemakaian goriyou itadaku berbeda-beda antarindividu.
Bentuk (o/go) ... (sa)sete itadaku dipakai bila ada kenyataan atau perasaan bahwa hal yang dilakukan pihak sendiri itu dijalankan atas izin pihak lawan atau pihak ketiga, dan dari situ diperoleh kebaikan. Ucapan sebelum menyalin buku milik lawan, "kopii o torasete itadakemasu ka", memenuhi syarat ini. Ucapan pembuka presentasi penelitian "happyou sasete itadakimasu" dan tulisan tempelan "honjitsu, kyuugyou sasete itadakimasu" agak bertele-tele bila tidak ada syarat izin; "happyou itashimasu" dan "kyuugyou itashimasu" lebih ringkas. Ucapan perkenalan diri "○○ koukou o sotsugyou sasete itadakimashita" dinilai tidak tepat bila terasa tidak ada izin maupun kebaikan yang diterima.
Kekeliruan yang disebut pedoman dan bentuk perbaikannya
Yang ingin disampaikan
Ungkapan yang keliru
Ungkapan yang tepat
Meminta tamu bertanya kepada penanggung jawab
tantousha ni ukagatte kudasai
tantousha ni okiki kudasai / otazune kudasai
Menanyakan apakah kepala seksi akan membawanya
sono fairu mo omochi shimasu ka
sono fairu mo omochi ni narimasu ka
Lawan tidak perlu berada di rumah
gozaitaku suru hitsuyou wa arimasen
gozaitaku nasaru hitsuyou / gozaitaku no hitsuyou wa arimasen
Menyampaikan kunjungan sambil meninggikan guru sebagai pihak ketiga
Pemakaian yang salah menentukan pihak yang ditinggikan, seperti memakai kenjougo I untuk tindakan lawan atau sonkeigo untuk tindakan sendiri. Pedoman menyebut banyak contoh konkretnya.
Okiki suru dan otazune suru
Kenjougo I, sama seperti ukagau. Tidak bisa dipakai untuk tindakan tamu maupun atasan. Bila ingin lawan yang bertanya, jadikan sonkeigo: okiki kudasai atau otazune kudasai.
Gojisan kudasai
Mengandung huruf san dari mairu, tetapi di sini tidak berfungsi sebagai kenjougo II sehingga tidak bermasalah dipakai untuk tindakan pihak lawan. Begitu pula omoushide kudasai dan omoushikomi kudasai.
Moushitsutaeru
Cara menuturkan secara resmi kepada lawan bicara bahwa Anda akan menyampaikan sesuatu kepada orang di pihak sendiri. Tidak berarti meninggikan bawahan yang menjadi penerima pesan.
Goriyou itadaku
Kenjougo I. Menyatakan tindakan pihak lawan atau pihak ketiga dari sudut pandang pihak sendiri, dan sama tepatnya sebagai bahasa hormat dengan sonkeigo goriyou kudasaru.
Sasete itadaku
Bentuk yang dipakai bila hal yang dilakukan pihak sendiri (a) dijalankan atas izin pihak lawan atau pihak ketiga dan (b) dari situ diperoleh kebaikan. Tingkat penerimaannya berubah menurut seberapa jauh syarat itu terpenuhi.
Contoh soal
Anda merasa janggal ketika di resepsionis dikatakan "tantousha ni ukagatte kudasai". Apa yang aneh?
Jawaban dan penjelasan Ukagau adalah kenjougo I, sehingga malah meninggikan penanggung jawab yang menjadi pihak tujuan tindakan bertanya. Untuk meninggikan tamu, pakailah sonkeigo: "tantousha ni okiki kudasai" atau "tantousha ni otazune kudasai".
Saat menyampaikan instruksi direktur kepada bawahan, apakah boleh berkata "sono you ni moushitsutaete okimasu"?
Jawaban dan penjelasan Boleh. Mousu adalah kenjougo II dan merupakan tuturan resmi kepada lawan bicara, yaitu direktur; itu bukan bentuk yang meninggikan bawahan sebagai pihak tujuan.
Bagaimana dengan mengatakan "happyou sasete itadakimasu" pada pembuka acara presentasi?
Jawaban dan penjelasan Bila syarat izin dan kebaikan terpenuhi, itu sesuai dengan pemakaian dasarnya. Bila tidak ada syarat izin, ungkapan itu menjadi agak bertele-tele, sehingga "happyou itashimasu" terasa lebih ringkas.
Sumber dan dasar: Rekomendasi Dewan Kebudayaan "Pedoman Bahasa Hormat" (2 Februari Heisei 19, yaitu tahun 2007) Bab 3 Cara pemakaian bahasa hormat secara konkret, Bagian 2 Cara memilih bahasa hormat yang tepat
4. Bahasa hormat yang ditentukan situasi (uchi dan soto, menghargai jerih payah, permintaan)
Untuk orang yang sama pun, bahasa hormat berubah menurut kepada siapa Anda berbicara. Kita akan memeriksa per situasi: perlakuan terhadap orang pihak sendiri, ungkapan menghargai jerih payah dan memuji, cara meminta, serta bahasa hormat manual.
Terhadap mitra bisnis, atasan pun termasuk pihak sendiri, yaitu orang uchi (内, dalam). Kepala bagian Tanaka yang sehari-hari Anda ajak bicara dengan bahasa hormat pun tidak bermasalah disebut "Tanaka" saja ketika Anda berbicara dengan orang luar perusahaan. Ada juga cara menyebut yang memperlihatkan jabatannya sambil tetap memperlakukannya sebagai orang uchi, yaitu "buchou no Tanaka", dan pada situasi resmi bisa dikatakan "heisha no buchou", sedangkan pada situasi yang agak santai "uchi no buchou". Yang perlu diperhatikan adalah "Tanaka-buchou": sebutan ini tidak menjadi sebutan yang memperlakukannya sebagai orang uchi sehingga tidak tepat. Untuk keluarga sendiri pun, pada situasi resmi pada dasarnya disebut chichi (ayah), haha (ibu), sofu (kakek), sobo (nenek), ani (kakak lelaki), dan ane (kakak perempuan).
Garis pemisah uchi dan soto (外, luar) berubah bila lawan bicaranya berubah. Bila Anda menjadi pembawa acara pesta akhir tahun yang hanya dihadiri karyawan, meninggikan direktur dengan mengatakan "shachou kara goaisatsu o itadakimasu" sudah tepat; sedangkan pada acara yang banyak dihadiri orang luar perusahaan, merekalah yang ditinggikan sehingga dikatakan "shachou kara goaisatsu o moushiagemasu". Bila seorang kepala subseksi menyampaikan ucapan kepala seksi kepada kepala bagian, ada pandangan bahwa lebih baik tidak meninggikan kepala seksi dan menuturkannya dengan kenjougo II, "kachou wa, kono you ni moushite orimashita", karena dari sudut pandang kepala bagian, kepala seksi tidak dipandang sebagai objek yang perlu ditinggikan. Di sisi lain ada pula pandangan yang membolehkan "osshatte imashita" dengan alasan bahwa meninggikan kepala seksi berarti meninggikan pula kepala bagian yang lebih tinggi darinya, dan dalam hal itu pun bisa dipertimbangkan sikap menahan kadar bahasa hormat sampai sebatas "iwarete imashita". Adapun di sekolah, ketika memberi tahu orang tua murid bahwa rekan sejawat Guru Tanaka sedang tidak ada, dari kesadaran uchi dan soto bentuknya adalah "Tanaka wa orimasen", tetapi dalam jajak pendapat umum lebih banyak orang mendukung "Tanaka-sensei", dan ada pula cara netral berupa menyebut jabatannya, "Tanaka-kyouyu".
Ungkapan menghargai jerih payah dan memuji punya arah. "Gokurousama" pada dasarnya adalah ungkapan penghargaan kepada orang yang bekerja demi pihak kita sendiri, dan karena penghargaan atas jerih payah mengalir dari orang yang berkedudukan lebih tinggi ke yang lebih rendah, dinyatakan lebih baik tidak dipakai kepada orang yang lebih tinggi. Kepada atasan yang mengajari pekerjaan, sampaikanlah rasa terima kasih dengan "arigatou gozaimashita", dan ketika atasan yang bersama-sama sibuk menyusun dokumen hendak pulang, cukup katakan misalnya "otsukaresama de gozaimashita". Soal memuji pun, dipuji atas barang yang dikenakan, barang bawaan, atau penampilan pada dasarnya berlaku antara orang yang berhubungan akrab, sehingga memuji dasi seorang pembicara yang tidak begitu akrab tidak bisa dikatakan tepat. Lebih tepat menyampaikan bahwa isi ceramahnya mudah dipahami atau menjadi bahan yang berguna. Selain itu, hindarilah menanyakan kemampuan, kehendak, atau keinginan orang yang lebih tinggi secara langsung, dan gunakan bentuk yang menanyakan fakta seperti "furansugo mo ohanashi ni narimasu ka".
Cara menyebut dan cara meminta juga punya polanya. "Anata" pada masa kini umumnya dipakai kepada orang yang setara atau lebih rendah, dan sulit dipakai kepada orang yang lebih tinggi. Orang yang namanya Anda ketahui dipanggil dengan namanya, dan untuk yang tidak Anda ketahui namanya, hal ini bisa dihindari dengan memakai bahasa hormat pada tindakannya seperti "okangae o okikase kudasai". Pada alamat surat, menulis "Yamada Ichirou-sensei onchuu" padahal nama orangnya jelas adalah tidak tepat, sebab onchuu (御中) adalah wakizuke yang menyatakan bahwa surat itu ditujukan kepada pihak terkait yang berada di dalam suatu organisasi atau lembaga. Dalam permintaan, bila Anda bukan penanggung jawab tetapi berkata "kono shigoto o shite itadakimasu", ungkapan itu terdengar seolah Anda punya hak memutuskan, jadi serahkan penilaiannya kepada lawan dengan "shite itadakemasu ka" atau "onegai dekimasu ka". Alih-alih tiba-tiba meletakkan pekerjaan sambil berkata "kore, onegai shimasu", kesan yang timbul sudah berubah hanya dengan menambahkan pengantar seperti "sumimasen ga".
Bahasa hormat manual dalam pelayanan pelanggan, di satu sisi berguna sebagai pola, tetapi di sisi lain ada yang telanjur mapan dalam bentuk yang keliru. Pada "gochuumon no shina wa osoroi ni narimashita deshou ka", karena o ... ni naru adalah bentuk sonkeigo, jadinya barang pesanan itulah yang ditinggikan. Katakanlah "gochuumon no shina wa, soroimashita deshou ka" atau "gochuumon no shina wa, ijou de yoroshii deshou ka". Pedoman menunjukkan bahwa bila manual memaparkan pemakaian bahasa hormat yang terlalu seragam untuk tiap situasi, hal itu justru mudah menimbulkan perasaan tidak nyaman atau menghasilkan pemakaian bahasa hormat yang berlebih maupun kurang bagi situasinya, sambil menyatakan pula bahwa manual tetap berguna sebagai panduan bagi orang yang belum terlatih.
Ungkapan yang berubah menurut kepada siapa Anda berbicara
Situasi
Ungkapan yang dinilai tepat
Alasan yang ditunjukkan pedoman
Memperkenalkan sambutan direktur pada pesta akhir tahun yang hanya dihadiri karyawan
shachou kara goaisatsu o itadakimasu
Cukup memikirkan kedudukan di dalam perusahaan, dan direktur adalah pihak yang patut ditinggikan
Memperkenalkan sambutan direktur pada acara yang banyak dihadiri orang luar
shachou kara goaisatsu o moushiagemasu
Direktur pihak uchi tidak ditinggikan; yang ditinggikan adalah orang-orang yang mendengarkan sambutan
Berbicara kepada mitra bisnis tentang atasan, kepala bagian Tanaka
Tanaka / buchou no Tanaka / heisha no buchou
Diperlakukan sebagai orang uchi. "Tanaka-buchou" tidak menjadi sebutan uchi
Menyampaikan ucapan kepala seksi kepada kepala bagian
kachou wa, kono you ni moushite orimashita
Dari sudut pandang kepala bagian, kepala seksi tidak dipandang sebagai objek yang perlu ditinggikan
Berbicara tentang keluarga sendiri pada situasi resmi
chichi, haha, sofu, sobo
Sebutan sehari-hari seperti otousan diubah menjadi kata yang memperlakukan mereka sebagai orang uchi
Pembedaan antara lingkup yang dianggap pihak sendiri dan pihak lawan di luarnya. Terhadap orang luar perusahaan, atasan sendiri pun diperlakukan sebagai orang uchi dan dituturkan tanpa ditinggikan.
Buchou no Tanaka
Sebutan yang memperlihatkan jabatan sambil memperlakukannya sebagai orang uchi. "Tanaka" dan "heisha no buchou" juga bisa. "Tanaka-buchou" tidak menjadi sebutan uchi sehingga tidak tepat untuk pihak luar.
Gokurousama
Ungkapan penghargaan kepada orang yang bekerja demi pihak kita sendiri. Karena penghargaan atas jerih payah mengalir dari yang berkedudukan lebih tinggi ke yang lebih rendah, lebih baik tidak dipakai kepada orang yang lebih tinggi.
Otsukaresama
Ungkapan penghargaan yang saling dilontarkan misalnya setelah bekerja bersama. Bila dalam bentuk santun seperti "otsukaresama de gozaimashita", bisa dipakai juga kepada atasan.
Tondemo gozaimasen
Ungkapan untuk menyangkal secara halus pujian atau sanjungan dari lawan. Pada masa kini dinyatakan tidak bermasalah dipakai dalam keadaan seperti itu.
Onchuu (御中)
Wakizuke yang menyatakan bahwa surat ditujukan bukan kepada orang tertentu, melainkan kepada pihak terkait di dalam organisasi atau lembaga itu. Tidak tepat ditambahkan bila nama orangnya jelas.
Bahasa hormat manual
Pemaparan konkret tentang pemakaian bahasa pada situasi pelayanan pelanggan dan sejenisnya. Berguna sebagai pola, tetapi pemakaian yang terlalu seragam mudah berujung pada bahasa hormat yang berlebih atau kurang.
Contoh soal
Anda menjawab telepon dari mitra bisnis dengan "Tanaka-buchou wa seki o hazushite orimasu". Apakah itu baik?
Jawaban dan penjelasan Tidak baik. Terhadap orang luar perusahaan, atasan pun orang uchi, jadi katakan "Tanaka wa seki o hazushite orimasu" atau "buchou no Tanaka wa seki o hazushite orimasu". "Tanaka-buchou" tidak menjadi sebutan yang memperlakukannya sebagai orang uchi.
Bolehkah memuji pembicara ceramah pada ramah tamah dengan "suteki na nekutai desu ne"?
Jawaban dan penjelasan Tidak bisa dikatakan tepat. Dipuji atas barang yang dikenakan pada dasarnya berlaku antara orang yang berhubungan akrab, sehingga kepada orang yang tidak begitu akrab hal itu diterima sebagai terlalu berani. Lebih baik menyampaikan bahwa isi ceramahnya mudah dipahami atau berguna sebagai bahan.
Setelah selesai menyajikan hidangan Anda berkata "gochuumon no shina wa osoroi ni narimashita deshou ka". Di mana kesalahannya?
Jawaban dan penjelasan Karena o ... ni naru adalah bentuk sonkeigo, jadinya barang pesanan itulah yang ditinggikan. Cukup katakan "gochuumon no shina wa, soroimashita deshou ka" atau "gochuumon no shina wa, ijou de yoroshii deshou ka".
Sumber dan dasar: Rekomendasi Dewan Kebudayaan "Pedoman Bahasa Hormat" (2 Februari Heisei 19, yaitu tahun 2007) Bab 3 Cara pemakaian bahasa hormat secara konkret, Bagian 3 Cara memakai bahasa hormat pada situasi konkret
Kuis pemahaman
Soal 1 | Lima golongan keigo
Mana yang TIDAK termasuk dalam 5 jenis keigo (敬語 — bahasa hormat) yang ditunjukkan "Pedoman Keigo" (敬語の指針) Badan Kebudayaan Jepang?
Teineigo (丁寧語 — bahasa sopan)
Sondaigo (尊大語 — "bahasa membesarkan diri")
Kenjōgo II / teichōgo (謙譲語Ⅱ(丁重語)— bahasa merendah jenis II, bahasa sopan-berhati-hati)
Pedoman itu membagi keigo menjadi 5 jenis: sonkeigo (尊敬語 — bahasa meninggikan), kenjōgo I (謙譲語Ⅰ), kenjōgo II / teichōgo (謙譲語Ⅱ(丁重語)), teineigo (丁寧語), dan bikago (美化語). Golongan bernama sondaigo tidak ada. Dalam pembagian 3 jenis yang lama, kenjōgo I dan kenjōgo II disatukan sebagai "kenjōgo", dan teineigo serta bikago disatukan sebagai "teineigo". Pedoman itu menyatakan bahwa pembagian ulang menjadi 5 jenis dilakukan agar fungsi dan cara pemakaian yang tepat dapat dipahami lebih mendalam.
Soal 2 | Definisi sonkeigo
Keigo mana yang didefinisikan pedoman sebagai "bentuk yang menyatakan perbuatan, hal, atau keadaan pihak lawan atau pihak ketiga dengan meninggikan orang tersebut"?
Kenjōgo I (謙譲語Ⅰ)
Kenjōgo II / teichōgo (謙譲語Ⅱ(丁重語))
Bikago (美化語)
Sonkeigo (尊敬語)
JawabanD. Sonkeigo (尊敬語)
Kutipan itu adalah definisi sonkeigo. Kenjōgo I adalah bentuk yang meninggikan pihak tujuan, untuk perbuatan dari pihak sendiri yang mengarah kepada pihak lawan atau pihak ketiga. Kenjōgo II adalah bentuk yang menyatakan hal pihak sendiri secara berhati-hati kepada lawan bicara atau pembaca. Bikago adalah bentuk yang memperindah penyebutan suatu hal, dan tidak ada pihak yang ditinggikan.
Soal 3 | Golongan ukagau
Dalam kalimat 「先生のところに伺います。」 (sensei no tokoro ni ukagaimasu — "saya akan berkunjung ke tempat guru"), 「伺う」 (ukagau) termasuk golongan mana dalam pembagian 5 jenis menurut pedoman?
Kenjōgo I (謙譲語Ⅰ)
Kenjōgo II / teichōgo (謙譲語Ⅱ(丁重語))
Sonkeigo (尊敬語)
Teineigo (丁寧語)
JawabanA. Kenjōgo I (謙譲語Ⅰ)
伺う (ukagau) adalah bentuk khusus kenjōgo I yang meninggikan sang guru selaku pihak tujuan perbuatan. Selain untuk 行く (iku — pergi) dan 訪ねる (tazuneru — mengunjungi), kata itu juga dipakai sebagai kenjōgo I untuk 聞く (kiku — mendengar/bertanya) dan 尋ねる (tazuneru — bertanya). Untuk makna "pergi" yang sama, 参る (mairu) adalah kenjōgo II, dan yang ditinggikannya adalah lawan bicara atau pembaca, bukan orang yang menjadi tujuan.
Soal 4 | Pola mairu dan mōsu
Pedoman menggolongkan 参る (mairu), 申す (mōsu), いたす (itasu), dan おる (oru) sebagai keigo jenis apa?
Bikago (美化語)
Kenjōgo I sekaligus kenjōgo II (謙譲語Ⅰ兼謙譲語Ⅱ)
Kenjōgo II / teichōgo (謙譲語Ⅱ(丁重語))
Sonkeigo (尊敬語)
JawabanC. Kenjōgo II / teichōgo (謙譲語Ⅱ(丁重語))
Kata-kata itu adalah bentuk khusus kenjōgo II (teichōgo), yang menyatakan perbuatan atau hal pihak sendiri secara berhati-hati kepada lawan bicara atau pembaca; 存じる (zonjiru) juga sama. Bedanya, kalau 伺う (ukagau) dan 申し上げる (mōshiageru) selaku kenjōgo I meninggikan pihak tujuan, yang ditinggikan kenjōgo II adalah lawan bicara atau pembaca.
Soal 5 | Ke tempat adik
Anda menyatakan kepada orang lain bahwa Anda akan pergi ke rumah adik laki-laki Anda. Mana yang tepat?
弟のところにおいでになります (otōto no tokoro ni oide ni narimasu)
弟のところにいらっしゃいます (otōto no tokoro ni irasshaimasu)
弟のところに伺います (otōto no tokoro ni ukagaimasu)
弟のところに参ります (otōto no tokoro ni mairimasu)
JawabanD. 弟のところに参ります (otōto no tokoro ni mairimasu)
伺う adalah kenjōgo I yang meninggikan pihak tujuan, sehingga akan berarti meninggikan adik yang merupakan pihak sendiri — jadi salah pakai. 参る adalah kenjōgo II yang dapat dipakai walaupun tidak ada pihak tujuan yang layak ditinggikan, dan berfungsi menyatakan hal itu secara berhati-hati kepada lawan bicara, jadi tidak bermasalah. いらっしゃる dan おいでになる adalah sonkeigo sehingga tidak dapat dipakai untuk perbuatan diri sendiri.
Soal 6 | Bus yang mairu
Mengenai pengumuman di stasiun 「あ、バスが参りました。」 (a, basu ga mairimashita — "ah, busnya sudah datang"), mana penjelasan pedoman?
参る adalah teineigo sehingga tidak cocok untuk keadaan resmi seperti pengumuman di stasiun
Dapat dipakai juga untuk benda yang tidak menjadi tidak sopan walaupun tidak ditinggikan, dan berfungsi menyampaikan hal itu secara berhati-hati kepada lawan bicara
Karena bukan perbuatan pihak sendiri, 参る tidak dapat dipakai pada keadaan ini dan menjadi salah pakai
Karena berarti meninggikan bus itu sendiri, ungkapan itu tidak dapat disebut tepat untuk sebuah pengumuman
JawabanB. Dapat dipakai juga untuk benda yang tidak menjadi tidak sopan walaupun tidak ditinggikan, dan berfungsi menyampaikan hal itu secara berhati-hati kepada lawan bicara
Pada dasarnya kenjōgo II dipakai untuk perbuatan pihak sendiri, tetapi pedoman mengangkat contoh 「向こうから子供たちが大勢参りました」, 「あ、バスが参りました」, dan 「夜も更けて参りました」, serta menyatakan bahwa bentuk itu dapat dipakai pula untuk pihak ketiga atau benda yang tidak menjadi tidak sopan walaupun tidak ditinggikan. Fungsinya adalah menyampaikan sesuatu secara berhati-hati kepada lawan bicara atau pembaca, dan 参る bukanlah teineigo.
Soal 7 | Bertanya kepada tamu
Anda bertanya kepada tamu dari mana ia datang. Menurut pedoman, mana yang TIDAK tepat?
どちらからいらっしゃいましたか (dochira kara irasshaimashita ka)
どちらから参りましたか (dochira kara mairimashita ka)
どちらから来られましたか (dochira kara koraremashita ka)
どちらからおいでになりましたか (dochira kara oide ni narimashita ka)
JawabanB. どちらから参りましたか (dochira kara mairimashita ka)
参る adalah kenjōgo II yang pada dasarnya dipakai untuk perbuatan pihak sendiri, sehingga pedoman mengangkat 「(あなたは)どちらから参りましたか。」 sebagai contoh yang tidak tepat. Untuk perbuatan pihak lawan dipakai sonkeigo, yaitu いらっしゃる, おいでになる, atau 来られる.
Soal 8 | O-machi itasu
Bagaimana pedoman menempatkan 「お待ちいたす」 (o-machi itasu) dalam kalimat 「駅で先生をお待ちいたします。」 ("saya akan menunggu guru di stasiun")?
Kenjōgo I sekaligus kenjōgo II, yang meninggikan sang guru sambil menyampaikannya secara berhati-hati kepada lawan bicara
Karena sonkeigo, hanya dapat dipakai untuk perbuatan sang guru selaku pihak yang ditunggu
Nijū keigo (二重敬語 — keigo berlapis) karena menumpuk keigo yang sejenis, jadi ungkapan yang sebaiknya dihindari
Karena bikago, ungkapan itu tidak cocok dipakai pada keadaan resmi
JawabanA. Kenjōgo I sekaligus kenjōgo II, yang meninggikan sang guru sambil menyampaikannya secara berhati-hati kepada lawan bicara
「お待ちいたす」 adalah 「お待ちする」 yang する-nya diganti menjadi いたす, sehingga kenjōgo I dan kenjōgo II keduanya terpakai. Melalui fungsi お待ちする, sang guru selaku pihak yang ditunggu ditinggikan; melalui fungsi いたす, hal itu disampaikan secara berhati-hati kepada lawan bicara atau pembaca. Pedoman menjelaskannya sebagai bentuk umum 「お(ご)……いたす」 yang sekaligus "kenjōgo I" dan "kenjōgo II".
Soal 9 | Golongan o-sake
Dalam kalimat 「お酒は百薬の長なんだよ。」 (o-sake wa hyakuyaku no chō nan da yo — "sake itu obat terbaik dari segala obat"), 「お酒」 termasuk golongan mana dalam pembagian 5 jenis menurut pedoman?
Bikago (美化語)
Kenjōgo I (謙譲語Ⅰ)
Teineigo (丁寧語)
Sonkeigo (尊敬語)
JawabanA. Bikago (美化語)
「お酒」 di sini bukan meninggikan pelaku atau pemiliknya, bukan pula meninggikan pihak tujuan, dan bukan pula menyampaikannya secara berhati-hati atau sopan kepada lawan bicara, melainkan memperindah penyebutan suatu hal — jadi bikago. Namun pedoman menyatakan bahwa bikago mudah muncul ketika sesuatu disampaikan dengan pertimbangan terhadap lawan, seperti dalam 「先生はお酒を召し上がりますか。」.
Soal 10 | Kepergian anggota keluarga
Anda memberi tahu orang dari perusahaan lain bahwa ayah Anda akan pergi ke luar negeri mulai minggu depan. Mana yang tepat?
父は来週海外へお出掛けになります (chichi wa raishū kaigai e o-dekake ni narimasu)
父は来週海外へ行かれます (chichi wa raishū kaigai e ikaremasu)
父は来週海外へいらっしゃいます (chichi wa raishū kaigai e irasshaimasu)
父は来週海外へ参ります (chichi wa raishū kaigai e mairimasu)
JawabanD. 父は来週海外へ参ります (chichi wa raishū kaigai e mairimasu)
Salah satu asas dalam memakai sonkeigo dan kenjōgo I adalah "pihak sendiri tidak ditinggikan". いらっしゃる, お出掛けになる, dan 行かれる semuanya sonkeigo, sehingga akan berarti meninggikan ayah yang merupakan pihak sendiri — jadi tidak tepat. Untuk menyatakan hal pihak sendiri, pemakaian 参る selaku kenjōgo II menghasilkan cara bertutur yang berhati-hati terhadap lawan.
Soal 11 | Nijū keigo
Mana penjelasan yang benar tentang ungkapan 「部長がお読みになられる」 (buchō ga o-yomi ni narareru — "manajer membaca")?
Nijū keigo (二重敬語) karena menumpuk keigo yang sejenis, dan umumnya tidak tepat
Kesalahan karena mencampuradukkan sonkeigo dan kenjōgo I
Tumpukan teineigo yang menambah kesopanan sehingga justru dianjurkan
Keigo renketsu (敬語連結 — rangkaian keigo) karena dua kata masing-masing dijadikan keigo, dan pada dasarnya dapat diterima
JawabanA. Nijū keigo (二重敬語) karena menumpuk keigo yang sejenis, dan umumnya tidak tepat
Kata 「読む」 sudah dijadikan sonkeigo menjadi 「お読みになる」, lalu ditambahi lagi sonkeigo 「……れる」 — bentuk inilah yang diangkat pedoman sebagai contoh nijū keigo. Nijū keigo umumnya dipandang tidak tepat, dan 「お読みになる」 saja sudah cukup. Yang termasuk keigo renketsu justru 「お読みになっていらっしゃる」, yaitu dua kata masing-masing dijadikan keigo lalu disambung dengan 「て」, dan bentuk itu pada dasarnya dapat diterima.
Soal 12 | Bentuk yang sudah mapan
Mana yang diangkat pedoman sebagai nijū keigo yang sudah mapan sebagai kebiasaan?
お分かりにくい (o-wakari nikui)
お読みになられる (o-yomi ni narareru)
御利用される (go-riyō sareru)
お伺いする (o-ukagai suru)
JawabanD. お伺いする (o-ukagai suru)
Sebagai nijū keigo yang sudah mapan, pedoman mengangkat sonkeigo お召し上がりになる dan お見えになる, serta kenjōgo I お伺いする, お伺いいたす, dan お伺い申し上げる. お読みになられる adalah nijū keigo yang tidak tepat; 御利用される adalah bentuk yang secara kaidah dipandang bukan bentuk sonkeigo yang tepat; dan お分かりにくい adalah bentuk yang seharusnya 「お分かりになりにくい」.
Soal 13 | Keigo renketsu
Bagaimana pedoman memperlakukan 「お読みになっていらっしゃる」 (o-yomi ni natte irassharu)?
Kenjōgo I (謙譲語Ⅰ) sehingga tidak dapat dipakai untuk perbuatan pihak lawan
Keigo renketsu (敬語連結) sehingga pada dasarnya dapat diterima
Nijū keigo (二重敬語) sehingga sebaiknya dihindari
Bikago (美化語) sehingga tidak cocok untuk keadaan resmi
JawabanB. Keigo renketsu (敬語連結) sehingga pada dasarnya dapat diterima
Ini adalah 「読んでいる」 yang 読む-nya dijadikan 「お読みになる」 dan いる-nya dijadikan 「いらっしゃる」, yakni dua kata yang masing-masing dijadikan keigo secara terpisah lalu disambung dengan 「て」. Ini bukan nijū keigo melainkan keigo renketsu, dan pada dasarnya dapat diterima asalkan pemakaian tiap keigo-nya tepat dan sambungan antarkeigo-nya tidak menimbulkan kejanggalan makna. 「お読みになってくださる」 dan 「御案内してさしあげる」 juga contoh yang dapat diterima.
Soal 14 | Rangkaian yang tidak tepat
Mana ungkapan yang diangkat pedoman sebagai keigo renketsu yang tidak tepat?
先生に指導していただいた (sensei ni shidō shite itadaita — saya mendapat bimbingan guru)
田中さんが先生のところに伺ってくださいました (Tanaka-san ga sensei no tokoro ni ukagatte kudasaimashita — Tanaka-san berkenan berkunjung ke tempat guru)
先生は私の家に伺ってくださった (sensei wa watashi no ie ni ukagatte kudasatta — guru berkenan berkunjung ke rumah saya)
先生が指導してくださった (sensei ga shidō shite kudasatta — guru berkenan membimbing saya)
JawabanC. 先生は私の家に伺ってくださった (sensei wa watashi no ie ni ukagatte kudasatta — guru berkenan berkunjung ke rumah saya)
Kalau "guru berkunjung ke rumah saya" dinyatakan dengan kenjōgo I 伺う, yang ditinggikan justru "saya" selaku pihak tujuan, sehingga tidak tepat. 「隣の窓口で伺ってください。」 juga tidak tepat karena alasan yang sama. Sebaliknya, pada contoh Tanaka-san, 伺う meninggikan sang guru selaku pihak tujuan dan くださる meninggikan Tanaka-san; kalau Tanaka-san selaku pelaku adalah orang yang tidak menjadi tidak sopan bila tidak ditinggikan dibandingkan sang guru, pemakaian itu tidak bermasalah.
Soal 15 | O dan go
Mana yang diangkat pedoman sebagai contoh menyimpang dari asas pembedaan pemakaian 「お」 (o) dan 「御」 (go)?
御説明 (go-setsumei — penjelasan)
お加減 (o-kagen — keadaan kesehatan)
お名前 (o-namae — nama)
御住所 (go-jūsho — alamat)
JawabanB. お加減 (o-kagen — keadaan kesehatan)
Asasnya adalah "お + kata asli Jepang (wago)" dan "御 + kata serapan Tionghoa (kango)". お名前 memakai お pada wago, sedangkan 御住所 dan 御説明 memakai 御 pada kango — semuanya sesuai asas. お加減 dan お元気 keduanya sonkeigo, tetapi diangkat pedoman sebagai contoh menyimpang karena お melekat pada kango. Perlu diketahui, pada bikago justru お lebih disukai walaupun di depan kango, seperti お料理 dan お化粧.
Soal 16 | Bentuk yang tak bisa dibuat
Mana yang diangkat pedoman sebagai contoh yang TIDAK dapat dibentuk menjadi pola 「お(ご)……する」?
御案内する (go-annai suru — memandu)
お誘いする (o-sasoi suru — mengajak)
お届けする (o-todoke suru — mengantarkan)
御乗車する (go-jōsha suru — naik kendaraan)
JawabanD. 御乗車する (go-jōsha suru — naik kendaraan)
「お(ご)……する」 adalah kenjōgo I yang meninggikan pihak tujuan, jadi hanya dapat dibentuk pada kata kerja yang memiliki pihak tujuan. 届ける, 案内する, dan 誘う memiliki pihak tujuan, tetapi pada 乗車する dan 食べる tidak terbayang adanya orang yang menjadi tujuan, sehingga bentuk 御乗車する dan お食べする tidak dapat dibuat.
Soal 17 | Pengumuman naik kereta
Dalam pengumuman di stasiun, Anda memberi tahu penumpang bahwa gerbong tersebut tidak dapat dinaiki. Mana yang tepat?
御乗車できません (go-jōsha dekimasen)
御乗車されません (go-jōsha saremasen)
御乗車になれません (go-jōsha ni naremasen)
お乗車になれません (o-jōsha ni naremasen)
JawabanC. 御乗車になれません (go-jōsha ni naremasen)
「お(ご)……できる」 adalah bentuk potensial dari kenjōgo I 「お(ご)……する」, jadi tidak dapat dipakai untuk perbuatan penumpang. Bentuk potensial sonkeigo adalah 「お(ご)……になれる」, sehingga 「御乗車になれません」 yang tepat, dan pedoman juga membolehkan 「御乗車いただけません」 serta 「御乗車はできません」. 「ご……される」 pada dasarnya dipandang bukan bentuk sonkeigo yang tepat, dan karena 乗車 adalah kango, asasnya memakai 御 dan bukan お.
Soal 18 | Sonkeigo bentuk potensial
Anda ingin memberi tahu pelanggan, "Kalau Anda dapat menjawab semua soal dengan benar, hadiah akan diberikan." Mana bagian yang tepat untuk "dapat menjawab"?
お答えしていただけたら (o-kotae shite itadaketara)
お答え申し上げたら (o-kotae mōshiagetara)
お答えできたら (o-kotae dekitara)
お答えになれたら (o-kotae ni naretara)
JawabanD. お答えになれたら (o-kotae ni naretara)
Ketika makna "dapat" hendak ditambahkan pada sonkeigo, kata itu lebih dahulu dijadikan bentuk sonkeigo 「お答えになる」, baru kemudian dijadikan bentuk potensial 「お答えになれる」. Pedoman menyatakan 「全問正しくお答えできたら」 tidak tepat dan 「お答えになれたら」 tepat. お答えする dan お答え申し上げる adalah kenjōgo I yang dipakai untuk perbuatan sendiri, sedangkan 「お答えしていただく」 menyatakan perbuatan lawan dengan kenjōgo I dan seharusnya して dihapus menjadi 「お答えいただく」.
Soal 19 | Sulit dimengerti
Mana bentuk sonkeigo yang tepat dari 「分かりにくい」 (wakari nikui — sulit dimengerti)?
お分かりにくい (o-wakari nikui)
御分かりにくい (go-wakari nikui)
お分かりしにくい (o-wakari shi nikui)
お分かりになりにくい (o-wakari ni nari nikui)
JawabanD. お分かりになりにくい (o-wakari ni nari nikui)
Ketika kata gabungan kata kerja dan kata sifat dijadikan sonkeigo, yang dijadikan sonkeigo hanya bagian kata kerjanya. 分かる dijadikan 「お分かりになる」 lalu ditambahi 「〜にくい」 sehingga menjadi 「お分かりになりにくい」. Untuk 「読みやすい」 menjadi 「お読みになりやすい」. お分かりにくい adalah bentuk yang diangkat pedoman sebagai keigo yang janggal; 「お……する」 adalah bentuk kenjōgo I sehingga tidak dapat dipakai untuk perbuatan lawan; dan karena 分かる adalah wago, 御 tidak cocok melekat padanya.
Soal 20 | Setchō dan shōsha
Bagaimana pedoman menempatkan kata seperti 「愚見」 (guken — pendapat bodoh saya), 「小社」 (shōsha — perusahaan kecil kami), 「拙著」 (setchō — karya buruk saya), dan 「弊社」 (heisha — perusahaan buruk kami)?
Kenjōgo I, yang meninggikan pihak tujuan
Bikago, yang dipakai luas dalam bahasa lisan
Sonkeigo, yang menyatakan milik lawan secara tinggi
Kenjōgo II berupa kata benda, yang hampir khusus untuk bahasa tulis
JawabanD. Kenjōgo II berupa kata benda, yang hampir khusus untuk bahasa tulis
Kata-kata itu menyatakan pihak sendiri secara merendah dengan menambahkan 愚, 小, 拙, atau 弊, ditempatkan sebagai kenjōgo II berupa kata benda, dan hampir khusus untuk bahasa tulis. Pedoman menyatakan bahwa ungkapan semacam ini bukanlah cara bertutur yang merendahkan diri secara berlebihan, melainkan dipakai dengan kesadaran menunjukkan perhatian kepada lawan dengan cara menyatakan hal-hal milik sendiri secara kecil, dan boleh dipakai apabila terasa cocok dengan perasaan sendiri sebagai ungkapan diri.
Soal 21 | Arahan di meja resepsionis
Di meja resepsionis, Anda memberi tahu tamu agar menanyakan rinciannya kepada petugas yang menangani. Mana yang tepat?
担当者にお尋ねしてください (tantōsha ni o-tazune shite kudasai)
担当者にお聞きしてください (tantōsha ni o-kiki shite kudasai)
担当者に伺ってください (tantōsha ni ukagatte kudasai)
担当者にお尋ねください (tantōsha ni o-tazune kudasai)
JawabanD. 担当者にお尋ねください (tantōsha ni o-tazune kudasai)
伺う adalah kenjōgo I dan akan meninggikan petugas selaku pihak tujuan dari 聞く atau 尋ねる, sehingga tidak dapat dipakai untuk perbuatan tamu. Untuk meninggikan tamu dipakai sonkeigo, yaitu 「担当者にお聞きください」 atau 「担当者にお尋ねください」. お聞きする dan お尋ねする pun kenjōgo I sama seperti 伺う, jadi walaupun ditambahi ください tetap tidak dapat dipakai untuk perbuatan tamu.
Soal 22 | Bertanya kepada kepala seksi
Anda ingin bertanya apakah kepala seksi akan membawa berkas itu ke ruang rapat. Mana yang tepat?
そのファイルも会議室にお持ちしますか (sono fairu mo kaigishitsu ni o-mochi shimasu ka)
そのファイルも会議室にお持ち申し上げますか (sono fairu mo kaigishitsu ni o-mochi mōshiagemasu ka)
そのファイルも会議室にお持ちになりますか (sono fairu mo kaigishitsu ni o-mochi ni narimasu ka)
そのファイルも会議室にお持ちいたしますか (sono fairu mo kaigishitsu ni o-mochi itashimasu ka)
JawabanC. そのファイルも会議室にお持ちになりますか (sono fairu mo kaigishitsu ni o-mochi ni narimasu ka)
「お持ちする」 adalah kenjōgo I, jadi dengan itu yang ditanyakan justru apakah saya sendiri yang akan membawanya; pada contoh dalam pedoman, kepala seksi pun menjawab 「よろしく頼むよ」 ("tolong ya"). Untuk menanyakan perbuatan kepala seksi dipakai sonkeigo 「お持ちになりますか」. お持ちいたす adalah kenjōgo I sekaligus kenjōgo II, dan お持ち申し上げる juga kenjōgo I — keduanya bentuk untuk perbuatan pihak sendiri.
Soal 23 | Go-zaitaku suru
Dalam pemberitahuan pemeriksaan tertulis 「消防設備等の点検に伺いますが、御在宅する必要はありません。」 ("kami akan datang memeriksa perlengkapan pemadam kebakaran, Anda tidak perlu berada di rumah"). Di mana letak masalahnya?
「点検」 tidak diberi 「御」 sehingga tidak berbentuk bikago
「御在宅する」 adalah bentuk pembentuk kenjōgo I, sehingga tidak dapat dipakai untuk keberadaan lawan di rumah
「伺います」 adalah sonkeigo, sehingga tidak dapat dipakai untuk perbuatan pihak sendiri yang pergi memeriksa
「必要はありません」 tidak berbentuk teineigo melainkan bentuk tegas
JawabanB. 「御在宅する」 adalah bentuk pembentuk kenjōgo I, sehingga tidak dapat dipakai untuk keberadaan lawan di rumah
「ご……する」 adalah bentuk pembentuk kenjōgo I. Di sini keadaannya adalah kita ingin menyatakan sesuatu dengan meninggikan lawan yang berada di rumah, jadi seharusnya dipakai sonkeigo 「御在宅なさる必要…」 atau, lebih ringkas, 「御在宅の必要…」. Adapun 「伺います」 adalah kenjōgo I dan dipakai untuk perbuatan pihak sendiri yang pergi memeriksa, jadi tidak bermasalah.
Soal 24 | Meninggikan pihak ketiga
Anda memberi tahu guru Katō, mantan guru Anda, bahwa Anda akan mengunjungi guru Tanaka yang juga mantan guru Anda. Mana ungkapan yang dapat meninggikan guru Tanaka?
田中先生のところに伺います (Tanaka-sensei no tokoro ni ukagaimasu)
田中先生のところにいらっしゃいます (Tanaka-sensei no tokoro ni irasshaimasu)
田中先生のところに行かせていただきます (Tanaka-sensei no tokoro ni ikasete itadakimasu)
田中先生のところに参ります (Tanaka-sensei no tokoro ni mairimasu)
JawabanA. 田中先生のところに伺います (Tanaka-sensei no tokoro ni ukagaimasu)
参る adalah kenjōgo II dan yang ditinggikannya adalah guru Katō selaku lawan bicara, bukan guru Tanaka yang muncul sebagai pihak ketiga di dalam pembicaraan. Untuk meninggikan guru Tanaka dipakai kenjōgo I 伺う yang meninggikan pihak tujuan. 「(さ)せていただく」 adalah bentuk untuk hal yang dilakukan atas izin dan mendatangkan manfaat, dan tidak berfungsi meninggikan pihak tujuan; sedangkan いらっしゃる adalah sonkeigo sehingga tidak dapat dipakai untuk perbuatan sendiri.
Soal 25 | Go-jisan kudasai
Mana penjelasan pedoman tentang 「御持参ください」 (go-jisan kudasai — mohon dibawa serta) dan 「お申し出ください」 (o-mōshide kudasai — mohon sampaikan permintaan Anda)?
Termasuk nijū keigo karena 「参る」 dan 「申す」 ditumpuk pada 「御」 atau 「お」, sehingga tidak dipakai untuk perbuatan pihak lawan
Termasuk bikago yang memperindah penyebutan suatu hal, sehingga ungkapan itu tidak cocok dipakai pada keadaan resmi
「参る」 dan 「申す」 yang terkandung di dalamnya tidak berfungsi sebagai kenjōgo II, sehingga tidak bermasalah dipakai untuk perbuatan pihak lawan
「参る」 dan 「申す」 yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai kenjōgo II, sehingga tidak dapat dipakai untuk perbuatan pihak lawan
JawabanC. 「参る」 dan 「申す」 yang terkandung di dalamnya tidak berfungsi sebagai kenjōgo II, sehingga tidak bermasalah dipakai untuk perbuatan pihak lawan
参る dan 申す memang keigo yang termasuk kenjōgo II, tetapi 参 dan 申 yang terkandung dalam 「御持参ください」, 「お申し出ください」, dan 「お申し込みください」 tidak lagi memiliki fungsi sebagai kenjōgo II, sehingga tidak bermasalah dipakai untuk perbuatan pihak lawan. Kalau tetap mengganjal, ungkapan itu dapat diganti menjadi 「お持ちください」 dan 「おっしゃってください」, sedangkan 「お申し込みください」 menurut keadaannya dapat diganti dengan 「御応募ください」.
Soal 26 | Mōshitsutaeru
Anda diminta direktur menyampaikan arahan kepada bawahan, lalu menjawab 「そのように申し伝えておきます。」 ("akan saya sampaikan demikian"). Mana penilaian atas ungkapan ini?
「申す」 di sini menyatakan sesuatu secara resmi kepada direktur selaku lawan bicara, jadi tidak bermasalah
「申し伝える」 adalah nijū keigo yang menumpuk dua keigo sehingga tidak boleh dipakai
Harus dibetulkan menjadi bentuk kenjōgo I 「お伝え申し上げます」
Karena 「申す」 akan meninggikan bawahan selaku pihak tujuan, ungkapan ini tidak tepat
JawabanA. 「申す」 di sini menyatakan sesuatu secara resmi kepada direktur selaku lawan bicara, jadi tidak bermasalah
「申し伝えておく」 menyatakan bahwa sesuatu akan disampaikan kepada bawahan, dengan memakai kenjōgo II 申す. Yang ditinggikan kenjōgo II adalah lawan bicara atau pembaca, jadi di sini berarti menyatakannya secara resmi kepada direktur, dan bukan meninggikan bawahan selaku pihak tujuan. Karena itu pemakaiannya tidak bermasalah.
Soal 27 | O pada hal sendiri
Di antara contoh berikut yang memberi 「お」 atau 「御」 pada hal pihak sendiri, mana yang dinyatakan pedoman sebagai salah pakai?
私のお考えでは (watashi no o-kangae de wa — menurut pemikiran saya)
私のお菓子 (watashi no o-kashi — kue saya)
先生をお待ちする (sensei o o-machi suru — menunggu guru)
山田さんに御説明をしたい (Yamada-san ni go-setsumei o shitai — ingin memberi penjelasan kepada Yamada-san)
JawabanA. 私のお考えでは (watashi no o-kangae de wa — menurut pemikiran saya)
Sekalipun perbuatan pihak sendiri, kalau berupa kenjōgo I yang meninggikan pihak tujuan, memberi お atau 御 seperti pada 「お待ちする」 dan 「御説明をしたい」 sama sekali tidak bermasalah; ada pula pemakaian sebagai bikago seperti 「私のお菓子」. Yang menjadi salah pakai adalah ketika perbuatan atau hal pihak sendiri justru ditinggikan, seperti 「私のお考え」 dan 「私の御旅行」, karena itu berarti memakai sonkeigo untuk pihak sendiri.
Soal 28 | Itadaku
Mana penjelasan pedoman tentang hubungan 「御利用いただきましてありがとうございます。」 dan 「御利用くださいまして…」 (keduanya "terima kasih telah menggunakan layanan kami")?
「御利用くださる」 adalah kenjōgo I, sehingga tidak dapat dipakai untuk perbuatan pelanggan
Keduanya nijū keigo yang menumpuk keigo sejenis, sehingga harus dihindari
Yang pertama kenjōgo I dan yang kedua sonkeigo, dan pada keduanya keigo dipakai secara tepat
「御利用いただく」 salah pakai sebagai keigo, karena yang menggunakan adalah pihak lawan
JawabanC. Yang pertama kenjōgo I dan yang kedua sonkeigo, dan pada keduanya keigo dipakai secara tepat
Memang ada perbedaan bahwa 「御利用いただく」 adalah kenjōgo I dan 「御利用くださる」 adalah sonkeigo, tetapi pihak yang harus ditinggikan sama pada keduanya, dan keduanya sama-sama menyatakan kesadaran menerima manfaat, sehingga pada keduanya keigo dipakai secara tepat. 御利用いただく adalah keigo yang menyatakan perbuatan pihak lawan atau pihak ketiga dari sudut pandang pihak sendiri, dan sebagai pemakaian lazim tidak ada masalah khusus.
Soal 29 | Sasete itadaku
Dalam hal apa pola 「(お・ご)……(さ)せていただく」 pada dasarnya dipakai?
Ketika menghargai jerih payah orang yang lebih tinggi kedudukannya
Ketika keputusan sendiri disampaikan kepada lawan
Ketika hal yang dilakukan pihak sendiri dijalankan atas izin pihak lawan atau pihak ketiga, dan karenanya kita menerima manfaat
Pola yang dipakai ketika kita ingin meninggikan orangnya dan menyatakan rasa hormat yang tinggi atas perbuatan pihak lawan atau pihak ketiga
JawabanC. Ketika hal yang dilakukan pihak sendiri dijalankan atas izin pihak lawan atau pihak ketiga, dan karenanya kita menerima manfaat
Pedoman menyatakan bahwa pola ini pada dasarnya dipakai apabila ada kenyataan atau perasaan bahwa (a) hal itu dijalankan atas izin pihak lawan atau pihak ketiga, dan (b) karenanya kita menerima manfaat; serta menyatakan bahwa tepat tidaknya bergantung pada seberapa jauh (a) dan (b) terpenuhi. Meninggikan perbuatan lawan adalah peran sonkeigo.
Soal 30 | Tingkat penerimaan
Di antara contoh 「させていただく」 berikut, mana yang menurut pedoman sesuai dengan pemakaian dasarnya, yaitu izin dan manfaat?
Dalam perkenalan diri: 「私は、○○高校を卒業させていただきました。」 ("saya telah diperkenankan lulus dari SMA ○○")
Sebelum menyalin buku milik lawan: 「コピーを取らせていただけますか。」 ("bolehkah saya diperkenankan membuat salinannya?")
Pada pengumuman tempelan di toko: 「本日、休業させていただきます。」 ("hari ini kami diperkenankan tutup")
Dalam sambutan pesta pernikahan: 「私は、新郎と3年間同じクラスで勉強させていただいた者です。」 ("saya adalah orang yang telah diperkenankan belajar sekelas dengan mempelai pria selama 3 tahun")
JawabanB. Sebelum menyalin buku milik lawan: 「コピーを取らせていただけますか。」 ("bolehkah saya diperkenankan membuat salinannya?")
Contoh penyalinan memenuhi syarat (a) dan (b), yaitu meminta izin lawan dan karenanya menerima manfaat, sehingga dapat dinilai sesuai dengan pemakaian dasarnya. Contoh tutup toko menjadi ungkapan yang agak bertele-tele apabila tidak ada syarat izin, dan 「休業いたします」 lebih baik. Contoh sambutan pernikahan dan contoh kelulusan dinilai tidak tepat apabila dirasakan tidak memenuhi (a) maupun (b).
Soal 31 | Menyebut atasan
Anda memberi tahu orang dari mitra usaha bahwa atasan Anda, Manajer Tanaka, sedang keluar. Mana yang TIDAK tepat?
田中部長はただいま外出しております (Tanaka-buchō wa … — Manajer Tanaka sedang keluar)
田中はただいま外出しております (Tanaka wa tadaima gaishutsu shite orimasu — Tanaka sedang keluar)
部長の田中はただいま外出しております (buchō no Tanaka wa … — Tanaka, manajer kami, sedang keluar)
弊社の部長はただいま外出しております (heisha no buchō wa … — manajer perusahaan kami sedang keluar)
JawabanA. 田中部長はただいま外出しております (Tanaka-buchō wa … — Manajer Tanaka sedang keluar)
Terhadap orang di luar perusahaan, atasan pun termasuk pihak sendiri, jadi memperlakukannya sebagai uchi (ウチ — pihak dalam) dan menyebutnya 「田中」 tidak bermasalah; boleh pula menyebutnya dengan menunjukkan jenjang jabatannya lebih dahulu, 「部長の田中」. Pada keadaan resmi dapat pula dikatakan 「弊社の部長」. 「田中部長」 tidak menjadi sebutan yang memperlakukannya sebagai uchi, jadi tidak tepat.
Soal 32 | Rekan yang tidak ada
Anda memberi tahu orang tua murid yang menelepon bahwa rekan Anda, Guru Tanaka, sedang tidak ada. Mana ungkapan yang berpijak pada kesadaran uchi-soto (ウチ・ソト — pihak dalam dan pihak luar)?
田中はおりません (Tanaka wa orimasen)
田中先生はお出掛けになっています (Tanaka-sensei wa o-dekake ni natte imasu)
田中先生はおりません (Tanaka-sensei wa orimasen)
田中先生はいらっしゃいません (Tanaka-sensei wa irasshaimasen)
JawabanA. 田中はおりません (Tanaka wa orimasen)
Keempat pilihan sama-sama memberitahukan bahwa Tanaka sedang tidak ada; bedanya hanya pada pemakaian sebutan 「先生」 dan pada verbanya. Kalau berpijak pada kesadaran uchi-soto, Guru Tanaka selaku rekan kerja adalah orang uchi sehingga lebih baik disampaikan 「田中はおりません」, karena おります adalah kenjōgo II yang tidak meninggikan Tanaka. Namun pedoman juga menyebutkan bahwa dalam jajak pendapat banyak orang mendukung sebutan 「田中先生」 kepada orang tua murid, dan bahwa menyebutnya dengan nama jabatan 「田中教諭」 menghasilkan ungkapan yang netral. いらっしゃる dan お出掛けになる adalah sonkeigo sehingga akan meninggikan orang sendiri.
Soal 33 | Sambutan direktur
Anda memandu acara yang banyak dihadiri orang luar perusahaan dan hendak mempersilakan sambutan direktur. Mana yang dinyatakan tepat oleh pedoman?
社長からごあいさつを頂きます (shachō kara go-aisatsu o itadakimasu)
社長がごあいさつをなさいます (shachō ga go-aisatsu o nasaimasu)
社長がごあいさつをされます (shachō ga go-aisatsu o saremasu)
社長からごあいさつを申し上げます (shachō kara go-aisatsu o mōshiagemasu)
JawabanD. 社長からごあいさつを申し上げます (shachō kara go-aisatsu o mōshiagemasu)
Pada acara yang banyak dihadiri orang luar, muncul hubungan uchi-soto perusahaan, jadi direktur selaku pihak uchi tidak ditinggikan; yang ditinggikan adalah para hadirin yang mendengarkan sambutan, dengan kenjōgo I, sehingga dipakai 「社長からごあいさつを申し上げます」. Kalau acaranya hanya karyawan sendiri, seperti pesta akhir tahun, boleh memakai keigo yang meninggikan direktur, yaitu 「社長からごあいさつを頂きます」. なさる dan される adalah sonkeigo dan akan meninggikan direktur.
Soal 34 | Atasan dari atasan
Seorang kepala subseksi menyampaikan ucapan kepala seksi kepada manajer. Mana ungkapan yang sejalan dengan teguran kepala seksi, "kepada saya tidak perlu memakai keigo"?
課長は、このようにおっしゃられていました (kachō wa, kono yō ni osshararete imashita)
課長は、このように申しておりました (kachō wa, kono yō ni mōshite orimashita)
課長は、このように言われていました (kachō wa, kono yō ni iwarete imashita)
課長は、このようにおっしゃっていました (kachō wa, kono yō ni osshatte imashita)
JawabanB. 課長は、このように申しておりました (kachō wa, kono yō ni mōshite orimashita)
Dari sudut pandang manajer, kepala seksi tidak dianggap sebagai orang yang perlu ditinggikan, jadi cara berpikir yang sejalan dengan teguran itu adalah tidak meninggikan kepala seksi dan memakai kenjōgo II yang resmi terhadap manajer selaku lawan bicara, yaitu 「申しておりました」. Pedoman juga menunjukkan pandangan yang membenarkan 「おっしゃっていました」 dengan alasan bahwa kalau kepala subseksi meninggikan kepala seksi, manajer yang lebih tinggi pun ikut ditinggikan; dalam hal itu disebutkan pula pertimbangan untuk menahan kadar keigo-nya sampai sebatas 「言われていました」. おっしゃられる adalah nijū keigo (二重敬語).
Soal 35 | Go-kurō-sama
Mana penjelasan pedoman yang benar tentang 「御苦労様」 (go-kurō-sama — terima kasih atas jerih payahnya)?
Karena lebih resmi daripada 「お疲れ様」, sebaiknya dipakai kepada atasan
Karena ungkapan penghargaan atas jerih payah mengalir dari orang yang lebih tinggi ke orang yang lebih rendah, ungkapan ini sebaiknya tidak dipakai kepada orang yang lebih tinggi
Karena menyatakan rasa terima kasih, sebaiknya dipakai ketika kita diajari sesuatu
Ungkapan penghargaan paling santun yang dapat dipakai baik kepada atasan maupun kepada bawahan
JawabanB. Karena ungkapan penghargaan atas jerih payah mengalir dari orang yang lebih tinggi ke orang yang lebih rendah, ungkapan ini sebaiknya tidak dipakai kepada orang yang lebih tinggi
「御苦労様」 pada dasarnya dipakai dengan rasa menghargai jerih payah orang yang telah bekerja demi pihak kita sendiri. Karena penghargaan atas jerih payah mengalir dari orang yang lebih tinggi ke orang yang lebih rendah, ungkapan ini sebaiknya tidak dipakai kepada orang yang lebih tinggi. Kepada atasan yang mengajari pekerjaan, nyatakan terima kasih dengan 「ありがとうございました」, dan kepada atasan yang bekerja bersama kita cukup dikatakan 「お疲れ様でございました」.
Soal 36 | Tondemonai
Anda dipuji manajer lalu menjawab 「とんでもございません。」 (tondemo gozaimasen). Mana penjelasan pedoman tentang ungkapan ini?
Kalau diganti menjadi 「とんでもないことでございます」, maknanya menjadi persis sama
Ungkapan yang menyangkal pujian lawan secara ringan, dan pada masa kini pemakaiannya dalam keadaan seperti itu tidak bermasalah
Karena 「とんでもない」 secara utuh adalah satu kata sifat dan bentuk ini mengubah sebagian darinya, ungkapan ini tidak boleh dipakai pada keadaan apa pun
Karena kenjōgo II, tidak dapat dipakai kepada orang yang lebih tinggi
JawabanB. Ungkapan yang menyangkal pujian lawan secara ringan, dan pada masa kini pemakaiannya dalam keadaan seperti itu tidak bermasalah
Pedoman menyatakan bahwa 「とんでもございません」 untuk menyangkal pujian atau sanjungan secara ringan, pada masa kini tidak bermasalah dipakai dalam keadaan seperti itu. Alasan orang mengatakan sebaiknya jangan dipakai terletak pada kenyataan bahwa 「とんでもない」 secara utuh adalah satu kata sifat; dari sudut pandang itu dipakai bentuk seperti 「とんでもないです」. Namun 「とんでもないことでございます」 pada keadaan dipuji berisiko ditangkap sebagai "pujian Anda itulah yang keterlaluan".
Soal 37 | Anata
Mana penjelasan pedoman yang benar tentang sebutan 「あなた」 (anata — Anda/kamu)?
Tidak boleh dipakai pada keadaan resmi seperti rapat atau wawancara
Sebutan paling santun yang dapat dipakai kepada lawan siapa pun
Sejak asalnya adalah kata untuk orang yang lebih rendah, dan bukan keigo
Pada masa kini umumnya dipakai kepada orang yang setara atau lebih rendah, dan sulit dipakai kepada orang yang lebih tinggi
JawabanD. Pada masa kini umumnya dipakai kepada orang yang setara atau lebih rendah, dan sulit dipakai kepada orang yang lebih tinggi
「あなた」 aslinya adalah keigo dengan kadar hormat yang tinggi, tetapi pada masa kini lazim dipakai kepada orang yang usia atau kedudukannya setara atau lebih rendah, sehingga menjadi sulit dipakai kepada orang yang lebih tinggi. Lawan yang namanya diketahui dipanggil dengan namanya, dan kepada yang namanya tidak diketahui cukup dipakai keigo untuk perbuatannya, seperti 「お考えをお聞かせください」. Karena rasa katanya netral, kata itu justru cukup banyak dipakai dalam rapat dan wawancara ujian, dan tidak bermasalah asalkan kedua pihak memahaminya.
Soal 38 | Menulis alamat penerima
Mana yang dinyatakan pedoman tidak tepat sebagai penulisan alamat penerima surat?
○○中学校 山田一郎様 (SMP ○○, Sdr. Yamada Ichirō)
○○中学校 山田一郎先生御中 (SMP ○○, Guru Yamada Ichirō, ditambah 御中)
○○中学校 御中 (SMP ○○, ditambah 御中)
○○中学校 山田一郎先生 (SMP ○○, Guru Yamada Ichirō)
JawabanB. ○○中学校 山田一郎先生御中 (SMP ○○, Guru Yamada Ichirō, ditambah 御中)
御中 (onchū) adalah keterangan tambahan yang berarti surat ditujukan bukan kepada orang tertentu, melainkan kepada pihak terkait di dalam organisasi atau lembaga itu. Kalau nama orangnya sudah jelas, penambahan itu bertentangan, jadi 「山田一郎先生御中」 tidak tepat dan cukup ditulis 「○○中学校 山田一郎先生」. Menulis 「○○様」 kepada seorang guru bukanlah kesalahan pada dirinya, tetapi dari sudut pandang murid atau orang tuanya, 「○○先生」 lebih tepat.
Soal 39 | Cara meminta tolong
Pada keadaan Anda bukan penanggung jawabnya, Anda meminta tolong rekan kerja mengerjakan sesuatu. Mana ungkapan yang dianjurkan pedoman?
この仕事をしていただきます (kono shigoto o shite itadakimasu — Anda akan mengerjakan pekerjaan ini)
この仕事をしてもらいます (kono shigoto o shite moraimasu — saya minta Anda mengerjakan pekerjaan ini)
この仕事をしていただけますか (kono shigoto o shite itadakemasu ka — bisakah Anda mengerjakan pekerjaan ini?)
JawabanD. この仕事をしていただけますか (kono shigoto o shite itadakemasu ka — bisakah Anda mengerjakan pekerjaan ini?)
Kalau kita bukan penanggung jawabnya, lebih baik memakai ungkapan yang menyerahkan keputusan kepada lawan seperti 「していただけますか」, dan bukan ungkapan yang seolah-olah kita yang memegang hak memutuskan seperti 「していただきます」. 「これお願いできますか」 dan 「お願いしてもいいですか」 juga sejenis. 「させていただく」 adalah bentuk untuk hal yang dilakukan pihak sendiri, jadi tidak cocok untuk keadaan meminta tolong lawan.
Soal 40 | Barang pesanan
Mana sapaan yang tepat kepada pelanggan setelah semua hidangan selesai disajikan?
御注文の品は、そろいましたでしょうか (go-chūmon no shina wa, soroimashita deshō ka)
御注文の品はおそろいでしょうか (… o-soroi deshō ka)
御注文の品はおそろいになりましたでしょうか (… o-soroi ni narimashita deshō ka)
御注文の品はおそろいになられましたでしょうか (… o-soroi ni nararemashita deshō ka)
JawabanA. 御注文の品は、そろいましたでしょうか (go-chūmon no shina wa, soroimashita deshō ka)
「お……になる」 adalah bentuk sonkeigo, jadi 「おそろいになる」 berarti meninggikan benda, yaitu 「御注文の品」. Cukup dikatakan 「御注文の品は、そろいましたでしょうか」 atau 「御注文の品は、以上でよろしいでしょうか」. Yang disinggung pedoman secara langsung adalah 「おそろいになりましたでしょうか」, tetapi 「おそろいです」 pun, kalau dipandang sebagai bentuk umum sonkeigo 「お(ご)……だ」, sama-sama meninggikan barang; sedangkan 「おそろいになられる」 malah menumpuk nijū keigo lagi.
Latihan: kerjakan soal di halaman ini
Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.
* Pembahasan ini merupakan informasi untuk keperluan belajar. Cakupan dan sistem ujian dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara ujian.
Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang