Ruang Belajar Karinoya

Kualifikasi · Lab Lulus Teknisi Informasi Kesehatan

Kerja sama regional dan standar

Soal dan pembahasan dapat dibaca dalam Bahasa Indonesia. Materi kuliah (artikel penjelasan) hanya tersedia dalam bahasa Jepang.

Lihat versi bahasa Jepang (dengan materi kuliah) →

Soal 1 | Kolaborasi medis regional

Manakah tujuan yang paling tepat dari sistem informasi kolaborasi medis regional?

  1. Berbagi informasi klinis pasien antarfasilitas kesehatan di suatu wilayah dan menopang pelayanan medis yang tuntas di tingkat wilayah
  2. Berbagi informasi klinis antara unit pelayanan dan unit administrasi hanya di dalam 1 rumah sakit
  3. Menggunakan informasi klinis pasien untuk iklan dan promosi fasilitas kesehatan
  4. Melakukan perhitungan gaji dan pengelolaan kehadiran pegawai yang bekerja di fasilitas kesehatan
JawabanA. Berbagi informasi klinis pasien antarfasilitas kesehatan di suatu wilayah dan menopang pelayanan medis yang tuntas di tingkat wilayah

Sistem informasi kolaborasi medis regional bertujuan agar rumah sakit dan klinik di suatu wilayah saling merujuk dan berbagi informasi klinis pasien, serta melalui rujukan-rujukan balik dan clinical pathway regional menopang pelayanan medis yang tuntas di tingkat wilayah. Keterhubungan antarunit internal adalah peran sistem informasi rumah sakit, dan perhitungan gaji maupun pemanfaatan untuk iklan bukan tujuannya.

Soal 2 | Arsitektur

Manakah penjelasan yang benar mengenai arsitektur sistem informasi kolaborasi medis regional?

  1. Tipe cloud (terpusat) adalah cara fasilitas-fasilitas saling mengirimkan rekam medis kertas lewat pos
  2. Tipe terdistribusi adalah cara mengumpulkan seluruh data pada 1 pusat data
  3. Tipe terdistribusi adalah cara di mana tiap fasilitas menyimpan datanya dan saling merujuk antarfasilitas saat diperlukan
  4. Tipe terdistribusi dan tipe cloud tidak berbeda dalam cara menyimpan data
JawabanC. Tipe terdistribusi adalah cara di mana tiap fasilitas menyimpan datanya dan saling merujuk antarfasilitas saat diperlukan

Tipe terdistribusi adalah arsitektur di mana tiap fasilitas tetap menyimpan datanya sendiri dan saling merujuk antarfasilitas saat diperlukan. Mengumpulkan informasi pada pusat data adalah tipe cloud (terpusat); keduanya berbeda dalam cara menyimpan data. Pengiriman rekam medis kertas lewat pos keliru sebagai penjelasan arsitektur sistem informasi.

Soal 3 | Jaringan regional

Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai jaringan kolaborasi informasi medis regional?

  1. Mekanisme pertukaran informasi pemesanan saja antara distributor obat dan rumah sakit
  2. Jaringan untuk menghubungkan sesama sistem departemen di dalam satu rumah sakit
  3. Mekanisme agar fasilitas kesehatan peserta dapat saling merujuk informasi klinis pasien yang telah memberikan persetujuan
  4. Mekanisme di mana informasi klinis seluruh warga negara otomatis dibagikan meski tanpa persetujuan pasien
JawabanC. Mekanisme agar fasilitas kesehatan peserta dapat saling merujuk informasi klinis pasien yang telah memberikan persetujuan

Jaringan kolaborasi informasi medis regional diikuti rumah sakit, klinik, apotek, dan fasilitas perawatan lansia di suatu wilayah, memungkinkan saling merujuk informasi klinis pasien yang telah menyetujui, dan berguna untuk rujukan-rujukan balik serta pengurangan pemeriksaan ganda. Koneksi antarunit internal adalah soal konfigurasi sistem rumah sakit; ini bukan mekanisme berbagi tanpa persetujuan, dan pertukaran informasi pemesanan adalah sistem distribusi obat.

Soal 4 | Ciri klinik

Manakah ciri yang paling tepat dari sistem informasi klinik?

  1. Jumlah sistem departemennya lebih banyak daripada rumah sakit dan konfigurasinya rumit
  2. Komputer reseputo tidak dipakai dan penagihan dilakukan dengan tulisan tangan
  3. Selalu ditempatkan beberapa petugas sistem informasi purnawaktu yang menangani operasional dan pemeliharaan harian
  4. Konfigurasi yang umum adalah komputer reseputo dan rekam medis elektronik yang menyatu atau terhubung erat
JawabanD. Konfigurasi yang umum adalah komputer reseputo dan rekam medis elektronik yang menyatu atau terhubung erat

Berbeda dari rumah sakit, klinik memiliki sedikit unit penunjang sehingga sistem departemennya sedikit, dan konfigurasi yang umum adalah komputer reseputo dan rekam medis elektronik yang menyatu atau terhubung erat. Karena sulit menempatkan petugas TI purnawaktu, diperlukan upaya menekan beban pengelolaan; komputer reseputo justru tersebar luas di klinik.

Soal 5 | Nichi-Rese

Organisasi manakah yang mengembangkan dan menyediakan perangkat lunak reseputo standar Asosiasi Medis Jepang (Nichi-Rese)?

  1. Asosiasi Rumah Sakit Jepang
  2. Asosiasi Keperawatan Jepang
  3. Asosiasi Medis Jepang
  4. Asosiasi Apoteker Jepang
JawabanC. Asosiasi Medis Jepang

Perangkat lunak reseputo standar Asosiasi Medis Jepang (Nichi-Rese, ORCA) adalah perangkat lunak komputer reseputo yang dikembangkan dan disediakan Asosiasi Medis Jepang (日本医師会, Nihon Ishikai) dan dipakai luas terutama di klinik. Asosiasi Apoteker Jepang, Asosiasi Keperawatan Jepang, dan Asosiasi Rumah Sakit Jepang bukan pengembang maupun penyedianya.

Soal 6 | Tantangan kolaborasi

Manakah yang disebut sebagai tantangan sistem informasi kolaborasi medis regional?

  1. Biaya komunikasi selalu lebih mahal daripada mengirim surat rujukan kertas lewat pos
  2. Berbagi informasi klinis antarfasilitas dilarang sepenuhnya oleh undang-undang
  3. Semakin banyak fasilitas yang berpartisipasi, operasional pasti semakin mudah
  4. Kesinambungan kegiatan setelah subsidi berakhir dan kedisiplinan operasional para pengguna sistem menjadi tantangan
JawabanD. Kesinambungan kegiatan setelah subsidi berakhir dan kedisiplinan operasional para pengguna sistem menjadi tantangan

Pada sistem informasi kolaborasi medis regional, tantangannya antara lain masalah kesinambungan kegiatan seperti beban biaya operasional setelah subsidi pembangunan berakhir, kedisiplinan operasional pengguna di fasilitas peserta, pemakaian pada perawatan di rumah, dan perluasan lintas wilayah. Berbagi informasi klinis sendiri dilakukan dengan persetujuan dan pengamanan yang patut, tidak dilarang total oleh undang-undang. Bertambahnya fasilitas peserta justru membuat koordinasi lebih rumit.

Soal 7 | Pathway regional

Manakah fungsi yang paling tepat yang dimiliki sistem informasi kolaborasi medis regional?

  1. Fungsi mengelola kontrak asuransi jiwa yang diikuti pasien
  2. Fungsi membuat jadwal dinas pegawai rumah sakit secara otomatis
  3. Fungsi pembuatan surat rujukan, reservasi konsultasi, dan clinical pathway regional
  4. Fungsi mengelola proses produksi obat-obatan
JawabanC. Fungsi pembuatan surat rujukan, reservasi konsultasi, dan clinical pathway regional

Selain saling merujuk informasi klinis, sistem informasi kolaborasi medis regional memiliki fungsi pembuatan dan pengiriman surat rujukan (dokumen penyedia informasi klinis), reservasi konsultasi ke fasilitas mitra, dan clinical pathway regional yang membagikan rencana pelayanan dari fase akut hingga pemulihan dan dokter keluarga. Pembuatan jadwal dinas adalah sistem manajemen keperawatan, sedangkan pengelolaan produksi obat dan kontrak asuransi jiwa bukan fungsi kolaborasi medis.

Soal 8 | Konfirmasi kepesertaan

Manakah penjelasan yang benar mengenai mekanisme konfirmasi kepesertaan asuransi secara daring?

  1. Verifikasi identitas dan kepesertaan dilakukan menggunakan sertifikat elektronik pada cip IC kartu My Number
  2. Konfirmasi dilakukan dengan pasien menyebutkan secara lisan 12 digit nomor My Number di loket fasilitas kesehatan
  3. Informasi kepesertaan diperiksa hanya lewat buku registri yang dikelola sendiri oleh tiap fasilitas kesehatan
  4. Konfirmasi kepesertaan daring tidak dapat digunakan di fasilitas kedokteran gigi dan apotek
JawabanA. Verifikasi identitas dan kepesertaan dilakukan menggunakan sertifikat elektronik pada cip IC kartu My Number

Pada konfirmasi kepesertaan daring, pasien menempelkan kartu My Number pada pembaca kartu berpengenalan wajah, dan verifikasi identitas serta kepesertaan dilakukan lewat sertifikat elektronik pada cip IC. Fasilitas kesehatan tidak menangani 12 digit nomor My Number itu sendiri. Informasi kepesertaan ditanyakan ke sistem konfirmasi kepesertaan daring milik Dana Pembayaran dan Federasi Pusat Asuransi Kesehatan Nasional, dan dipakai di kedokteran umum, gigi, maupun apotek.

Soal 9 | Akses informasi

Melalui mekanisme konfirmasi kepesertaan daring, informasi apakah yang dapat dilihat fasilitas kesehatan dan apotek dengan persetujuan pasien?

  1. Informasi obat dan informasi pemeriksaan kesehatan spesifik pasien
  2. Informasi riwayat pendidikan dan pekerjaan pasien
  3. Informasi jumlah pajak dan penghasilan pasien
  4. Saldo tabungan dan kondisi aset keuangan pasien
JawabanA. Informasi obat dan informasi pemeriksaan kesehatan spesifik pasien

Pada sistem konfirmasi kepesertaan daring, bila pasien menyetujui, fasilitas kesehatan dan apotek dapat melihat informasi obat, informasi pemeriksaan kesehatan spesifik, dan sebagainya, lalu memanfaatkannya untuk pelayanan dan bimbingan minum obat. Saldo tabungan, jumlah pajak, dan riwayat pendidikan bukan objek mekanisme ini serta berada di luar tujuan konfirmasi kepesertaan asuransi dan pemanfaatan untuk pelayanan.

Soal 10 | Surat konfirmasi kepesertaan

Manakah pernyataan yang benar mengenai konfirmasi kepesertaan asuransi kesehatan pada titik waktu 2026?

  1. Surat konfirmasi kepesertaan hanya diberikan kepada orang yang memiliki kartu My Number
  2. Penerapan konfirmasi kepesertaan daring bersifat sukarela bagi fasilitas kesehatan asuransi, bukan kewajiban
  3. Kartu asuransi kesehatan konvensional saat ini masih terus diterbitkan baru
  4. Orang yang tidak memiliki Maina-hokensho diberi surat konfirmasi kepesertaan yang dipakai saat berobat
JawabanD. Orang yang tidak memiliki Maina-hokensho diberi surat konfirmasi kepesertaan yang dipakai saat berobat

Penerbitan baru kartu asuransi kesehatan konvensional berakhir pada bulan 12 tahun 2024; kepada orang yang tidak memiliki Maina-hokensho (kartu My Number yang teregistrasi untuk fungsi kartu asuransi), penyelenggara asuransi menerbitkan surat konfirmasi kepesertaan yang dipakai untuk konfirmasi saat berobat. Konfirmasi kepesertaan daring pada prinsipnya diwajibkan bagi fasilitas kesehatan dan apotek asuransi sejak bulan 4 tahun 2023, bukan sukarela.

Soal 11 | Resep elektronik

Manakah pernyataan yang benar mengenai mekanisme resep elektronik?

  1. Berbasis sistem konfirmasi kepesertaan daring, dan dapat dimanfaatkan untuk pengecekan duplikasi obat dari informasi peresepan-dispensing berbagai fasilitas
  2. Resep elektronik yang diterbitkan dikirimkan ke apotek melalui pos
  3. Dengan diterapkannya resep elektronik, pasien tidak lagi dapat memilih resep kertas
  4. Layanan pengelolaan resep elektronik dibangun dan dijalankan secara terpisah oleh masing-masing prefektur
JawabanA. Berbasis sistem konfirmasi kepesertaan daring, dan dapat dimanfaatkan untuk pengecekan duplikasi obat dari informasi peresepan-dispensing berbagai fasilitas

Resep elektronik adalah mekanisme pertukaran informasi peresepan dan dispensing melalui layanan pengelolaan resep elektronik yang dijalankan Dana Pembayaran dan Federasi Pusat Asuransi Kesehatan Nasional; berbasis sistem konfirmasi kepesertaan daring, informasi peresepan-dispensing terkini lintas fasilitas dapat dipakai memeriksa duplikasi obat dan kontraindikasi kombinasi. Ia tidak dijalankan per prefektur dan tidak dikirim lewat pos; pasien dapat memilih bentuk elektronik atau kertas.

Soal 12 | HPKI

Manakah infrastruktur kunci publik bidang kesehatan-medis-kesejahteraan yang dipakai untuk tanda tangan elektronik dokter saat penerbitan resep elektronik?

  1. HPKI
  2. DWH
  3. PACS
  4. DICOM
JawabanA. HPKI

HPKI (Healthcare PKI) adalah infrastruktur kunci publik bidang kesehatan-medis-kesejahteraan yang dapat membuktikan secara elektronik kualifikasi nasional seperti dokter, dan dipakai antara lain untuk tanda tangan elektronik saat penerbitan resep elektronik. PACS adalah sistem pengelolaan citra medis, DICOM adalah standar citra medis, dan DWH adalah data warehouse — bukan infrastruktur kunci publik pembukti kualifikasi.

Soal 13 | Klasifikasi telemedicine

Dalam klasifikasi telemedicine, manakah bentuk yang menghubungkan langsung dokter dengan pasien?

  1. P to P
  2. D to D
  3. D to P
  4. B to B
JawabanC. D to P

Telemedicine diklasifikasikan menurut pihak yang dihubungkan; D to P adalah bentuk yang menghubungkan langsung dokter (Doctor) dengan pasien (Patient), dengan contoh utama konsultasi daring dan pemantauan jarak jauh. D to D menghubungkan sesama dokter, mencakup pembacaan citra jarak jauh dan patologi jarak jauh. Bentuk yang melalui perawat disebut D to N to P. B to B dan P to P bukan istilah klasifikasi telemedicine.

Soal 14 | Teleradiologi

Manakah penjelasan yang benar mengenai teleradiologi (pembacaan citra jarak jauh)?

  1. Penyelenggara perawatan lansia membuat rencana asuhan sesuai kondisi penggunanya
  2. Citra radiologi dikirim lewat jalur komunikasi dan dokter spesialis di tempat jauh membaca serta mendiagnosisnya
  3. Apotek menerima resep secara elektronik, memeriksa isinya, lalu melakukan peracikan
  4. Pasien mengukur tekanan darah dan berat badan di rumah lalu mencatat hasilnya
JawabanB. Citra radiologi dikirim lewat jalur komunikasi dan dokter spesialis di tempat jauh membaca serta mendiagnosisnya

Teleradiologi adalah telemedicine tipe D to D: citra radiologi seperti CT dan MRI dikirim lewat jalur komunikasi dan dokter spesialis radiologi di tempat jauh membaca serta mendiagnosisnya, mendukung fasilitas yang kekurangan dokter pembaca. Pengukuran tekanan darah di rumah terkait pemantauan jarak jauh, penerimaan resep elektronik adalah resep elektronik, dan pembuatan rencana asuhan adalah soal sistem perawatan lansia.

Soal 15 | Telepatologi

Manakah contoh pemanfaatan telepatologi (diagnosis patologi jarak jauh) yang paling tepat?

  1. Memesan otomatis obat pada saat persediaannya menipis
  2. Dokter patologi mendukung dari tempat jauh melalui citra diagnosis cepat intraoperatif selama operasi
  3. Menampilkan posisi terkini ambulans di atas peta untuk mengelola situasi penugasan
  4. Menampilkan jumlah antrean rawat jalan pada papan pengumuman
JawabanB. Dokter patologi mendukung dari tempat jauh melalui citra diagnosis cepat intraoperatif selama operasi

Telepatologi adalah telemedicine tipe D to D: citra preparat patologi dikirim lewat jalur komunikasi dan dokter patologi di tempat jauh mendiagnosisnya; contoh utamanya pemanfaatan untuk diagnosis cepat intraoperatif di fasilitas tanpa dokter patologi tetap. Penampilan posisi ambulans, pemesanan obat otomatis, dan penampilan jumlah antrean bukan contoh pemanfaatan diagnosis patologi jarak jauh.

Soal 16 | Buku obat elektronik

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai buku catatan obat versi elektronik?

  1. Sistem yang mengelola jam kerja dan jadwal dinas karyawan yang bekerja di apotek
  2. Mekanisme bagi pasien untuk mengelola informasi dispensing dan riwayat minum obatnya sendiri lewat aplikasi telepon pintar dan sejenisnya
  3. Sistem yang dipakai fasilitas kesehatan untuk membandingkan harga grosir obat dan memilih pemasok
  4. Mekanisme untuk membatasi obat yang dapat diresepkan dokter
JawabanB. Mekanisme bagi pasien untuk mengelola informasi dispensing dan riwayat minum obatnya sendiri lewat aplikasi telepon pintar dan sejenisnya

Buku catatan obat versi elektronik (電子版お薬手帳, denshiban okusuri techō) adalah mekanisme bagi pasien untuk mengelola informasi dispensing dan riwayat minum obatnya secara elektronik lewat aplikasi telepon pintar, dapat menghimpun informasi dari banyak apotek dan fasilitas kesehatan, dan menjadi contoh utama PHR. Ia bukan sistem manajemen kepegawaian atau pembandingan harga grosir, dan tidak membatasi hak peresepan dokter.

Soal 17 | Dukungan dispensing

Manakah pernyataan yang benar mengenai sistem terkait peracikan di apotek?

  1. Sistem verifikasi obat serbuk adalah alat untuk mencampur obat injeksi
  2. Sistem verifikasi obat serbuk memadankan apakah obat dan takaran yang ditimbang sesuai dengan resep
  3. Sistem riwayat obat elektronik adalah sistem pengelolaan ketersediaan tempat tidur per bangsal
  4. Mesin pengemas tablet otomatis adalah alat untuk menilai hasil pemeriksaan spesimen
JawabanB. Sistem verifikasi obat serbuk memadankan apakah obat dan takaran yang ditimbang sesuai dengan resep

Sistem verifikasi obat serbuk memadankan, saat peracikan obat serbuk, apakah obat dan takaran yang ditimbang sesuai isi resep sehingga kesalahan peracikan tercegah. Mesin pengemas tablet otomatis mengemas tablet per waktu minum menjadi satu kemasan dan tidak menilai hasil pemeriksaan. Sistem riwayat obat elektronik mengelola catatan bimbingan minum obat, dan pengelolaan tempat tidur adalah fungsi sistem informasi rumah sakit.

Soal 18 | Sistem medical check-up

Manakah ciri yang paling tepat dari sistem pemeriksaan kesehatan (health screening)?

  1. Tidak memiliki fungsi reservasi dan hanya melayani pendaftaran pada hari yang sama
  2. Hasil pemeriksaan tidak disimpan dan dibuang setiap kali selesai dilaporkan
  3. Terspesialisasi untuk merekam dan mengelola perjalanan rawat inap 1 pasien secara kronologis
  4. Melaksanakan butir pemeriksaan yang sama pada banyak peserta serta mendukung penilaian hasil, pembuatan laporan, dan pengelolaan lintas tahun
JawabanD. Melaksanakan butir pemeriksaan yang sama pada banyak peserta serta mendukung penilaian hasil, pembuatan laporan, dan pengelolaan lintas tahun

Pemeriksaan kesehatan berbeda dari pelayanan klinis karena butir pemeriksaan yang sama dilaksanakan pada banyak peserta dalam waktu singkat; sistemnya mendukung mulai reservasi, pelaksanaan, pengelolaan-penilaian hasil, hingga pembuatan laporan, dan pengelolaan hasil lintas tahun serta pemanfaatannya untuk bimbingan lanjutan menjadi penting. Rekam rawat inap adalah ranah sistem informasi rumah sakit, dan penjelasan membuang hasil atau tanpa fungsi reservasi adalah keliru.

Soal 19 | Sistem perawatan lansia

Manakah pernyataan yang benar mengenai sistem informasi bidang perawatan lansia (kaigo)?

  1. Di bidang perawatan lansia, sistem informasi sama sekali tidak digunakan
  2. Sistem pihak penyelenggara asuransi (pemerintah kota) mendukung penetapan tingkat kebutuhan perawatan dan pengelolaan manfaat
  3. Sistem pihak penyedia layanan tidak memiliki fungsi untuk membuat rencana asuhan
  4. Tujuan penagihan imbalan perawatan ditetapkan undang-undang sebagai Badan Pensiun Jepang
JawabanB. Sistem pihak penyelenggara asuransi (pemerintah kota) mendukung penetapan tingkat kebutuhan perawatan dan pengelolaan manfaat

Sistem informasi perawatan lansia terbagi menjadi sisi penyelenggara asuransi dan sisi penyedia layanan; sisi penyelenggara (pemerintah kota) mendukung pengelolaan kepesertaan, penetapan tingkat kebutuhan perawatan, dan pengelolaan manfaat, sedangkan sisi penyedia mendukung pembuatan rencana asuhan dan penagihan imbalan perawatan. Tujuan penagihan imbalan perawatan adalah Federasi Asosiasi Asuransi Kesehatan Nasional, bukan Badan Pensiun Jepang. Pembuatan rencana asuhan adalah fungsi khas sistem penyedia, dan sistemisasi bidang perawatan pun terus maju.

Soal 20 | Pusat laboratorium

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai "pemadanan spesimen dan informasi" yang sangat penting dalam pekerjaan pusat laboratorium (laboratorium kesehatan)?

  1. Menyusun ulang spesimen yang diterima menurut urutan abjad
  2. Mengumumkan hasil pemeriksaan secara luas lewat surat kabar dan sebagainya
  3. Memadankan dengan benar spesimen yang diterima dengan informasi permintaan pemeriksaan menggunakan kode batang dan sejenisnya
  4. Menyeragamkan seluruh peralatan pemeriksaan dengan produk dari pabrikan yang sama
JawabanC. Memadankan dengan benar spesimen yang diterima dengan informasi permintaan pemeriksaan menggunakan kode batang dan sejenisnya

Pusat laboratorium menerima spesimen dari banyak fasilitas kesehatan, sehingga "pemadanan spesimen dan informasi" — memadankan dengan benar spesimen yang diterima dengan informasi permintaan pemeriksaan menggunakan kode batang — menjadi kunci pekerjaannya. Bila pemadanan keliru, hasil pasien lain dapat terlaporkan dan menimbulkan dampak serius. Penyeragaman pabrikan alat, penyusunan ulang spesimen, dan pengumuman hasil tidak berkaitan dengan konsep ini.

Soal 21 | DICOM

Manakah standar yang mengatur citra medis seperti CT dan MRI beserta komunikasinya?

  1. DICOM
  2. SS-MIX2
  3. JLAC10
  4. HL7 FHIR
JawabanA. DICOM

DICOM (Digital Imaging and Communications in Medicine) adalah standar citra medis dan komunikasinya, mengatur koneksi modalitas dengan PACS, media portabel, serta fungsi tampilan standar skala abu-abu (GSDF). SS-MIX2 adalah penyimpanan terstandar informasi klinis, JLAC10 adalah kode butir pemeriksaan laboratorium klinis, dan HL7 FHIR adalah standar pertukaran informasi dengan teknologi Web — bukan standar citra medis.

Soal 22 | HL7 V2

Manakah standar yang luas dipakai untuk keterhubungan sistem informasi rumah sakit dengan sistem departemen, yang mempertukarkan informasi dasar pasien, order, hasil pemeriksaan, dan sebagainya sebagai pesan?

  1. ICD-10
  2. HL7 V2
  3. Kode HOT
  4. DICOM
JawabanB. HL7 V2

HL7 V2 adalah standar pertukaran informasi medis yang mempertukarkan informasi dasar pasien, order, hasil pemeriksaan, dan sebagainya dalam format pesan, dan luas dipakai untuk keterhubungan sistem informasi rumah sakit dengan sistem departemen. DICOM untuk citra medis, ICD-10 untuk klasifikasi penyakit, dan kode HOT adalah kode standar obat — bukan standar pertukaran pesan.

Soal 23 | HL7 FHIR

Manakah ciri HL7 FHIR yang paling tepat?

  1. Standar yang menetapkan karakteristik gradasi perangkat penampil citra medis agar tampilannya seragam antarfasilitas
  2. Sistem kode untuk mengidentifikasi nama dagang dan satuan kemasan obat
  3. Mendefinisikan informasi dalam satuan resource dan mempertukarkannya dengan teknologi Web seperti REST API dan JSON
  4. Standar yang menetapkan cara penyimpanan rekam medis kertas
JawabanC. Mendefinisikan informasi dalam satuan resource dan mempertukarkannya dengan teknologi Web seperti REST API dan JSON

HL7 FHIR (Fast Healthcare Interoperability Resources) mendefinisikan informasi seperti pasien dan hasil pemeriksaan dalam satuan "resource" dan mempertukarkannya dengan teknologi Web seperti REST API dan JSON; karena mudah diimplementasikan adopsinya meluas, dan spesifikasi deskripsi berbasis FHIR juga diadopsi sebagai standar Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang. Gradasi tampilan citra adalah GSDF milik DICOM, dan kode obat adalah penjelasan HOT.

Soal 24 | SS-MIX2

Manakah spesifikasi "penyimpanan terstandar" yang menghimpun informasi klinis seperti resep, hasil pemeriksaan, dan nama penyakit dalam format standar?

  1. SS-MIX2
  2. IHE
  3. DICOM
  4. JLAC10
JawabanA. SS-MIX2

SS-MIX2 adalah spesifikasi penyimpanan terstandar yang menghimpun informasi klinis seperti resep, hasil pemeriksaan, dan nama penyakit dalam format standar seperti pesan HL7; juga didefinisikan penyimpanan perluasan untuk data di luar cakupan standar, dan dimanfaatkan untuk keterhubungan antarfasilitas serta cadangan saat bencana. DICOM adalah standar citra medis, IHE adalah inisiatif yang menetapkan cara memakai standar yang ada, dan JLAC10 adalah kode butir pemeriksaan laboratorium klinis.

Soal 25 | ICD-10

Manakah penjelasan yang benar mengenai ICD-10?

  1. Klasifikasi penyakit internasional yang ditetapkan WHO; di Jepang dipakai sebagai landasan master nama penyakit standar untuk pengodean nama penyakit
  2. Kode yang dipakai di dalam negeri Jepang untuk mengklasifikasikan butir pemeriksaan laboratorium klinis
  3. Metode untuk mengompres, menyimpan, dan mengomunikasikan citra medis
  4. Sistem kode yang luas dipakai di Jepang untuk mengidentifikasi nama dagang dan satuan kemasan obat
JawabanA. Klasifikasi penyakit internasional yang ditetapkan WHO; di Jepang dipakai sebagai landasan master nama penyakit standar untuk pengodean nama penyakit

ICD-10 adalah edisi ke-10 klasifikasi penyakit internasional yang ditetapkan WHO, sistem kode untuk mengklasifikasikan penyakit dan sebab kematian. Di Jepang dipakai sebagai master nama penyakit standar yang terpetakan ke ICD10 untuk standardisasi kode nama penyakit, dan terkait pula dengan statistik serta DPC. Ia bukan metode kompresi citra; klasifikasi butir pemeriksaan adalah peran JLAC10 dan identifikasi obat adalah peran kode HOT.

Soal 26 | JLAC10

Manakah kode yang mengklasifikasikan butir pemeriksaan laboratorium klinis secara sistematis?

  1. JLAC10
  2. Kode HOT
  3. DICOM
  4. ICD-10
JawabanA. JLAC10

JLAC10 adalah kode klasifikasi butir pemeriksaan laboratorium klinis yang ditetapkan Perhimpunan Kedokteran Laboratorium Klinis Jepang; ia mengidentifikasi butir pemeriksaan secara sistematis dan memungkinkan pertukaran serta perbandingan hasil antarfasilitas. Kode HOT adalah kode standar pengidentifikasi obat, ICD-10 adalah klasifikasi penyakit, dan DICOM adalah standar citra medis — bukan kode butir pemeriksaan laboratorium.

Soal 27 | Kode HOT

Manakah kode master standar untuk mengidentifikasi obat-obatan?

  1. Kode HOT
  2. JLAC10
  3. IHE
  4. SS-MIX2
JawabanA. Kode HOT

Kode HOT adalah kode master obat standar yang dapat mengidentifikasi obat secara unik pada tingkat nama dagang dan satuan kemasan, dipakai untuk keterhubungan informasi obat antarsistem. JLAC10 adalah kode klasifikasi butir pemeriksaan laboratorium, SS-MIX2 adalah spesifikasi penyimpanan terstandar informasi klinis, dan IHE adalah inisiatif yang menetapkan cara mengoperasikan standar yang ada — bukan kode pengidentifikasi obat.

Soal 28 | IHE

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai IHE (Integrating the Healthcare Enterprise)?

  1. Inisiatif yang mendefinisikan cara memakai standar-standar yang sudah ada sebagai profil integrasi per skenario pekerjaan
  2. Organisasi internasional yang mengembangkan sendiri standar komunikasi baru pengganti DICOM dan HL7
  3. Lembaga untuk menentukan harga obat-obatan secara internasional
  4. Standar untuk menyeragamkan desain tampilan layar rekam medis elektronik
JawabanA. Inisiatif yang mendefinisikan cara memakai standar-standar yang sudah ada sebagai profil integrasi per skenario pekerjaan

IHE bukan membuat standar baru, melainkan inisiatif internasional yang mendefinisikan bagaimana standar yang ada seperti DICOM dan HL7 dikombinasikan pemakaiannya, per skenario pekerjaan, sebagai profil integrasi, lalu menerbitkannya sebagai technical framework. Ia bukan organisasi pengembang standar komunikasi sendiri, bukan lembaga penentu harga obat, dan bukan standar desain tampilan.

Soal 29 | Standar Kemenkes Jepang

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai standar Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang?

  1. Standar yang hanya dipakai di luar negeri dan tidak digunakan di fasilitas kesehatan Jepang
  2. Daftar yang menjajarkan nama-nama produk yang dijual perusahaan swasta
  3. Sebutan kolektif untuk aturan internal yang ditetapkan sendiri oleh tiap fasilitas kesehatan, yang isinya sangat berbeda antarfasilitas
  4. Kumpulan standar yang ditetapkan negara untuk standardisasi informasi medis, mencakup SS-MIX2, DICOM, master nama penyakit standar, JLAC10, dan lainnya
JawabanD. Kumpulan standar yang ditetapkan negara untuk standardisasi informasi medis, mencakup SS-MIX2, DICOM, master nama penyakit standar, JLAC10, dan lainnya

Standar Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang (厚生労働省標準規格) adalah kumpulan standar yang ditetapkan negara untuk memajukan standardisasi informasi medis, dipilih antara lain dari standar yang diadopsi Dewan Promosi Standardisasi Informasi Medis (HELICS). Selain SS-MIX2, DICOM, master nama penyakit standar terpetakan ICD10, JLAC10, dan kode HOT, spesifikasi deskripsi berbasis HL7 FHIR juga diadopsi. Ia bukan aturan internal atau daftar produk, dan dipakai dalam pertukaran informasi medis di Jepang.

Soal 30 | Padanan standar

Manakah pasangan standar atau kode standar dengan objeknya yang benar?

  1. Kode sistem pemrosesan elektronik reseputo — kode tindakan medis, obat, dan sebagainya yang dipakai untuk klaim remunerasi layanan medis
  2. JLAC10 — sistem kode untuk mengidentifikasi nama dagang dan satuan kemasan obat
  3. SS-MIX2 — standar untuk penyimpanan dan komunikasi citra medis
  4. DICOM — kode standar domestik yang dipakai untuk mengklasifikasikan butir pemeriksaan laboratorium klinis
JawabanA. Kode sistem pemrosesan elektronik reseputo — kode tindakan medis, obat, dan sebagainya yang dipakai untuk klaim remunerasi layanan medis

Kode sistem pemrosesan elektronik reseputo adalah kode tindakan medis, obat, dan alat kesehatan tertentu yang dipakai untuk penagihan elektronik reseputo, sehingga pasangannya benar. Objek DICOM adalah citra medis beserta komunikasinya, SS-MIX2 adalah penyimpanan terstandar informasi klinis, dan JLAC10 adalah kode klasifikasi butir pemeriksaan laboratorium — masing-masing objeknya tertukar.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Pembahasan ini merupakan informasi untuk keperluan belajar. Cakupan dan sistem ujian dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara ujian.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang