Ruang Belajar Karinoya

Kualifikasi · Lab Lulus Teknisi Informasi Kesehatan

Implementasi dan operasional sistem

Soal dan pembahasan dapat dibaca dalam Bahasa Indonesia. Materi kuliah (artikel penjelasan) hanya tersedia dalam bahasa Jepang.

Lihat versi bahasa Jepang (dengan materi kuliah) →

Soal 1 | Siklus hidup

Manakah penjelasan yang benar mengenai siklus hidup sistem informasi?

  1. Merujuk pada rangkaian alur dari perencanaan-pengadaan, implementasi, operasional, evaluasi, hingga pembaruan periode berikutnya
  2. Sekali sistem diterapkan, setelah itu tidak perlu diperbarui lagi
  3. Siklus hidup adalah istilah yang hanya merujuk pada umur pakai perangkat keras
  4. Hasil evaluasi selama pengoperasian tidak perlu dicerminkan pada perencanaan sistem periode berikutnya
JawabanA. Merujuk pada rangkaian alur dari perencanaan-pengadaan, implementasi, operasional, evaluasi, hingga pembaruan periode berikutnya

Sistem informasi memiliki siklus hidup: perencanaan-pengadaan → implementasi → operasional → evaluasi → pembaruan periode berikutnya, dan penting mencerminkan hasil evaluasi selama operasional pada perencanaan sistem berikutnya. Sistem bukan selesai setelah sekali diterapkan, dan siklus hidup bukan istilah yang hanya berarti umur pakai perangkat keras. Pilihan yang tidak mencerminkan evaluasi juga bertentangan dengan konsep siklus hidup.

Soal 2 | RFI dan RFP

Manakah penjelasan yang benar mengenai RFP (permintaan proposal)?

  1. Dokumen untuk meminta vendor menyediakan informasi mengenai produk dan teknologi
  2. Dokumen desain rinci yang dibuat vendor setelah kontrak ditandatangani
  3. Dokumen dari vendor kepada fasilitas kesehatan yang hanya menyajikan nilai penawaran harga
  4. Dokumen berisi persyaratan kebutuhan dari fasilitas kesehatan yang meminta vendor menyerahkan proposal
JawabanD. Dokumen berisi persyaratan kebutuhan dari fasilitas kesehatan yang meminta vendor menyerahkan proposal

RFP (Request for Proposal) adalah dokumen dari fasilitas kesehatan yang memaparkan persyaratan kebutuhan dan kondisi pengadaan, lalu meminta vendor menyerahkan proposal. Dokumen yang meminta informasi produk dan teknologi adalah RFI (Request for Information), yang dipakai sebelum persyaratan dimatangkan. Penyajian penawaran harga semata atau desain rinci pascakontrak bukanlah RFP.

Soal 3 | Prosedur pengadaan

Manakah urutan kronologis yang benar dalam prosedur pengadaan sistem informasi rumah sakit?

  1. Menerbitkan RFP → memperjelas persyaratan pengadaan → membuat kriteria evaluasi vendor → memilih vendor dan berkontrak
  2. Memilih vendor dan berkontrak → menerbitkan RFP → memperjelas persyaratan pengadaan → membuat kriteria evaluasi vendor
  3. Membuat kriteria evaluasi vendor → memilih vendor dan berkontrak → menerbitkan RFP → memperjelas persyaratan pengadaan
  4. Memperjelas persyaratan pengadaan → membuat kriteria evaluasi vendor → menerbitkan RFP → memilih vendor dan berkontrak
JawabanD. Memperjelas persyaratan pengadaan → membuat kriteria evaluasi vendor → menerbitkan RFP → memilih vendor dan berkontrak

Pengadaan dimulai dengan memperjelas persyaratan, mengkaji cara pelaksanaan pengadaan dan membuat kriteria evaluasi vendor, lalu menyusun dan menerbitkan RFP, mengevaluasi proposal, hingga memilih vendor dan berkontrak. Urutan yang menerbitkan RFP sebelum persyaratan jelas, atau menempatkan kontrak di awal, tidak mungkin. Poin pentingnya: kriteria evaluasi disiapkan sebelum RFP diterbitkan.

Soal 4 | Spesifikasi kebutuhan

Manakah penjelasan yang benar mengenai dokumen spesifikasi kebutuhan?

  1. Dokumen yang memuat kode sumber program apa adanya
  2. Dokumen dari fasilitas kesehatan yang memperjelas persyaratan kebutuhan yang ingin diwujudkan dan menyampaikannya kepada vendor
  3. Dokumen yang menetapkan prosedur penanganan gangguan yang terjadi setelah sistem beroperasi
  4. Laporan penyelesaian yang diserahkan vendor kepada fasilitas kesehatan saat sistem diserahterimakan
JawabanB. Dokumen dari fasilitas kesehatan yang memperjelas persyaratan kebutuhan yang ingin diwujudkan dan menyampaikannya kepada vendor

Dokumen spesifikasi kebutuhan adalah dokumen pihak fasilitas kesehatan yang memperjelas persyaratan yang dituntut dari sistem dan menyampaikannya kepada vendor saat pengadaan; memuat persyaratan dasar, persyaratan teknis perangkat keras-perangkat lunak, persyaratan koneksi antarsistem, dan sebagainya. Laporan penyelesaian saat serah terima, kode sumber, dan prosedur penanganan gangguan bukan dokumen spesifikasi kebutuhan.

Soal 5 | Pemilihan vendor

Manakah tindakan yang paling tepat agar pemilihan vendor dilakukan secara adil dan objektif?

  1. Membuat kriteria evaluasi vendor sebelum RFP diterbitkan, lalu membandingkan proposal berdasarkan kriteria itu
  2. Menyampaikan persyaratan yang lebih rinci daripada RFP hanya kepada vendor tertentu untuk diajukan proposalnya
  3. Tidak melakukan evaluasi dan selalu memilih vendor dengan penawaran harga termurah
  4. Membuat kriteria evaluasi setelah proposal semua vendor terkumpul, dengan menyesuaikan pada isinya
JawabanA. Membuat kriteria evaluasi vendor sebelum RFP diterbitkan, lalu membandingkan proposal berdasarkan kriteria itu

Dengan menyiapkan kriteria evaluasi sebelum RFP diterbitkan, isi proposal dapat dibandingkan secara adil dan objektif dengan tolok ukur yang sama. Membuat kriteria setelah melihat proposal cenderung menghasilkan evaluasi sekehendak hati. Memilih hanya berdasarkan harga mengabaikan evaluasi fungsi dan dukungan pemeliharaan, dan memberi informasi hanya kepada vendor tertentu merusak keadilan, sehingga tidak pantas.

Soal 6 | Bentuk kontrak

Manakah penjelasan yang benar mengenai bentuk pengadaan peralatan?

  1. Pada leasing, fasilitas kesehatan membeli peralatan secara langsung dan membukukannya sebagai aset sendiri
  2. Peralatan yang dibeli tidak memiliki risiko keusangan akibat kemajuan teknologi
  3. Leasing berasumsi pemakaian jangka panjang dan pada prinsipnya tidak dapat dibatalkan di tengah jalan
  4. Rental berasumsi pemakaian jangka panjang dan pada prinsipnya tidak dapat dibatalkan di tengah jalan
JawabanC. Leasing berasumsi pemakaian jangka panjang dan pada prinsipnya tidak dapat dibatalkan di tengah jalan

Leasing adalah bentuk meminjam peralatan yang dibeli perusahaan leasing untuk jangka panjang dan pada prinsipnya tidak dapat dibatalkan di tengah jalan. Rental ditujukan untuk pemakaian jangka pendek dan dapat dibatalkan di tengah jalan — itulah bedanya dari leasing. Pada leasing, yang membeli dan membukukan peralatan sebagai aset adalah perusahaan leasing, bukan fasilitas kesehatan. Pembelian menjadikan alat aset sendiri, tetapi risiko keusangan akibat kemajuan teknologi tak terhindarkan.

Soal 7 | Alih daya dan penyaluran

Manakah penjelasan yang benar mengenai perbedaan alih daya pekerjaan (outsourcing) dan penyaluran tenaga kerja?

  1. Pada alih daya pekerjaan, fasilitas kesehatan sebagai pemesan memberi perintah langsung kepada tiap pekerja pihak penerima pekerjaan
  2. Pada alih daya, penerima pekerjaan menjalankan tugas di bawah komandonya sendiri; pada penyaluran tenaga kerja, pihak penerima penyaluranlah yang memberi komando
  3. Keduanya tidak berbeda dalam hak komando; hanya nama kontraknya yang berbeda
  4. Pada penyaluran tenaga kerja, perusahaan penyalur yang memberi perintah atas pekerjaan sehari-hari di tempat penerima
JawabanB. Pada alih daya, penerima pekerjaan menjalankan tugas di bawah komandonya sendiri; pada penyaluran tenaga kerja, pihak penerima penyaluranlah yang memberi komando

Alih daya pekerjaan adalah kontrak di mana penerima pekerjaan menjalankan tugas dengan tanggung jawab dan komandonya sendiri; fasilitas kesehatan sebagai pemesan tidak boleh memberi perintah langsung kepada pekerjanya. Pada penyaluran tenaga kerja, fasilitas kesehatan penerima penyaluranlah yang memberi komando kepada pekerja tersalur. Letak hak komando adalah perbedaan hakiki keduanya, bukan sekadar perbedaan nama.

Soal 8 | Kontrak pemeliharaan

Manakah yang paling tepat sebagai objek kontrak pemeliharaan perangkat lunak?

  1. Penggantian dan perbaikan komponen server yang rusak
  2. Pemasangan kabel dan pekerjaan pengkabelan LAN rumah sakit
  3. Pekerjaan pemindahan terminal karena perubahan lokasi penempatan
  4. Penanganan perbaikan atas cacat yang ditemukan setelah sistem beroperasi
JawabanD. Penanganan perbaikan atas cacat yang ditemukan setelah sistem beroperasi

Pemeliharaan perangkat lunak mencakup perbaikan cacat (bug) yang ditemukan setelah sistem beroperasi dan penanganan modifikasi program. Penggantian dan perbaikan komponen server adalah objek pemeliharaan perangkat keras. Pemasangan kabel LAN dan pemindahan terminal adalah pekerjaan konstruksi dan bukan lingkup kontrak pemeliharaan perangkat lunak.

Soal 9 | Persyaratan koneksi

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai persyaratan koneksi antarsistem yang dicantumkan dalam dokumen spesifikasi kebutuhan?

  1. Rincian koneksi cukup diputuskan setelah sistem beroperasi, sehingga tidak perlu dicantumkan dalam dokumen spesifikasi kebutuhan
  2. Persyaratan koneksi ditentukan bebas oleh tiap vendor dan fasilitas kesehatan tidak ikut campur
  3. Mencantumkan dengan jelas sistem yang akan dihubungkan, informasi yang dipertukarkan, dan metode koneksi termasuk penggunaan standar
  4. Bila produk berasal dari vendor yang sama, persyaratan koneksi tidak perlu dicantumkan
JawabanC. Mencantumkan dengan jelas sistem yang akan dihubungkan, informasi yang dipertukarkan, dan metode koneksi termasuk penggunaan standar

Untuk menghubungkan beberapa sistem seperti rekam medis elektronik dan sistem departemen, perlu dicantumkan jelas dalam dokumen spesifikasi kebutuhan: sistem yang dihubungkan, jenis informasi yang dipertukarkan, dan metode koneksi (termasuk penggunaan standar), serta memperjelas lingkup tanggung jawab. Menundanya hingga setelah beroperasi, menyerahkannya kepada vendor, atau menganggapnya tak perlu bila vendornya sama akan mengundang kegagalan koneksi dan kaburnya tanggung jawab.

Soal 10 | CIO medis

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai strategi implementasi sistem informasi rumah sakit?

  1. Tujuan implementasi sistem terbatas pada efisiensi pekerjaan administratif
  2. Strategi implementasi, sekali diputuskan, dianggap tidak memerlukan evaluasi dan peninjauan ulang
  3. Penyusunan strategi implementasi dilakukan oleh bagian TI saja; jajaran manajemen dan unit pelayanan sebaiknya tidak dilibatkan
  4. Strategi implementasi disusun berdasarkan strategi manajemen rumah sakit, dan CIO medis memegang peran sentral dalam mendorong strategi informatisasi
JawabanD. Strategi implementasi disusun berdasarkan strategi manajemen rumah sakit, dan CIO medis memegang peran sentral dalam mendorong strategi informatisasi

Implementasi sistem informasi rumah sakit adalah bagian dari strategi informatisasi yang berlandaskan strategi manajemen; keterlibatan jajaran manajemen dan pembentukan konsensus menuju implementasi mutlak diperlukan, dan chief information officer bidang medis (CIO medis) memegang pusat penyusunan serta pendorongannya. Keputusan oleh bagian TI saja kehilangan konsensus. Tujuan implementasi kian beragam — peningkatan mutu pelayanan, kolaborasi, dan lainnya — dan strategi terus dievaluasi serta ditinjau ulang.

Soal 11 | Pembuatan master

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai pembuatan data master saat implementasi?

  1. Pembuatan master cukup dimulai setelah sistem mulai dipakai (service-in)
  2. Master obat, nama penyakit, dan sebagainya disiapkan vendor dalam bentuk standar sehingga fasilitas kesehatan tidak perlu terlibat sama sekali
  3. Master obat, nama penyakit, butir pemeriksaan, dan sebagainya banyak bergantung pada operasional internal, sehingga keterlibatan pihak fasilitas kesehatan mutlak diperlukan
  4. Master yang sudah sekali dibuat tidak memerlukan peninjauan atau pembaruan selanjutnya
JawabanC. Master obat, nama penyakit, butir pemeriksaan, dan sebagainya banyak bergantung pada operasional internal, sehingga keterlibatan pihak fasilitas kesehatan mutlak diperlukan

Master obat, nama penyakit, butir pemeriksaan, pengguna, dan sebagainya banyak bergantung pada kondisi internal seperti obat yang diadopsi dan aturan operasional, sehingga fasilitas kesehatan harus terlibat aktif menyiapkannya. Ia tidak dapat diserahkan kepada vendor, dan tanpa disiapkan sebelum go-live sistem tidak bekerja benar. Master juga memerlukan pengelolaan berkelanjutan setelah beroperasi, misalnya mengikuti revisi harga obat.

Soal 12 | Urutan implementasi

Manakah urutan pekerjaan yang benar dari fase implementasi hingga service-in?

  1. Pembuatan master → perincian operasional dan spesifikasi → serah terima (inspeksi) → uji operasional (gladi resik)
  2. Perincian operasional dan spesifikasi → pembuatan master → uji operasional (gladi resik) → serah terima (inspeksi)
  3. Serah terima (inspeksi) → perincian operasional dan spesifikasi → pembuatan master → uji operasional (gladi resik)
  4. Uji operasional (gladi resik) → perincian operasional dan spesifikasi → serah terima (inspeksi) → pembuatan master
JawabanB. Perincian operasional dan spesifikasi → pembuatan master → uji operasional (gladi resik) → serah terima (inspeksi)

Fase implementasi berjalan melalui perincian operasional dan spesifikasi, pengembangan-penyetelan-pembangunan sistem, pembuatan master, uji sistem, migrasi data, dan pelatihan pengguna, lalu sebelum go-live dilakukan uji operasional (gladi resik), dan setelah serah terima (inspeksi) barulah service-in. Urutan yang menempatkan inspeksi atau gladi resik sebelum perincian spesifikasi dan pembuatan master tidak masuk akal.

Soal 13 | Migrasi data

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai migrasi data dari sistem lama ke sistem baru?

  1. Menentukan cakupan objek migrasi, lalu memverifikasi apakah data telah terpindah dengan benar setelah migrasi
  2. Migrasi data boleh dilakukan perlahan setelah service-in sehingga perencanaan sebelum go-live tidak diperlukan
  3. Verifikasi data hasil migrasi tidak diperlukan
  4. Seluruh data sistem lama dimusnahkan dan tidak dipindahkan ke sistem baru
JawabanA. Menentukan cakupan objek migrasi, lalu memverifikasi apakah data telah terpindah dengan benar setelah migrasi

Pada migrasi data, penting untuk menentukan cakupan mana dari informasi dasar pasien dan data klinis yang akan dimigrasikan, mengkaji metode migrasi, melaksanakannya, lalu memverifikasi bahwa data terpindah dengan benar. Demi kesinambungan pelayanan, migrasi harus direncanakan sebelum go-live; melewatkan verifikasi atau memusnahkan data klinis tanpa memindahkannya adalah penanganan yang tidak pantas.

Soal 14 | Serah terima

Manakah penjelasan yang benar mengenai serah terima (inspeksi penerimaan)?

  1. Menganalisis penyebab gangguan yang terjadi setelah sistem beroperasi
  2. Vendor melaksanakan uji unit program di dalam perusahaannya sendiri untuk memastikan mutu operasinya
  3. Pihak fasilitas kesehatan memastikan sistem yang diserahkan beroperasi sesuai spesifikasi kebutuhan lalu menerimanya
  4. Fasilitas kesehatan menyelenggarakan pelatihan pengoperasian sistem bagi para pegawai
JawabanC. Pihak fasilitas kesehatan memastikan sistem yang diserahkan beroperasi sesuai spesifikasi kebutuhan lalu menerimanya

Serah terima adalah tindakan pihak fasilitas kesehatan selaku pemesan memastikan bahwa sistem yang diserahkan beroperasi sesuai spesifikasi kebutuhan lalu menerimanya; dengan inspeksi ini penyerahan dinyatakan selesai. Uji unit internal vendor adalah bagian pengujian sistem, pelatihan pengoperasian adalah pendidikan pengguna, dan analisis penyebab gangguan adalah kegiatan fase operasional — semuanya bukan serah terima.

Soal 15 | Gladi resik

Manakah tujuan yang paling tepat dari uji operasional (gladi resik)?

  1. Vendor memperkirakan jam kerja dan biaya yang diperlukan untuk pengembangan
  2. Mengukur kapasitas pendinginan perangkat tata udara yang dipasang di ruang server
  3. Menggunakan sistem secara menyeluruh mengikuti alur kerja yang sesungguhnya untuk menemukan masalah operasional sebelum go-live
  4. Memeriksa dengan mata 1 baris demi 1 baris apakah kode sumber program yang dikembangkan bebas dari kesalahan
JawabanC. Menggunakan sistem secara menyeluruh mengikuti alur kerja yang sesungguhnya untuk menemukan masalah operasional sebelum go-live

Uji operasional (gladi resik) dilakukan dengan memakai sistem seperti kondisi sesungguhnya mengikuti alur kerja nyata dari pendaftaran, konsultasi, pemeriksaan, hingga pembayaran, guna menemukan masalah operasional sebelum go-live. Pemeriksaan kode sumber adalah pengujian pihak pengembang, perkiraan jam kerja adalah pekerjaan tahap pengadaan-kontrak, dan pengukuran kapasitas tata udara adalah urusan fasilitas — bukan tujuan uji operasional.

Soal 16 | Pembentukan konsensus

Manakah tujuan yang paling tepat dari pembentukan kelompok kerja (working group) beranggotakan pegawai lapangan saat implementasi sistem?

  1. Untuk merinci operasional dan spesifikasi per unit serta membangun konsensus di dalam rumah sakit
  2. Untuk meniadakan prosedur pengambilan keputusan oleh jajaran manajemen
  3. Untuk mengurangi personel bagian TI dan menekan biaya
  4. Untuk merahasiakan nilai kontrak dengan vendor dari pegawai lain di rumah sakit
JawabanA. Untuk merinci operasional dan spesifikasi per unit serta membangun konsensus di dalam rumah sakit

Kelompok kerja dibentuk dengan keikutsertaan perwakilan lapangan seperti dokter, perawat, teknisi, dan staf administrasi untuk merinci operasional dan spesifikasi per unit, menyelaraskan permintaan, dan membangun konsensus internal. Tujuannya bukan merahasiakan nilai kontrak, bukan menggantikan pengambilan keputusan jajaran manajemen (komite dan sebagainya), dan bukan sarana pengurangan personel.

Soal 17 | Struktur vendor

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai struktur tim pihak vendor dalam proyek implementasi?

  1. Penanggung jawab pihak vendor boleh tidak ditetapkan bahkan setelah kontrak ditandatangani
  2. Di pihak vendor tidak dibentuk struktur proyek dan 1 orang tenaga penjualan menangani seluruh tahapan sendirian
  3. Struktur pihak vendor adalah informasi internal perusahaan dan tidak boleh diberitahukan kepada fasilitas kesehatan
  4. Dibentuk struktur yang berpusat pada manajer proyek dan terdiri atas penanggung jawab desain, pengembangan, dukungan implementasi, dan sebagainya
JawabanD. Dibentuk struktur yang berpusat pada manajer proyek dan terdiri atas penanggung jawab desain, pengembangan, dukungan implementasi, dan sebagainya

Di pihak vendor dibentuk struktur proyek berpusat pada manajer proyek yang terdiri atas penanggung jawab desain, pengembangan, dan dukungan implementasi, yang berkoordinasi berpasangan dengan struktur pihak fasilitas kesehatan. Bukan 1 orang tenaga penjualan yang menangani semua tahapan. Struktur ini ditunjukkan kepada fasilitas kesehatan lewat proposal, dan penanggung jawab perlu ditetapkan agar jalur koordinasi jelas.

Soal 18 | Koordinasi antarorganisasi

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai koordinasi pada implementasi sistem informasi rumah sakit yang melibatkan banyak vendor?

  1. Selain koordinasi antarorganisasi di dalam fasilitas kesehatan dan antara fasilitas dengan vendor, mekanisme koordinasi antarvendor disiapkan sejak awal
  2. Koordinasi pada prinsipnya dilakukan hanya secara lisan tanpa didokumentasikan
  3. Sesama vendor sistem departemen tidak boleh saling berbagi spesifikasi koneksi
  4. Koordinasi antarvendor disepakati tidak dilakukan oleh vendor mana pun, dan penanganan dipikirkan setelah masalah terjadi
JawabanA. Selain koordinasi antarorganisasi di dalam fasilitas kesehatan dan antara fasilitas dengan vendor, mekanisme koordinasi antarvendor disiapkan sejak awal

Pada implementasi yang melibatkan banyak vendor seperti rekam medis elektronik dan sistem departemen, penting menyiapkan sejak awal mekanisme seperti forum rapat untuk koordinasi antarvendor, di samping koordinasi antarorganisasi internal dan antara fasilitas dengan vendor. Penanganan dadakan setelah masalah muncul atau tidak berbagi spesifikasi koneksi akan mengundang kegagalan koneksi. Hasil koordinasi dicatat dan dibagikan.

Soal 19 | Pendampingan pasca go-live

Manakah penanganan yang paling tepat segera setelah service-in?

  1. Selama periode tepat setelah go-live, laporan dari lapangan diputuskan tidak ditanggapi meskipun terjadi gangguan
  2. Untuk menghindari kekacauan, akun seluruh pegawai dihentikan sementara
  3. Data sistem lama segera dihapus seluruhnya bersamaan dengan go-live
  4. Petugas vendor dan bagian TI mendampingi di lapangan dan menanggapi segera pertanyaan serta ketidakberesan
JawabanD. Petugas vendor dan bagian TI mendampingi di lapangan dan menanggapi segera pertanyaan serta ketidakberesan

Segera setelah service-in, pertanyaan pengoperasian dan ketidakberesan mudah menumpuk, sehingga petugas vendor dan bagian TI mendampingi di lapangan dan menanggapi segera (pendampingan pasca-go-live). Tidak menanggapi gangguan, menghentikan akun tepat setelah go-live, atau langsung menghapus data sistem lama akan merugikan kesinambungan pelayanan dan pelestarian data, sehingga tidak pantas.

Soal 20 | Tujuan implementasi

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai tujuan implementasi sistem informasi rumah sakit?

  1. Tujuan implementasi sistem tidak perlu diperjelas sebelum penyusunan spesifikasi kebutuhan
  2. Tujuan implementasi sistem hanyalah agar klaim remunerasi layanan medis dapat dilakukan dengan cepat
  3. Tujuan implementasi sistem adalah menambah beban kerja bagian TI dan memperbesar strukturnya
  4. Selain efisiensi pekerjaan, tujuan implementasi kian beragam seperti peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan serta kolaborasi regional
JawabanD. Selain efisiensi pekerjaan, tujuan implementasi kian beragam seperti peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan serta kolaborasi regional

Tujuan implementasi sistem informasi rumah sakit tidak hanya efisiensi administrasi dan klaim remunerasi layanan medis, tetapi kian beragam: peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan, pemanfaatan untuk manajemen, dan respons terhadap kolaborasi regional. Memperjelas tujuan adalah prasyarat penyusunan spesifikasi kebutuhan dan evaluasi pascaimplementasi; implementasi tanpa tujuan atau pemahaman yang membatasinya pada tujuan tertentu tidaklah tepat.

Soal 21 | 3 lapis aturan

Dalam struktur 3 lapis aturan pengoperasian sistem informasi, manakah yang menunjukkan kebijakan dasar organisasi?

  1. Manifesto
  2. Policy
  3. Prosedur
  4. Standar
JawabanB. Policy

Aturan operasional disusun dalam 3 lapis: policy yang menunjukkan kebijakan dasar, standar yaitu peraturan pengelolaan operasional yang mengonkretkannya, dan prosedur yang menetapkan langkah kerja sehari-hari. Prosedur berada di tingkat buku panduan langkah kerja dan standar di tingkat peraturan, bukan kebijakan dasar. Manifesto bukan istilah dalam struktur 3 lapis ini.

Soal 22 | Butir peraturan

Manakah yang tidak tepat sebagai butir yang dimuat dalam peraturan pengelolaan operasional sistem informasi rumah sakit?

  1. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan
  2. Langkah pengamanan terkait alih daya pekerjaan
  3. Daftar nama diagnosis tiap-tiap pasien
  4. Kewajiban pengguna
JawabanC. Daftar nama diagnosis tiap-tiap pasien

Peraturan pengelolaan operasional menetapkan objek dan struktur pengelolaan, kewajiban pengelola-penanggung jawab dan pengguna, penggunaan server, terminal, dan jaringan, penanganan serta penyimpanan data, pelaksanaan pendidikan-pelatihan, langkah pengamanan alih daya, ketentuan sanksi, dan sebagainya. Daftar nama diagnosis tiap pasien adalah isi rekam medis, bukan sesuatu yang dimuat dalam peraturan operasional.

Soal 23 | Pengelolaan pengguna

Manakah pengelolaan pengguna sistem informasi rumah sakit yang paling tepat?

  1. Kata sandi ditempelkan di terminal agar diketahui semua orang
  2. Akun pegawai yang berhenti segera dinonaktifkan
  3. 1 ID dipakai bersama oleh semua orang di dalam unit
  4. Akun pegawai yang berhenti dibiarkan berlaku selamanya sebagai kenang-kenangan
JawabanB. Akun pegawai yang berhenti segera dinonaktifkan

Dalam pengelolaan pengguna, pendaftaran dan penonaktifan akun dikaitkan dengan informasi kepegawaian, dan prinsip dasarnya akun pegawai yang berhenti segera dihentikan. Berbagi ID membuat rekaman siapa yang mengoperasikan (jejak audit) tak bermakna, sementara membiarkan ID pegawai yang berhenti atau menempelkan kata sandi menjadi sumber akses tak sah — semuanya tidak pantas.

Soal 24 | Pemisahan tugas

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai prinsip segregasi (pemisahan tugas)?

  1. Konsep memisahkan wewenang dan tugas agar tidak terpusat pada 1 orang sehingga saling kontrol dapat berjalan
  2. Konsep membedakan terminal dengan mengecatnya warna berbeda per poliklinik
  3. Konsep memberikan hak administrator yang sama kepada semua pengguna agar siapa pun dapat melakukan operasi yang sama
  4. Konsep menyeragamkan kata sandi seluruh pegawai dan memakainya bersama
JawabanA. Konsep memisahkan wewenang dan tugas agar tidak terpusat pada 1 orang sehingga saling kontrol dapat berjalan

Prinsip segregasi adalah konsep memisahkan wewenang dan tugas agar tidak terpusat pada 1 orang — misalnya pendaftaran dan persetujuan dilakukan orang berbeda — sehingga saling kontrol berjalan dan kecurangan serta kekeliruan tercegah. Memberi semua orang hak administrator atau menyeragamkan kata sandi justru bertentangan dengan pengelolaan keamanan. Pewarnaan terminal tidak berkaitan dengan pemisahan tugas.

Soal 25 | Pengelolaan master

Manakah penanganan yang paling tepat atas butir master obat yang penggunaannya telah dihentikan?

  1. Tidak melakukan apa pun dan membiarkannya tetap dapat dipilih pada order baru
  2. Menghapus butir yang bersangkutan secara fisik dari master
  3. Menulis ulang nama butir itu menjadi nama obat lain dan memakainya kembali
  4. Tidak menghapusnya melainkan menonaktifkannya (menghentikan penggunaan) demi menjaga konsistensi dengan data lampau
JawabanD. Tidak menghapusnya melainkan menonaktifkannya (menghentikan penggunaan) demi menjaga konsistensi dengan data lampau

Bila butir master dihapus, data transaksi lampau yang merujuknya (riwayat resep dan sebagainya) tidak dapat ditampilkan dengan benar. Karena itu, demi konsistensi antara master dan data transaksi, penanganannya adalah penonaktifan (penghentian penggunaan), bukan penghapusan. Menulis ulang nama mengubah makna rekaman lampau, dan membiarkannya menjadi sumber order yang keliru.

Soal 26 | Penanganan gangguan

Manakah penanganan yang paling tepat bila sistem informasi rumah sakit berhenti di tengah pelayanan?

  1. Memetakan lingkup dampak, memberi tahu unit pengguna, dan beralih ke operasional alternatif seperti operasional kertas
  2. Tidak memberi tahu unit pengguna sama sekali sampai penyebab gangguan selesai diusut
  3. Melanjutkan pekerjaan pemulihan saja tanpa memberitahukan terjadinya gangguan ke dalam rumah sakit
  4. Menghentikan seluruh pelayanan dan menunggu sampai sistem pulih
JawabanA. Memetakan lingkup dampak, memberi tahu unit pengguna, dan beralih ke operasional alternatif seperti operasional kertas

Saat gangguan sistem, lingkup dampak dipetakan, unit pengguna segera diberi tahu, lalu beralih ke operasional alternatif yang telah ditetapkan seperti operasional kertas agar pelayanan berlanjut. Setelah pulih, rekaman selama operasional alternatif diinput retrospektif. Menghentikan seluruh pelayanan merusak kesinambungan, dan bekerja memulihkan tanpa pemberitahuan membuat lapangan tak dapat menilai situasi sehingga kacau.

Soal 27 | IT-BCP

Manakah penjelasan yang paling tepat mengenai IT-BCP dan disaster recovery?

  1. IT-BCP adalah rencana untuk melanjutkan pekerjaan penting bahkan saat bencana, dan disaster recovery merujuk pada pemulihan sistem yang terdampak
  2. Disaster recovery adalah serangkaian prosedur untuk mengadakan sistem informasi baru dan menggantikannya
  3. Bila IT-BCP telah disusun, latihan menghadapi bencana tidak diperlukan
  4. IT-BCP adalah rencana periklanan yang dilakukan pada masa normal
JawabanA. IT-BCP adalah rencana untuk melanjutkan pekerjaan penting bahkan saat bencana, dan disaster recovery merujuk pada pemulihan sistem yang terdampak

IT-BCP, sebagai bagian manajemen kesinambungan usaha di fasilitas kesehatan, adalah rencana untuk melanjutkan dan segera memulihkan pekerjaan penting saat bencana atau gangguan, sedangkan disaster recovery merujuk pada pemulihan sistem informasi yang terdampak. Rencana tidak cukup disusun; latihan menghadapi bencana dan gangguan penting dilakukan sejak masa normal. Ini bukan prosedur pengadaan ataupun periklanan.

Soal 28 | Modifikasi sistem

Manakah modifikasi sistem representatif yang terjadi berkala pada fase operasional sistem informasi rumah sakit?

  1. Penanganan perubahan tarif parkir
  2. Penanganan revisi remunerasi layanan medis
  3. Penanganan perubahan menu kantin pegawai
  4. Penanganan perubahan logo rumah sakit
JawabanB. Penanganan revisi remunerasi layanan medis

Modifikasi sistem representatif pada fase operasional adalah penanganan revisi remunerasi layanan medis (診療報酬改定, shinryō hōshū kaitei); setiap revisi menuntut perubahan master dan logika perhitungan pada sistem akuntansi medis dan order entry. Modifikasi demi keselamatan pelayanan juga contoh representatif. Logo, menu kantin, dan tarif parkir bukan modifikasi representatif sistem informasi rumah sakit.

Soal 29 | Perbaikan berkelanjutan

Manakah alur perbaikan berkelanjutan sistem informasi rumah sakit yang paling tepat?

  1. Mendefinisikan objek pengukuran, mengumpulkan dan menganalisis data, merangkum informasinya, lalu menyambungkannya ke tindakan korektif
  2. Data hanya dikumpulkan tanpa dianalisis atau dimanfaatkan
  3. Maju dengan alur melakukan tindakan korektif dahulu, baru mendefinisikan objek dan metode pengukuran
  4. Tidak melakukan perbaikan dan mengutamakan mempertahankan keadaan sekarang
JawabanA. Mendefinisikan objek pengukuran, mengumpulkan dan menganalisis data, merangkum informasinya, lalu menyambungkannya ke tindakan korektif

Perbaikan berkelanjutan berjalan dengan alur: mulai dari mendefinisikan objek pengukuran dan memastikan keterukurannya, pengumpulan data, pengolahan-analisis data, perangkuman dan pemanfaatan informasi, lalu tindakan korektif. Tindakan korektif tidak datang lebih dulu, dan tanpa menganalisis data tidak diperoleh dasar perbaikan. Sikap mengutamakan status quo bertentangan dengan konsep perbaikan berkelanjutan.

Soal 30 | Efek samping informatisasi

Manakah yang disebut sebagai efek samping implementasi sistem informasi rumah sakit dan informatisasi?

  1. Pemakaian listrik rumah sakit pasti berkurang setengah karena penerapan sistem
  2. Berkurangnya sebagian komunikasi serta kekacauan akibat perubahan alur kerja
  3. Bertambahnya dokumen tulisan tangan yang dipakai di rumah sakit seiring elektronisasi
  4. Keterbacaan rekam medis menurun drastis dibandingkan rekaman kertas
JawabanB. Berkurangnya sebagian komunikasi serta kekacauan akibat perubahan alur kerja

Sebagai efek samping informatisasi disebutkan berkurangnya sebagian komunikasi karena interaksi lewat layar bertambah, kekacauan akibat perubahan alur kerja, kekacauan operasional saat gangguan, dan pengelompokan pelayanan yang tidak tepat akibat templetisasi. Dengan elektronisasi, keterbacaan justru membaik dan dokumen tulisan tangan berkurang. Berkurangnya pemakaian listrik menjadi setengah tidak berkaitan dengan pembahasan efek samping.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Pembahasan ini merupakan informasi untuk keperluan belajar. Cakupan dan sistem ujian dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara ujian.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang