Ruang Belajar Karinoya

SMA · Lab Ujian Berkala Matematika SMA

Turunan dan Integral

Soal dan pembahasan dapat dibaca dalam Bahasa Indonesia. Materi kuliah (artikel penjelasan) hanya tersedia dalam bahasa Jepang.

Lihat versi bahasa Jepang (dengan materi kuliah) →

Soal 1 | Dasar turunan

Manakah turunan dari y = x³?

  1. y′ = 3x²
  2. y′ = 3x³
  3. y′ = 2x
  4. y′ = x²
JawabanA. y′ = 3x²

Dari (xⁿ)′=nxⁿ⁻¹ diperoleh (x³)′=3x². Bentuk x² adalah kesalahan karena pangkatnya lupa diturunkan ke depan sebagai koefisien, 3x³ karena derajatnya lupa diturunkan, dan 2x karena tertukar dengan (x²)′.

Soal 2 | Turunan polinomial

Manakah turunan dari y = 3x² − 4x + 5?

  1. y′ = 6x − 4
  2. y′ = 6x + 4
  3. y′ = 6x
  4. y′ = 3x − 4
JawabanA. y′ = 6x − 4

Turunkan tiap suku sehingga 6x−4+0=6x−4; suku konstan 5 hilang. Bentuk 6x+4 adalah kesalahan tanda, 6x karena turunan −4x terlupakan, dan 3x−4 karena koefisien pada 3x² salah diproses.

Soal 3 | Nilai turunan

Jika f(x) = x² − 3x, manakah nilai dari f′(2)?

  1. 4
  2. −2
  3. 1
  4. 7
JawabanC. 1

Substitusikan x=2 ke f′(x)=2x−3 sehingga 4−3=1. Nilai −2 muncul karena yang dihitung f(2) (lupa menurunkan), 4 karena hanya suku 2x, dan 7 karena tandanya keliru menjadi 2x+3.

Soal 4 | Makna nilai turunan

Manakah pernyataan yang benar tentang apa yang dinyatakan oleh nilai turunan f′(a)?

  1. gradien garis singgung grafik y = f(x) di x = a
  2. nilai fungsi di x = a
  3. laju perubahan rata-rata pada selang [a, b]
  4. ordinat titik potong grafik y = f(x) dengan sumbu y
JawabanA. gradien garis singgung grafik y = f(x) di x = a

f′(a) adalah nilai limit dari laju perubahan rata-rata (f(a+h)−f(a))/h saat h→0, dan menyatakan gradien garis singgung grafik di x=a. Jangan tertukar dengan nilai fungsi f(a) ataupun dengan laju perubahan rata-rata itu sendiri.

Soal 5 | Persamaan garis singgung

Manakah persamaan garis singgung kurva y = x² di titik (1, 1)?

  1. y = 2x + 1
  2. y = x
  3. y = 2x
  4. y = 2x − 1
JawabanD. y = 2x − 1

Dari y′=2x diperoleh gradiennya f′(1)=2. Rapikan y−1=2(x−1) menjadi y=2x−1. Bentuk y=2x+1 adalah kesalahan tanda, y=2x karena perhitungan perpotongan sumbunya terlewat, dan y=x karena gradiennya tidak dicari lewat turunan. Pemeriksaannya, garis itu melalui y=1 saat x=1.

Soal 6 | Garis singgung dan gradien

Manakah persamaan garis singgung kurva y = x³ − 3x + 2 di titik (0, 2)?

  1. y = 2
  2. y = −3x + 2
  3. y = −3x
  4. y = 3x + 2
JawabanB. y = −3x + 2

Substitusikan x=0 ke y′=3x²−3 sehingga gradiennya −3. Dari y−2=−3(x−0) diperoleh y=−3x+2. Bentuk 3x+2 adalah kesalahan tanda, −3x karena titik yang dilaluinya tidak diperhitungkan, dan y=2 karena gradiennya keliru dianggap 0.

Soal 7 | Menentukan koefisien

Untuk f(x) = x² + ax + 1 dengan f′(2) = 5, manakah nilai a?

  1. a = 3
  2. a = 5
  3. a = 1
  4. a = 0
JawabanC. a = 1

Dari f′(x)=2x+a diperoleh f′(2)=4+a=5 sehingga a=1. Jawaban a=0 muncul karena syaratnya salah dibaca sebagai nilai fungsi f(2)=5, a=3 karena keliru memakai f′(1)=5, dan a=5 karena lupa mengurangkan 4.

Soal 8 | Laju perubahan rata-rata

Untuk f(x) = x², manakah laju perubahan rata-rata saat x berubah dari 1 sampai 3?

  1. 4
  2. 8
  3. 6
  4. 2
JawabanA. 4

(f(3)−f(1))/(3−1)=(9−1)/2=4. Nilai 2 adalah f′(1) dan 6 adalah f′(3), yaitu tertukar dengan nilai turunan, sedangkan 8 muncul karena selisih f(3)−f(1) lupa dibagi lebar selangnya.

Soal 9 | Garis singgung dari titik di luar

Manakah daftar lengkap gradien garis singgung kurva y = x² yang ditarik dari titik (1, −3)?

  1. 6 dan −2
  2. 2 saja
  3. 3 dan −1
  4. 6 saja
JawabanA. 6 dan −2

Dengan titik singgung (t, t²), garis singgungnya y=2tx−t². Syarat melalui titik (1, −3) memberi −3=2t−t², yaitu t²−2t−3=0 dan (t−3)(t+1)=0 sehingga t=3, −1. Karena gradiennya 2t, nilainya 6 dan −2. Jawaban 3 dan −1 adalah kesalahan karena absis titik singgungnya langsung dijawab, sedangkan 2 hanyalah hasil perhitungan y′(1).

Soal 10 | Nilai maksimum lokal

Manakah nilai maksimum lokal dari fungsi y = x³ − 3x?

  1. 1
  2. −1
  3. −2
  4. 2
JawabanD. 2

y′=3x²−3=3(x+1)(x−1). Dari tabel naik-turunnya, di x=−1 terdapat nilai maksimum lokal (−1)³−3×(−1)=2. Nilai −2 adalah nilai minimum lokal di x=1, sedangkan −1 adalah absis tempat maksimum lokal itu yang tertukar dengan nilainya.

Soal 11 | Nilai minimum lokal

Manakah nilai minimum lokal dari fungsi y = 2x³ − 6x?

  1. −4
  2. 1
  3. 4
  4. −1
JawabanA. −4

y′=6x²−6=6(x+1)(x−1). Di x=1 terdapat nilai minimum lokal 2−6=−4, dan di x=−1 terdapat nilai maksimum lokal 4. Jawaban 4 tertukar dengan nilai maksimum lokal, sedangkan 1 dan −1 adalah absisnya.

Soal 12 | Rentang saat fungsi naik

Manakah rentang x saat fungsi y = x³ − 3x² naik?

  1. x > 0
  2. x < 0, 2 < x
  3. 0 < x < 2
  4. selalu naik
JawabanB. x < 0, 2 < x

y′=3x²−6x=3x(x−2). Nilai y′>0 terjadi pada x<0 dan 2<x, dan pada rentang itulah fungsinya naik. Rentang 0<x<2 justru selang turun tempat y′<0, dan menjawabnya adalah kesalahan klasik karena terbalik.

Soal 13 | Menghitung nilai ekstrem

Manakah nilai maksimum lokal dari fungsi y = x³ + 3x² − 9x + 1?

  1. −4
  2. −3
  3. 28
  4. 1
JawabanC. 28

y′=3x²+6x−9=3(x+3)(x−1). Di x=−3 terdapat nilai maksimum lokal −27+27+27+1=28, dan di x=1 terdapat nilai minimum lokal −4. Jawaban −4 tertukar dengan nilai minimum lokal, −3 adalah absis tempat maksimum lokalnya, dan 1 muncul karena hanya suku konstannya yang dilihat.

Soal 14 | Koefisien dari nilai ekstrem

Jika nilai minimum lokal fungsi y = x³ − 3x² + a adalah 0, manakah nilai a?

  1. a = 4
  2. a = −4
  3. a = 2
  4. a = 0
JawabanA. a = 4

Dari y′=3x(x−2), minimum lokalnya di x=2. Dari 8−12+a=0 diperoleh a=4. Jawaban a=−4 berasal dari kesalahan tanda pada a−4=0, a=0 karena persamaannya disusun di x=0 yang merupakan maksimum lokal, dan a=2 karena tertukar dengan absisnya.

Soal 15 | Nilai maksimum

Manakah nilai maksimum fungsi f(x) = x³ − 3x pada 0 ≦ x ≦ 3?

  1. 2
  2. 18
  3. 0
  4. −2
JawabanB. 18

Calonnya adalah nilai di titik ujung dan di titik ekstrem: f(0)=0, f(1)=−2 (minimum lokal), dan f(3)=27−9=18. Nilai maksimumnya 18 di titik ujung. Jawaban 2 adalah nilai maksimum lokal di x=−1 yang berada di luar selang, sedangkan −2 adalah nilai minimumnya. Selalu bandingkan juga nilai di titik ujungnya.

Soal 16 | Nilai minimum pada selang

Manakah nilai minimum fungsi f(x) = x³ − 3x² + 5 pada 0 ≦ x ≦ 3?

  1. −4
  2. 1
  3. 5
  4. 2
JawabanB. 1

f′=3x(x−2). Calonnya f(0)=5, f(2)=8−12+5=1 (minimum lokal), dan f(3)=27−27+5=5. Nilai minimumnya 1 (di x=2). Jawaban 5 adalah nilai maksimumnya, 2 adalah absis tempat minimumnya, dan −4 adalah nilai minimum lokal x³−3x² tanpa suku konstan +5.

Soal 17 | Syarat memiliki nilai ekstrem

Manakah rentang nilai konstanta a agar fungsi f(x) = x³ + ax² + 3x memiliki nilai ekstrem?

  1. a ≦ −3, 3 ≦ a
  2. −3 < a < 3
  3. a < −3, 3 < a
  4. a > 3
JawabanC. a < −3, 3 < a

Syaratnya f′=3x²+2ax+3 memiliki dua akar real yang berbeda, sehingga dari diskriminan D/4=a²−9>0 diperoleh a<−3, 3<a. Menyertakan tanda sama dengan keliru karena pada akar kembar tandanya tidak berubah sehingga tidak ada nilai ekstrem. Bentuk −3<a<3 adalah kesalahan karena arah tandanya terbalik.

Soal 18 | Nilai minimum lokal dan koefisien

Misalkan a > 0. Jika nilai minimum lokal fungsi f(x) = x³ − 3ax adalah −16, manakah nilai a?

  1. a = 2
  2. a = 8
  3. a = 16
  4. a = 4
JawabanD. a = 4

Dari f′=3x²−3a=0 diperoleh x=±√a, dan x=√a adalah titik minimum lokalnya. Dari f(√a)=a√a−3a√a=−2a√a=−16 didapat a√a=8, yaitu a^(3/2)=8 sehingga a=4. Pemeriksaan: untuk a=4 berlaku f(x)=x³−12x dan nilai minimum lokalnya di x=2 adalah 8−24=−16. Untuk a=2 hasilnya −2×2√2≒−5.7 yang tidak cocok.

Soal 19 | Banyaknya akar real

Ada berapa akar real yang berbeda pada persamaan x³ − 3x = 0?

  1. 0 akar
  2. 3 akar
  3. 1 akar
  4. 2 akar
JawabanB. 3 akar

Dari x(x²−3)=0 diperoleh x=0, ±√3, yaitu 3 akar. Pada persamaan pangkat tiga yang dapat difaktorkan, keluarkan lebih dulu faktor bersama x. Bila dua akar dari x²−3=0 terlewat, jawabannya keliru menjadi 1.

Soal 20 | Banyaknya akar dan nilai ekstrem

Ada berapa akar real yang berbeda pada persamaan x³ − 3x + 1 = 0?

  1. 2 akar
  2. 0 akar
  3. 3 akar
  4. 1 akar
JawabanC. 3 akar

Untuk f(x)=x³−3x+1, nilai maksimum lokalnya f(−1)=3>0 dan nilai minimum lokalnya f(1)=−1<0. Karena kedua nilai ekstremnya berlawanan tanda, grafiknya memotong sumbu x di 3 titik sehingga akar realnya 3. Meskipun tidak dapat difaktorkan, banyaknya akar tetap dapat diketahui dari tanda nilai ekstremnya.

Soal 21 | Kasus dengan akar kembar

Ada berapa akar real yang berbeda pada persamaan x³ − 3x² + 4 = 0?

  1. 1 akar
  2. 3 akar
  3. 2 akar
  4. 0 akar
JawabanC. 2 akar

Setelah difaktorkan diperoleh (x+1)(x−2)²=0 sehingga akarnya x=−1, 2, yaitu 2 akar. Karena nilai minimum lokalnya f(2)=8−12+4=0, grafiknya menyinggung sumbu x di x=2. Jawaban 3 adalah kesalahan karena akar kembar x=2 dihitung dua kali.

Soal 22 | Pemisahan konstanta

Manakah rentang nilai konstanta a agar persamaan x³ − 3x = a memiliki 3 akar real yang berbeda?

  1. a = ±2
  2. a < −2, 2 < a
  3. −2 ≦ a ≦ 2
  4. −2 < a < 2
JawabanD. −2 < a < 2

Fungsi y=x³−3x memiliki nilai maksimum lokal 2 (di x=−1) dan nilai minimum lokal −2 (di x=1). Garis mendatar y=a memotongnya di 3 titik bila −2<a<2. Bentuk −2≦a≦2 keliru karena di ujungnya muncul akar kembar sehingga akarnya tinggal 2, sedangkan a=±2 justru kasus yang tepat memberi 2 akar.

Soal 23 | Rentang konstanta berlambang

Manakah rentang nilai konstanta a agar persamaan x³ − 3x² − a = 0 memiliki 3 akar real yang berbeda?

  1. −4 < a < 0
  2. 0 < a < 4
  3. −4 ≦ a ≦ 0
  4. a < −4, 0 < a
JawabanA. −4 < a < 0

Pisahkan menjadi a=x³−3x². Cukup bila a berada di antara nilai maksimum lokal g(0)=0 dan nilai minimum lokal g(2)=−4 dari g(x)=x³−3x², yaitu −4<a<0. Bentuk 0<a<4 adalah kesalahan tanda, dan bila tanda sama dengan disertakan muncul akar kembar sehingga akarnya tinggal 2.

Soal 24 | Bentuk fungsi pangkat tiga

Manakah keterangan yang benar tentang grafik fungsi y = x³?

  1. simetris terhadap sumbu y
  2. selalu naik dan simetris terhadap titik asal
  3. memiliki nilai maksimum lokal dan nilai minimum lokal
  4. bila x bertambah maka y berkurang
JawabanB. selalu naik dan simetris terhadap titik asal

Karena y′=3x²≧0 fungsinya selalu naik, dan meskipun y′=0 di x=0, tandanya tidak berubah sehingga tidak ada nilai ekstrem. Karena (−x)³=−x³, grafiknya simetris terhadap titik asal (fungsi ganjil). Yang simetris terhadap sumbu y adalah fungsi genap seperti y=x².

Soal 25 | Syarat tiga akar

Manakah rentang nilai konstanta k agar persamaan 2x³ − 3x² − 12x + k = 0 memiliki 3 akar real yang berbeda?

  1. −7 ≦ k ≦ 20
  2. −20 < k < 7
  3. −7 < k < 20
  4. k < −7, 20 < k
JawabanC. −7 < k < 20

Untuk f(x)=2x³−3x²−12x+k berlaku f′=6x²−6x−12=6(x+1)(x−2). Nilai maksimum lokalnya f(−1)=7+k dan nilai minimum lokalnya f(2)=−20+k. Syarat 3 akar adalah nilai maksimum lokal >0 sekaligus nilai minimum lokal <0, yaitu 7+k>0 dan k−20<0 sehingga −7<k<20. Bentuk −20<k<7 adalah kesalahan karena maksimum dan minimum lokalnya tertukar, dan bila tanda sama dengan disertakan muncul akar kembar sehingga tinggal 2.

Soal 26 | Banyaknya akar positif

Ada berapa akar real positif pada persamaan x³ − 3x + 1 = 0?

  1. 2 akar
  2. 3 akar
  3. 1 akar
  4. 0 akar
JawabanA. 2 akar

Untuk f(x)=x³−3x+1 berlaku f(0)=1>0, f(1)=−1<0, dan f(2)=3>0, sehingga terdapat satu akar positif pada selang (0, 1) dan satu lagi pada (1, 2), seluruhnya 2 akar. Sisanya satu akar negatif, terlihat dari f(−2)=−1<0 dan f(−1)=3>0. Jadi dari 3 akar real, yang positif ada 2.

Soal 27 | Integral tak tentu

Manakah hasil dari ∫(2x + 3)dx (dengan C konstanta integrasi)?

  1. x² + 3 + C
  2. 2x² + 3x + C
  3. x² + 3x + C
  4. x² + 3x
JawabanC. x² + 3x + C

Karena ∫2xdx=x² dan ∫3dx=3x, hasilnya x²+3x+C. Bentuk x²+3x keliru karena konstanta integrasi C lupa ditulis, 2x²+3x+C karena 2x lupa dibagi 2, dan x²+3+C karena integral dari konstanta tidak dijadikan 3x.

Soal 28 | Integral polinomial

Manakah hasil dari ∫(3x² − 4x + 1)dx (dengan C konstanta integrasi)?

  1. x³ − 4x² + x + C
  2. 6x − 4 + C
  3. 3x³ − 2x² + x + C
  4. x³ − 2x² + x + C
JawabanD. x³ − 2x² + x + C

Naikkan pangkat tiap suku satu tingkat lalu bagi dengan pangkat barunya sehingga diperoleh x³−2x²+x+C. Bentuk 3x³−… keliru karena 3x² lupa dibagi 3, x³−4x²+… karena −4x lupa dibagi 2, dan 6x−4 karena yang dilakukan justru penurunan, bukan pengintegralan.

Soal 29 | Menghitung integral tentu

Manakah nilai dari ∫[1→3] 2x dx?

  1. 9
  2. 6
  3. 10
  4. 8
JawabanD. 8

Nilai [x²] dari 1 sampai 3 adalah 9−1=8. Jawaban 10 muncul karena dijumlahkan 9+1, 9 karena substitusi batas bawahnya terlewat, dan 6 karena hanya disubstitusikan ke fungsi yang diintegralkan sebagai 2×3.

Soal 30 | Integral tentu

Manakah nilai dari ∫[0→1] (3x² + 2x) dx?

  1. 2
  2. 3
  3. 1
  4. 5
JawabanA. 2

Nilai [x³+x²] dari 0 sampai 1 adalah (1+1)−0=2. Jawaban 5 muncul karena tidak diintegralkan melainkan langsung disubstitusi x=1 sebagai 3+2, 1 karena hanya suku x³ yang dihitung, dan 3 karena terbawa koefisien pada 3x².

Soal 31 | Integral pada selang simetris

Manakah nilai dari ∫[−1→1] (3x² + 2x + 1) dx?

  1. 3
  2. 6
  3. 4
  4. 2
JawabanC. 4

Nilai [x³+x²+x] dari −1 sampai 1 adalah 3−(−1)=4. Bagian fungsi ganjil 2x saling meniadakan, sehingga 2∫[0→1](3x²+1)dx=2×2=4 memberi hasil yang sama. Jawaban 3 hanyalah nilai di batas atas, 2 berasal dari kesalahan tanda karena batas bawahnya dijumlahkan sebagai 3+(−1), dan 6 karena semua suku dianggap fungsi genap lalu dikalikan dua.

Soal 32 | Integral yang hasilnya pecahan

Manakah nilai dari ∫[1→2] (x² − 1) dx?

  1. 2/3
  2. 0
  3. 6
  4. 4/3
JawabanD. 4/3

Nilai [x³/3−x] dari 1 sampai 2 adalah (8/3−2)−(1/3−1)=2/3−(−2/3)=4/3. Jawaban 0 muncul karena nilai batas bawah −2/3 keliru bertanda +2/3, 2/3 hanyalah nilai di batas atas, dan 6 karena integral x² ditulis x³ tanpa dibagi 3 (yaitu [x³−x] dari 1 sampai 2 memberi 6−0=6).

Soal 33 | Luas terhadap sumbu x

Manakah luas daerah yang dibatasi parabola y = x² − 4 dan sumbu x?

  1. 64/3
  2. 32/3
  3. −32/3
  4. 16/3
JawabanB. 32/3

Titik potongnya x=±2, dan pada selang itu y≦0. S=∫[−2→2](4−x²)dx=[4x−x³/3] dari −2 sampai 2 = (8−8/3)−(−8+8/3)=32/3. Jawaban −32/3 muncul karena ∫(x²−4)dx dihitung tanpa membalik tandanya (luas selalu positif), 16/3 karena hanya diintegralkan dari 0 sampai 2, dan 64/3 karena pembagi 6 pada rumus 1/6 keliru menjadi 3.

Soal 34 | Rumus 1/6

Manakah luas daerah yang dibatasi parabola y = x² dan garis y = x + 2?

  1. 3
  2. 9/2
  3. 27/2
  4. 9
JawabanB. 9/2

Titik potongnya dari x²=x+2, yaitu x=−1, 2. S=∫[−1→2]{(x+2)−x²}dx=(2−(−1))³/6=27/6=9/2. Jawaban 27/2 muncul karena dibagi 2 dan bukan 6, 9 karena dibagi 3, dan 3 hanyalah nilai β−α. Menghitung integral tentunya secara langsung pun memberi 9/2.

Soal 35 | Integral tentu dan fungsi

Manakah fungsi f(x) yang memenuhi kesamaan f(x) = x² − ∫[0→1] f(t) dt?

  1. f(x) = x² + 1/6
  2. f(x) = x² − 1/6
  3. f(x) = x² − 1/4
  4. f(x) = x² − 1/3
JawabanB. f(x) = x² − 1/6

Karena integral tentu itu sebuah konstanta, misalkan A=∫[0→1]f(t)dt sehingga f(x)=x²−A. Substitusikan kembali: A=∫[0→1](t²−A)dt=1/3−A, jadi 2A=1/3 dan A=1/6. Dengan demikian f(x)=x²−1/6. Bentuk x²−1/3 muncul karena persamaannya tidak diselesaikan sehingga A=1/3 dibiarkan begitu saja, x²+1/6 adalah kesalahan tanda, dan x²−1/4 karena ∫t²dt keliru dihitung 1/2 sehingga A=1/4.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Materi ini untuk mengecek isi pelajaran SMA. Jika penulisan atau penjelasannya berbeda dengan buku pelajaran atau pengajaran di sekolah, utamakan buku pelajaran dan penjelasan guru.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang