Ruang Belajar Karinoya

SMA

Kosakata Kobun (bahasa Jepang klasik) Tingkat Lanjut

Sastra klasik: kata klasik dan keigo yang sering muncul di ujian masuk

46 soal · 3 bidang

Kosakata klasik

Soal 1 | おぼゆ (oboyu)

Dalam kalimat Jepang klasik ふるさとの母のことのみぞおぼゆる。 (furusato no haha no koto nomi zo oboyuru), yang berarti hanya perkara ibu di kampung halamanlah yang oboyuru, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah おぼゆる (oboyuru)?

  1. diajari oleh orang lain
  2. sangat mirip satu sama lain
  3. teringat dengan jelas dan tidak lupa
  4. muncul sendiri di benak tanpa diniatkan
JawabanD. muncul sendiri di benak tanpa diniatkan

Inti makna おぼゆ (oboyu) adalah sesuatu yang terasa atau terbayang dengan sendirinya, lepas dari kehendak. Terseret oleh kata Jepang modern 覚える (oboeru) yang berarti menghafal lalu menerjemahkannya menjadi mengingat adalah pola kehilangan nilai yang khas. Kata ini juga bisa berarti menyerupai sesuatu, tetapi di sini konteksnya kerinduan pada ibu sehingga arti spontanlah yang tepat. Ingat bahwa di dalamnya ada unsur ゆ (yu) yang menandai kejadian spontan, maka tidak akan lupa.

Soal 2 | ながむ (nagamu)

Dalam kalimat Jepang klasik 春雨の降る日、端近くゐてながめ暮らしつ。 (harusame no furu hi, hashi chikaku ite nagame kurashitsu), yang berarti pada hari hujan musim semi ia duduk di dekat tepi beranda lalu nagamu sepanjang hari, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah ながめ (nagame)?

  1. melagukan sebuah puisi waka
  2. tenggelam dalam lamunan
  3. tertidur dalam waktu yang lama
  4. memandangi pemandangan yang jauh
JawabanB. tenggelam dalam lamunan

Inti makna ながむ (nagamu) dalam bahasa klasik adalah tenggelam dalam pikiran sampai termenung, dan menerjemahkannya seperti kata modern 眺める (nagameru) yang berarti memandangi akan membuat nilai hilang. Kalau konteksnya muram seperti hujan musim semi atau kejenuhan, sudah pasti maknanya melamun. Ada juga soal yang meminta membedakannya dari kata sebunyi 詠む (nagamu) yang berarti melantunkan puisi, tetapi di kalimat ini tidak ada unsur puisi sama sekali. Kata ini juga sering dipakai sebagai permainan bunyi dengan 長雨 (nagame) yang berarti hujan berkepanjangan.

Soal 3 | はづかし (hazukashi)

Dalam kalimat Jepang klasik いと心にくき人なれば、こちらがはづかしくおぼゆ。 (ito kokoronikuki hito nareba, kochira ga hazukashiku oboyu), yang berarti karena ia orang yang sangat dalam wibawanya, pihak kita merasa hazukashi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah はづかし (hazukashi)?

  1. dingin dan menjaga jarak
  2. memalukan karena tampak tidak pantas
  3. begitu unggul sampai kita sendiri merasa kecil
  4. menjengkelkan dan memancing amarah
JawabanC. begitu unggul sampai kita sendiri merasa kecil

はづかし (hazukashi) punya pemakaian khas bahasa klasik: kata ini justru memuji lawan bicara, yaitu ia begitu unggul sampai kita sendiri merasa malu. Menerjemahkannya sama seperti kata modern yang berarti malu adalah kesalahan yang sering dikurangi nilainya. Petunjuk penentunya adalah frasa 心にくき人 (kokoronikuki hito) yang berarti orang berwibawa dan bermutu. Biasakan diri: begitu kata ini muncul dalam kalimat yang menilai seseorang, terjemahkan sebagai unggul.

Soal 4 | らうたし (rautashi)

Dalam kalimat Jepang klasik ちひさき子の、ねぶたげなるさま、いとらうたし。 (chiisaki ko no, nebutage naru sama, ito rautashi), yang berarti anak kecil yang tampak mengantuk itu sungguh rautashi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah らうたし (rautashi)?

  1. terlihat halus dan berkelas
  2. tampak lelah kehabisan tenaga
  3. berisik dan bikin gaduh
  4. menggemaskan dan membuat ingin melindungi
JawabanD. menggemaskan dan membuat ingin melindungi

らうたし (rautashi) menggambarkan rasa sayang yang muncul karena ingin melindungi sesuatu yang kecil dan lemah, jadi artinya menggemaskan. Asalnya dari 労はりたし (itawaritashi) yang berarti ingin merawat, dan kata ini sering muncul saat melukiskan anak kecil atau binatang mungil. Jebakannya adalah らうがはし (raugawashi) yang berarti gaduh, karena awal katanya mirip. Rapikan sekaligus bedanya dengan うつくし (utsukushi) dan うるはし (uruwashi) yang sama-sama berada di kelompok rasa sayang.

Soal 5 | うつくし (utsukushi)

Dalam kalimat Jepang klasik 雀の子を籠に入れて飼ふ、いとうつくし。 (suzume no ko wo kago ni irete kau, ito utsukushi), yang berarti memelihara anak burung pipit di dalam sangkar itu sungguh utsukushi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah うつくし (utsukushi)?

  1. bersih dan tertata rapi
  2. mungil dan menggemaskan
  3. gigih dan patut dipuji
  4. indah dan megah menawan
JawabanB. mungil dan menggemaskan

Inti makna うつくし (utsukushi) dalam bahasa klasik adalah menggemaskan karena kecil, dan menerjemahkannya seperti kata modern yang berarti indah akan membuat nilai hilang pada kata yang sangat sering keluar ini. Keindahan yang tertata rapi diurus oleh kata うるはし (uruwashi). Petunjuknya adalah gambaran benda kecil seperti anak burung pipit atau anak kecil. Bayangkan bab うつくしきもの (utsukushiki mono) dalam Makura no Soshi (枕草子), maka pasti tidak keliru.

Soal 6 | おどろく (odoroku)

Dalam kalimat Jepang klasik 風の音にぞおどろかれぬる。 (kaze no oto ni zo odorokarenuru), yang berarti oleh suara angin itulah ia odoroku, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah おどろか (odoroka)?

  1. tiba-tiba tersadar akan sesuatu
  2. melonjak kaget sampai terlompat
  3. berteriak dengan suara keras
  4. gemetar karena rasa takut
JawabanA. tiba-tiba tersadar akan sesuatu

Inti makna おどろく (odoroku) dalam bahasa klasik adalah tersadar atau terbangun, dan menerjemahkannya seperti kata modern yang berarti terkejut akan meleset dari maksudnya. Konteksnya adalah tersadar akan datangnya musim gugur lewat suara angin. Bentuk おどろかす (odorokasu) berarti menyadarkan atau membangunkan. Yang juga sering ditanyakan bersamaan adalah bahwa れ (re) yang menempel di sini menandai kejadian spontan.

Soal 7 | かなし (kanashi)

Dalam kalimat Jepang klasik 限りなくかなしと思ひし子に先立たれぬ。 (kagirinaku kanashi to omoishi ko ni sakidatarenu), yang berarti ia ditinggal mati lebih dulu oleh anak yang tanpa batas ia anggap kanashi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah かなし (kanashi)?

  1. kasihan dan patut dikasihani
  2. tersayang sampai tak tertahankan
  3. sedih dan berduka
  4. menakutkan dan mengerikan
JawabanB. tersayang sampai tak tertahankan

かなし (kanashi) dalam bahasa klasik paling sering ditulis dengan aksara 愛し dan berarti tersayang sampai tak tertahankan. Arti sedih dengan aksara 悲し juga ada, tetapi frasa 思ひし子 (omoishi ko) yang berarti anak yang dulu disayangi menceritakan kasih sayang semasa hidup, sehingga arti tersayanglah yang tepat. Menyuruh pembaca memilah antara kasih sayang dan kepedihan lewat konteks adalah pola soal yang klasik. Ingat saja bahwa kata ini punya dua sisi, sayang dan sedih.

Soal 8 | つれづれ (tsurezure)

Dalam kalimat Jepang klasik つれづれなるままに、日暮らし硯に向かひて (tsurezure naru mama ni, hikurashi suzuri ni mukaite), yang berarti karena keadaannya tsurezure, sepanjang hari ia duduk menghadap batu tinta, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah つれづれなる (tsurezure naru)?

  1. dingin dan tak acuh pada orang
  2. tidak ada kerjaan sehingga hampa
  3. ramai karena banyak yang menemani
  4. datang beruntun tanpa henti
JawabanB. tidak ada kerjaan sehingga hampa

つれづれなり (tsurezure nari) berarti tidak ada yang dikerjakan sehingga jenuh dan hampa. Ungkapan ini terkenal sebagai pembuka Tsurezuregusa (徒然草), tetapi begitu artinya ditanyakan secara persis banyak yang memilih jawaban bertema beruntun. Jebakan khasnya adalah salah paham karena aksara 連れ (tsure) berarti menemani lalu memilih arti berombongan. Latih diri agar bisa menggantinya dengan satu kata, yaitu kehampaan atau kejenuhan.

Soal 9 | ねんず (nenzu)

Dalam kalimat Jepang klasik 今は言ふかひなしと、涙をねんじて帰りぬ。 (ima wa iukainashi to, namida wo nenjite kaerinu), yang berarti karena sekarang percuma dibicarakan, ia nenzu air matanya lalu pulang, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah ねんじ (nenji)?

  1. menyimpan rasa dendam
  2. memanjatkan doa permohonan
  3. menahan dan mengendalikannya
  4. memeriksanya dengan sangat teliti
JawabanC. menahan dan mengendalikannya

念ず (nenzu) punya dua arti, yaitu berdoa dan menahan diri, dan pada 涙をねんず (namida wo nenzu) sudah pasti artinya menahan air mata. Kuncinya adalah menilai dari objeknya: kalau objeknya dewa atau Buddha artinya berdoa, kalau objeknya perasaan artinya menahan. Menganggapnya hanya berarti berdoa karena teringat kata modern 念じる (nenjiru) akan membuat nilai hilang. Kata ini sering keluar sebagai soal pemilahan dua arti.

Soal 10 | はかなし (hakanashi)

Dalam kalimat Jepang klasik 人の命ははかなきものなり。 (hito no inochi wa hakanaki mono nari), yang berarti hidup manusia itu sesuatu yang hakanashi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah はかなき (hakanaki)?

  1. singkat sehingga serba terburu
  2. sama sekali tidak terduga
  3. rapuh dan sia-sia belaka
  4. tidak terhitung banyaknya
JawabanC. rapuh dan sia-sia belaka

はかなし (hakanashi) tersusun dari は か (haka) yang berarti sasaran atau hasil ditambah なし (nashi) yang berarti tiada, sehingga artinya rapuh, sia-sia, atau sekadar remeh. Dalam konteks yang membicarakan ketidakkekalan hidup, terjemahan bakunya adalah rapuh dan sia-sia. Bentuk はかなくなる (hakanaku naru) menjadi ungkapan halus untuk meninggal dunia, dan itu sering muncul, jadi hati-hati jangan sampai terlewat pada soal terjemahan. Kalau tahu は か (haka) di sini seasal dengan はかどる (hakadoru) yang berarti maju lancar, kata ini mudah diingat.

Soal 11 | やがて (yagate)

Dalam kalimat Jepang klasik 名を聞くより、やがて面影は推し量らるる心地す。 (na wo kiku yori, yagate omokage wa oshihakaruru kokochi su), yang berarti begitu mendengar namanya, yagate wajahnya terasa bisa dibayangkan, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah やがて (yagate)?

  1. akhirnya setelah sekian lama
  2. besar kemungkinan begitu
  3. saat itu juga tanpa jeda
  4. setelah menunggu beberapa saat
JawabanC. saat itu juga tanpa jeda

やがて (yagate) dalam bahasa klasik berarti langsung saat itu juga atau begitu saja tanpa berubah, jadi rasa waktunya berkebalikan dengan kata modern やがて yang berarti tak lama kemudian, dan ini kata yang sangat sering keluar. Konteksnya adalah wajah orang itu terbayang tepat pada saat namanya terdengar. Kalau dibaca seolah ada jeda waktu, kesalahannya akan merembet sampai ke soal kesesuaian isi. Boleh dihafal secara mekanis: dalam bahasa klasik kata ini berarti seketika.

Soal 12 | ゆかし (yukashi)

Dalam kalimat Jepang klasik 奥の院までは見ず、ただ本堂のみ拝みて帰りしが、なほゆかし。 (oku no in made wa mizu, tada hondo nomi ogamite kaerishi ga, nao yukashi), yang berarti ia pulang setelah hanya bersembahyang di aula utama tanpa melihat bangunan paling dalam, namun tetap saja yukashi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah ゆかし (yukashi)?

  1. merasa malas untuk pergi ke sana
  2. terkenang pada masa lalu
  3. punya asal usul yang terhormat
  4. ingin melihat dan ingin tahu
JawabanD. ingin melihat dan ingin tahu

Makna asal ゆかし (yukashi) adalah hati yang ingin bergerak ke arah sesuatu, sehingga diterjemahkan sebagai ingin melihat, ingin mendengar, atau ingin tahu sesuai konteks. Kesalahan khasnya adalah mencampurnya dengan kata modern yang berarti anggun atau dengan rasa rindu pada masa lalu. Karena konteksnya rasa penasaran pada bangunan dalam yang belum sempat dilihat, artinya ingin melihat. Gagasannya sama dengan bab pendeta Ninnaji dalam Tsurezuregusa (徒然草), dan pilihan kata terjemahannya pun ikut ditanyakan.

Soal 13 | をかし (okashi)

Dalam kalimat Jepang klasik 月のいと明かきに、川霧の立ちわたれる、いとをかし。 (tsuki no ito akaki ni, kawagiri no tachiwatareru, ito okashi), yang berarti saat bulan sangat terang lalu kabut sungai membentang, itu sungguh okashi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah をかし (okashi)?

  1. begitu agung sampai terasa segan
  2. punya pesona yang menawan hati
  3. lucu sehingga memancing tawa
  4. aneh dan ganjil
JawabanB. punya pesona yang menawan hati

Inti makna をかし (okashi) adalah menikmati sesuatu secara cerah dan terpelajar, jadi berpesona atau bercita rasa. Menerjemahkannya menjadi lucu atau aneh karena teringat kata modern おかしい (okashii) akan membuat nilai hilang. Arti lucu memang ada, tetapi kalau konteksnya memuji keindahan bulan dan kabut, pilihannya hanya berpesona. Pertentangannya dengan あはれなり (aware nari) yang bernuansa haru sering ditanyakan.

Soal 14 | つとめて (tsutomete)

Dalam kalimat Jepang klasik 雪の降りたるつとめて、庭を見やれば (yuki no furitaru tsutomete, niwa wo miyareba), yang berarti pada tsutomete setelah salju turun, ketika ia memandang ke halaman, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah つとめて (tsutomete)?

  1. pagi buta
  2. sepulang dari bekerja
  3. waktu senja menjelang malam
  4. dengan bersusah payah
JawabanA. pagi buta

つとめて (tsutomete) adalah kata benda yang berarti pagi buta, atau pagi keesokan harinya setelah suatu peristiwa. Jebakan khasnya adalah menjawab dengan makna berusaha karena teringat kata kerja 努む (tsutomu). Kalau dihafal lewat kalimat 冬はつとめて (fuyu wa tsutomete) dari Makura no Soshi (枕草子), jawabannya bisa langsung keluar. Kalau ada keterangan tentang malam sebelumnya, menerjemahkannya sebagai pagi keesokan hari lebih tepat, dan pemilahan itu pun ditanyakan.

Soal 15 | ののしる (nonoshiru)

Dalam kalimat Jepang klasik 門の外、人あまた集ひてののしる。 (kado no soto, hito amata tsudoite nonoshiru), yang berarti di luar gerbang banyak orang berkumpul lalu nonoshiru, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah ののしる (nonoshiru)?

  1. mengusir sambil mencerca
  2. mengucapkan kata-kata buruk
  3. ribut dengan suara keras
  4. bertengkar satu sama lain
JawabanC. ribut dengan suara keras

Inti makna ののしる (nonoshiru) dalam bahasa klasik adalah ribut dengan suara keras atau menjadi buah bibir, dan menerjemahkannya seperti kata modern yang berarti mencaci akan membuat nilai hilang. Kalau adegannya banyak orang berkumpul, sudah pasti artinya ribut. Pada 世にののしる (yo ni nonoshiru) artinya menjadi buah bibir masyarakat. Kata ini adalah wakil utama kata kerja yang maknanya bergeser dari bahasa modern, sehingga selalu dimuat di awal buku kosakata.

Soal 16 | おこたる (okotaru)

Dalam kalimat Jepang klasik 日ごろ重かりし病、やうやうおこたりぬ。 (higoro omokarishi yamai, yoyo okotarinu), yang berarti penyakit yang selama ini berat itu akhirnya okotaru, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah おこたり (okotari)?

  1. penyakitnya berangsur membaik
  2. keadaannya bertambah parah
  3. memeriksakan diri kepada tabib
  4. bermalas-malasan dan berhenti bekerja
JawabanA. penyakitnya berangsur membaik

Selain berarti bermalas-malasan, おこたる (okotaru) juga berarti penyakit membaik atau berangsur sembuh, dan dalam konteks penyakit sudah pasti arti keduanya. Kalau hanya berpikir memakai kata modern 怠る (okotaru) yang berarti lalai, kalimatnya tidak nyambung dan jawabannya jadi salah. Bayangkan penyakit yang mengendurkan kekuatannya, maka mudah diingat. Rapikan bersama kosakata seputar kondisi sakit seperti いたつく (itatsuku) dan れいならず (rei narazu).

Soal 17 | あはれなり (aware nari)

Dalam kalimat Jepang klasik 夕暮れの空に雁の鳴きわたるこそ、あはれなれ。 (yugure no sora ni kari no nakiwataru koso, aware nare), yang berarti angsa liar yang melintas sambil berbunyi di langit senja itulah yang aware nari, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah あはれなれ (aware nare)?

  1. buruk sampai membuat tercengang
  2. sedih sampai ingin menangis
  3. kasihan dan menimbulkan iba
  4. menyentuh hati dan berkesan dalam
JawabanD. menyentuh hati dan berkesan dalam

Inti makna あはれなり (aware nari) adalah rasa terharu yang mendalam, jadi berkesan dan menyentuh. Kesalahan khasnya adalah langsung memutuskan artinya kasihan karena teringat aksara 哀れ, padahal ini kata bermakna ganda yang bisa menjadi tersayang atau sedih tergantung konteks. Karena yang dirasakan adalah keharuan pada senja dan angsa liar, artinya menyentuh hati. Pertentangannya dengan をかし (okashi) yang bernuansa cerah wajib dikuasai.

Soal 18 | あさまし (asamashi)

Dalam kalimat Jepang klasik かくと聞きて、皆あさましがりけり。 (kaku to kikite, mina asamashigarikeri), yang berarti mendengar kabar begitu, semua orang merasa asamashi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah あさましがり (asamashigari)?

  1. memandangnya dangkal lalu meremehkan
  2. tercengang sampai kehabisan kata
  3. menganggapnya kumuh dan buruk rupa
  4. merasa terganggu karena terlalu pagi
JawabanB. tercengang sampai kehabisan kata

Inti makna あさまし (asamashi) adalah tercengang karena sesuatu di luar dugaan, tanpa memandang baik atau buruknya. Menerjemahkannya seperti kata modern yang berarti hina adalah pola kehilangan nilai yang paling sering terjadi. Kalau tahu kata ini berasal dari kata kerja あさむ (asamu) yang berarti terkejut, makna aslinya tidak akan terlupa. Perbedaan yang menentukan dari bahasa modern adalah kata ini juga dipakai untuk keterkejutan yang menyenangkan, dan itulah soal pemilahan konteks yang klasik.

Soal 19 | ありがたし (arigatashi)

Dalam kalimat Jepang klasik かかる主に仕ふる者は、世にありがたきものなり。 (kakaru aruji ni tsukauru mono wa, yo ni arigataki mono nari), yang berarti orang yang mengabdi pada tuan seperti itu adalah sesuatu yang arigatashi di dunia ini, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah ありがたき (arigataki)?

  1. sama sekali tidak boleh ada
  2. jarang sekali ada
  3. berlimpah harta
  4. patut disyukuri
JawabanB. jarang sekali ada

ありがたし (arigatashi) tersusun dari 有り (ari) yang berarti ada ditambah 難し (katashi) yang berarti sukar, sehingga inti maknanya sukar ditemukan alias langka. Menerjemahkannya dengan makna rasa terima kasih seperti bahasa modern akan membuat nilai hilang, padahal kata ini sangat sering keluar. Maknanya kadang berkembang menjadi begitu unggul sampai jarang tandingannya. Cara bakunya adalah menghafal lewat bab ありがたきもの (arigataki mono) dalam Makura no Soshi (枕草子) yang berarti hal-hal yang jarang ada.

Soal 20 | ゆゆし (yuyushi)

Dalam kalimat Jepang klasik ゆゆしき大事の出で来て、都は騒ぎたり。 (yuyushiki daiji no idekite, miyako wa sawagitari), yang berarti terjadi perkara besar yang yuyushi sehingga ibu kota geger, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah ゆゆしき (yuyushiki)?

  1. amat hebat dan berat kadarnya
  2. asal-asalan dan sembrono
  3. santai dan tidak tergesa
  4. membawa pertanda baik
JawabanA. amat hebat dan berat kadarnya

Makna asal ゆゆし (yuyushi) adalah menyentuh hal yang suci atau keramat sehingga pantang, lalu berayun ke dua kutub, yaitu membawa sial, amat hebat kadarnya, dan bahkan luar biasa bagus. Di sini kata itu menerangkan 大事 (daiji) yang berarti perkara besar, jadi yang ditekankan adalah kadar yang luar biasa. Karena dipakai untuk makna baik maupun buruk, pemilahan lewat konteks adalah incaran ujian masuk. Bayangkan sesuatu yang begitu kuat sampai tak boleh disentuh, maka mudah ditata.

Soal 21 | わりなし (warinashi)

Dalam kalimat Jepang klasik わりなく物思ふけしきにて、返事もせず。 (warinaku monoomou keshiki nite, henji mo sezu), yang berarti dengan raut yang warinashi tenggelam dalam pikiran, ia bahkan tidak menjawab, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah わりなく (warinaku)?

  1. dengan runtut dan masuk akal
  2. tidak sepadan dengan usahanya
  3. dengan sungkan dan malu-malu
  4. sampai tidak tertahankan lagi
JawabanD. sampai tidak tertahankan lagi

わりなし (warinashi) berasal dari 理無し (kotowari nashi) yang berarti tidak sesuai nalar, lalu berkembang menjadi tidak tertahankan atau berlebihan. Jebakan khasnya adalah salah menjawab tidak sepadan karena teringat aksara 割 yang berarti bagian. Konteksnya menyatakan kadar yang luar biasa, yaitu tenggelam dalam pikiran sampai tidak sanggup menjawab. Jalan terpendeknya adalah menguraikannya menjadi ことわりなし (kotowari nashi).

Soal 22 | さうざうし (sozoshi)

Dalam kalimat Jepang klasik 花も散り果てて、庭のけしきさうざうし。 (hana mo chirihatete, niwa no keshiki sozoshi), yang berarti bunganya sudah gugur habis sehingga pemandangan halaman terasa sozoshi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah さうざうし (sozoshi)?

  1. terasa kurang dan sepi
  2. seram sampai merinding
  3. segar dan menyegarkan hati
  4. berisik dan memekakkan telinga
JawabanA. terasa kurang dan sepi

さうざうし (sozoshi) berarti ada yang seharusnya hadir tetapi hilang, sehingga terasa kurang dan sepi. Karena bunyinya sama dengan kata modern 騒々しい (sozoshii) yang berarti berisik, menerjemahkannya menjadi bising adalah pola kehilangan nilai yang paling sering, padahal maknanya hampir berkebalikan. Petunjuknya adalah rasa kehilangan setelah bunga berguguran. Boleh dihafal seperti mantra: bukan bising, melainkan sepi.

Soal 23 | こころもとなし (kokoromotonashi)

Dalam kalimat Jepang klasik 文の返り事の遅きは、いとこころもとなし。 (fumi no kaerigoto no osoki wa, ito kokoromotonashi), yang berarti balasan surat yang lambat itu sungguh kokoromotonashi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah こころもとなし (kokoromotonashi)?

  1. tidak punya rasa peduli pada orang
  2. tidak berdasar sama sekali
  3. santai dan tanpa beban
  4. tidak sabar menunggu dan cemas
JawabanD. tidak sabar menunggu dan cemas

こころもとなし (kokoromotonashi) berarti menanti sampai gelisah dan merasa khawatir. Kalau terseret oleh kata modern 心もとない (kokoromotonai) yang berarti tidak bisa diandalkan, jawabannya akan meleset sedikit. Kalau adegannya menunggu balasan, sudah pasti artinya tidak sabar. Kata ini bersinonim dengan おぼつかなし (obotsukanashi) dan sering keluar sepaket, jadi menghafal keduanya sekaligus lebih hemat.

Soal 24 | すさまじ (susamaji)

Dalam kalimat Jepang klasik 除目に司得ぬ人の家は、すさまじきものなり。 (jimoku ni tsukasa enu hito no ie wa, susamajiki mono nari), yang berarti rumah orang yang tidak memperoleh jabatan pada pengumuman pengangkatan itu susamaji, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah すさまじき (susamajiki)?

  1. luar biasa megah dan mengesankan
  2. kasar dan penuh kekerasan
  3. dingin sampai menggigil ketakutan
  4. hambar dan mematahkan suasana
JawabanD. hambar dan mematahkan suasana

Inti makna すさまじ (susamaji) adalah hambar karena tidak sesuai harapan, atau suasananya gersang. Menerjemahkannya seperti kata modern すさまじい (susamajii) yang berarti dahsyat akan membalik penilaiannya, dan di situlah nilai orang berbeda-beda. Petunjuknya adalah konteks harapan yang meleset, yaitu rumah orang yang gagal mendapat jabatan. Cara paling pasti adalah menghafal utuh bab すさまじきもの (susamajiki mono) dalam Makura no Soshi (枕草子) yang berarti hal-hal yang mematahkan suasana.

Soal 25 | めざまし (mezamashi)

Dalam kalimat Jepang klasik 身の程知らぬふるまひよと、めざましく思す。 (mi no hodo shiranu furumai yo to, mezamashiku obosu), yang berarti beliau menganggap tingkah yang tidak tahu diri itu mezamashi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah めざましく (mezamashiku)?

  1. rajin bangun pagi sehingga terpuji
  2. langka sehingga terasa menyegarkan
  3. begitu hebat sampai membuat terjaga
  4. tidak berkenan di hati dan menjengkelkan
JawabanD. tidak berkenan di hati dan menjengkelkan

Makna asal めざまし (mezamashi) adalah begitu di luar dugaan sampai membuat mata terbuka, dan yang paling sering keluar di ujian masuk adalah makna celaan terhadap tingkah orang berkedudukan rendah yang tidak tahu diri, yaitu tidak berkenan di hati. Menerjemahkannya dengan nada positif seperti frasa modern tentang kiprah yang gemilang akan membuat nilai hilang. Adegan terkenalnya adalah Kiritsubo no Koi yang dicela sebagai めざましきもの (mezamashiki mono) di awal Genji Monogatari (源氏物語). Kuncinya adalah arah pandangnya, yaitu dari atasan yang memandang rendah bawahan.

Soal 26 | いとほし (itohoshi)

Dalam kalimat Jepang klasik 幼き者どもの飢ゑたるを見るに、いといとほし。 (osanaki monodomo no uetaru wo miru ni, ito itohoshi), yang berarti melihat anak-anak kecil yang kelaparan itu sungguh itohoshi, apa arti yang paling tepat untuk bagian bergaris bawah いとほし (itohoshi)?

  1. menggemaskan sampai membuat tersenyum
  2. tersayang sampai tak tertahankan
  3. menyebalkan dan mengganggu
  4. kasihan dan menimbulkan iba
JawabanD. kasihan dan menimbulkan iba

Inti makna いとほし (itohoshi) adalah kasihan dan iba, lalu dari situ berkembang juga makna menggemaskan. Kalau langsung menjawab tersayang karena hanya membayangkan kata modern 愛おしい (itooshii), jawabannya tidak cocok untuk adegan melihat anak yang kelaparan. Aturan bakunya adalah menjadikan makna kasihan sebagai pilihan pertama ketika konteksnya melihat kesusahan atau orang lemah. Hafalkan bersama sinonimnya いたはし (itawashi).

Tata bahasa

Soal 27 | Memilah る (ru)

Dalam kalimat Jepang klasik 昔のこと、そこはかとなく思ひ出でらる。 (mukashi no koto, sokohakatonaku omoiideraru), yang berarti perkara masa lalu samar-samar omoiideraru, apa makna tata bahasa dari らる (raru)?

  1. dikenai perbuatan dari pihak lain
  2. menaikkan derajat pelakunya
  3. terjadi dengan sendirinya tanpa diniatkan
  4. menyatakan sanggup melakukannya
JawabanC. terjadi dengan sendirinya tanpa diniatkan

Aturannya, る dan らる (ru, raru) yang menempel pada kata kerja perasaan atau pencerapan seperti 思ふ (omou) yang berarti berpikir, 偲ぶ (shinobu) yang berarti mengenang, dan 泣く (naku) yang berarti menangis, menyatakan kejadian yang muncul sendiri. Jadi 思ひ出でらる (omoiideraru) berarti kenangan lama muncul dengan sendirinya. Hafalkan sekalian patokan yang lain: kalau ada pelaku yang ditandai に (ni) berarti dikenai perbuatan, kalau di bawahnya ada pengingkaran biasanya menyatakan kesanggupan, dan kalau subjeknya orang berkedudukan tinggi berarti penghormatan. Dari empat pemilahan itu, melewatkan makna spontanlah yang paling sering membuat nilai hilang.

Soal 28 | Memilah らる (raru)

Dalam kalimat Jepang klasik 帝、この由を聞こし召して、いたく嘆かせ給ふ。中将をば疾く召さる。 (mikado, kono yoshi wo kikoshimeshite, itaku nagekase tamau. chujo woba toku mesaru), yang berarti kaisar mendengar hal itu lalu sangat berkeluh kesah, dan segera mesaru sang chujo, apa makna tata bahasa dari る (ru) pada 召さる (mesaru)?

  1. dikenai perbuatan dari pihak lain
  2. terjadi dengan sendirinya tanpa diniatkan
  3. menaikkan derajat pelakunya
  4. menyatakan perbuatan sudah tuntas
JawabanC. menaikkan derajat pelakunya

Subjeknya adalah 帝 (mikado) yaitu kaisar yang berkedudukan tinggi, dan perbuatan 召す (mesu) yang berarti memanggil juga perbuatan orang berkedudukan tinggi, sehingga る di sini menaikkan derajat pelakunya dan berarti beliau berkenan memanggil. Untuk memilah る dan らる (ru, raru), periksalah berurutan: pertama subjek berkedudukan tinggi, kedua menempel pada kata perasaan, ketiga ada に (ni) penanda pelaku, keempat disertai pengingkaran. Perbedaan cara penyambungan dengan kata bantu り (ri) yang menyatakan perbuatan tuntas juga sering diincar, sebab り hanya menyambung pada bentuk mizen kata kerja sahen dan bentuk izen kata kerja yodan.

Soal 29 | Memilah る (ru)

Dalam kalimat Jepang klasik 盗人に衣を奪はる。 (nusubito ni kinu wo ubawaru), yang berarti pakaiannya ubawaru oleh pencuri, apa makna tata bahasa dari る (ru)?

  1. menyatakan sanggup melakukannya
  2. terjadi dengan sendirinya tanpa diniatkan
  3. menaikkan derajat pelakunya
  4. dikenai perbuatan dari pihak lain
JawabanD. dikenai perbuatan dari pihak lain

Karena pelaku perbuatan dinyatakan secara jelas lewat 盗人に (nusubito ni) yang berarti oleh pencuri, sudah pasti maknanya dikenai perbuatan, yaitu pakaiannya dirampas. Pada empat pemilahan る dan らる (ru, raru), langkah tercepat adalah lebih dulu memeriksa ada tidaknya に (ni) penanda pelaku. Ada juga yang salah membaca seolah pencurilah subjeknya lalu memilih penghormatan, padahal orang yang bukan bangsawan tidak diperlakukan begitu. Biasakan mencari dasar penilaian di dalam kalimat itu sendiri.

Soal 30 | Memilah なむ (namu)

Dalam kalimat Jepang klasik この山にぞ、鬼住むと言ひ伝へたる。人々、夜はここをなむ避けて通りける。 (kono yama ni zo, oni sumu to iitsutaetaru. hitobito, yoru wa koko wo namu sakete torikeru), yang berarti konon di gunung inilah setan tinggal, dan orang-orang pada malam hari namu melewatinya dengan menghindar, manakah keterangan tata bahasa yang benar untuk なむ (namu)?

  1. akhiran bentuk mizen kata kerja nahen ditambah kata bantu dugaan
  2. kata bantu akhir yang menyatakan harapan agar pihak lain melakukannya
  3. kata bantu penegas yang menuntut penutup kalimat berbentuk rentaikei ける (keru)
  4. kata bantu ぬ (nu) bentuk mizen ditambah kata bantu dugaan む (mu)
JawabanC. kata bantu penegas yang menuntut penutup kalimat berbentuk rentaikei ける (keru)

Karena なむ (namu) di sini menempel pada kata benda atau partikel dan ujung kalimatnya ditutup oleh bentuk rentaikei ける (keru), inilah なむ sebagai kata bantu penegas. Ada 4 jalur untuk memilah なむ: satu, menyambung pada bentuk mizen berarti kata bantu akhir yang menyampaikan permintaan; dua, menyambung pada bentuk renyokei berarti gabungan ぬ (nu) dan む (mu); tiga, selain itu dan ujung kalimatnya rentaikei berarti kata bantu penegas; empat, pada 死なむ (shinamu) dan 往なむ (inamu) berarti bentuk mizen kata kerja nahen ditambah む. Lalai memeriksa cara penyambungannya langsung membuat nilai hilang, dan ini soal langganan.

Soal 31 | Memilah なむ (namu)

Dalam kalimat Jepang klasik 今宵のうちに、雨やみなむ。はや花見に行かなむ。 (koyoi no uchi ni, ame yaminamu. haya hanami ni yukanamu), yang berarti malam ini juga hujan yaminamu, dan lekaslah yukanamu untuk menikmati bunga, manakah keterangan tata bahasa yang benar untuk なむ (namu) pada bagian belakang 行かなむ (yukanamu)?

  1. kata bantu penegas なむ (namu) yang menguatkan bagian yang disorot
  2. kata bantu akhir なむ (namu) yang menyambung pada bentuk mizen dan menyatakan harapan agar pihak lain melakukannya
  3. kata bantu ぬ (nu) bentuk mizen ditambah kata bantu dugaan む (mu)
  4. sebagian akhiran kata kerja nahen ditambah kata bantu dugaan む (mu)
JawabanB. kata bantu akhir なむ (namu) yang menyambung pada bentuk mizen dan menyatakan harapan agar pihak lain melakukannya

行か (yuka) adalah bentuk mizen dari kata kerja yodan, sehingga sudah pasti ini なむ (namu) sebagai kata bantu akhir yang menyambung pada bentuk mizen dan menyatakan harapan agar orang lain pergi. Bagian depannya, やみなむ (yaminamu), menyambung pada bentuk renyokei sehingga merupakan ぬ (nu) ditambah む (mu) dan berarti hujannya akan reda. Menjejerkan keduanya dalam satu kalimat adalah pola puncak soal ujian masuk. Karena pemilahannya bisa mekanis hanya dari cara penyambungan, semuanya bergantung pada kemampuan menentukan bentuk perubahan kata, dan di sinilah nilai orang berbeda.

Soal 32 | Memilah に (ni)

Dalam kalimat Jepang klasik これは都の人にはあらず、田舎人なり。 (kore wa miyako no hito ni wa arazu, inakabito nari), yang berarti ini bukanlah orang ibu kota, melainkan orang desa, manakah keterangan tata bahasa yang benar untuk に (ni)?

  1. bentuk renyokei dari kata bantu penegasan なり (nari)
  2. partikel kasus
  3. bentuk renyokei dari kata bantu ぬ (nu) yang menyatakan perbuatan tuntas
  4. partikel penyambung antarklausa
JawabanA. bentuk renyokei dari kata bantu penegasan なり (nari)

Pada pola にあり (ni ari) dan にはあらず (ni wa arazu), aturannya に adalah bentuk renyokei dari なり (nari) yang menegaskan identitas, sehingga artinya bukan orang ibu kota. Tandanya adalah di belakangnya menyusul あり (ari), 侍り (haberi), atau 候ふ (soro), atau partikel は dan も yang mengarah ke sana. Kalau berupa bentuk renyokei dari ぬ (nu), maka di depannya ada bentuk renyokei dan di belakangnya menyusul き (ki), けり (keri), atau たり (tari). Pemilahan に adalah tema terpenting dalam tata bahasa ujian masuk, dan gagal pada pola にはあらず membuat selisih nilai yang besar.

Soal 33 | Memilah に (ni)

Dalam kalimat Jepang klasik 花は皆散りにけり。 (hana wa mina chirinikeri), yang berarti bunganya sudah gugur semua, manakah keterangan tata bahasa yang benar untuk に (ni)?

  1. akhiran bentuk renyokei kata sifat verbal
  2. bentuk renyokei dari kata bantu ぬ (nu) yang menyatakan perbuatan tuntas
  3. partikel kasus
  4. bentuk renyokei dari kata bantu penegasan なり (nari)
JawabanB. bentuk renyokei dari kata bantu ぬ (nu) yang menyatakan perbuatan tuntas

Kata sebelumnya, 散り (chiri), adalah bentuk renyokei dan di belakangnya menyusul けり (keri) yang menyatakan masa lampau, jadi polanya にけり (nikeri) dan sudah pasti に adalah bentuk renyokei dari ぬ (nu) yang menyatakan perbuatan tuntas, yaitu telanjur gugur. Cara tercepat adalah menghafal polanya: に pada にき (niki), にけり (nikeri), dan にたり (nitari) menyatakan perbuatan tuntas. Bedanya yang menentukan, kalau menegaskan identitas maka ia menyambung pada kata benda atau bentuk rentaikei. Pada soal terjemahan, melewatkan nuansa telanjur akan dikurangi nilainya, jadi sadari sekaligus.

Soal 34 | Makna けり (keri)

Dalam waka 見わたせば柳桜をこきまぜて都ぞ春の錦なりける (miwataseba yanagi sakura wo kokimazete miyako zo haru no nishiki narikeru), yang berarti bila dipandang berkeliling, dedalu dan sakura berbaur sehingga ibu kota adalah sulaman musim semi, apa makna tata bahasa dari ける (keru)?

  1. ungkapan rasa takjub yang baru disadari
  2. perbuatan yang sudah tuntas dikerjakan
  3. keadaan yang masih berlangsung terus
  4. peristiwa lampau yang didengar dari orang
JawabanA. ungkapan rasa takjub yang baru disadari

Aturannya, けり (keri) di dalam waka menyatakan rasa takjub, yaitu keharuan karena baru menyadari bahwa ibu kota ternyata seperti sulaman musim semi. Pemilahan yang sering keluar adalah bahwa けり dalam narasi biasa pada dasarnya menyatakan peristiwa lampau yang didengar dari orang lain. Pemakaian ini disebut けり kesadaran, dan aturan bakunya adalah pertama-tama mencurigai makna takjub bila muncul di dalam waka atau dialog. Menjawab masa lampau akan merembet sampai membuat soal penafsiran waka ikut salah.

Soal 35 | Makna べし (beshi)

Dalam kalimat Jepang klasik 羽なければ、空をも飛ぶべからず。 (hane nakereba, sora wo mo tobubekarazu), yang berarti karena tidak berbulu sayap, langit pun tidak tobubeshi, apa makna tata bahasa dari べから (bekara)?

  1. menyatakan hal yang sudah semestinya
  2. menyatakan perintah kepada lawan bicara
  3. menyatakan sanggup melakukannya
  4. menyatakan tekad diri sendiri
JawabanC. menyatakan sanggup melakukannya

飛ぶべからず (tobubekarazu) berarti tidak dapat terbang, dan べし (beshi) yang disertai pengingkaran sering kali menyatakan kesanggupan. べし punya 6 makna, yaitu dugaan, tekad, kesanggupan, kesemestian, perintah, dan kepantasan, dan pemilahannya dilakukan lewat persona subjek serta konteks. Karena alasannya masuk akal, yaitu tidak berbulu sayap maka tidak bisa terbang, orang mudah ragu dengan makna kesemestian, tetapi teorinya adalah gabungan dengan pengingkaran diperiksa lebih dulu sebagai kesanggupan.

Soal 36 | Makna む (mu)

Dalam kalimat Jepang klasik いざ、かいもちひせむ。 (iza, kaimochihi semu), yang berarti ayo, kita kaimochihi semu, dengan かいもちひ (kaimochihi) yaitu penganan dari beras tumbuk, apa makna tata bahasa dari む (mu)?

  1. ajakan yang ditujukan kepada lawan bicara
  2. perkiraan tentang hal yang belum pasti
  3. tekad pembicara sendiri untuk melakukannya
  4. pengandaian yang belum tentu terjadi
JawabanC. tekad pembicara sendiri untuk melakukannya

Aturannya, む (mu) yang subjeknya adalah pembicara sendiri menyatakan tekad, yaitu ingin membuatnya, dan seruan いざ (iza) yang berarti ayo pun menopang makna tekad itu. Dasar pemilahan む adalah personanya: persona pertama berarti tekad, persona kedua berarti ajakan atau kepantasan, persona ketiga berarti perkiraan. Kalimat ini meniru bagian terkenal tentang seorang bocah dalam Uji Shui Monogatari (宇治拾遺物語). Kalau ragu antara tekad dan ajakan, putuskan dari apakah pelakunya diri sendiri atau lawan bicara.

Soal 37 | Kakarimusubi

Dalam kalimat Jepang klasik ここに月こそ( )。 (koko ni tsuki koso ...), yang berarti di sinilah bulan koso terbit, manakah bentuk perubahan yang benar untuk 出づ (izu) pada bagian rumpang?

  1. bentuk shushikei 出づ (izu)
  2. bentuk izenkei 出づれ (izure)
  3. bentuk rentaikei 出づる (izuru)
  4. bentuk meireikei 出でよ (ideyo)
JawabanB. bentuk izenkei 出づれ (izure)

Aturan besi kakarimusubi adalah penutup bagi kata bantu こそ (koso) memakai bentuk izenkei, dan bentuk izenkei dari kata kerja shimo nidan 出づ (izu) adalah 出づれ (izure). Karena ぞ (zo), なむ (namu), や (ya), dan か (ka) ditutup dengan bentuk rentaikei, kesalahan terbanyak adalah memilih 出づる (izuru). Cara paling pasti adalah lebih dulu menghafal pengecualiannya, yaitu hanya こそ yang memakai izenkei. Soal tentang bentuk penutup juga sering keluar dalam bentuk esai, sehingga kemampuan menulis tabel perubahan kata secara tepat menjadi fondasinya.

Soal 38 | Kakarimusubi

Dalam kalimat Jepang klasik いづれの山か天に近き。 (izure no yama ka ten ni chikaki), yang berarti gunung yang manakah ka yang dekat dengan langit, apa pengaruh kata bantu か (ka) terhadap ujung kalimat?

  1. mengubah ujung kalimat menjadi meireikei dan menambahkan nada takjub
  2. mengubah ujung kalimat menjadi shushikei dan menambahkan nada pertanyaan yang menyangkal
  3. mengubah ujung kalimat menjadi rentaikei dan menambahkan nada bertanya
  4. mengubah ujung kalimat menjadi izenkei dan menambahkan nada penegasan
JawabanC. mengubah ujung kalimat menjadi rentaikei dan menambahkan nada bertanya

や (ya) dan か (ka) adalah kata bantu yang menandai pertanyaan maupun pertanyaan yang isinya justru menyangkal, dan keduanya membuat penutup kalimat berbentuk rentaikei. Di sini kalimatnya menanyakan gunung mana yang dekat dengan langit, dan penutupnya 近き (chikaki) adalah bentuk rentaikei kata sifat golongan ku. Apakah maksudnya menyangkal atau tidak bergantung pada konteks, tetapi pilihan yang menyebut shushikei jelas keliru sehingga bisa disingkirkan. Pola ujian masuk selalu menanyakan makna kata bantu dan bentuk penutupnya sekaligus.

Soal 39 | Memilah ぬ (nu)

Dalam kalimat Jepang klasik 行く川の流れは絶えずして、もとの水にあらず。世に知らぬ人ぞなき。 (yuku kawa no nagare wa taezu shite, moto no mizu ni arazu. yo ni shiranu hito zo naki), yang berarti aliran sungai tidak pernah putus namun airnya bukan air yang dulu, dan di dunia ini tiada orang yang shiranu, manakah keterangan tata bahasa yang benar untuk ぬ (nu) pada 知らぬ (shiranu)?

  1. bentuk rentaikei dari kata bantu ぬ (nu) yang menyatakan perbuatan tuntas
  2. bentuk shushikei dari kata bantu ぬ (nu) yang menyatakan perbuatan tuntas
  3. bentuk rentaikei dari kata bantu pengingkaran ず (zu)
  4. kata bantu yang berfungsi menegaskan
JawabanC. bentuk rentaikei dari kata bantu pengingkaran ず (zu)

知ら (shira) adalah bentuk mizen, sehingga sudah pasti ぬ di sini adalah bentuk rentaikei dari ず (zu) yang menyambung pada bentuk mizen dan menyatakan pengingkaran, yaitu tiada orang yang tidak tahu. Kalau yang di depannya bentuk renyokei, barulah ia bentuk shushikei dari ぬ (nu) yang menyatakan perbuatan tuntas. Pemilahan ぬ diperiksa berlapis, yaitu dari cara penyambungannya dan dari apakah di belakangnya ada kata benda atau partikel ataukah kalimatnya berhenti. Soal ini juga bisa dipotong lewat pengetahuan tabel perubahan kata, sebab bentuk rentaikei untuk makna tuntas adalah ぬる (nuru), bukan ぬ.

Soal 40 | Memilah し (shi)

Dalam kalimat Jepang klasik 昔見し人は、今はここにあらず。 (mukashi mishi hito wa, ima wa koko ni arazu), yang berarti orang yang dulu mishi sudah tidak ada di sini sekarang, manakah keterangan tata bahasa yang benar untuk し (shi)?

  1. bentuk renyokei dari kata kerja sahen す (su)
  2. akhiran bentuk shushikei kata sifat
  3. partikel tambahan yang berfungsi menegaskan
  4. bentuk rentaikei dari kata bantu き (ki) yang menyatakan masa lampau
JawabanD. bentuk rentaikei dari kata bantu き (ki) yang menyatakan masa lampau

し pada 見し人 (mishi hito) menyambung pada bentuk renyokei 見 (mi) dan diikuti kata benda 人 (hito), sehingga ia bentuk rentaikei dari き (ki) yang menyatakan masa lampau, yaitu orang yang dulu dilihat. Pemilahan し dilakukan berurutan: satu, diikuti kata benda dan menyambung pada renyokei berarti き; dua, kalau dibuang pun kalimatnya tetap utuh berarti partikel tambahan; tiga, kalau bermakna melakukan sesuatu berarti kata kerja sahen. Perubahan istimewa き sendiri, yaitu rentaikei し dan izenkei しか (shika), juga sering keluar, jadi wajib dihafal di luar kepala.

Bahasa hormat

Soal 41 | Jenis 給ふ (tamau)

Dalam kalimat Jepang klasik 殿、御簾のうちに入り給ふ。 (tono, misu no uchi ni iri tamau), yang berarti sang tuan masuk ke balik tirai bambu, 給ふ (tamau) di sini berubah menurut pola yodan, jadi termasuk jenis bahasa hormat yang mana?

  1. kata merendahkan diri pelaku, yaitu kenjogo
  2. kata hormat untuk pelaku, yaitu sonkeigo
  3. kata pemanis tuturan, yaitu bikago
  4. kata santun kepada pendengar, yaitu teineigo
JawabanB. kata hormat untuk pelaku, yaitu sonkeigo

給ふ (tamau) yang berubah menurut pola yodan adalah kata kerja bantu yang meninggikan pelaku, artinya beliau berkenan melakukan sesuatu, dan rasa hormatnya tertuju pada pelaku perbuatan, di sini 殿 (tono) yaitu sang tuan. Kata 給ふ yang sama, bila berubah menurut pola shimo nidan, justru merendahkan diri pembicara dan muncul dalam dialog dengan bentuk seperti 思ひ給ふる (omoi tamauru). Aturan besinya adalah membedakan yodan atau shimo nidan dari akhiran perubahannya, dan pembedaan ini sekaligus menjadi pintu masuk dan soal langganan pada bab bahasa hormat.

Soal 42 | Jenis 奉る (tatematsuru)

Dalam kalimat Jepang klasik 女房、御文を中宮に奉る。 (nyobo, ofumi wo chugu ni tatematsuru), yang berarti dayang istana tatematsuru surat kepada permaisuri, 奉る (tatematsuru) termasuk jenis bahasa hormat yang mana?

  1. kata hormat yang ditumpuk dua lapis
  2. kata hormat untuk pelaku, yaitu sonkeigo
  3. kata santun kepada pendengar, yaitu teineigo
  4. kata merendahkan diri pelaku, yaitu kenjogo
JawabanD. kata merendahkan diri pelaku, yaitu kenjogo

奉る (tatematsuru) berarti menghaturkan dan rasa hormatnya tertuju pada penerima perbuatan, di sini 中宮 (chugu) yaitu permaisuri. Hafalkan lebih dulu bahwa ia adalah bentuk yang merendahkan diri dari 与ふ (atau) yang berarti memberi. Namun 奉る juga punya pemakaian yang meninggikan pelaku, yaitu beliau berkenan mengenakan atau beliau berkenan menaiki, sehingga dalam konteks mengenakan pakaian, menaiki kendaraan, atau bersantap maknanya berbalik, dan itulah jebakan tingkat lanjut. Di sini yang dihaturkan adalah surat, jadi sudah pasti termasuk yang merendahkan diri pelaku.

Soal 43 | Jenis 侍り (haberi)

Dalam kalimat Jepang klasik その日は雨いたく降り侍りき。 (sono hi wa ame itaku furi haberiki), yang berarti pada hari itu hujan turun dengan sangat deras, dan kalimat ini adalah narasi penulis kepada pembaca, 侍り (haberi) termasuk jenis bahasa hormat yang mana?

  1. kata santun kepada pendengar, yaitu teineigo
  2. kata merendahkan diri pelaku, yaitu kenjogo
  3. kata hormat untuk pelaku, yaitu sonkeigo
  4. kata hormat mutlak kepada kaisar
JawabanA. kata santun kepada pendengar, yaitu teineigo

侍り (haberi) yang dipakai secara membantu untuk bertutur dengan santun kepada pendengar atau pembaca termasuk teineigo, sepadan dengan akhiran santun dalam bahasa Jepang modern. 侍り juga punya pemakaian sebagai kata kerja utama yang berarti mengabdi, dan dalam konteks seperti 宮に侍り (miya ni haberi) maknanya menjadi merendahkan diri. Membedakan apakah ia kata kerja utama atau kata kerja bantu adalah pola soal yang klasik. Ingat saja bahwa kata santun kepada pendengar hanya ada 2, yaitu 侍り (haberi) dan 候ふ (soro), maka penataannya jadi cepat.

Soal 44 | Arah rasa hormat

Dalam narasi penulis 中将、御前にて笛を吹き給ふ。 (chujo, omae nite fue wo fuki tamau), yang berarti sang chujo meniup seruling di hadapan yang mulia, 給ふ (tamau) menyatakan rasa hormat dari siapa kepada siapa?

  1. dari sang chujo kepada yang mulia
  2. dari penulis kepada sang chujo
  3. dari yang mulia kepada sang chujo
  4. dari penulis kepada pembaca
JawabanB. dari penulis kepada sang chujo

Sumber rasa hormat ditentukan secara mekanis: kalau kalimatnya narasi maka sumbernya penulis, kalau kalimatnya dialog maka sumbernya pembicara. Karena 給ふ (tamau) meninggikan pelaku, sasarannya adalah pelaku perbuatan yaitu 中将 (chujo). Jadi jawabannya dari penulis kepada sang chujo. Selesaikan dengan menggabungkan prinsip arahnya, yaitu bentuk yang meninggikan mengarah ke pelaku, bentuk yang merendahkan diri mengarah ke pihak yang dikenai perbuatan, dan bentuk santun mengarah ke pendengar atau pembaca. Mencampuradukkan sumber dengan sasaran adalah pola kehilangan nilai yang paling sering.

Soal 45 | Arah rasa hormat

Dalam dialog, seorang dayang istana berkata kepada temannya 昨夜、帝に御琴の音を聞かせ申し上げき (yobe, mikado ni okoto no ne wo kikase moshiageki), yang berarti tadi malam ia memperdengarkan bunyi kecapi kepada kaisar, 申し上げ (moshiage) menyatakan rasa hormat dari siapa kepada siapa?

  1. dari kaisar kepada dayang istana
  2. dari dayang istana sebagai pembicara kepada kaisar
  3. dari penulis kepada kaisar
  4. dari dayang istana kepada temannya sebagai pendengar
JawabanB. dari dayang istana sebagai pembicara kepada kaisar

Sumber bahasa hormat di dalam dialog bukan penulis, melainkan pembicara, yaitu dayang istana itu. Karena 申す (mosu) merendahkan diri pelakunya, rasa hormatnya mengarah ke pihak yang dikenai perbuatan, yaitu 帝 (mikado) sang kaisar. Jadi jawabannya dari dayang istana kepada kaisar. Menjawab secara refleks bahwa sumbernya penulis padahal kalimatnya dialog adalah pola kehilangan nilai yang paling sering, jadi biasakan memeriksa dulu apakah itu narasi atau dialog. Periksa sekaligus bahwa bentuk yang merendahkan diri selalu mengarah ke penerima perbuatan.

Soal 46 | Hormat ke dua arah

Dalam kalimat Jepang klasik 中納言、姫君に御文を奉り給ふ。 (chunagon, himegimi ni ofumi wo tatematsuri tamau), yang berarti sang chunagon menghaturkan surat kepada sang putri, manakah keterangan yang benar tentang rasa hormat yang dinyatakan 奉り給ふ (tatematsuri tamau)?

  1. 奉り meninggikan pelaku dan mengarah ke sang chunagon, sedangkan 給ふ santun kepada pembaca
  2. 奉り給ふ sebagai satu kesatuan menjadi hormat tertinggi dan hanya mengarah ke sang putri
  3. 奉り merendahkan diri pelaku dan mengarah ke sang putri, sedangkan 給ふ meninggikan pelaku dan mengarah ke sang chunagon, jadi hormatnya ke dua arah
  4. 奉り給ふ adalah tumpukan dua lapis hormat kepada pelaku dan hanya mengarah kuat ke sang chunagon
JawabanC. 奉り merendahkan diri pelaku dan mengarah ke sang putri, sedangkan 給ふ meninggikan pelaku dan mengarah ke sang chunagon, jadi hormatnya ke dua arah

奉り給ふ (tatematsuri tamau) menumpuk bentuk yang merendahkan diri lalu bentuk yang meninggikan pelaku, sehingga sekaligus memuliakan pihak yang dikenai perbuatan yaitu 姫君 (himegimi) sang putri dan pelaku perbuatan yaitu 中納言 (chunagon) sang chunagon. Urutannya pun tetap, yang merendahkan diri di depan dan yang meninggikan di belakang. Sementara itu tumpukan seperti せ給ふ (se tamau) adalah dua lapis bentuk yang meninggikan pelaku, sehingga hormatnya hanya untuk satu orang, dan mencampuradukkan keduanya adalah jebakan terbesar. Tema ini paling membedakan nilai pada soal esai yang meminta menguraikan rasa hormat kata demi kata.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Materi ini untuk mengecek isi pelajaran SMA. Jika penulisan atau penjelasannya berbeda dengan buku pelajaran atau pengajaran di sekolah, utamakan buku pelajaran dan penjelasan guru.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang