Ruang Belajar Karinoya

Hukum & Etika Sehari-hari

Membedakan Rambu & Ujian Teori SIM

Persiapan ujian teori surat izin mengemudi

Cara membedakan rambu lalu lintas yang mudah tertukar, format soal ujian teori untuk SIM sementara dan SIM penuh, hingga revisi Undang-Undang Lalu Lintas Jalan dalam beberapa tahun terakhir. Penjelasan mengurai satu per satu mengapa soal jebakan bisa menjebak. Untuk memeriksa pemahaman sebelum membuat atau memperpanjang SIM.

40 soal · 6 bidang | Terakhir diperbarui 2026-09-28

Daftar isi
  1. Soal Jebakan (7)
  2. Membaca Rambu (7)
  3. Teori SIM Sementara (7)
  4. Teori SIM Resmi (6)
  5. Perubahan UU 2026 (7)
  6. Pelatihan Lansia (6)
  7. Alat latihan

Soal Jebakan

Soal 1 | Jebakan Ungkapan Mutlak

Jika pilihan jawaban di ujian teori memuat ungkapan mutlak seperti "pasti", "selalu", atau "dalam kondisi apa pun", apa yang harus dilakukan?

  1. Triknya adalah curiga apakah ada pengecualian. Kenyataannya sering kali salah
  2. Pasti merupakan pilihan yang benar
  3. Menilai berdasarkan panjang kalimat
  4. Boleh diabaikan
Jawaban: A. Triknya adalah curiga apakah ada pengecualian. Kenyataannya sering kali salah

Aturan lalu lintas memiliki banyak ketentuan pengecualian, sehingga pilihan yang mengandung kata "pasti" atau "selalu" cenderung salah — ini adalah teknik standar dalam persiapan ujian teori. Tentu ini bukan aturan mutlak jadi jangan terlalu percaya diri, tapi sikap curiga di awal bisa membantu mendapatkan nilai.

Soal 2 | Kewajiban Melambat di Zona Aman

【Benar/Salah】"Saat melewati dekat zona aman (anzen chitai), pengendara wajib selalu melambat, baik ada pejalan kaki maupun tidak."

  1. ✕ (Kewajiban melambat hanya berlaku jika ada pejalan kaki. Jika tidak ada, tidak ada kewajiban)
  2. ○
Jawaban: A. ✕ (Kewajiban melambat hanya berlaku jika ada pejalan kaki. Jika tidak ada, tidak ada kewajiban)

Ini jebakan klasik dalam ujian teori. Jika ada pejalan kaki di zona aman, pengendara wajib melambat; jika tidak ada, tidak ada kewajiban melambat. Ini soal yang pas untuk berlatih curiga terhadap pengecualian setiap kali melihat kata "selalu".

Soal 3 | Perbedaan Berhenti Sejenak dan Melambat

Di lokasi dengan rambu "Berhenti" (Tomare), tidak ada kendaraan maupun orang di sekitar termasuk dari arah belakang. Apa yang harus dilakukan?

  1. Tetap berhenti total sepenuhnya sekali dan memastikan keamanan (melambat saja tidak cukup)
  2. Cukup melambat
  3. Boleh langsung lewat jika tidak ada orang
  4. Cukup mengurangi kecepatan
Jawaban: A. Tetap berhenti total sepenuhnya sekali dan memastikan keamanan (melambat saja tidak cukup)

Berhenti sejenak mensyaratkan ban benar-benar berhenti total, dan kewajiban berhenti tidak dibebaskan meskipun tidak ada apa pun di sekitar. Alasan "karena tidak ada siapa-siapa" adalah alasan klasik pelanggaran tidak berhenti sejenak, dan bisa dikenai poin pelanggaran serta denda.

Soal 4 | Perbedaan Menyalip dan Melewati

Mana yang benar mengenai perbedaan antara "oikoshi" (menyalip) dan "oinuki" (melewati)?

  1. Menyalip (oikoshi) melibatkan perpindahan jalur, sedangkan melewati (oinuki) melewati kendaraan di depan tanpa berpindah jalur
  2. Merupakan istilah yang sama artinya
  3. Melewati (oinuki) dilarang karena lebih berbahaya
  4. Menyalip (oikoshi) adalah istilah khusus untuk jalan tol
Jawaban: A. Menyalip (oikoshi) melibatkan perpindahan jalur, sedangkan melewati (oinuki) melewati kendaraan di depan tanpa berpindah jalur

Menyalip (oikoshi) berarti melewati kendaraan di depan dengan berpindah jalur, sedangkan melewati (oinuki) berarti melintasi samping kendaraan di depan dalam jalur yang sama. Di dalam terowongan atau zona larangan menyalip, "menyalip" bisa dilarang sementara "melewati" dalam jalur yang sama terkadang tidak diatur — perbedaan ini sering dijadikan soal.

Soal 5 | Menyalip dan Melewati di Dalam Terowongan

Apa yang dilarang di dalam terowongan (bagian tanpa jalur kendaraan/car lane)?

  1. Hanya menyalip. Melewati dalam jalur yang sama tidak termasuk yang diatur
  2. Menyalip dan melewati sama-sama dilarang total
  3. Hanya melewati yang dilarang
  4. Hanya dilarang pada siang hari
Jawaban: A. Hanya menyalip. Melewati dalam jalur yang sama tidak termasuk yang diatur

Di dalam terowongan tanpa jalur kendaraan (car lane) merupakan contoh khas larangan menyalip. Namun yang dilarang adalah "menyalip" (yang melibatkan perpindahan jalur); ketentuan ini tidak secara langsung mengatur "melewati" kendaraan di depan dalam jalur yang sama. Batasan ini sering menjadi poin ujian.

Soal 6 | Waktu Memberi Sinyal

Saat akan berpindah jalur (shinro henkou), kapan sebaiknya lampu sein dinyalakan?

  1. Sekitar 3 detik sebelum akan berpindah jalur
  2. Sekitar 30 meter sebelumnya
  3. Segera setelah mulai berpindah jalur
  4. Tidak ada ketentuan khusus
Jawaban: A. Sekitar 3 detik sebelum akan berpindah jalur

Sinyal berpindah jalur diberikan sekitar 3 detik sebelumnya sebagai patokan (sementara sinyal belok kanan/kiri diberikan sekitar 30 meter sebelum persimpangan). Jebakan yang sering muncul adalah mencampuradukkan "pindah jalur = 3 detik sebelum" dengan "belok kanan/kiri = 30 meter sebelum", jadi mengingat pasangan angka ini dengan tepat adalah kunci nilai.

Soal 7 | Menghadapi Kendaraan Darurat

Kendaraan darurat dengan sirene menyala mendekat di jalan yang bukan persimpangan. Apa respons yang benar bagi kendaraan umum?

  1. Pada dasarnya menepi ke sisi kiri jalan dan memberi jalan (tidak harus selalu berhenti total)
  2. Harus selalu berhenti total
  3. Boleh diabaikan dan terus melaju
  4. Menepi ke sisi kanan lalu berhenti
Jawaban: A. Pada dasarnya menepi ke sisi kiri jalan dan memberi jalan (tidak harus selalu berhenti total)

Di dekat persimpangan, aturan dasarnya adalah berhenti total dan memberi jalan, tetapi di lokasi selain persimpangan, aturan dasarnya adalah "menepi ke sisi kiri dan memberi jalan", tidak selalu harus berhenti (ada juga pengecualian menepi ke kanan di jalan sempit, misalnya). Anggapan "kendaraan darurat = harus selalu berhenti di mana pun" adalah sumber jebakan di sini.

Membaca Rambu

Soal 8 | Dilarang Lewat vs Dilarang Masuk Kendaraan

Rambu "Tsuukoudome" / Dilarang Lewat (lingkaran dengan tanda ×) dan rambu "Sha-ryou Shinnyuu Kinshi" / Dilarang Masuk Kendaraan (lingkaran dengan satu garis horizontal). Apa perbedaan keduanya?

  1. Dilarang lewat berarti larangan total termasuk pejalan kaki, sedangkan dilarang masuk kendaraan hanya melarang kendaraan masuk dari arah tertentu, misalnya di ujung keluar jalan satu arah
  2. Artinya sama
  3. Dilarang lewat adalah pembatasan yang lebih ringan
  4. Dilarang masuk kendaraan tidak berlaku untuk sepeda
Jawaban: A. Dilarang lewat berarti larangan total termasuk pejalan kaki, sedangkan dilarang masuk kendaraan hanya melarang kendaraan masuk dari arah tertentu, misalnya di ujung keluar jalan satu arah

"Dilarang Lewat" adalah larangan total termasuk untuk pejalan kaki, sedangkan "Dilarang Masuk Kendaraan" hanya melarang kendaraan masuk dari arah tertentu, misalnya ujung keluar jalan satu arah. Karena desainnya mirip, soal yang menguji kebingungan antara keduanya sering muncul di ujian teori.

Soal 9 | Dilarang Parkir vs Dilarang Parkir dan Berhenti

Apa perbedaan antara rambu "Dilarang Parkir" (satu garis diagonal) dan "Dilarang Parkir dan Berhenti" (tanda × = dua garis diagonal)?

  1. Dilarang parkir masih membolehkan berhenti sesaat, sedangkan dilarang parkir dan berhenti melarang keduanya
  2. Keduanya sama-sama boleh berhenti sesaat
  3. Keduanya sama-sama tidak boleh berhenti sesaat
  4. Dilarang parkir dan berhenti adalah pembatasan yang lebih ringan
Jawaban: A. Dilarang parkir masih membolehkan berhenti sesaat, sedangkan dilarang parkir dan berhenti melarang keduanya

Satu garis diagonal = dilarang parkir (masih boleh "berhenti sesaat" untuk menurunkan/menaikkan penumpang atau bongkar muat barang dalam 5 menit). Tanda × (dua garis diagonal) = dilarang parkir dan berhenti (sama sekali tidak boleh berhenti, termasuk berhenti sesaat). Bentuknya mirip, jadi membaca dengan tepat rambu tambahan di bawahnya (jam dan hari berlaku) adalah kunci mendapatkan nilai.

Soal 10 | Batas Kecepatan Maksimum dan Minimum

Apa perbedaan tampilan antara rambu "batas kecepatan maksimum" dan rambu "batas kecepatan minimum"?

  1. Rambu batas kecepatan minimum memiliki garis biru horizontal di bawah angkanya
  2. Warnanya benar-benar berbeda
  3. Batas kecepatan minimum berbentuk segitiga
  4. Tidak ada perbedaan, dinilai dari konteks
Jawaban: A. Rambu batas kecepatan minimum memiliki garis biru horizontal di bawah angkanya

Rambu batas kecepatan maksimum berupa lingkaran bertepi merah dengan angka, sedangkan rambu batas kecepatan minimum berupa lingkaran berlatar biru dengan angka yang diberi garis bawah biru (underline). Keduanya kadang muncul berdampingan di jalur utama jalan tol, sehingga kemampuan membedakan sangat diperlukan.

Soal 11 | Dilarang Maju Selain Arah Tertentu vs Pembagian Jalur Berdasarkan Arah

Untuk rambu panah, mana pasangan yang benar antara rambu larangan "hanya boleh maju ke arah ini" dan rambu petunjuk "dari jalur ini silakan maju ke arah ini"?

  1. "Dilarang maju selain arah yang ditentukan" = rambu larangan, "pembagian jalur berdasarkan arah" = rambu petunjuk (arah yang boleh dituju berbeda tiap jalur)
  2. Keduanya adalah rambu larangan
  3. Keduanya adalah rambu petunjuk
  4. Namanya sama sehingga tidak ada perbedaan
Jawaban: A. "Dilarang maju selain arah yang ditentukan" = rambu larangan, "pembagian jalur berdasarkan arah" = rambu petunjuk (arah yang boleh dituju berbeda tiap jalur)

"Dilarang maju selain arah yang ditentukan" adalah rambu larangan yang berarti "di seluruh persimpangan ini dilarang maju ke arah selain yang ditentukan". "Pembagian jalur berdasarkan arah" adalah rambu petunjuk yang menentukan "dari jalur ini silakan maju ke arah ini" untuk tiap jalur. Meski desain panahnya mirip, jenis rambunya (larangan atau petunjuk) berbeda, dan ini yang diujikan.

Soal 12 | Membedakan Satu Arah dan Boleh Belok Kiri

Mana pasangan yang benar antara rambu "panah putih di atas latar biru" dan papan petunjuk "panah biru di atas latar putih"?

  1. Panah putih di atas latar biru = rambu jalan satu arah, panah biru di atas latar putih = papan petunjuk boleh belok kiri (boleh belok kiri meski lampu merah)
  2. Panah putih di atas latar biru = boleh belok kiri, panah biru di atas latar putih = jalan satu arah
  3. Keduanya berarti jalan satu arah
  4. Keduanya berarti boleh belok kiri
Jawaban: A. Panah putih di atas latar biru = rambu jalan satu arah, panah biru di atas latar putih = papan petunjuk boleh belok kiri (boleh belok kiri meski lampu merah)

Ini jebakan klasik ujian teori karena tampilannya sangat mirip. Panah putih di atas latar biru adalah rambu larangan "jalan satu arah", sedangkan panah biru di atas latar putih adalah papan petunjuk "boleh belok kiri" (boleh belok kiri meski lampu sedang merah). Jika tertukar dan salah masuk ke arah berlawanan, bisa langsung menyebabkan kecelakaan serius.

Soal 13 | Warna Rambu Peringatan

Apa arti rambu berbentuk belah ketupat berwarna kuning?

  1. Peringatan bahaya/perhatian di depan (rambu peringatan) dan tidak ada sanksi hukum
  2. Tempat boleh parkir
  3. Jalan prioritas
  4. Dilarang menyalip
Jawaban: A. Peringatan bahaya/perhatian di depan (rambu peringatan) dan tidak ada sanksi hukum

Belah ketupat kuning adalah rambu peringatan yang memberi tahu bahaya di depan, seperti "ada perlintasan kereta", "ada lampu lalu lintas", atau "jalan licin". Berbeda dari rambu larangan (berbentuk lingkaran), rambu ini sendiri tidak memiliki sanksi jika diabaikan, tetapi risiko kecelakaan akan meningkat drastis jika diabaikan.

Soal 14 | Rambu Persimpangan Bundaran

Apa ciri khas rambu yang menunjukkan persimpangan bundaran (roundabout)?

  1. Panah melingkar digambarkan berlawanan arah jarum jam (lalu lintas berjalan searah jarum jam)
  2. Hanya lingkaran tanpa panah
  3. Panah searah jarum jam
  4. Menggunakan rambu yang sama dengan jalan satu arah
Jawaban: A. Panah melingkar digambarkan berlawanan arah jarum jam (lalu lintas berjalan searah jarum jam)

Di persimpangan bundaran, kendaraan berjalan searah jarum jam (right-hand rotation, dilihat dari pusat lingkaran ke arah kanan), dan rambu digambar dengan arah panah sesuai itu. Rambu ini kadang tertukar dengan rambu peringatan "ada bundaran (rotary)", jadi perhatikan perbedaannya.

Teori SIM Sementara

Soal 15 | Jumlah Soal Ujian Teori SIM Sementara

Ujian teori SIM sementara terdiri dari berapa soal, dan berapa jawaban benar minimal untuk lulus?

  1. 50 soal, minimal 45 benar (tingkat kelulusan 90%)
  2. 100 soal, minimal 70 benar
  3. 30 soal, minimal 20 benar
  4. 20 soal, minimal 18 benar
Jawaban: A. 50 soal, minimal 45 benar (tingkat kelulusan 90%)

Ujian teori SIM sementara terdiri dari 50 soal format Benar/Salah, dengan batas kelulusan minimal 45 jawaban benar (tingkat kelulusan 90%). Batas waktunya sekitar 30 menit.

Soal 16 | Format Soal Ujian Teori SIM Sementara

Apa format soal ujian teori SIM sementara?

  1. Hanya format Benar/Salah
  2. Hanya pilihan ganda 4 opsi
  3. Termasuk soal esai
  4. Hanya soal ilustrasi
Jawaban: A. Hanya format Benar/Salah

Ujian teori SIM sementara pada dasarnya terdiri dari format Benar/Salah. Perbedaan besar dengan ujian teori SIM resmi adalah adanya tambahan soal penilaian situasi menggunakan ilustrasi.

Soal 17 | Syarat Berkendara dengan SIM Sementara

Apa yang wajib dimiliki oleh pemegang SIM sementara saat berkendara di jalan raya?

  1. Pendamping di kursi penumpang depan yang merupakan staf sekolah mengemudi yang ditunjuk atau pemegang SIM, serta rambu "Sedang Latihan SIM Sementara"
  2. Tidak perlu apa pun
  3. Cukup didampingi orang tua/wali saja
  4. Tidak perlu pendamping, tetapi dilarang berkendara malam hari
Jawaban: A. Pendamping di kursi penumpang depan yang merupakan staf sekolah mengemudi yang ditunjuk atau pemegang SIM, serta rambu "Sedang Latihan SIM Sementara"

Berkendara dengan SIM sementara mewajibkan adanya pendamping yang bisa memberi bimbingan, serta pemasangan rambu "Sedang Latihan SIM Sementara" di bagian depan dan belakang kendaraan. SIM sementara pada dasarnya hanyalah "izin untuk latihan".

Soal 18 | Usia Minimal Ujian SIM Sementara

Sejak 1 April 2026, berapa usia minimal untuk mengikuti ujian teori SIM sementara SIM biasa?

  1. 17 tahun 6 bulan ke atas (penerbitan SIM sendiri tetap mulai usia 18 tahun)
  2. Hanya 18 tahun ke atas
  3. 16 tahun ke atas
  4. Batas usia dihapuskan
Jawaban: A. 17 tahun 6 bulan ke atas (penerbitan SIM sendiri tetap mulai usia 18 tahun)

Mulai 1 April 2026, usia minimal untuk mengikuti ujian SIM sementara diturunkan menjadi 17 tahun 6 bulan (penerbitan SIM tetap mulai usia 18 tahun seperti sebelumnya). Ini adalah perubahan sistem agar pelatihan bisa dimulai lebih awal, dan ujian teori SIM sementara sendiri juga bisa diikuti mulai usia ini.

Soal 19 | Hubungan dengan Ujian Praktik

Apa yang diperlukan sebelum mendapatkan SIM sementara?

  1. Menyelesaikan pelatihan teori dan praktik di sekolah mengemudi, lalu lulus ujian teori dan praktik SIM sementara
  2. Lulus ujian teori SIM resmi
  3. Menjalani 100 jam latihan di jalan raya
  4. Tidak ada syarat khusus
Jawaban: A. Menyelesaikan pelatihan teori dan praktik di sekolah mengemudi, lalu lulus ujian teori dan praktik SIM sementara

Melalui jalur sekolah mengemudi, setelah menyelesaikan pelatihan teori dan praktik tahap pertama, peserta harus lulus ujian teori SIM sementara (Benar/Salah 50 soal) dan ujian keterampilan sebelum SIM sementara diterbitkan, barulah bisa lanjut ke pelatihan di jalan raya (tahap kedua).

Soal 20 | Tingkat Kelulusan yang Diperlukan

Berapa perkiraan tingkat jawaban benar yang diperlukan untuk lulus ujian teori SIM sementara?

  1. Sekitar 90% (45 soal dari 50 soal)
  2. 70%
  3. 50%
  4. 100% (harus nilai sempurna)
Jawaban: A. Sekitar 90% (45 soal dari 50 soal)

SIM sementara menetapkan standar yang cukup tinggi, yaitu tingkat jawaban benar 90% ke atas (minimal 45 dari 50 soal). Sama seperti ujian teori SIM resmi (minimal 90 dari 100 poin), keduanya sama-sama menuntut tingkat jawaban benar yang tinggi.

Soal 21 | Sifat SIM Sementara

Apa sifat dari SIM sementara?

  1. Izin sementara untuk latihan di jalan raya, dan tidak bisa digunakan untuk berkendara bebas sendirian di jalan umum
  2. Memiliki kekuatan hukum yang sama dengan SIM resmi
  3. Bisa terus diperpanjang sebagai SIM sementara
  4. Setelah diperoleh, bisa berkendara sendiri tanpa pendamping
Jawaban: A. Izin sementara untuk latihan di jalan raya, dan tidak bisa digunakan untuk berkendara bebas sendirian di jalan umum

SIM sementara adalah kualifikasi untuk latihan hingga mendapatkan SIM resmi, dan wajib didampingi pembimbing serta memasang rambu "Sedang Latihan SIM Sementara". Ketidakmampuan berkendara sendirian adalah perbedaan mendasar dengan SIM resmi.

Teori SIM Resmi

Soal 22 | Komposisi Soal Ujian Teori SIM Resmi

Ujian teori SIM resmi terdiri dari berapa soal dan berapa poin maksimum?

  1. Total 95 soal (90 soal Benar/Salah + 5 soal ilustrasi), maksimum 100 poin
  2. 100 soal, maksimum 100 poin
  3. 50 soal, maksimum 50 poin
  4. Hanya 100 soal format Benar/Salah
Jawaban: A. Total 95 soal (90 soal Benar/Salah + 5 soal ilustrasi), maksimum 100 poin

Ujian teori SIM resmi terdiri dari 90 soal format Benar/Salah (1 soal 1 poin) dan 5 soal penilaian situasi menggunakan ilustrasi (1 soal 2 poin), total 95 soal dengan maksimum 100 poin. Ciri khasnya adalah jumlah dan jenis soal yang lebih banyak dibandingkan SIM sementara.

Soal 23 | Batas Kelulusan Ujian Teori SIM Resmi

Berapa batas kelulusan ujian teori SIM resmi?

  1. Minimal 90 poin dari maksimum 100 poin
  2. Minimal 70 poin dari maksimum 100 poin
  3. Minimal 70 soal dari 95 soal
  4. Minimal 80 poin
Jawaban: A. Minimal 90 poin dari maksimum 100 poin

Ujian teori SIM resmi dinyatakan lulus jika mendapat minimal 90 poin dari maksimum 100 poin. Angkanya dekat dengan SIM sementara (tingkat jawaban benar 90%), tetapi perlu diperhatikan bahwa yang ini menggunakan standar "poin" (termasuk perhitungan 2 poin per soal ilustrasi).

Soal 24 | Poin Soal Ilustrasi

Berapa jumlah dan poin per soal untuk "soal ilustrasi" pada ujian teori SIM resmi?

  1. 5 soal, masing-masing 2 poin (total 10 poin)
  2. 10 soal, masing-masing 1 poin
  3. 3 soal, masing-masing 5 poin
  4. Hanya 1 soal, 10 poin
Jawaban: A. 5 soal, masing-masing 2 poin (total 10 poin)

Soal ilustrasi berjumlah 5 soal dengan masing-masing 2 poin, total 10 poin. Ini adalah soal aplikasi yang meminta peserta menilai, misalnya, "apakah harus memperlambat kendaraan untuk mengantisipasi bahaya" berdasarkan ilustrasi yang menggambarkan rambu, lampu lalu lintas, pejalan kaki, dan sebagainya — sehingga sulit dijawab hanya dengan menghafal Benar/Salah.

Soal 25 | Tingkat Kelulusan Ujian Teori SIM Resmi

Berapa perkiraan tingkat kelulusan ujian teori SIM resmi?

  1. Sekitar 70%
  2. Sekitar 95%
  3. Sekitar 30%
  4. Sekitar 50%
Jawaban: A. Sekitar 70%

Tingkat kelulusan ujian teori SIM resmi diperkirakan sekitar 70%. Sama seperti SIM sementara, jebakan ungkapan mutlak dan kebingungan mengenali rambu yang mirip sering menjadi penyebab kehilangan poin, sehingga latihan mengenali "pola jebakan" dari soal-soal sebelumnya sangat efektif.

Soal 26 | Batas Waktu Ujian Teori SIM Resmi

Berapa perkiraan batas waktu ujian teori SIM resmi?

  1. Sekitar 50 menit
  2. Sekitar 20 menit
  3. Sekitar 90 menit
  4. Tidak ada batas waktu
Jawaban: A. Sekitar 50 menit

Ujian teori SIM resmi memiliki batas waktu sekitar 50 menit. Karena jumlah soalnya lebih banyak daripada SIM sementara (sekitar 30 menit, 50 soal), waktunya dirancang dengan sedikit kelonggaran lebih.

Soal 27 | Tujuan Soal Ilustrasi

Apa tujuan utama diberikannya soal ilustrasi?

  1. Untuk mengukur kemampuan memprediksi bahaya dari situasi, bukan hanya hafalan sederhana
  2. Untuk mengukur kecepatan mengetik
  3. Untuk menentukan ada tidaknya pengalaman berkendara
  4. Sebagai pengganti tes penglihatan
Jawaban: A. Untuk mengukur kemampuan memprediksi bahaya dari situasi, bukan hanya hafalan sederhana

Soal ilustrasi adalah soal yang meminta peserta menilai "bahaya apa yang mungkin terjadi ke depannya" dari sebuah adegan yang menggambarkan berbagai elemen seperti rambu, lampu lalu lintas, posisi pejalan kaki/pesepeda, dan sebagainya. Soal ini sulit dijawab hanya dengan hafalan Benar/Salah, dan dirancang untuk mengukur kemampuan prediksi bahaya yang mendekati kemampuan yang diperlukan dalam berkendara sesungguhnya.

Perubahan UU 2026

Soal 28 | Sistem Tiket Biru untuk Sepeda

Sistem apa yang diberlakukan untuk pesepeda (usia 16 tahun ke atas) mulai 1 April 2026?

  1. Pembayaran denda melalui tiket biru (sistem pemberitahuan pelanggaran lalu lintas)
  2. Sistem uji kelayakan kendaraan (shaken)
  3. Kewajiban pemasangan pelat nomor
  4. Pengenalan pajak sepeda baru
Jawaban: A. Pembayaran denda melalui tiket biru (sistem pemberitahuan pelanggaran lalu lintas)

Mulai 1 April 2026, sistem tiket biru (sistem denda) diberlakukan untuk pelanggaran lalu lintas oleh pesepeda usia 16 tahun ke atas. Dengan membayar denda, kasus tersebut tidak akan menjadi proses pidana — perubahan besar dari sebelumnya yang hanya berhenti pada "peringatan" menjadi penegakan hukum yang benar-benar efektif.

Soal 29 | Penurunan Usia Ujian SIM Sementara

Mulai 1 April 2026, bagaimana perubahan usia minimal untuk mengikuti ujian teori SIM sementara SIM biasa?

  1. Diturunkan menjadi 17 tahun 6 bulan ke atas (penerbitan SIM tetap mulai usia 18 tahun)
  2. Diturunkan menjadi 16 tahun ke atas
  3. Dinaikkan menjadi 19 tahun
  4. Tidak ada perubahan
Jawaban: A. Diturunkan menjadi 17 tahun 6 bulan ke atas (penerbitan SIM tetap mulai usia 18 tahun)

Berlaku mulai 1 April 2026, usia minimal untuk mengikuti ujian diturunkan menjadi 17 tahun 6 bulan. Penerbitan SIM sendiri tetap mulai usia 18 tahun seperti sebelumnya dan tidak berubah — ini adalah perubahan sistem agar pelatihan bisa dimulai lebih awal.

Soal 30 | Batas Kecepatan Legal Jalan Permukiman

Apa perubahan undang-undang mengenai jalan permukiman tanpa garis tengah yang direncanakan berlaku mulai 1 September 2026?

  1. Batas kecepatan legal diturunkan dari 60 km/jam menjadi 30 km/jam
  2. Batas kecepatan legal diturunkan dari 60 km/jam menjadi 40 km/jam
  3. Semua lalu lintas kendaraan dilarang sepenuhnya
  4. Tidak ada perubahan khusus
Jawaban: A. Batas kecepatan legal diturunkan dari 60 km/jam menjadi 30 km/jam

Perubahan yang direncanakan berlaku mulai 1 September 2026 ini menurunkan batas kecepatan legal jalan permukiman tanpa garis tengah (center line) dari 60 km/jam menjadi 30 km/jam. Latar belakangnya adalah fakta bahwa sekitar 30 km/jam merupakan ambang batas di mana tingkat kematian akibat tabrakan dengan pejalan kaki menurun drastis.

Soal 31 | Syarat Sepeda Motor Kecil Khusus

Apa syarat dasar "sepeda motor kecil khusus" (tokutei kogata genpu, misalnya skuter listrik/e-kickboard)?

  1. Kecepatan maksimum 20 km/jam ke bawah, usia 16 tahun ke atas, tidak perlu SIM (helm bersifat kewajiban usaha/imbauan)
  2. Kecepatan maksimum 40 km/jam, harus punya SIM biasa
  3. Kecepatan maksimum 10 km/jam, tidak perlu SIM, wajib memakai helm
  4. Semuanya wajib memiliki SIM sepeda motor kecil
Jawaban: A. Kecepatan maksimum 20 km/jam ke bawah, usia 16 tahun ke atas, tidak perlu SIM (helm bersifat kewajiban usaha/imbauan)

Sepeda motor kecil khusus adalah kategori kendaraan dengan kecepatan maksimum 20 km/jam ke bawah yang bisa dikendarai tanpa SIM asalkan usianya 16 tahun ke atas. Pemakaian helm bersifat kewajiban usaha (tidak ada sanksi), dan dalam kondisi tertentu bisa melintasi trotoar dengan mode khusus.

Soal 32 | Sepeda Motor Kecil Standar Baru

Apa syarat "sepeda motor kecil standar baru" (shin-kijun genpu) yang dibuat menyusul berhentinya produksi 50cc?

  1. Kendaraan 125cc ke bawah dengan output maksimum dikontrol hingga 4,0 kW ke bawah, dan bisa dikendarai dengan SIM biasa
  2. Semua kendaraan hingga 150cc termasuk kategori ini
  3. Semua kendaraan hingga 200cc termasuk tanpa syarat
  4. Semua kendaraan 125cc ke bawah termasuk kategori ini tanpa memandang output
Jawaban: A. Kendaraan 125cc ke bawah dengan output maksimum dikontrol hingga 4,0 kW ke bawah, dan bisa dikendarai dengan SIM biasa

Karena penguatan regulasi emisi gas buang menyebabkan produksi 50cc dihentikan, kendaraan 125cc ke bawah dengan output maksimum dikontrol hingga 4,0 kW ke bawah kini diperlakukan sebagai "sepeda motor kecil" (genpu). Namun, aturan sepeda motor kecil konvensional tetap berlaku, yaitu batas kecepatan legal 30 km/jam, wajib belok kanan dua tahap, dan dilarang berboncengan.

Soal 33 | Rentang Denda Tiket Biru Sepeda

Berapa perkiraan rentang denda dalam sistem tiket biru untuk sepeda?

  1. Sekitar 5.000 yen hingga 12.000 yen (tergantung jenis pelanggaran)
  2. Seragam 1.000 yen
  3. Seragam 50.000 yen
  4. Tidak ada denda, hanya poin pelanggaran
Jawaban: A. Sekitar 5.000 yen hingga 12.000 yen (tergantung jenis pelanggaran)

Nominal denda tiket biru sepeda berbeda-beda tergantung jenis pelanggaran, dengan rentang sekitar 5.000 yen hingga 12.000 yen (misalnya, penggunaan ponsel sambil bersepeda cenderung lebih tinggi, sedangkan pelanggaran lampu lalu lintas atau melawan arah berada di rentang menengah). Karena nominalnya berpotensi ditinjau ulang di kemudian hari, penting untuk memeriksa pengumuman resmi saat pemberlakuannya.

Soal 34 | Penataan Kategori Sepeda Motor Kecil

Apa poin utama yang membedakan "sepeda motor kecil umum", "sepeda motor kecil standar baru", dan "sepeda motor kecil khusus"?

  1. Kategorinya berbeda berdasarkan kombinasi kapasitas mesin, output, dan kecepatan maksimum, sehingga SIM yang diperlukan pun berbeda
  2. Dibedakan berdasarkan warna
  3. Hanya dibedakan berdasarkan tahun produksi
  4. Tidak ada perbedaan, hanya beda sebutan
Jawaban: A. Kategorinya berbeda berdasarkan kombinasi kapasitas mesin, output, dan kecepatan maksimum, sehingga SIM yang diperlukan pun berbeda

Meski sama-sama disebut sepeda motor kecil (genpu), sepeda motor kecil umum (50cc), sepeda motor kecil standar baru (125cc ke bawah dengan batasan output), dan sepeda motor kecil khusus (maksimum 20 km/jam, tanpa SIM) memiliki standar kapasitas mesin, output, dan kecepatan maksimum yang berbeda, sehingga kebutuhan SIM-nya pun berbeda. Perlu berhati-hati karena meskipun tampilannya 125cc, versi bertenaga penuh (full power) tidak bisa dikendarai tanpa SIM yang sesuai, sehingga sering menimbulkan kebingungan.

Pelatihan Lansia

Soal 35 | Usia Sasaran Pelatihan Lansia

Mulai sekitar usia berapa "pelatihan lansia" (koureisha koushuu) wajib diikuti saat memperpanjang SIM?

  1. 70 tahun ke atas
  2. 60 tahun ke atas
  3. Hanya 75 tahun ke atas
  4. 65 tahun ke atas
Jawaban: A. 70 tahun ke atas

Pengemudi usia 70 tahun ke atas wajib mengikuti pelatihan lansia saat memperpanjang SIM. Isi pelatihan (pembelajaran teori, bimbingan praktik mengemudi, dsb.) dan perlunya tes fungsi kognitif berbeda-beda tergantung kelompok usia.

Soal 36 | Tes Tambahan untuk Usia 75 Tahun ke Atas

Apa yang pasti dijalani oleh pengemudi usia 75 tahun ke atas saat memperpanjang SIM?

  1. Tes fungsi kognitif (tes keterampilan mengemudi hanya untuk yang memiliki riwayat pelanggaran tertentu)
  2. Hanya tes keterampilan mengemudi
  3. Hanya tes penglihatan
  4. Tidak ada tambahan apa pun
Jawaban: A. Tes fungsi kognitif (tes keterampilan mengemudi hanya untuk yang memiliki riwayat pelanggaran tertentu)

Usia 75 tahun ke atas wajib menjalani tes fungsi kognitif selain pelatihan lansia. Selain itu, orang dengan riwayat pelanggaran tertentu juga dikenai tes keterampilan mengemudi (konfirmasi keterampilan dengan kendaraan sungguhan). Poin pentingnya adalah jika tidak ada riwayat pelanggaran, tes keterampilan mengemudi pada dasarnya tidak diperlukan.

Soal 37 | Isi Pelatihan untuk Usia 70-74 Tahun

Apa yang utamanya dijalani oleh pengemudi usia 70-74 tahun saat memperpanjang SIM?

  1. Hanya pelatihan lansia (pembelajaran teori, bimbingan praktik mengemudi, dsb.), tes fungsi kognitif dan tes keterampilan mengemudi pada dasarnya tidak diperlukan
  2. Hanya tes fungsi kognitif
  3. Hanya tes keterampilan mengemudi
  4. Sama persis dengan usia 75 tahun ke atas
Jawaban: A. Hanya pelatihan lansia (pembelajaran teori, bimbingan praktik mengemudi, dsb.), tes fungsi kognitif dan tes keterampilan mengemudi pada dasarnya tidak diperlukan

Usia 70-74 tahun hanya memerlukan pelatihan lansia, sedangkan tes fungsi kognitif dan tes keterampilan mengemudi pada dasarnya tidak menjadi sasaran. Sistem ini dirancang agar isi tesnya berubah tepat di batas usia 75 tahun.

Soal 38 | Kondisi Diwajibkannya Tes Keterampilan Mengemudi

Dalam kondisi apa pengemudi usia 75 tahun ke atas diwajibkan menjalani "tes keterampilan mengemudi"?

  1. Jika memiliki riwayat pelanggaran tertentu (seperti melanggar lampu lalu lintas, kelebihan kecepatan, dsb.)
  2. Semua orang wajib menjalaninya
  3. Hanya jika lulus tes fungsi kognitif
  4. Hanya saat perpanjangan pertama kali
Jawaban: A. Jika memiliki riwayat pelanggaran tertentu (seperti melanggar lampu lalu lintas, kelebihan kecepatan, dsb.)

Di antara pengemudi usia 75 tahun ke atas, mereka yang memiliki riwayat pelanggaran tertentu di masa lalu dikenai tes keterampilan mengemudi (konfirmasi keterampilan mengemudi dengan kendaraan sungguhan). Jika tidak ada riwayat pelanggaran, mekanisme dasarnya adalah perpanjangan cukup dengan pelatihan lansia dan tes fungsi kognitif saja.

Soal 39 | Tujuan Tes Fungsi Kognitif

Apa tujuan "tes fungsi kognitif" dalam perpanjangan SIM untuk lansia?

  1. Untuk memeriksa kondisi fungsi kognitif yang diperlukan dalam berkendara, seperti daya ingat dan daya penilaian
  2. Untuk mengukur ketajaman penglihatan
  3. Untuk memeriksa kelenturan tubuh
  4. Untuk memeriksa lamanya pengalaman mengemudi
Jawaban: A. Untuk memeriksa kondisi fungsi kognitif yang diperlukan dalam berkendara, seperti daya ingat dan daya penilaian

Tes fungsi kognitif adalah tes yang memeriksa kondisi fungsi kognitif yang diperlukan dalam berkendara, melalui tes seperti orientasi waktu dan mengingat kembali dengan petunjuk (memori). Tergantung hasilnya, bisa berlanjut ke tes kelayakan khusus atau pemeriksaan dokter.

Soal 40 | Rangkuman Kelompok Usia

Mana kombinasi yang benar mengenai usia sasaran pelatihan lansia, tes fungsi kognitif, dan tes keterampilan mengemudi?

  1. 70-74 tahun = hanya pelatihan lansia/75 tahun ke atas = pelatihan lansia + tes fungsi kognitif (+ tes keterampilan mengemudi jika ada riwayat pelanggaran)
  2. Semua usia 70 tahun ke atas wajib menjalani ketiganya
  3. Hanya usia 75 tahun ke atas yang menjadi sasaran pelatihan
  4. Tidak ada perbedaan berdasarkan usia
Jawaban: A. 70-74 tahun = hanya pelatihan lansia/75 tahun ke atas = pelatihan lansia + tes fungsi kognitif (+ tes keterampilan mengemudi jika ada riwayat pelanggaran)

Usia 70-74 tahun hanya memerlukan pelatihan lansia; usia 75 tahun ke atas wajib menjalani pelatihan lansia ditambah tes fungsi kognitif; dan di atas itu, hanya orang dengan riwayat pelanggaran tertentu yang ditambahkan tes keterampilan mengemudi — inilah gambaran keseluruhan sistem pelatihan lansia dengan tiga tahap percabangan kondisi. Kuncinya adalah merapikan hubungan antara angka usia dan syaratnya.

Latihan: kerjakan soal di halaman ini

Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.

* Penjelasan ini merupakan informasi umum, bukan konsultasi hukum perorangan maupun saran medis atau keselamatan. Peraturan dan sistem dapat berubah, jadi harap periksa informasi resmi terbaru.

Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang