Berapa gram massa 0.50 mol karbon dioksida CO₂? Massa atom relatif C=12, O=16.
44 g
22 g
88 g
11 g
JawabanB. 22 g
Massa molekul relatif CO₂ adalah 12+16×2=44, sehingga 0.50 mol bermassa 44×0.50=22 g. Pilihan 44 g adalah jebakan bagi yang mengiranya 1 mol. Terapkan secara mekanis rumus “massa = massa molar × jumlah zat”.
Soal 2 | Gas dan 22.4 L
Pada 0℃ dan 1.013×10⁵ Pa (keadaan standar), berapa mol gas ideal yang menempati volume 11.2 L?
1.0 mol
2.0 mol
0.25 mol
0.50 mol
JawabanD. 0.50 mol
Pada keadaan standar 1 mol gas menempati kira-kira 22.4 L, jadi 11.2÷22.4=0.50 mol. Kesalahan klasiknya adalah membagi terbalik, 22.4÷11.2=2.0. Hafalkan arah pembagiannya: “volume ÷ 22.4”.
Soal 3 | Dasar Konsentrasi Molar
Berapa mol NaOH yang terdapat dalam 500 mL larutan natrium hidroksida 0.20 mol/L?
0.10 mol
0.40 mol
0.20 mol
1.0 mol
JawabanA. 0.10 mol
Konsentrasi molar × volume (L) = jumlah zat, jadi 0.20×0.500=0.10 mol. Kesalahan khasnya adalah lupa mengubah 500 mL menjadi 0.5 L sehingga menjawab 0.20 mol. Kiatnya: lakukan konversi mL→L paling awal.
Soal 4 | Molaritas Asam Sulfat Pekat
Asam sulfat pekat memiliki kadar 98% massa dan massa jenis 1.8 g/cm³. Kira-kira berapa mol/L konsentrasi molarnya? Massa molekul relatif H₂SO₄ dianggap 98.
18 mol/L
1.8 mol/L
9.8 mol/L
0.18 mol/L
JawabanA. 18 mol/L
Massa 1 L = 1000 cm³ larutan adalah 1800 g; 98% di antaranya berupa H₂SO₄, yaitu 1764 g, dan setelah dibagi massa molekul relatif 98 diperoleh 18 mol/L. Lupa mengalikan dengan massa jenis menghasilkan jawaban salah seperti 1.8. Kerjakan dalam tiga langkah: “ambil 1 L → massa larutan → massa zat terlarut → mol”.
Soal 5 | Persamaan Gas Ideal
Pada 27℃ dan 8.3×10⁴ Pa, berapa mol gas ideal yang menempati 3.0 L? Tetapan gas R=8.3×10³ Pa・L/(K・mol).
1.0 mol
0.30 mol
0.037 mol
0.10 mol
JawabanD. 0.10 mol
Dari PV=nRT diperoleh n=PV/RT=(8.3×10⁴×3.0)/(8.3×10³×300)=0.10 mol. Jika 27 langsung dimasukkan, orde besarannya menjadi kacau. Aturan mutlaknya: ubah ke suhu mutlak T=27+273=300 K.
Soal 6 | Tetapan Avogadro
Berapa jumlah atom hidrogen yang terkandung dalam 1 mol air H₂O? Tetapan Avogadro 6.0×10²³ /mol.
1.2×10²⁴ atom
1.8×10²⁴ atom
3.0×10²³ atom
6.0×10²³ atom
JawabanA. 1.2×10²⁴ atom
Satu molekul air mengandung 2 atom H, sehingga 6.0×10²³×2=1.2×10²⁴ atom. Nilai 6.0×10²³ adalah jebakan karena itu jumlah molekulnya. Jangan lupa: “jumlah molekul × jumlah atom dalam satu molekul”.
Soal 7 | Massa Molekul Rata-rata
Gas nitrogen N₂ dan oksigen O₂ dicampur dengan perbandingan mol 4:1. Berapa massa molekul relatif rata-rata campuran itu? Massa molekul relatif N₂=28, O₂=32.
28.8
28.0
30.0
32.0
JawabanA. 28.8
Hitung rata-rata berbobot memakai fraksi mol: 28×0.80+32×0.20=22.4+6.4=28.8. Rata-rata sederhana 30.0 adalah jebakan terbesarnya. Mengingat bahwa massa molekul rata-rata udara sekitar 29 sangat berguna untuk mengecek hasil hitungan.
Kristal & Ikatan Kimia
Soal 8 | Bilangan Koordinasi BCC
Pada kristal logam berkisi kubus pusat badan (BCC), berapa jumlah atom terdekat yang mengelilingi satu atom (bilangan koordinasi)?
6
12
8
4
JawabanC. 8
Pada kisi kubus pusat badan, atom di pusat bersentuhan dengan 8 atom di sudut kubus, sehingga bilangan koordinasinya 8. Nilai 12 adalah bilangan koordinasi kisi kubus pusat muka dan struktur heksagonal tumpukan rapat, yang mudah tertukar. Hafalkan berpasangan: “pusat badan = 8, pusat muka dan heksagonal = 12”.
Soal 9 | Jumlah Atom dalam Sel Satuan FCC
Berapa jumlah atom yang terkandung dalam satu sel satuan kisi kubus pusat muka?
6 atom
4 atom
2 atom
8 atom
JawabanB. 4 atom
8 sudut×1/8+6 pusat muka×1/2=1+3=4 atom. Jika atom di sudut atau di muka dihitung utuh, hasilnya menjadi 8 atau 6. Selalu gunakan bagian yang menjadi milik sel satuan (sudut 1/8, muka 1/2, rusuk 1/4).
Soal 10 | Kristal yang Menghantar Listrik
Zat manakah yang berupa kristal kovalen tetapi menghantarkan listrik dengan baik dalam wujud padat?
Naftalena
Intan
Natrium klorida
Grafit
JawabanD. Grafit
Pada grafit, satu dari empat elektron valensi tiap atom karbon dapat bergerak bebas di dalam struktur bidangnya sehingga grafit menghantarkan listrik. Intan tersusun dari unsur yang sama, tetapi seluruh elektronnya dipakai untuk berikatan sehingga bersifat isolator. Ingat: “hanya grafit yang menjadi pengecualian di antara kristal kovalen”.
Soal 11 | Mengapa Titik Didih Air Tinggi
Apa alasan utama titik didih air H₂O jauh lebih tinggi daripada hidrogen sulfida H₂S yang massa molekulnya mirip?
Karena ikatan kovalen di dalam molekulnya kuat
Karena gaya van der Waals-nya sangat kuat
Karena memiliki ikatan ion
Karena antarmolekulnya bekerja ikatan hidrogen
JawabanD. Karena antarmolekulnya bekerja ikatan hidrogen
Atom H yang terikat pada O yang keelektronegatifannya besar membentuk ikatan hidrogen dengan atom O molekul tetangganya, sehingga dibutuhkan energi besar untuk memisahkannya. Kekuatan ikatan kovalen adalah persoalan yang berbeda dari titik didih (yang menyangkut pemisahan antarmolekul), jadi jangan terjebak. Ingat: “H yang terikat pada F, O, atau N berarti ikatan hidrogen”.
Soal 12 | Ikatan Kovalen Koordinasi
Ketika amonia NH₃ bergabung dengan ion hidrogen H⁺ membentuk ion amonium NH₄⁺, ikatan apa yang baru terbentuk?
Ikatan hidrogen
Ikatan ion
Ikatan logam
Ikatan kovalen koordinasi
JawabanD. Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan yang terbentuk karena pasangan elektron bebas milik N diberikan sepihak kepada H⁺ disebut ikatan kovalen koordinasi. Sering pula ditanyakan bahwa setelah terbentuk, ikatan itu sama sekali tidak dapat dibedakan dari ikatan kovalen N–H lainnya. Pegang prinsip ini: “ikatan kovalen yang pasangan elektronnya berasal dari satu pihak saja = ikatan kovalen koordinasi”.
Soal 13 | Kisi FCC dan Jari-jari Atom
Pada kisi kubus pusat muka, jika a adalah tetapan kisi (panjang rusuk sel satuan) dan r adalah jari-jari atom, hubungan manakah yang berlaku?
4r = 2a
2r = a
4r = √3 a
4r = √2 a
JawabanD. 4r = √2 a
Pada kubus pusat muka, atom-atom bersentuhan sepanjang diagonal bidang, dan panjang diagonal itu, √2a, sama dengan empat jari-jari atom. √3a adalah hubungan untuk kubus pusat badan (bersentuhan sepanjang diagonal ruang) dan merupakan jebakan yang paling sering muncul. Hafalkan lewat gambar: “pusat muka memakai diagonal bidang, pusat badan memakai diagonal ruang”.
Termokimia & Laju Reaksi
Soal 14 | Tanda ΔH
Dalam kurikulum baru, kalor reaksi dinyatakan sebagai perubahan entalpi ΔH. Manakah tanda ΔH yang benar untuk reaksi eksoterm?
Tidak tentu, bergantung pada reaksinya
ΔH<0
ΔH>0
ΔH=0
JawabanB. ΔH<0
Pada reaksi eksoterm sistem melepaskan energi dan entalpi sistem berkurang, sehingga ΔH bernilai negatif. Pada persamaan termokimia kurikulum lama, pelepasan kalor ditulis +Q sehingga tandanya berlawanan — inilah sumber kebingungan terbesarnya. Ingat: “karena keluar, maka minus”.
Soal 15 | Entalpi Pembakaran
Entalpi pembakaran metana CH₄ adalah ΔH=−891 kJ/mol. Kira-kira berapa kJ kalor yang dilepaskan ketika 0.50 mol metana dibakar sempurna?
Sekitar 1782 kJ
Sekitar 891 kJ
Sekitar 446 kJ
Sekitar 223 kJ
JawabanC. Sekitar 446 kJ
Karena tiap 1 mol melepaskan 891 kJ, maka 0.50 mol melepaskan 891×0.50≒446 kJ. Perhatikan bahwa walaupun ΔH negatif, “jumlah kalor yang dilepaskan” dijawab dengan nilai positif. Olah dengan rumus “kalor = |ΔH| × mol”.
Soal 16 | Hukum Hess
Jika ΔH₁=−394 kJ untuk C(grafit)+O₂→CO₂ dan ΔH₂=−283 kJ untuk CO+1/2O₂→CO₂, berapa kJ nilai ΔH untuk C(grafit)+1/2O₂→CO?
−111 kJ
+111 kJ
−283 kJ
−677 kJ
JawabanA. −111 kJ
Reaksi yang dicari = (persamaan 1)−(persamaan 2), sehingga ΔH=−394−(−283)=−111 kJ. Menjumlahkan keduanya lalu memperoleh −677 adalah kesalahan yang khas. Sadari operasi hukum Hess: “kurangkan persamaannya supaya CO₂ saling menghapus”.
Soal 17 | Cara Kerja Katalis
Manakah alasan yang benar mengapa reaksi menjadi lebih cepat ketika katalis ditambahkan?
Karena produknya menjadi lebih stabil
Karena perubahan entalpi reaksi ΔH menjadi lebih kecil
Karena reaksi berlangsung lewat jalur dengan energi aktivasi yang lebih kecil
Karena konsentrasi pereaksi menjadi lebih besar
JawabanC. Karena reaksi berlangsung lewat jalur dengan energi aktivasi yang lebih kecil
Katalis menyediakan jalur lain dengan energi aktivasi yang lebih rendah sehingga memperbesar fraksi molekul yang mampu melewati puncaknya. Jebakan standarnya adalah ΔH (selisih antara keadaan awal dan keadaan akhir), yang tidak diubah oleh katalis. Bayangkan begini: “katalis merendahkan puncak bukit, tetapi tidak mengubah kedalaman lembahnya”.
Soal 18 | Suhu dan Laju Reaksi
Apa alasan utama laju reaksi meningkat tajam ketika suhu dinaikkan?
Karena energi aktivasinya sendiri menjadi lebih kecil
Karena fraksi molekul yang berenergi di atas energi aktivasi bertambah
Karena perubahan entalpi reaksi menjadi lebih kecil
Karena konsentrasi pereaksi bertambah
JawabanB. Karena fraksi molekul yang berenergi di atas energi aktivasi bertambah
Ketika suhu naik, distribusi energi kinetik molekul melebar ke sisi energi tinggi sehingga fraksi molekul yang sanggup melewati puncak melonjak. Energi aktivasinya sendiri tidak diubah oleh suhu (yang mengubahnya adalah katalis). Bedakan: “suhu → fraksinya bertambah, katalis → puncaknya diturunkan”.
Soal 19 | Perubahan Mana yang Endoterm?
Manakah di antara perubahan berikut yang perubahan entalpinya ΔH>0 (endoterm)?
Membakar metana sampai sempurna
Menetralkan asam klorida dengan larutan natrium hidroksida
Melarutkan amonium nitrat dalam air
Besi teroksidasi lalu berkarat
JawabanC. Melarutkan amonium nitrat dalam air
Pelarutan amonium nitrat menyerap kalor dari lingkungan — sebuah perubahan endoterm yang dimanfaatkan pada kompres dingin instan. Pembakaran, penetralan, dan oksidasi logam semuanya reaksi eksoterm yang khas. Hafalkan sepaket: “kompres dingin = pelarutan NH₄NO₃ = ΔH>0”.
Kesetimbangan Kimia
Soal 20 | Tekanan dan Pergeseran Kesetimbangan
Pada kesetimbangan N₂+3H₂ ⇌ 2NH₃ (ΔH<0), apa yang terjadi pada kesetimbangan bila tekanan dinaikkan pada suhu tetap?
Bergeser ke kanan (pembentukan NH₃), ke arah jumlah molekul gas yang lebih sedikit
Tidak bergeser
Tetapan kesetimbangannya menjadi lebih besar
Bergeser ke kiri, ke arah jumlah molekul gas yang lebih banyak
JawabanA. Bergeser ke kanan (pembentukan NH₃), ke arah jumlah molekul gas yang lebih sedikit
Ketika tekanan dinaikkan, kesetimbangan bergeser ke arah berkurangnya jumlah total molekul gas (4 molekul di ruas kiri → 2 molekul di ruas kanan) demi menurunkan kembali tekanan itu. Perhatikan bahwa perubahan tekanan tidak mengubah tetapan kesetimbangan. Putuskan dengan “asas Le Chatelier = arah yang meniadakan perubahan”.
Soal 21 | Pemanasan dan Pergeseran Kesetimbangan
Pada kesetimbangan N₂+3H₂ ⇌ 2NH₃ (reaksi eksoterm dengan ΔH<0), apa yang terjadi pada kesetimbangan bila suhu dinaikkan pada tekanan tetap?
Tidak bergeser
Bergeser ke kanan, yaitu arah eksoterm
Bergeser ke kiri, yaitu arah endoterm
Jumlah NH₃ yang terbentuk bertambah
JawabanC. Bergeser ke kiri, yaitu arah endoterm
Ketika dipanaskan, kesetimbangan bergeser ke arah endoterm (reaksi balik, ke kiri) dengan menyerap kalor untuk meniadakan kenaikan suhu. Bukan “ke kanan karena suhu tinggi membuat reaksi berjalan lebih cepat”. Kiatnya adalah memisahkan laju reaksi dari pergeseran kesetimbangan: keduanya persoalan yang berbeda.
Soal 22 | Katalis dan Kesetimbangan
Apa yang terjadi pada kesetimbangan bila katalis ditambahkan ke reaksi yang sudah berada dalam keadaan setimbang?
Bergeser ke arah pereaksi
Bergeser ke arah produk
Tetapan kesetimbangannya menjadi lebih besar
Kesetimbangan tidak bergeser, tetapi waktu untuk mencapai kesetimbangan menjadi lebih singkat
JawabanD. Kesetimbangan tidak bergeser, tetapi waktu untuk mencapai kesetimbangan menjadi lebih singkat
Katalis mempercepat reaksi maju dan reaksi balik dengan faktor yang sama, sehingga letak kesetimbangan maupun tetapan kesetimbangan tidak berubah. Mengira bahwa “katalis menambah hasil NH₃” adalah kesalahan yang khas. Ingat, satu-satunya keuntungan katalis hanyalah kesetimbangan tercapai lebih cepat.
Soal 23 | Rumus Tetapan Kesetimbangan
Manakah rumus yang benar untuk tetapan kesetimbangan konsentrasi K dari N₂+3H₂ ⇌ 2NH₃?
K=[NH₃]/([N₂][H₂])
K=[NH₃]²/([N₂][H₂]³)
K=2[NH₃]/([N₂]・3[H₂])
K=([N₂][H₂]³)/[NH₃]²
JawabanB. K=[NH₃]²/([N₂][H₂]³)
Tetapan kesetimbangan berbentuk “produk / pereaksi”, dengan tiap konsentrasi dipangkatkan koefisiennya. Mengalikan dengan koefisien atau lupa memangkatkan adalah kesalahan yang standar. Susun rumusnya sambil mengucapkan “koefisien naik ke bahu”, yaitu menjadi pangkat.
Soal 24 | Perhitungan Kesetimbangan HI
Ke dalam wadah bervolume tetap dimasukkan 1.0 mol H₂ dan 1.0 mol I₂ lalu dipanaskan. Tercapai kesetimbangan H₂+I₂ ⇌ 2HI dan terbentuk 1.6 mol HI. Berapa tetapan kesetimbangan K pada suhu tersebut?
8
16
32
64
JawabanD. 64
Karena terbentuk 1.6 mol HI, maka H₂ dan I₂ yang bereaksi masing-masing 0.80 mol sehingga sisanya masing-masing 0.20 mol. K=(1.6)²/(0.20×0.20)=2.56/0.04=64 (pada reaksi ini jumlah molekul kedua ruas sama sehingga volumenya saling menghapus). Membuat tabel jumlah yang bereaksi, x, adalah jalan utama perhitungan kesetimbangan; menganggap HI=2x sebagai x saja akan menghasilkan jawaban seperti 16.
Soal 25 | pH Asam Lemah
Berapa pH larutan asam asetat 0.10 mol/L yang derajat ionisasinya 0.010?
5
3
2
1
JawabanB. 3
[H⁺]=konsentrasi×derajat ionisasi=0.10×0.010=1.0×10⁻³ mol/L, sehingga pH=3. Jebakan terbesarnya adalah mengabaikan derajat ionisasi lalu memperlakukannya seperti asam kuat sehingga menjawab pH=1. Bedakan pemakaiannya: “asam lemah pakai cα, asam kuat pakai konsentrasinya langsung”.
Soal 26 | pH dan [OH⁻]
Pada 25℃, berapa konsentrasi ion hidroksida [OH⁻] dalam larutan natrium hidroksida yang pH=12? Tetapan hasil kali ion air 1.0×10⁻¹⁴ (mol/L)².
1.0×10⁻² mol/L
1.0×10⁻⁷ mol/L
1.0×10⁻¹² mol/L
1.0×10⁻¹⁰ mol/L
JawabanA. 1.0×10⁻² mol/L
Jika pH=12 maka [H⁺]=10⁻¹² mol/L, dan dari hasil kali ion air diperoleh [OH⁻]=10⁻¹⁴÷10⁻¹²=10⁻² mol/L. Menjawab 10⁻¹², yaitu nilai [H⁺] itu sendiri, adalah jebakannya. Dengan memakai “pH+pOH=14” langsung diperoleh pOH=2.
Redoks & Sel Elektrokimia
Soal 27 | Bilangan Oksidasi S dalam Asam Sulfat
Berapa bilangan oksidasi atom belerang S dalam asam sulfat H₂SO₄?
+2
−2
+6
+4
JawabanC. +6
Dengan mengambil H sebagai +1 dan O sebagai −2, dari (+1)×2+S+(−2)×4=0 diperoleh S=+6. Nilai ini mudah tertukar dengan +4 pada SO₂ atau −2 pada H₂S. Cara dasarnya adalah menghitung mundur dari “jumlah bilangan oksidasi dalam suatu senyawa = 0”.
Soal 28 | Mn dalam Permanganat
Berapa bilangan oksidasi mangan Mn dalam ion permanganat MnO₄⁻?
+4
+6
+7
+2
JawabanC. +7
Dengan mengambil O sebagai −2, dari Mn+(−2)×4=−1 diperoleh Mn=+7. Pada ion, banyak siswa lupa menyamakan jumlahnya dengan muatan ion sehingga melenceng ke arah +8. Hafalkan sekaligus alasannya: KMnO₄ menjadi oksidator yang sangat kuat justru karena Mn berada pada bilangan oksidasi tertingginya, +7.
Soal 29 | Logam yang Larut dalam Asam Klorida
Di antara seng Zn dan tembaga Cu, manakah yang larut dalam asam klorida encer sambil menghasilkan gas hidrogen? Pilih pernyataan yang benar beserta alasannya.
Cu (karena kecenderungan ionisasinya lebih besar daripada hidrogen)
Zn (karena kecenderungan ionisasinya lebih besar daripada hidrogen)
Keduanya tidak larut
Keduanya larut
JawabanB. Zn (karena kecenderungan ionisasinya lebih besar daripada hidrogen)
Hanya logam yang kecenderungan ionisasinya lebih besar daripada H₂ yang bereaksi dengan asam encer dan melepaskan gas hidrogen. Zn terletak di sebelah kiri H sedangkan Cu di sebelah kanan, sehingga Cu tidak larut. Pastikan kamu hafal letak H di dalam deret Volta (K>Ca>Na>Mg>Al>Zn>Fe>Ni>Sn>Pb>(H₂)>Cu>Hg>Ag>Pt>Au).
Soal 30 | Kutub Negatif Sel Daniell
Pada sel Daniell (Zn|larutan ZnSO₄|larutan CuSO₄|Cu), logam manakah yang larut sebagai kutub negatif?
Tembaga
Seng
Perak
Timbal
JawabanB. Seng
Zn yang kecenderungan ionisasinya lebih besar larut menjadi Zn²⁺ (oksidasi) sambil melepaskan elektron, sehingga menjadi kutub negatif. Hubungan “elektrode tempat elektron mengalir keluar = kutub negatif = reaksi oksidasi” mudah sekali tertukar. Ingat: “logam dengan kecenderungan ionisasi lebih besar menjadi kutub negatif”.
Soal 31 | Perubahan Massa pada Aki Timbal
Ketika aki timbal dikosongkan (discharge), bagaimana perubahan massa kedua elektrodenya?
Tidak berubah
Kutub positif dan kutub negatif sama-sama berkurang
Hanya kutub negatif yang berkurang
Kutub positif dan kutub negatif sama-sama bertambah
JawabanD. Kutub positif dan kutub negatif sama-sama bertambah
Selama pengosongan, timbal(II) sulfat PbSO₄ terbentuk lalu menempel pada permukaan kedua elektrode sehingga keduanya bertambah massa. Jebakannya adalah mengira “karena larut maka massanya berkurang”: kenyataannya Pb²⁺ tidak keluar ke dalam larutan, melainkan langsung menjadi PbSO₄ di tempatnya. Hafalkan sepaket: “pengosongan = PbSO₄ pada kedua elektrode sehingga keduanya bertambah, dan asam sulfat encernya makin encer”.
Soal 32 | Katode pada Elektrolisis Larutan Garam Dapur
Gas apa yang dihasilkan di katode ketika larutan natrium klorida dielektrolisis?
Oksigen
Uap natrium
Hidrogen
Klorin
JawabanC. Hidrogen
Kecenderungan ionisasi Na⁺ terlalu besar sehingga ia tidak tereduksi; sebagai gantinya airlah yang tereduksi dan H₂ yang dihasilkan. Mengira bahwa “karena katode, maka Na yang mengendap” adalah kesalahan yang khas. Ingat: “dalam larutan berair dengan kation yang kecenderungan ionisasinya besar, yang keluar adalah gas hidrogen”.
Soal 33 | Anode dengan Elektrode Platina
Ketika larutan tembaga(II) sulfat dielektrolisis memakai elektrode platina, perubahan apa yang terjadi di anode?
Belerang dioksida dihasilkan
Air teroksidasi dan gas oksigen dihasilkan
Air tereduksi dan gas hidrogen dihasilkan
Tembaga mengendap
JawabanB. Air teroksidasi dan gas oksigen dihasilkan
SO₄²⁻ sukar dioksidasi, sehingga sebagai gantinya airlah yang teroksidasi dan O₂ yang dihasilkan. Pengendapan tembaga adalah perubahan di sisi katode, jadi jangan tertukar. Aturan penentuannya: “di anode: Cl₂ bila ada Cl⁻, dan bila tidak ada maka O₂ (ketika elektrodenya Pt atau C)”.
Soal 34 | Perhitungan Elektrolisis
Larutan tembaga(II) sulfat dielektrolisis dengan arus 0.50 A selama 1930 detik. Berapa gram tembaga yang mengendap di katode? Tetapan Faraday 9.65×10⁴ C/mol dan Cu=64.
3.2 g
0.16 g
0.64 g
0.32 g
JawabanD. 0.32 g
Muatan listriknya 0.50×1930=965 C, sehingga elektronnya 965÷96500=0.010 mol. Dari Cu²⁺+2e⁻→Cu, tembaganya setengah dari elektron, yaitu 0.0050 mol, dan massanya 0.0050×64=0.32 g. Lupa pada koefisien “2e⁻ untuk 1 Cu” lalu menjawab 0.64 g adalah kesalahan yang paling sering terjadi.
Soal 35 | Titrasi Permanganat
Berapa mol hidrogen peroksida H₂O₂ yang bereaksi tepat habis dengan 10 mL larutan kalium permanganat 0.020 mol/L dalam suasana asam sulfat? MnO₄⁻ menerima 5e⁻ dan H₂O₂ melepaskan 2e⁻.
8.0×10⁻⁵ mol
1.0×10⁻⁴ mol
2.0×10⁻⁴ mol
5.0×10⁻⁴ mol
JawabanD. 5.0×10⁻⁴ mol
MnO₄⁻ berjumlah 0.020×0.010=2.0×10⁻⁴ mol. Dengan menyamakan elektron yang diterima dan yang dilepas diperoleh MnO₄⁻ : H₂O₂=2 : 5, sehingga 2.0×10⁻⁴×5/2=5.0×10⁻⁴ mol. Menganggap perbandingan molnya 1:1 adalah jebakannya; aturan mutlaknya adalah menentukan koefisien dari “elektron yang diterima = elektron yang dilepas”.
Pengantar Kimia Anorganik
Soal 36 | Penampungan Amonia
Manakah cara yang paling tepat untuk menampung gas amonia NH₃ di laboratorium?
Pemindahan udara ke bawah (tabung tegak, mulut menghadap ke atas)
Penampungan di atas air
Cara mana pun boleh
Pemindahan udara ke atas (tabung terbalik, mulut menghadap ke bawah)
JawabanD. Pemindahan udara ke atas (tabung terbalik, mulut menghadap ke bawah)
NH₃ lebih ringan daripada udara dan sangat mudah larut dalam air, sehingga ditampung dengan cara pemindahan udara ke atas. Penampungan di atas air hanya untuk “gas yang sukar larut dalam air”, jadi tidak dapat dipakai untuk NH₃. Putuskan dengan tiga golongan ini: “ringan → ke atas, berat → ke bawah, sukar larut → di atas air”.
Soal 37 | Warna Nyala Natrium
Apa warna uji nyala natrium Na?
Ungu kemerahan
Hijau kebiruan
Kuning
Merah
JawabanC. Kuning
Na memberikan warna kuning yang cerah, itulah sebabnya ia lama dipakai untuk lampu terowongan jalan raya. Merah adalah warna Li atau Sr, hijau kebiruan warna Cu, dan ungu kemerahan warna K, sehingga mudah tertukar. Hafalkan seluruh daftarnya sekaligus (Li merah, Na kuning, K ungu kemerahan, Cu hijau kebiruan, Ca merah jingga, Sr merah, Ba hijau kekuningan).
Soal 38 | Gas Berwarna Hijau Kekuningan
Gas manakah yang berwarna hijau kekuningan, berbau menyengat, serta bersifat memutihkan dan membunuh kuman?
Nitrogen dioksida
Klorin
Hidrogen sulfida
Amonia
JawabanB. Klorin
Cl₂ berwarna hijau kekuningan dan berbau menyengat, serta dipakai untuk mendesinfeksi air ledeng. NH₃ dan H₂S tidak berwarna (berbau menyengat dan berbau telur busuk), sedangkan NO₂ berwarna cokelat kemerahan, sehingga semuanya dapat dibedakan dari warnanya. Sangat menguntungkan bila kamu ingat bahwa “gas yang berwarna hanya sekitar Cl₂ (hijau kekuningan), NO₂ (cokelat kemerahan), dan O₃ (biru muda)”.
Soal 39 | Endapan Sulfida Hitam
Ketika hidrogen sulfida H₂S dialirkan ke dalam suatu larutan, ion manakah yang menghasilkan endapan hitam bahkan dalam suasana asam?
Cu²⁺
Al³⁺
Ba²⁺
Zn²⁺
JawabanA. Cu²⁺
Cu²⁺ adalah ion perwakilan yang membentuk endapan hitam CuS bahkan dalam suasana asam. Zn²⁺ hanya mengendap sebagai ZnS (putih) dalam suasana netral sampai basa, dan perbedaan kondisi inilah yang sering menjadi jebakan. Rapikan begini: “yang mengendap bahkan dalam suasana asam = logam dengan kecenderungan ionisasi kecil (Cu, Ag, Pb, dan sebagainya)”.
Soal 40 | Daya Oksidasi Halogen
Manakah susunan unsur halogen dari daya oksidasi terkuat ke terlemah yang benar?
Br₂>Cl₂>I₂>F₂
F₂>Cl₂>Br₂>I₂
I₂>Br₂>Cl₂>F₂
Cl₂>F₂>Br₂>I₂
JawabanB. F₂>Cl₂>Br₂>I₂
Daya oksidasi (kemampuan merebut elektron) makin kuat ke arah atas dalam tabel periodik, sehingga F₂ yang paling kuat. Karena itu, mengalirkan Cl₂ ke dalam larutan KBr akan membebaskan Br₂ (sebaliknya tidak terjadi). Hafalkan bersama percobaannya: “halogen yang lebih atas mengusir ion halida yang lebih bawah”.
Soal 41 | Pembuatan Amonia
Gas apa yang dihasilkan ketika campuran amonium klorida NH₄Cl dan kalsium hidroksida Ca(OH)₂ dipanaskan?
Amonia
Hidrogen klorida
Nitrogen
Klorin
JawabanA. Amonia
Garam dari basa lemah bereaksi dengan basa kuat, sehingga NH₃ yang merupakan basa lemah terusir dan keluar sebagai gas (cara pembuatan standar di laboratorium). Memilih klorin atau HCl hanya karena namanya mengandung kata “klorida” adalah jebakannya. “Yang lemah diusir oleh yang kuat” adalah prinsip di balik pembuatan gas semacam ini.
Soal 42 | Endapan Putih dengan Asam Klorida
Ketika asam klorida encer ditambahkan ke dalam suatu larutan, ion manakah yang menghasilkan endapan putih yang menghitam bila terkena cahaya?
Fe³⁺
Ag⁺
Zn²⁺
Cu²⁺
JawabanB. Ag⁺
Ag⁺ membentuk endapan putih AgCl bersama Cl⁻, dan karena peka cahaya endapan itu terurai oleh cahaya lalu menghitam (inilah prinsip fotografi). Cu²⁺ dan Fe³⁺ tidak mengendap oleh asam klorida. Hafalkan sepaket: “ion yang mengendap dengan Cl⁻ adalah Ag⁺ dan Pb²⁺”.
Soal 43 | Pasivasi
Logam manakah yang membentuk lapisan oksida yang rapat di permukaannya ketika direndam dalam asam nitrat pekat sehingga tidak larut lebih lanjut (menjadi pasif)?
Tembaga
Magnesium
Perak
Besi
JawabanD. Besi
Fe, Ni, dan Al menjadi pasif dalam asam nitrat pekat dan reaksinya berhenti. Mengira bahwa “asam nitrat itu oksidator kuat, jadi besi pun seharusnya larut” adalah jebakannya; justru tembaga dan perak yang larut dalam asam nitrat pekat. Ingat ketiga logam pasif itu sebagai satu kata: Fe–Ni–Al, yang bunyinya seperti “FINAL”.
Soal 44 | Zat Pengering untuk NH₃
Zat pengering manakah yang dapat dipakai untuk mengeringkan amonia NH₃?
Kalsium klorida
Kapur soda
Tetrafosforus dekaoksida
Asam sulfat pekat
JawabanB. Kapur soda
Untuk NH₃ yang merupakan gas basa, gunakan kapur soda yang bersifat basa. Asam sulfat pekat dan tetrafosforus dekaoksida bersifat asam sehingga akan bereaksi dengan NH₃, sedangkan kalsium klorida yang netral pun tidak dapat dipakai karena secara khusus membentuk senyawa adisi dengan NH₃. Ingat: “zat pengering dan gasnya harus pasangan yang tidak bertengkar sebagai asam dan basa, dan CaCl₂ × NH₃ adalah pengecualiannya”.
Latihan: kerjakan soal di halaman ini
Ini adalah alat latihan dengan soal acak (berfungsi jika JavaScript aktif). Semua soal dan penjelasan di atas tetap dapat dibaca tanpa alat ini.
* Materi ini untuk mengecek isi pelajaran SMA. Jika penulisan atau penjelasannya berbeda dengan buku pelajaran atau pengajaran di sekolah, utamakan buku pelajaran dan penjelasan guru.
Halaman ini adalah terjemahan dari teks asli berbahasa Jepang. Jika terdapat perbedaan antara terjemahan dan teks asli, versi bahasa Jepang yang berlaku. Lihat teks asli bahasa Jepang